
“masih ingat istri?!” sindir cessa begitu suaminya masuk ke dalam kamar.
Rafa tertawa kecil lalu masuk ke dalam selimut yang di pakai cessa.
“Jangan pegang-pegang!” tolak cessa, sepertinya dia sedang marah besar pada Rafa.
“Sayang, kok marah-marah gitu, atau anak kita sedang ada dalam perut kamu makanya emosi kamu naik turun” Goda Rafa, tangannya sudah mengelus perut Rafa cessa dengan pelan dari dalam selimut.
‘Plak’ tangan rafa kena pukul oleh cessa, “udah di bilang jangan pegang-pegang” gerutu cessa, gadis itu menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut, hanya menyisakan kepala yang menyembul keluar dari selimut.
“Jangan ngambek dong, kok ngambekkan gini ya istri Rafa, benar ni udah ada isinya” goda Rafa untuk kedua kalinya.
“dalam mimpimu!” ketus cessa. “pagi sibuk sekolah, siang sibuk mengajar game, malam sibuk kerja, gimana mau isi, kalau gak ada waktu buat istri” omel cessa, dia kini membalikkan tubuhnya memunggungi Rafa.
Rafa semakin mengulum senyumnya, “sepertinya ada yang ketagihan dengan paralon air milik Rafa” ledek Rafa sambil memberikan kecupan pada pipi dan hidung cessa.
“ihh siapa yang kangen!” cessa mendorong tubuh Rafa sambil membuang mukanya kea rah samping, wajah gadis itu sudah berubah merah padam.
‘Cup cup’ sekali lagi rafa memberikan ciuman pada wajah cessa, “mau aku service yang enak biar gak merajuk lagi?” goda Rafa seduktif di telinga cessa.
“Ihh cessa mau tidur, jangan ganggu-ganggu dan jangan ancam pakai kata dosa, selain itu emang gak ada cara lain apa” kali ini cessa menutup seluruh badan, serta kepalanya dengan selimut.
Rafa mengulum senyumnya, dia mengerti maksud cess cara lain, tangan rafa perlahan menjelajah di bawah selimut cessa, dia berhasil menemukan gundukan kembar yang lembut, rafa meremas pelan gundukan itu, tidak ada perlawanan, tapi cessa masih diam di dalam selimut.
“Yang, jangan ngambek dong” bujuk Rafa lagi, tangannya masih meremas gundukan kembar dibawah selimut, perlahan tapi pasti tangan rafa mulai turun kebawah menelusuri perut hingga sampailah ke bagian yang paling rafa sukai, pria itu memasukan tangannya ke dalam celana yang cessa kenakan hingga tangan rafa langsung meraba hutan milik istrinya.
“Euuhhggg” terdengar lenguhan kecil saat rafa memainkan bagian sensitive milik cessa, danitu pertanda istrinya mulai on. Tangan rafa tidak tinggal diam, memberikan servis yang dapat membuat cessa melayang dan tidak dapat menolak untuk melakukan apa yang rafa inginkan.
Setelah cukup yakin, jarinya basah karena semburan sesuatu dari serabi cessa, Rafa langsung membuka selimut yang menutupi istrinya itu. Begitu dibuka terlihat lah wajah cessa yang sudah memerah dan terlihat habis mendapatkan pelepasan.
Rafa mulai mencium wajah istrinya itu.
“masih marah?” goda rafa tepat di telinga cessa, berniat ingin menggoda cessa.
Bukannya menjawab cessa malah menarik kepala suaminya kearah gundukan kembarnya yang sudah terlepas dari penghalang.
Mendapat lampu hijau segera saja Rafa menikmati santapan pembukanya, padahal besok mereka harus sekolah tapi ke dua suami istri itu sudah terbakar gairah dan tidak bisa menahan Hasrat mereka lagi. Sepertinya sakit telah membuat cessa merindukan paralon airnya.
.
Di luar kamar cessa dan Rafa, king menempelkan telinganya ke arah pintu mereka berdua, terdengar suara ******* dari dalam kamar itu,niatnya tadi king ingin berterima kasih pada adiknya itu jika dia belum tidur, tapi yang ada dia malah mendengar suara erangan nikmat dari adik ipar dan adiknya sendiri.
Wajah king langsung berubah merah, sejenak pria itu mengambil nafas panjang agar libidonya tidak naik akibat ulah sepasang suami istri di dalam kamar itu.
“hati-hati loh bang, ntar gak ada tempat pelampiasan” suara papi Harri tiba-tiba muncul dari belakang king.
“papi, ngejutkan aja” ucap king dengan suara kecil.
Papi harri melirik kearah bawah king, dan mengulum senyum melihat ada sesuatu yang mulai bangun, “kasian, masih jomblo jadi gak ada tempat pelampiasan, kalau papi tinggal minta sama mami, bye bye bang, selamat bersenang-senang dengan sabun” ledek papi harri yang sudah berjalan masuk ke dalam kamarnya.
...🌜🌬🌬🌬🌬🌛...
Rafa dan cessa tampak segar begitu turun ke arah meja makan.
“mi, maaf ya cess gak bisa bantu masak” ujar cessa pada maminya itu.
Mami dona tertawa pelan, “gak apa” jawab mami dona santai, “jadi sampai berapa ronde tadi malam?” sambung wanita itu lagi dengan menaik turunkan alisnya.
Rafa dan cessa sama-sama tersedak susu yang mereka minum, sementara king tertawa melihat rafa dan cessa yang seperti itu.
“Abang jangan ketawa-ketawa, abang juga main Cuma sama sabun mending rafa ada pasangan” ucapan papi harri seperti menusuk jantung king, kenapa kedua orang tuanya itu kalau ngomong suka menyakiti seperti itu.
King bahkan berharap pindah kartu keluarga agar tidak menjadi putra bagaskara yang kalau ngomong Sukanya blak-blakkan.
“Abang udah dapat mi, si wanita udah setuju menikah dengan abang” cessa berusaha mengalihkan topik pembicaraan tentang pertandingan gulat nya dengan rafa, menjadi pembullian abang king.
“Wahhh bagus dong, kapan abang kenalin ke mami dan papi, hari ini ya?” pinta mami dengan mata penuh Harap.
“kalau mendadak gak bisa mi, dia kerja” ucap King pada maminya itu.
“yahh, emang kerja apaan sih?” tanya mami dona penasaran.
“punya restoran gitu mam, masakan kakak cantik itu sangat enak mam, anak-anak gantengnya juga ada disana” jawab cessa, dia semakin suka pembicaraan sudah menjauh dari gulat nya.
“bagus dong, kalau gitu nanti siang kita sekeluarga makan siang disana” putus mami dona.
“apa?! Mam, dia harus persiapkan mental dulu buat ketemu mami dan papi” tolak king.
Mami dona menatap suaminya bingung lalu menatap King, “emang mami sama papi mengerikan ya? Mami bukan kayak di drama-drama menjadi mertua jahat yang menyodorkan uang untuk berpisah dari anak mami, tapi mami akan menyodorkan uang untuk gadis itu agar tidak berpisah dari abang” kekeh mami dona.
King menepuk jidatnya, itu juga adalah ketakutannya, mami dan papi nya akan membuat gaduh dan heboh restoran itu, king sangat yakin tentang itu.
“tapi mam__” ucapan king terpotong.
“gak ada tapi-tapian, kalau mami udah bilang makan siang disana, berarti kita makan siang di sana, boleh ya pi” pinta mami dona pada suaminya itu.
“Ohh tentu saja boleh,apa yang gak boleh buat istri cantikku ini” Papi harri mencolek dagu istrinya, membuat kedua anaknya mendesah melihat papi dan maminya saling pandang dan memancarkan cinta.
“jangan mulai lagi mam! Cessa pergi aja deh, kalau mami dan papi udah pandang-pandangan seperti itu bisa tidak tau kondisi” gerutu cessa, dia segera merangkul lengan suaminya, agar segera berdiri.
“mi, pi, cessa pergi” teriak cessa sambil menyandar di bahu suaminya.
“king juga pergi” ucap king, dia gak mau menjadi obat nyamuk antara papi dan maminya.
... 💫🌝🌝🌚🌝🌝💫...