Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
96. Sakit



"gak pi, abang cuma salah ngomong tadi" king masih mengelak tidak ada wanita yang dia bilang itu.


"ngaku ajalah bang, dari pada papi tarik lagi kata-katanya" Rafa akhirnya ikutan membujuk king buat mengaku.


"iya benar itu, mau papi tarik lagi surat izinnya?" ujar papi harri seolah-olah dia adalah seorang polisi.


King akhirnya menarik nafas panjang, "baiklah, iya, king ngaku lagi suka sama cewek, tapi dia seorang janda dan punya anak kembar".


Papi harri tertawa dengan keras sambil menepuk punggung King. " Cepat bawa kesini, papi sudah bosan di rumah liat abang nge jomblo aja" kekeh papi harri.


"Waahhh cepat lamar bang! belum buka segel udah dapat 2 anak" ledek prince.


King geleng-geleng kepala melihat tingkah papi harri dan prince. "Susah pi dapatkan janda, apa lagi kalau jandanya ditinggal mati, makin susah pi" keluh abang king.


'puk' papi harri kembali memukul punggung king.


"Cemen kamu bang, dekati janda bukan begitu caranya, dekati dulu anaknya, baru dekati ibunya, kalau dekati ibunya lebih dulu bakal langsung di singkirkan dari peredaran" papi harri berkata seperti dia pernah mendekati seorang janda.


"emang papi dan mami bolehkan king dekati wanita janda anak 2?"


"Emang beda umur berapa bang? seumuran papi?" tanya papi harri penasaran.


king menggeleng, "umur 23, masih muda kayaknya hamil di umur 17 tahun, soalnya anak-anaknya sudah masuk TK dan umur 5 tahun, mereka kembar".


" Nah apa lagi! masih muda dapat satu bonus 2, cepat kejar bang, dari pada diambil orang, ntar nyesal" bujuk papi harri.


"Sebenarnya abang udah lama mau dekati dia, tapi takut papi dan mami tidak setuju" ucap king.


"kok gitu? papi dan mami gak pernah milih-milih menantu kok, hanya satu kriteria kami berdua dia baik atau tidak, kalau hanya ingin harta abang baru kami tentang" ungkap papi harri.


"iya, abang kan gak tau, biasanya orang-orang tua itu pada gak suka anaknya yang masih perjaka menikah dengan janda" jelas king.


"“kan orang orang lain bang, mami sama papi beda, yang terpenting Cuma satu anaknya baik itu aja, iya kan Fa, papi ada marah-marah sama kamu?” papi menatap Rafa yang sejak tadi diam.


Rafa menggeleng pelan, “papi mertua yang paling baik, bahkan lebih dari orang tua rafa” jawab rafa apa adanya.


“Dengar itu king, papi ini mertua paling baik, udah besok kamu urus semuanya, dalam seminggu papi gak mau tau harus ada kemajuan, paling gak abang harus kenalkan sama papi dan mami, kalau gak papi dan mami yang bakal turun tangan” putus final papi harri.


“Dah selesai ni pi? Abang sama rafa balik ya” ucap prince yang sudah mulai menguap karena mengantuk.


“iya udah, masuk lah kekamar lagi”ucap papi harri, tapi baru saja selangkah rafa mulai melangkah Langkah pria itu terhenti karena Papi harri kembali berbicara, “Fa, masih tinggal disinikan? Belum tinggal di apartemen kamu?” tanya papi harri.


“kan rafa udah janji bakal tinggal disini sampai cessa dan rafa selesai dari sekolah, setelah itu baru kami mandiri pi” jawab rafa sopan.


Papi harri mengelus dadanya karena senang Rafa dan cessa masih tinggal di rumahnya, “emang kenapa sih gulatnya gak disini aja, mesti gitu harus ngungsi buat adu gulat” ledek papi.


“kalau disini kesempatan papi buat liat gulat cessa sama rafa” celetuk king, pria itu juga sudah mulai beranjak tegak dari sofa.


“Gak juga, paling nanti adu gulat kita siapa yang suaranya paling besar, papi sama mami kamu sama cessa, upppsss keceplosan papi, disini kan ada dua orang yang belum buka segel ya, jadi Cuma bisa gulat dengan sabun di kamar mandi” kekeh papi dengan cengiran yang membuat siapa saja melihat marah.


Kesal dengan tingkah papi nya king dan prince langsung meninggalkan papi harri yang sudah tertawa terpingkal-pingkal, sedangkan Rafa hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah mertuanya itu.


...🌜🌧🌧🌧🌧🌛...


Setelah selesai sholat subuh, cessa yang sudah menyalami rafa langsung membaringkan badannya di tempat tidur, entah kenapa kepala gadis itu mendadak pusing.


Cessa menggeleng dengan mata terpejam, “gak apa, Cuma pusing sama meriang aja, mungkin kecapekan, karena baru dapat istirahat sekarang, kemarinkan sibuk dengan liburan sama hal lainnya” ucap cessa dengan mata yang terbuka setengah.


“Kamu gak hamil kan yang?” tanya rafa lagikhawatir, gejalanya mirip dengan orang hamil dan orang yang sedang demam.


Cessa tertawa pelan. “Aku kemarin datang bulan hampir seminggu kalau kata orang ada ibu hamil yang datang bulan juga biasanya gak sampai seminggu” terang cessa.


“jadi benaran sakit, tapi siapa tau hasil kita gulat kemarin?” ujar rafa lagi dengan wajah yang sangat serius.


Cessa mencubit gemas pipi suaminya itu, “kemarin kita pakai pengaman, jadi gak apa, lagian baru juga dua hari udah membelendung hebat banget anak kamu kalau gitu” kekeh cessa.


“Ya udah kalau gitu gak usah sekolah dulu, tidur aja, nanti pas pulang sekolah kalau masih panas, aku bawa kerumah sakit” ujar rafa.


Cessa menggeleng, “mau sekolah” lirih cessa.


“tapi katanya sakit kepalanya pusing” protes rafa.


Cessa membuka matanya dan memandang rafa dengan cemberut, “nanti banyak lalat yang hinggap di kamu nya” gerutu cessa.


“gak bakal, nanti prince tepukin satu-satu lalatnya, di rumah aja ya, jangan ke sekolah” ucap rafa lembut sambil mengelus puncak kepala cessa.


Cessa memegang kepalanya yang memang sangat sakit, dia saja sudah tidak sanggup untuk duduk apa lagi berdiri, akhirnya gadis itu memejamkan mata dan mengangguk singkat. “ya udah awas kalau liat cewek lain” lirih cessa.


Rafa tersenyum dan mencium kening istrinya, “gak bakal, hanya kamu di hatiku sayang” ucap rafa.


Cessa berdecak pelan, “gombal” kesalnya.


“kenyataan juga kamu gak bakal percaya, kalau gitu aku siap-siap untuk sekolah” ucap rafa.


“semangat banget ya gak ada cessa” sindir cessa.


“ya ampun sayangku, ini bukan semangat, ya udah aku gak sekolah barengan aja kita gak sekolahnya” ujar rafa mengalah.


“sana pergi, tapi harus nempel sama abang!” peringat cessa.


“iya beres princess”.


**


“Pagi mi, pi” sapa Rafa yang turun sendirian menuju ruang makan.


“loh mana cessa?” tanya mami heran karena hanya melihat Rafa turun sendirian.


“Lagi sakit, sepertinya kecapekan, badannya panas mi” jawab rafa dengan wajah sedih.


“Pasti kecapekan gulat sama Rafa” kekeh papi harri.


Rafa langsung menunduk malu, dia tidak tau harus menjawab ap ajika sudah seperti ini.


Papi harri langsung tertawa melihat wajah menantunya yang seperti itu. “santai aja fa, bias aitu, cessa sejak kecil emang lemah dia mudah sakit-sakitan, sekarang aja entah sejak menikah dengan kamu dia gak pernah sakit orang biasanya itu dia sebulan pasti ada sakitnya, sekarang papi baru percaya itu cessa anak papi, udah kembali sakit dia, hahahha” ungkap papi harri.


“Iya jangan terlalu dipikirkan, nanti mami yang akan merawatnya, udah lama banget mami gak manjain putri mami yang sedang sakit itu” sambung mami dona.


...🌜🌞🌞🌞🌞🌛...