
“Pa, ma, cessa pamit ya” pamit cessa sambil memeluk dan mencium tangan kedua orang tua Rafa secara bergantian.
“Rafa juga pamit pa, ma” pamit Rafa, pria itu memeluk dan menyalami kedua orang tuanya juga. Saat rafa melepaskan pelukannya pada papa Ali, gavin datang menghampirinya dengan tergesa-gesa.
“lo kan! yang pasang cctv dan alat perekam di kamar gue?!” bentak gavin sambil menunjuk kearah muka Rafa.
Rafa memerengkan kepalanya dan menatap Gavin dengan wajah datar. “apaan?” tanya Rafa datar.
“Alah! Gak usah sok polos lo! Ini gue temukan di dalam vas bunga gue, pasti lo yang memasang ini di kamar gue kan?!” bentak gavi lagi.
“Gavin! Apa-apaan kamu! Sudah cukup kamu menjebak adikmu, kenapa juga Rafa harus memasang alat perekam di kamarmu?!” bentak papa ali marah.
“tapi pa, kalau bukan Rafa siapa yang meletakkan alat perekam ini?” gavin menunjukkan sebuah kamera kecil dan alat perekam yang sudah rusak ditangannya pada papa ali.
“Itu apa?” tanya rafa datar, dia terlihat seperti tidak tau sama sekali padahal pria itu mengetahui apa yang ada ditangan Gavin, memang benar yang ditemukan Gavin adalah alat yang dia buat, tapi sebenarnya bukan hanya itu, masih ada 3 buah lagi alat yang tidak berhasil Gavin temukan.
Pertama di dalam laptop gavin di dekat kamar, kedua, dalam ponsel gavin, dan ketiga dalam ponsel Revi, yang gavin temukan hanya 1 buah alat perekam dan 3 lagi masih belum gavin ketahui.
“Hebat banget acting lo, ini pasti lo yang pasang!” tuduh gavin dengan amarah memuncak.
“kak, jika pun Rafa yang pasang, untuk tujuan apay a kak?” tanya Cessa dengan wajah polosnya.
“benar yang dikatakan cessa, untuk apa Rafa memasang alat perekam padamu?” tambah papa ali.
“tentu saja untuk memata-matai aku! Mencari rencana apa yang akan aku buat!” tanpa sadar gavin mengucapkan rahasianya sendiri.
“rencana? Kamu merencanakan apa gavin?!” tanya papa ali yang mulai tertarik dengan ucapan gavin.
“I-itu re-rencana bisnis pa! iya rencana bisnis aku pa” jawab gavin asal, dia tidak tau akan mengatakan rencana apa lagi selain rencana bisnis.
“rencana bisnis? Ngapain adik kamu mau tau dengan bisnis kamu? Sedangkan passion kalian saja sudah berbeda, rafa sebagai youtuber dan kamu pembisnis, ngapain adik kamu memata-matai bisnis kamu? Ini juga bisnis papa, dia tidak perlu memata-matai untuk tau, karena papa akan memberitau nya” ujar papa ali kesal.
“Iya gavin takut rafa membocorkan rencana gavin karena Rafa benci dengan gavin” Gavin mulai mendapatkan ide untuk memojokkan Rafa.
“alat itu tidak bisa menjadi bukti seratus persen kak” ujar Cessa sambil menunjuk kamera kecil yang sudah rusak itu.
“ini bisa! Karena hanya dia satu-satunya orang yang bisa keluar masuk rumah ini, dan yang memiliki dendam padaku hanya dia” tuduh Gavin.
Rafa tersenyum dan menunduk pada kedua orang tuanya, “ma, pa maafkan rafa” lalu rafa mulai mengeluarkan ponselnya.
“kapan kau akan menjalankan aksimu! Kapan kau akan memperk*s* wanita itu! Buat dia hamil anakmu jadi dia dan Rafa harus berpisah, karena dia telah hamil anakmu!” suara Revi terdengar dari ponsel yang rafa pegang. Setelah itu muncul juga suara gavin dari ponsel Rafa.
“Malam ini, Papa akan berbincang dengan rafa mengenai proyek yang sedang aku kerjakan ini, dan saat itu aku akan memasuki kamar Rafa, jadi bersabarlah hingga nanti malam”.
“itu urusanku,aku akan meminum penambah stamina dan obat kuat, jadi kau tenang saja” rafa menghentikan rekaman itu dan manatap papa ali dan mama reta yang terkejut mendengar suara putra sulung mereka dan menantunya yang sedang merencanakan ide itu.
‘PLAK’ Papa ali menampar pipi Gavin dengan kuat.
‘PLAK’ sedangkan mama reta menampar pipi Revi dengan kuat.
“jadi ini alasan kamu memberikan proposal itu dan memohon pada papa agar papa berbincang dengan adikmu?!” suara dingin papa ali terdengar sangat mengerikan bahkan membuat orang yang ada disana merinding ketakutan.
“mama gak nyangka punya menantu yang mengerikan seperti kamu” maki mama reta pada Revi dengan nada yang sangat sinis.
“kalian berdua pulanglah lebih dulu, papa akan memarahi kedua orang ini” papa ali sengaja mengusir putra dan menantunya itu, takut Rafa sakit hati atau emosi dengan melihat wajah gavin.
“kalau gitu kami pamit lebih dulu ma, pa” pamit cessa sekali lagi, wanita itu sengaja menarik tangan Rafa agar mengikutinya berjalan.
“Seharusnya kau berpikir dulu sebelum memberikan tuduhan padaku, selamat menikmati hukumanmu bang” Rafa berkata sambil berlalu pergi.
“Dasar sialan! Kurang ajar!” maki Gavin.
“Sebaiknya kalian berdua cepat ikuti papa dan mama, jika tidak ingin diusir dari rumah ini, ini perintah gavin bukan sekedar peringatan lagi” ancam papa ali, kedua pasangan suami istri baru itu akhirnya mengikuti perintah papa ali.
...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...
“maura! Kamu kenapa sih! Sudah berapa kali kamu terdiam seperti ini, sebenarnya siapa pria itu?” bentak pria yang bersama maura.
“Pria yang sangat aku cintai, karena dia aku bisa seperti ini sekarang” ujar maura dengan ketus. Wanita itu kembali menuangkan alcohol pada gelasnya dan gelas pada Bagas, pria yang saat ini menyewa jasanya.
“Jadi pria itu yang menghamilimu?” tanya bagas. Pria itu memang tau kisah kelam Maura, kisah yang sedikit dirubah maura agar dirinya terlihat menyedihkan dan lebih menjual diantara semua wanita yang ada di klub malam itu.
Maura mengangguk pelan, kenyataannya bukan king yang menghamili maura tetapi sahabatnya king, pria itu berjanji akan enikahi maura, maura yang miskin dan mulai menyukai sahabat king jadi berpindah hati pada sahabat king tapi ternyata setelah anak kembarnya lahir, keluarga pria itu menolak maura dengan alasan maura yang tidak sederajat dengan mereka, pria itu juga sudah dijodohkan dengan wanita kaya lainnya dan meninggalkan maura, hingga membuat maura membenci dirinya.
“benarkah? Dari wajahnya saja dia terlihat seperti pria bertanggung jawab, adikmu saja yang derajatnya sama denganmu bisa menjadi istrinya kenapa kamu dia tolak?” sindir pria itu.
“Sahabatnya karena dia aku dihamili oleh sahabatnya, bukankah itu berarti dia penyebab semua kesialanku” bentak maura, dia tidak mau di salahkan. “seandainya aku bersabar mengejar King apa aku bisa mendapatkan king? Keluarga king tidak menolak wanita itu, apa aku harus mendekati Queen agar membuat mereka bercerai?” gumam Maura, ketika melihat king perasaan cintanya pada pria itu kembali. Maura kembali ingat bagaimana king dengan sopan memperlakukannya sebagai wanita dan menghargainya dengan sangat baik.
“sekarang bukankah tujuan utamamu mencari informasi dimana mami mu berada? Dengan begitu kau bisa memiliki uang untuk bisa membuat usahamu sendiri” ujar Bagas.
“benar, dan kenapa tadi aku tidak bertanya kontak mami dari Queen? Akhhh menyebalkan” maki Maura.
...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...