Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
26. Malam Minggu



Cessa melirik Rafa yang sedang sibuk membaca bukunya, padahal itu adalah malam minggu dan pria itu masih saja sibuk membaca buku, emang beda kalau anak pintar di sekolah ataupun di rumah tetap belajar.


“Ahhhh! Sepii!” Cessa melirik Rafa yang masih tidak berkutik dengan keluhannya, gadis itu kembali membaringkan badannya di tempat tidur, menatap langit-langit kamar. “AHhhh, punya suami berasa gak punya!” sindir cessa lagi dengan nada sedikit lebih tinggi.


Rafa yang sebenarnya sudah sadar sejak pertama cessa mengeluh dia hanya mengulum senyum, pria itu kini menutup bukunya dan berjalan mendekati tempat tidur milik mereka.


“Kenapa? Mau jalan malam minggu?” tanya Rafa sambil duduk di dekat cessa.


Cessa menolehkan kepalanya pada suami tampan nya itu, dan mendengus kesal, “Gue udah 5 tahun di luar negri, dan sampai di Indonesia langsung di nikahkan, gue belum ada menikmati jalanan Indonesia selama ini, gara-gara nikah gue gak boleh keluar rumah, sekarang udah nikah, suami gue sibuk belajar terus” omel Cessa, pandangan gadis itu hanya menatap langit-langit, tapi Rafa tau cessa sedang menyindir dirinya.


“Kita kan bentar lagi ujian kenaikan kelas, lagi pula gak ada yang mengajakku pergi keluar” balas Rafa dengan santainya.


“ini nih beda anak pintar sama anak bodoh kayak gue” gerutu cessa kesal.


“mau ikut jalan gak?” tawar Rafa.


Cessa menolehkan kembali kepalanya menatap Rafa, “ikhlas gak ni? Kalau gak ikhlas gak mau” omel gadis itu lagi dengan wajah masam.


Rafa mengambil sebelah tangan Cessa dan mengecup tangan itu dengan lembut, “Ikhlas lahir dan batin untuk kebahagiaan istriku” ucap Rafa dengan lembut.


‘Deg deg deg’


Wajah Cessa merona merah, suaminya memang punya magic yang bisa membuat jantungnya menari-nari hanya dalam hitungan detik. Padahal tadi cessa kesal teramat sangat, tapi sekarang sudah hilang lenyap.


“Gue ganti baju dulu” Cessa cepat-cepat beranjak dari tempat tidurnya.


“Pakai celana, jangan rok” tegur Rafa sebelum cessa betul-betul menutup pintu gantinya.


...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...


Cessa dan Rafa turun bersama-sama menuju lantai dasar. Disana tampak, daddy, mommy dan prince sedang menonton bersama di ruang keluarga.


“Wuuuaahh, udah kece aja ni gaya kalian berdua mau kemana?” komentar Prince ketika melihat Cessa dan Rafa turun sudah memakai baju bagus.


“mau tau aja” ketus cessa.


“Ikut dong gue juga bosan di rumah” pinta prince.


“Husss! Kamu ini gangguin aja pasutri mau kencan!” sindir mami Dona.


“Iya, biarkan lah adikmu kencan dengan suaminya, udah lama dia tidak jalan-jalan di Indonesia” tambah papi harri.


Prince merengut kesal, karena dilarang ikut dengan kedua orang tuanya.


“Kalau bosan ajak sana July buat jalan” sindir cessa, dia tau abangnya itu memiliki perasaan pada July tapi masih tidak mau mengungkapkan.


“Emang dia mau?” seru Prince.


“Ya gak tau, jangan tanya cess, pokoknya hari ini princess mau date Cuma berdua sama suami princess, jadi anak baik ya di rumah abangku sayang” ledek Cessa.


“Mi, pi, Rafa pamit pergi ya, mungkin rafa sama cessa bakal pulang kemalaman, izin ya pi bawa anaknya jalan” Ucap rafa pada kedua orang tua cessa.


“Di bawa ke hotel juga boleh Raf, papi gak bakal larang” kekeh papi harri.


“Husss pi, enak aja, ngapain cess dibawa ke hotel” protes prince.


“Iya gak apa lah jika mereka mau cicil dulu, kok kamu sewot sih Prince” tanya mami Dona.


“Alah! Bilang aja kamu iri, karena kamu masih bersolo karir di kamar mandi” ledek Papi Harri.


Prince memegang tengkuknya dan melongo melihat papinya, “kok bisa ya ada papi yang seperti ini, mi bisa gak carikan papi baru buat prince” rengek prince pada mami dona.


“nanti ya, kalau papi kamu pergi keluar negri” kekeh mami dona.


“Wahhh kamu memang kurang ajar prince, udah sana kamu masuk kamar, papi pengen berduaan dengan mami kamu malah ngerecokkin” kesal papi harri.


“Iya tu pi, kalau perlu usir pi dari rumah, cess pamit ya pi, mi, assalamualaikum” pamit cessa, gadis itu menggandeng tangan suaminya untuk segera keluar dari rumah, karena papi harri dan prince kalau berdebat tidak akan pernah selesai, sampai mami dona yang harus menyudahi.


.


“mau kemana dulu ni?” tanya rafa.


“Makan jagung bakar boleh tu, udah lama pengen banget makan jagung bakar” usul Cessa.


Rafa langsung naik ke motor sportnya, memasangkan helm pada kepala cessa dan menyuruh gadis itu untuk memeluknya dengan erat dari belakang, cessa sendiri sudah terbiasa mengikuti perintah rafa, tanpa protes gadis itu melakukan semua perintah rafa.


...🌜🌧🌧🌧🌧🌛...


Andre begitu senang karena dia bertemu dengan Dina yang sudah sehat, Dina menghubungi dirinya, dan mengatakan ingin jalan berdua dengan Andre, dina mengatakan kangen makan jagung bakar seperti waktu mereka masih berkumpul bersama Rafa.


“Ndre, Rafa ganti nomor ya?” tanya dina pelan.


“Kenapa nanya dia lagi sih, gak usah mikirin dia” kesal andre.


“tapi ndre, aku yakin dia ganti nomor karena marah kepadaku, sudah dua bulan aku tidak menghubungi dia, aku ingin memberikan kejutan padanya, aku yakin dia pasti senang dengan kejutanku, ndre bantuin aku ya, untuk membuat kejutan pada Rafa” Rengek Dina.


Andre menghela nafas panjang, “aku dengar dari Rafa, jika dia selalu menolakmu, tapi kau yang terus mengejarnya”.


“Kan aku sudah bilang Aku dan Rafa itu pacaran diam-diam, kamu taukan Rafa itu tidak mau aku semakin disakiti, makanya dia sengaja menolak, padahal sebenarnya kami masih berpacaran” ujar Dina.


“masih berpacaran? Kenapa kamu masih mau mempertahankan pria yang diam saja atas semua perlakuan kasar yang kamu dapat dari para fans nya?” tanya andre lagi.


“Rafa sengaja dre, jika dia membelaku dan membantuku, aku akan lebih di sakiti oleh mereka, setelah mereka pergi rafa membantuku, bahkan dia meminta maaf karena salahnya aku jadi seperti ini” ucap Dina lagi.


Andre masih belum mau percaya dengan ucapan Dina, karena sekarang andre punya perbandingan, yaitu Cessa, Rafa pria yang dikatakan Dina melindungi dari belakang malah berkebalikan saat melihat Rafa membela Cessa, Andre mendengar berbagai macam rumor yang beredar di sekolahnya, tentang rafa yang selalu membela cessa, dan Pria itu yang menolak wanita yang selalu mendekatinya secara terang-terangan.


“Kamu harus percaya padaku Andre, Rafa sangat mencintaiku, liat ini” Dina menunjukkan ikat rambut yang terlihat sedikit kumal, “ini adalah hadiah dari rafa, terlihat jelek karena aku sering menggunakannya, aku dan Rafa saling mencintai Ndre” lanjut Dina lagi.


“kalau gitu buat kejutan sendiri sana!” Andre menunjuk kearah rafa dan cessa yang memarkirkan motor mereka tidak jauh dari tempat bakar jagung itu.


“Siapa itu ndre?” tanya Dina dengan wajah yang tampak mengerikan, disana terlihat rafa membantu cessa membuka helm dan rafa merapikan rambut cessa yang sedikit berantakan


“pacar baru Rafa” jawab Andre, dia juga kesal melihat Cessa yang membiarkan rafa menyentuhnya, sedangkan dia Cessa selalu menolak pria itu.


Andre jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat cessa, gadis itu sangat cantik dan menggemaskan, Andre ingin sekali menjadi kekasih cessa, tapi tidak akan mungkin bisa selama ada rafa.


...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...


Terima kasih sudah mau baca Dukung author terus ya.


berikut pict karakter baru yang bernama dina