
Cessa dan Rafa memasuki kamar tidur mereka bersama-sama, untuk beberapa saat cessa terdiam, dia mencerna semua pembicaraan rafa dengan papi nya.
Rafa duduk dikasur sambil menarik tangan istrinya dan duduk diatas pangkuannya. “apa yang sedang istri cantikku ini pikirkan?” tanya rafa sambil sedikit mencubit gemas hidung mancung istrinya.
“kamu tidak mau cerita ke aku, kalau kamu pemilik A.R corporation” lirih cessa.
“Bukan tidak mau cerita, tapi belum ada waktu untuk menceritakannya, apa istri cantikku ini marah?” bisik Rafa seduktif.
“Sedikit marah” jawab cessa jujur.
Rafa menangkup kedua pipi istrinya itu, “jangan marah dong” bisik rafa sambil memberikan kecupan beberapa kali pada bibir cessa.
“kesempatan!” kesal cessa sambil mendorong dada rafa agar menjauh darinya tapi tidak bisa karena tenaga rafa yang sangat kuat menahan tubuh istrinya agar tetap berada dalam jangkauannya.
“Apa lagi yang kamu rahasiakan dari aku? Kasih tau aku semuanya, baru aku tidak marah” ucap cessa dengan mulut manyun.
“Hmmm... aku pemilik A.R Corporation dan king Corporation adalah anak perusahaan yang sengaja aku buat untuk mengelabui papa, jika suatu hari ketahuan, aku akan mengatakan king corporation adalah perusahaan atas namaku, karena perusahaan itu lebih kecil dari perusahaan A.R corporation, lalu aku punya akun youtube seperti yang kamu tau, dan tidak ada lagi hal yang lainnya” ungkap Rafa.
“kalau wanita? Kamu pernah jatuh cinta sebelumnya?” selidik cessa.
Rafa menggelengkan kepalanya, dan tersenyum sambil mencubit gemas hidung mancung istrinya, “sudah aku katakan berkali-kali aku belum pernah jatuh cinta, dan kamu adalah yang pertama bagiku princess” ucap rafa lembut.
“Benaran? Gak ada yang lain selain aku? Bisa ajakan ada waktu kamu masih umur 6 tahun atau saat kamu masih sangat muda” selidik cessa lagi.
“hmmm... aku tidak mempunyai banyak teman, aku lebih pendiam, ada dulu anak teman kecil ku tapi aku tidak pernah menganggapnya cinta, kami hanya berteman saja, hanya itu saja sayang” ungkap Rafa.
“lalu dimana teman itu sekarang?” gerutu cessa, sepertinya istri rafa itu mulai cemburu.
“Ntah lah aku tidak pernah mau mencari tau, itu sudah lama sekali, dan aku saja sudah lupa siapa nama dan bagaimana wajahnya”jawab rafa santai.
“Bohongkan?” ucap cessa.
‘cup’ Rafa mengecup singkat bibir cessa, “benaran sayangku, cintaku, jangan cemburu gitu, nanti aku bisa tergoda” ledek rafa.
“masih palang merah, jadi belum boleh” tolak cessa cepat.
“makanya jangan bertingkah imut di depan aku, nanti aku hanya bisa bermain sama gunung kembar milik kamu” kekeh rafa.
“ihh maunya kesitu aja” kesal cessa sambil mendorong badan rafa hingga membuat pria itu berbaring di tempat tidur mereka.
...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...
Hari sekolah pun sudah dimulai, cessa menoleh pada suaminya yang baru siap sholat subuh. “yang, udah cuci rambut, itu tandanya udah selesaikan palang merahnya?” tanya rafa begitu melihat istri cantiknya itu sudah memakai seragam sekolah tapi belum menyisir rambut basahnya.
Cessa mengulum senyum mendengar ucapan rafa, dia tau suami tampannya itu ingin melakukan lagi karena ketagihan dengan kegiatan itu, cessa akui semakin sering dia melakukan cessa jadi semakin suka dengan kegiatan itu, tapi dia tidak mau mengatakan pada rafa, terlalu malu untuk mengakuinya.
“Udah, tapi yakin mau disini? Bahaya loh jika ada yang dengar” kekeh cessa, “di hotel juga gak bisa kita masih dibawah umur untuk kesana” sambung cessa lagi.
Gadis itu menahan senyumnya melihat raut wajah suami tampannya itu yang ditekuk seperti dapat masalah besar.
“lagian, bukannya janji mau nunjukkan basecamp anak-anak untuk tempat pelatihan lomba?” ucap cessa lagi.
“Iya, kalau gitu disana aja!” seru rafa mulai bersemangat. “kamar di sana kedap suara sayang, please.. udah lama nahan sayang” tambah rafa lagi.
Rafa menggeleng, “18 tahun itu aku tanpamu, sekarang karena ada kamu aku tidak bisa untuk tidak melakukan itu princess” ucap rafa cepat.
“terserah, berarti cessa siapkan ni perlengkapan sekolah kita untuk besok?”
Rafa mengangguk cepat atas ucapan yang keluar dari mulut cessa, “yuk cepat kita kebawah, hari ini aku akan bawa mobil aja” ajak rafa.
“mobil? Kok pakai mobil ke sekolah?”
“Soalnya bawaan kita banyak, tinggal aja peralatan untuk besok di mobil” jelas rafa.
Cessa mengambil nafas panjang lalu menghembuskan perlahan, “ya udah, mandi sana, aku mau siapkan sarapan, makan dimobil aja ya” ucap cessa.
Rafa mengangguk riang, dia berjalan mendekati cessa dan mencium bibir istrinya itu baru melangkah masuk kedalam kamar mandi “I love you princess” pekik rafa sebelum memasuki kamar mandi.
Cessa hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah rafa yang kembali seperti anak kecil begitu keinginannya di angguki oleh cessa.
“ahhh punya suami berasa punya anak kecil” ucap cessa dengan senyuman indah yang merekah di bibirnya.
.
“Loh kok cepat banget pergi sekolahnya? Udah kangen banget sama sekolah?” seru mami dona begitu melihat cessa memasukkan beberapa potong sandwich yang dia buat kedalam kotak bekal, dia juga memasukkan susu coklat kedalam botol minuman, gadis itu membawa 4 buah botol minuman, 2 berisi susu coklat dan 2 air putih biasa, sedangkan hanya ada 1 kotak bekal yang lumayan besar berisi beberapa potong sandwich.
“rafa mau bawa mobil mam, jadi kami pergi lebih cepat, takut kejebak macet” jelas cessa dengan lembut.
“owaalahh, ya udah hati-hati” ucap mami dona.
“Mam, dad, rafa boleh izin nginap bareng cessa di basecamp gak?” kali ini rafa yang berbicara untuk meminta izin pada kedua orang tua cessa.
“Ngapain nginap disana?” tanya mami dona bingung.
“Yahh mami seperti gak tau kalau anak muda udah dapat jatah gimana rasanya” ledek papi harri.
Rafa hanya menunduk malu mendengar ucapan papi harri yang blak-blakan.
“oohh, ingat jangan jadi dulu ya dedek nya, kasian cessa masih sekolah” kekeh mami dona sambil mengedipkan sebelah matanya pada menantunya yang super tampan itu.
“hehehhe iya mam” jawab rafa sambil menggaruk tengkuknya.
“ya udah cessa pergi sekarang ya mam, bangunin abang, nanti dia telat sekolah mam” cessa menyalami mami dona baru papi harri, begitu juga dengan rafa, menyalami kedua orang tuanya baru pergi mengikuti cessa.
.
“nah buka mulut” perintah cessa pada rafa yang sedang menyetir.
Dengan patuh pria itu membuka mulut dan cessa mulai menyuapi rafa sandwich yang dia bawa tadi.
“pintar” puji cessa begitu rafa mulai mengunyah sandwich nya.
Rafa hanya bisa pasrah dianggap seperti anak kecil, sudah lama juga dia tidak merasakan seseorang menyuapkan makanan padanya, terakhir saat umurnya 5 tahun itu pun babysitter yang menyuapinya, bukan ibu kandungnya.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...