Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
225. Karma



Revi menutup ponselnya dengan kesal, bukannya simpati mendengar mantan suaminya mengalami kecelakaan justru dia merasa Gavin memang pantas menerimanya.


“Dek tadi siapa yang telepon kamu?” tanya suami Revi, pria itu tampak sedang menggendong bayi mungil berkelamin lelaki di tangannya. Ya Revi sudah melahirkan dan dia lebih cepat seminggu dari kelahiran bayi-bayi Rafa dan cessa.


“mantan suami Revi kecelakaan dan orang rumah sakit menghubungi Revi, katanya tidak ada keluarga yang bisa dihubungi” jawab Revi.


“oh ya udah kamu hubungi keluarganya sana, kasian kan dia sendirian di rumah sakit” ujar bagus suami kedua Revi.


“Iya ini mau dihubungi” revi menelpon cessa yang kebetulan dia tau nomor istri dari rafa itu. Revi benar-benar sudah berubah dan dia tidak mau mengganggu rumah tangga orang lain lagi, bagus mengajarkan dia arti keluarga dan cinta walau umur mereka terpaut sangat jauh.


.


Cessa yang sedang bercanda gurau di ruang bermain bersama keluarga besarnya sedikit bingung dengan nomor asing yang menelponnya.


Mata nya melirik pada Rafa yang sedang menjadi kuda dari puntrinya.


“kenapa sayang?” tanya mami dona yang melihat putrinya kebingungan.


“ini ada nomor yang gak cessa kenal telepon cessa” cessa menunjukkan ponsel miliknya pada mami dona.


“coba angkat aja siapa tau penting” ucap mami dona.


“mau aku yang angkat yang?” tanya Rafa.


Cessa melihat suaminya yang masih bermain sama 5 bayi kecil di ruang bermain itu, papi harry dan mami dona memang membangun ruangan khusus untuk ke tujuh cucunya bermain, ruangan itu cukup besar dan hampir mirip dengan tempat bermain di timezone atau zona permainan anak.


“tidak apa, nanti kalau orang yang mengancam baru kamu yang urus yang” jawab Cessa, dia mengambil nafas panjang lalu mengangkat telepon itu.


📲“lama banget sih angkatnya!” gerutuan Revi terdengar saat Cessa baru saja mengangkat telepon dari Revi.


📲“ada apa?” cessa tidak kalah ketus dalam menjawab telepon itu.


📲“sampaikan pada rafa kalau gavin mengalami kecelakaan, karena tidak ada keluarga yang bisa dihubungi jadi aku yang di telepon pihak rumah sakit” gerutu revi.


📲“kecelakaan? Innalillahi, di rumah sakit mana?” tanya cessa syok.


Semua mata orang dewasa yang ada di sana langsung tertuju pada cessa, mereka masih belum tau apa yang terjadi siapa yang kecelakaan, dan siapa yang menelpon.


📲“di rumah sakit XX, aku sudah tidak ada hubungannya lagi dengan dia, jadi kalian urus saja dia” setelah berucap begitu revi langsung mematikan teleponnya tanpa menunggu jawaban dari cessa.


“siapa yang kecelakaan dek?” tanya king penasaran.


“aka an?” Ameer membeokan ucapan daddy nya dengan gaya imut.


Cessa menatap suaminya dan semua orang yang menunggu dia berbicara, “gavin kecelakaan” jawab cessa lemah.


“Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un” ucap semua orang serempak.


“yang gimana? Apa kita kasih tau papa dan mama?” tanya cessa. Sebenarnya saat ini kedua orang tua rafa sedang dalam penerbangan menuju bali, dimana ada vila milik rafa yang akan digunakan papa ali dan mama dona untuk menikmati masa tua mereka.


“kasih waktu sehari saja untuk orang tua kamu istirahat fa, kasian baru berangkat ke sana harus balik lagi ke sini, orang tua kamu pasti lelah mereka sudah tua fa” usul papa harry.


Rafa mengangguk pelan, “baik pi, akan rafa lakukan seperti perkataan papi” angguk rafa setuju dengan usul papi harry.


“sekarang kita ke rumah sakit yuk” ajak papi harry.


“Rafa! Rafa!” panggil papi harry berkali kali, pria itu mendekat dan menggoyang bahu menantunya itu.


“hah?! Iya apa pi?” tanya rafa setelah sadar dari keterkejutannya.


“papi tau kamu membencinya, tapi mau bagaimanapun dia adalah saudara satu ayah denganmu, biar yang membalas semua kejahatannya adalah Allah SWT, lihat sekarang dia sudah mendapatkan pelajaran bukan? Ayo kita pergi” bujuk papi harry.


Rafa akhirnya mengangguk lemah, “tapi rafa gak izinkan cessa untuk ikut pi, biar rafa saja yang pergi” ujar rafa.


Papi harry menganggukkan kepala, “kamu kepala keluarganya” balas papi harry.


Setelah berbicara cukup lama, diputuskan hanya para pria yang pergi sementara para wanita menunggu di rumah dan lelaki yang tinggal hanya king karena takut bahaya jika hanya ada wanita di rumah, padahal ada banyak satpam di rumah itu.


...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...


Rafa berjalan santai menuju tempat resepsionist, wajahnya terlihat snagat datar dan tanpa ekspresi.


“maaf mbak apa ada korban kecelakaan yang bernama Aliandra Gavin mahendra?”tanya Rafa pada petugas penjaga.


“sebentar ya mas” si petugas langsung melihat daftar masuk, “ada mas, masih dalam ruang operasi karena mengalami kecelakaan yang sangat parah, silahkan berjalan menuju lorong ini dan belok kiri disana ruang operasinya” jelas petugas.


“terima kasih” ucap rafa sopan, dia segera berjalan mengikuti petunjuk dari petugas, dan sampai pada pintu ruang operasi yang masih menyala lampunya pertanda masih dilakukan pertolongan pada Gavin.


Rafa menatap datar pintu ruang operasi itu sedikitpun perasaannya tidak ada rasa kasihan, semua itu karena Rafa sudah sangat membenci saudara tirinya itu.


‘Puk’ papi harry menepuk punggung rafa sambil tersenyum, “setidaknya dia tidak gentayangan karena kamu masih mau menemuinya” goda papi harry.


Rafa mengulum senyumnya mendengar lelucon yang mertuanya buat.


“besok saja kamu mengabari tentang gavin pada kedua orang tua mu” ucap papi harry.


.


Operasi berjam-jam itu akhirnya selesai, dokter menyebutnya keajaiban karena gavin mampu bertahan hingga operasi selesai.


“akan ada kelumpuhan pada seluruh tubuhnya termasuk tidak bisa bicara” ujar dokter pada Rafa.


“maksud dokter? Dia akan hidup tapi mengalami kelumpuhan di seluruh area tubuhnya?” tanya rafa untuk memastikan.


Dokter itu mengangguk, “ada pecahan kaca yangtertancap dilehernya dan memutus pita suara abang kamu, dan sekarang dia tidak bisa berbicara, saya sendiri tidak tau mujizat apa yang terjadi kenapa dia berhasil selamat dengan pecahan kaca dilehernya” terang dokter itu tidak percaya.


Rafa akhirnya mengangguk mengerti stelah itu semua dokter pergi meninggalkan ruangan gavin.


“karma itu ternyata berlaku ya pi” gumam rafa.


“iya benar, allah memberikan dia siksa di dunia, akibat semua perbuatannya yang terus ingin mencelakai keluarga kita, malah mobil dia yang baik-baik saja yang membuatnya kecelakaan” ujar papi harry.


“Sekarang dia hidup seperti orang mati, tidak bisa melakukan apapun” gumam Rafa, “tapi apakah rafa salah pi, kenapa rafa tidak merasa lega mendengar nya?” sambung rafa lagi.


“kamu sudah sering dibuatnya kecewa, sudah pasrahkan semua pada allah” ucap papi harry dengan lembut.


...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...