
"Assalamu'alaikum!" teriak Prince yang masuk ke dalam rumahnya bersama Juli.
"Assalamu'alaikum!" teriak Princess sekali lagi karena tidak mendapatkan jawaban dari keluarga nya.
"***__" teriakan Prince terhenti saat melihat king berlari ke arahnya dengan wajah garang.
Masih belum menyadari wajah mengerikan King,, prince masih tersenyum dan merentang kan tangan berpikir King ingin memeluknya tapi bukannya pelukan yang di dapatkan Prince melainkan jitakan dan kunci leher dari king.
"huk huk" prince terbatuk saat tangan king mengunci lehernya dengan kuat. "ba-bang am-pun" lirih Prince sambil melambaikan tangan menyerah.
"Teriak-teriak udah tau anak gue lagi tidur!" geram king.
"yang to-long" pinta prince pada Juli. bukannya menolong Juli malah menertawakan tunangannya itu.
"Assalamu'alaikum bang" Juli menyodorkan sebelah tangannya untuk menyalami tangan king, yang akan menjadi abang iparnya.
"Waalaikum salam sana kamu ke kamar, semua kumpul di sana sama si kembar yang menangis gara-gara anak satu ini" king menyambut tangan Juli dengan tangan sebelahnya yang bebas dari kuncian kepala prince.
"Ba-ng nyerah bang ampun gak te-riak teriak lagi, gue terlalu bahagia dan lupa udah punya ponakan yang masih bayi" ucap prince lemah.
'tak' King memberikan sentilan kuat pada kening adiknya itu. "Awas kalau ulangi lagi" geram king baru melepaskan kuncian pada leher prince.
"huk huk" prince terbatuk batuk saat king sudah melepaskan kuncian ya, pria itu memegangi lehernya yang terasa sakit akibat ulah abangnya. "Kejam banget sih bang sama adik sendiri" gerutu Prince.
"lo buat anak gue nangis karena terkejut!" king menatap prince dengan marah.
"iya iya maaf" balas prince.
...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...
"Assalamu'alaikum" sapa Juli yang sudah sampai di kamar Queen.
"waalaikum salam" jawab semuanya serentak.
"Sini sayang duduk dekat mami" ajak mami dona.
Juli tersenyum dan menyalami kedua orang tua prince serta kakak iparnya queen yang sedang menggendong Almeer dalam gendongannya sementara papi harry sedang menggendong Amira, setelah itu Juli baru duduk di dekat mami dona.
"Sehat sayang?" tanya mami dona.
"Alhamdulillah sehat mi, maaf ya gara-gara prince mereka jadi terbangun, Juli gak nahan prince untuk merusuh tadi" ucap Juli sendu.
"Gak apa, tu anak kalau ngomong emang suka teriak-teriak seperti berada di pasar" kekeh mami dona.
"gak gitu juga mam, tadi Prince gak sengaja" prince muncul di depan pintu, dia berjalan kearah orang tuanya untuk menyalami mereka.
"maaf ya kak" ucap prince pada queen.
Queen hanya tersenyum dan menjawab prince dengan mengangguk.
"ini ngapain kamu kesini bawa juli?" tanya papi harry yang sudah memberikan Amira pada daddy nya.
"ini nih, lupa sama anak sendiri, hari ini hari apa sampai prince kesini bawa Juli" gerutu prince kesal.
Papi harry dan mami Dona mengulum senyum melihat putra kembarnya itu cemberut.
"Gak lupa kok makanya papi nungguin kamu di sini" kata papi harry diikuti tawa dari pria paruh baya itu.
"emang ada apa pi?" tanya cessa dengan polos dia memang melupakan hari apa itu.
Prince menatap adik kembarnya yang bertanya dengan wajah polos, lalu menatap suami dari adiknya itu, "tolong nasehati istrimu fa, sebelum aku pecat kamu jadi adik ipar" ancam prince.
Rafa tertawa pelan. lalu menatap istrinya sambil mengelus puncak kepala cessa dengan lembut.
"ini hari untuk ukur baju pernikahan prince, kita kan udah pesan, tapi belum di cocok kan apakah sudah pas atau belum" ujar Rafa dengan lembut pada istri tercintanya itu.
"Ohhh hehehhe cessa lupa" jawab cessa dengan polosnya.
Prince cemberut menatap cessa, “emang adik durhaka, sampai lupa hari penting abang kembarnya sendiri” sindir Prince.
“udah-udah, gak usah bertengkar karena itu aja” lerai papi harry. “orang tua kamu udah tes bajunya Jul?” tanya papi harry pada juli. Memang mereka tidak bersama-sama mengetes baju pesta di karenakan Queen yang baru selesai melahirkan dan cessa yang sedang hamil, jadi terpaksa cek baju secara terpisah.
“Udah pi, udah pas semuanya” jawab Juli dengan sopan.
“Bagus lah, mana baju papi, biar papi coba” pinta papi harry.
“Ayo ke bawah penjahitnya ada dibawah” ujar Prince.
“Ya udah ayo” ucap papi harry sambil menggandeng tangan istrinya, sementara rafa menggandeng cessa dengan perlahan.
“abang sama anak-anak abang di sini aja ya cobanya, kasian Queen” ujar King.
Juli dan prince mengangguk serentak.
“Iya juga kasian istri gue turun ke bawah terus naik lagi suruh aja penjahit bajunya kesini Prince” ucap Rafa.
Prince akhirnya hanya menghela nafas panjang, “iya iya gue suruh penjahitnya ke atas” ucap prince pasrah dengan semua keluhan dari keluarganya.
.
“Yang jelek bajunya! Cessa jadi gendut!” teriak cessa kesal dia melepas baju yang sudah diukur beberapa bulan yang lalu memang sengaja besar di perut tapi sepertinya cessa tidak menyukai itu.
“cess bajunya kan muat, pakai itu aja ya” pinta Prince dengan lembut, karena memang sengaja buat baju couple satu keluarga dan jika cessa tidak memakainya maka akan terlihat berbeda sendiri.
“Gak mau!” tolak cessa.
Prince menatap papi dan mami nya lalu menatap rafa meminta pertolongan, hari pernikahannya tinggal 2 minggu lagi tapia da drama mengganti baju pula dari adik kembarnya.
“fa~” sekarang gentian Prince yang merengek pada adik iparnya itu.
Rafa terkekeh kecil lalu menatap istrinya, “yuk kita coba dulu, kalau di lihat aja gak bakal tau muat atau gak” ajak Rafa dengan lembut menuju kamarnya.
Dengan perlahan Rafa membantu ibu hamil itu memakai baju pestanya, sebenarnya cessa terlihat sangat cantik dan manis,tapi entah kenapa gadis itu minder melihat Juli dan Queen yang terlihat cantik.
“cantik gini siapa yang bilang gak muat dan jelek” puji Rafa.
Cessa bersemu merah saat rafa memujinya. “cantik? Bohong ahhh!” tolak cessa dia tidak mau percaya.
“ayo kita tunjukkan papi sama mami” ajak rafa sambil merangkul istrinya kembali menuju kamar Queen.
“Wuaaaahhhh” Prince bersorak dan bertepuk tangan, “adik kembar gue cantik banget” puji prince berharap dengan begini adiknya itu tidak mengeluh tentang baju pestanya.
“Bohong!” rutuk cessa.
“Benar kok, papi juga lihat cantik banget putri papi pakai bajunya” puji papi harry kali ini.
“cantik sayang, cocok banget bajunya” tambah mami dona.
“Iya dek cantik itu” ujar Queen, menyetujui perkataan Prince dan papi harry.
Rafa tersenyum pada semua keluarga yang memuji istrinya, “dengarkan, papi, mami, kak queen dan semua yang ada disini setuju kamu terlihat cantik” puji rafa lagi.
“Tapi nanti kalau cessa datang teman-teman pada menghina cessa gak?” lirih cessa sambil menatap mata Rafa.
Rafa akhirnya mengerti kenapa Cessa mengatakan jelek dulu pada baju itu, dia tidak mau datang ke pesta pernikahan Prince karena malu dengan teman-temannya.
“Hmmm apa kita datang sebentar aja terus kita sembunyi di dalam kamar saja?” tawar rafa.
Prince tersenyum sedih tapi dia tidak bisa memaksa adik kembarnya untuk hadir terus dalam acara pesta pernikahannya, karena keadaan adiknya itu yang sedang mengandung.
“Iya, sebentar aja” lirih cessa.
Rafa menatap mata prince menyampaikan kata maaf yang tidak dapat terucap melalui mata, dia tidak bisa memaksa ibu hamil itu untuk tetap duduk di pesta pernikahan lebih lama.
"Salah sendiri bro, mau nikah di waktu yang seperti ini, kan bisa di tunda lebih lama lagi biar full anggota keluarga" ledek king.
... 🌜🌥🌥🌥🌥🌛...