
Rafa menghela nafas panjang, "jangan sampai terluka ya sayang" ucap Rafa.
setelah mendapatkan anggukan dari cessa, rafa menyuruh si supir taxi untuk menghentikan laju taxinya.
Taxi Rafa dan cessa berhenti dan berhenti juga mobil yang terus mengikuti mereka.
Begitu supir taxi menghentikan taxi nya, mobil yang mengikuti mereka juga ikut berhenti.
“kamu siap sayang?” tanya Rafa pada cessa.
Cessa hanya mengangguk dan membuka pintu taxi nya, diikuti dengan rafa yang mengikuti dibelakang cessa, tidak lama keduanyakeluar, dari mobil hitam yang mengikuti cessa dan rafa keluarlah 5 orang pria berbadan besar.
Salah satu pria yang mukanya terlihat sangat menyeramkan tertawa lebar, “apakah kami ketahuan?” tanya pria itu berpura-pura tidak bersalah karena mengikuti cessa dan rafa.
“Siapa yang menyuruhmu?” tanya Rafa balik, dia memlih tidak menjawab pertanyaan apapun dari padara pria berbadan besar itu.
“tidak penting itu siapa, sebaiknya kau ikut denganku, jika kau tidak mau kami terpaksa membawamu dalam keadaan mati, karena bisa di buat manekin hidup” ucap pria bertampang horror itu sambil menunjuk kearah rafa.
“ihhh takut, fa mau dijadikan manekin tu” ledek cessa berpura ketakutan sambil mengelus elus lengannya sendiri.
“kamu tega yang aku di jadikan manekin sama mereka?” lirih rafa. Kedua pasangan suami istri itu berbicara santai sama sekali tidak takut dengan 5 orang pria dewasa yang nmenatap mereka dengan horror.
“cepat kamu kesini!” teriak pria berwajah seram itu lagi pada rafa.
“kalau berani kamu yang maju” tantang Rafa.
“Fa, 3 : 2 atau 2 : 3?” tanya cessa pada rafa.
“Kamu dua aku tiga” jawab rafa mengerti dengan makdur pertanyaan cessa.
“ihhh curang” ucap cessa tapi dia tetap mengambil posisi ancang-ancang untuk mulai melawan. Rafa sedikit menoleh pada istrinya lalu tersenyum senang, cessa bukan gadis manja yang takut akan lawan yang ada, memang pernah gadis itu lemah dan ketakutan tapi itu karena phobianya kambuh, jangan salahkan phobianya kambuh, kita juga pasti pernah mengalami sesuatu yang sangat menakutkan dan hal itu terjadi sangat mendadak.
Lima orang itu menyeringai melihat rafa dan cessa ingin melawan mereka, ke lima orang itu bukanlah lawan yang mudah karena mereka dibayar mahal untuk menangkap rafa hidup atau pun mati.
Pertarunganpun dimulai, cessa dan rafa tampak santai melawan lima orang bebadan besar itu, tiga puluh menit berlalu dan ke lima pria berbadan besar itu terkapar di aspal dengan wajah yang penuh dengan lebam, sementara cessa dan rafa hanya terlihat berkeringat tidak ada tampak lebam ataupun memar dari kedua pasangan suami istri itu.
Bagi cessa dan Rafa, pertempuran melawan orang yang lebih besar dari mereka itu sangat menguntungkan, karena dengan badan mereka yang besar, mereka tidak mampu bergerak cepat.
‘buk’ cess menendang perut pria menyeramkan tadi, “siapa yang menyuruh kalian untuk menangkap suamiku?” tanya cessa dengan nada sinis.
“sayang kaki kamu nanti sakit kalau menendang mereka” tegur Rafa, pria itu sama sekali tidak kasian dengan orang yang ditendang istrinya melainkan dia takut istri cantiknya itu terluka.
“gak apa” jawab cessa singkat, cessa Kembali melirik pria besar berwajah mengerikan itu, karena hanya dia yang masih sadar saat ini.
“sa-saya tidak tau nona” jawab pria itu gagap, dia sama sekali tidak meyangka akan dikalahkan hanya oleh 2 orang.
“dia seorang Wanita?” tanya cessa lagi masih dengan nada sinisnya.
“I-iya nona” jawab pria itu.
Cessa kini beralih menatap Rafa, “apa yang aku katakana! Aku yakin melihat Dina di supermarket tadi!” gerutu cessa pada rafa.
Rafa mengangguk pelan, “iya sayang maaf aku tidak percaya, tapi seka_” ucapan Rafa terhenti saat terdengar bunyi serena mobil polisi yang menghampiri mereka.
2 orang polisi kini keluar menuju cessa dan rafa.
“maaf kami mendapat laporan jika ada pengeroyokan yang terjadi” ucap salah satu polisi.
“Iya pak, kami dihajar oleh mereka berdua” ucap si pria berwajah mengerikan.
“pak badan sekecil kami melawan 5 orang? Apa benar yang dikatakan bahwa kami yang mengeroyok?’ tanya cessa dengan senyum yang tertahan.
“dilihat dari orang-orang yang babak belur, kalian berarti yang telah mengeroyok mereka” ucap polisi itu.
“Pak supir! Tunjukkan rekaman yang telah kamu ambil” teriak rafa pada supir taxi yang tadi hanya berada didalam taxi.
Si supir yang dipanggil segera keluar dari dalam mobil, sambil membawa ponsel di tangannya.
“saya merekam semua kejadian sejak pertama hingga mereka semua menjadi seperti itu pak” ucap si supir sambil memberikan ponselnya pada kedua polisi itu.
“Jika kalian berniat menghapus rekaman itu aka nada rekaman tentang polisi tidak becus seperti kalian di media sosia, aku mempunyai semuanya” Rafa mengeluarkan ponsel yang sejak tadi dia sembunyikan, setelah mendengar dan melihat apa yang disembunyikan rafa, kedua polisi itu tampak cemas dan ketakutan.
“Ba-baik, akan kami proses” ucap polisi itu, 5 orang penjahat itu segera dibawa oleh polisi menggunakan mobil yang tadi mengikuti rafa dan cessa.
Sebelum kedua polisi itu pergi rafa Kembali memberi peringatan jika pada kedua polisi itu jika mereka tidak mendengar kabartentang proses pencarian pelaku, maka vdeo yang tadi dia punya akan disebar ke internet.
...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...
Devi dan July terlihat sedang berjalan-jalan di sekitar pantai, vila yang disewa rafa memang berada dipinggiran pantai juga, tapi bedanya pantai yang ini lebih banyak pengunjung disbanding pantai tempat vila pertama mereka.
“hai” sapa seorang pria tampan kepada kedua Wanita cantik itu.
“Hmm hai” jawab devi.
“boleh kenalan gak?” tanya pria itu.
Devi mengangguk, dan menjulurkan tangannya pada pria itu.
“aku Dani, dan ini sahabatku Ferdi” ucap pria itu memperkenalkan dirinya dan juga sahabat disebelahnya.
“aku devi, dan ini sahabatku July” jawab Devi.
“kalian liburan bersama kekasih kalian?” tanya pria itu.
Devi menggelengkan kepalanya, “kamu belum punya kekasih” balas devi.
Dani langsung tersenyum senang, “Kalau gitu pria yang sejak tadi bersama kalian bukan kekasih kalian?” tanya pria itu lag.
“Pria? Ohh yang tadi adalah sahabat kami, kami liburan sama-sama disini” jawab devi memang tadi mereka jalan-jalan ditemani oleh Prince dan Dafa, tapi ternyata ada masalah yang terjadi jadi prince serta dafa Kembali lebih dulu menuju vila.
“kalian menginap dimana?”
“Tuh” devi menunjuk vila yang tidak jauh dari mereka berada.
“ya ampun sangat dekat, bagaimana jika kita barbeque malam ini di vila kalian, kami akan embawa banyak ikan dan daging” ucap pria itu.
“setuju” seru devi senang, disebelahnya July sudah memberikan kode pada juli untuk berhenti tetapi devi tidak juga mengerti.
“baiklah sampai jumpa nanti malam, kami juga akan membawa satu orang teman kami lagi, olehkan?” tanya mereka.
“tentu saja” jawab devi dengan senang.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...
maaf ya telat up, author kecapekan bgt, terlalu banyak kerja dan lembur, jadi mohon maaf ya..