Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
166. Pembicaraan Dari hati ke hati



Ellena masuk ke dalam kamarnya bersama dengan Xelo yang baru beberapa jam yang lalu sudah sah menjadi suami sah ellena.


Gadis itu menunduk malu saat Xelo mendudukkannya diatas Kasur, karena ellena tidak terbiasa memakai high heel, dia jadi kesulitan berjalan, jadi selama perjalanan menuju kamar mereka Ellena di papah oleh Xelo.


“Masih sakit kakinya?” Xelo menunduk sambil membukakan high heel yang terpasang pada kaki Ellena.


“Gak apa mas, biar aku buka sendiri aja” ellen menahan tangan Xelo yang sudah memegang kakinya.


“payah pasti, kalau menunduk dengan baju itu” Xelo menatap wajah Ellena sambil tersenyum manis pada istrinya itu.


Wajah ellena langsung memerah begitu matanya bertatapan dengan Xelo.


“Mas…” panggil Ellena pelan, pada xelo yang sudah melepaskan high heel yang dipakai oleh gadis itu.


“Apa?” jawab Xelo lembut sambil duduk di sebelah ellena.


Ellena semakin menunduk malu ketika tangan Xelo meraih tangannya untuk di genggam.


“mas, mau i-itu sekarang?” tanya ellena pelan.


Xelo sedikit menautkan alisnya kebingungan, “itu apa” Xelo mala balik bertanya pada Ellena.


“i-itu kalau suami istri udah sah dan udah selesai nikah” ucap ellena sambil menundukkan kepala malu.


Xelo tersenyum melihat tingkah malu-malu ellena, tidak pernah terpikirkan seumur dia hidup akan menikah dengan wanita yang jarak umurnya lumayan jauh, Ellena saat ini masih menundukkan kepala menatap jari jemarinya yang di genggam oleh Xelo.


“Kawin maksudnya?” ucap Xelo to the point.


Ellena hanya mengangguk tidka berani menjawab ucapan Xelo apa lagi menatap wajah suaminya itu.


“Kamu udah siap?” tanya Xelo.


Mata ellena langsung menatap mata Xelo dengan lekat-lekat.


“Mas mau sekarang ya?” Ellena sedikit ketakutan menatap mata xelo.


“kok malah tanya balik, mas ini nanya kamu loh, kamu udah siap untuk melakukan tugas kamu sebagai seorang istri?” ucap Xelo dengan lembut, pria itu mengelus pipi Ellena dengan lembut.


Ellena mengangguk pelan, tapi terdapat ketakutan di dalam matanya, dan Xelo dapat membaca itu.


Xelo mendekatkan wajahnya pada wajah Ellena hendak mencium bibir wanita itu, tapi terhenti ketika Ellena langsung menutup matanya dengan rapat-rapat, tangannya yang ada di genggaman tangan xelo juga bergetar.


“Aku tidak menyuruh kamu memaksakan diri kamu untuk siap akua pa-apakan Ellen” ujar xelo pelan, dia mengangat dagu ellena agar gadis itu membuka mata dan menatap matanya. “Katakan apa yang ada di dalam hatimu, mas tidak bisa mengerti dengan isyarat seperti itu” sambung Xelo lagi.


“mas gak marah kalau Ellen tidak bisa menunaikan kewajiban ellen?” suara ellena mulai terdengar bergetar.


“Tapi mas kan udah tua, pasti pengen cepat-cepat punya anak” ucapan polos yang keluar dari mulut ellena malah membuat xelo tertawa disbanding marah, sebenarnya xelo sendiri tidak pernah memikirkan tentang pernikahan, dia memang sudah merancang masa depannya untuk istrinya kelak, namun tidak pernah ada satupun wanita yang berhasil masuk ke dalam hati pria itu.


Banyak wanita yang mencoba mendekati Xelo, tapi itu karena xelo dikenal sebagai pemilik perusaan AR corporation. Memiliki nama awalan yang sama dengan Rafa membuat banyak orang menganggap dia adalam pemilik dari perusahaan yang rafa bangun. Dari rekan kerja hingga sekretaris wanita di kantornya, sengaja mencari perhatian Xelo.


Hal itu membuat Xelo kehilangan respek terhadap wanita, dia menganggap wanita yang mendekatinya itu hanya karena uang, ada beberapa yang berpura-pura acuh dan sok jual mahal, tapi ujung-ujungnya, para wanita yang bersikap seperti itu menunjukkan taringnya setelah Xelo juga bersikap biasa padanya, tidak menunjukkan ketertarikan pada mereka.


Xelo juga sering mencari tau identitas para wanita yang mendekatinya dengan menggunakan alat yang telah rafa ciptakan, dengan itu dia bisa mengetahui wanita itu anak dari siapa dan latar belakang serta profil wanita itu sangat mudah dia dapatkan.


Bahkan ketika bertemu dengan ellena, xelo juga sempat mencari tau tentang gadis itu, dan mencari tau asal usulnya, apakah yang di katakan ellena adalah kebohongan atau kebenaran, dan dia juga mencari tau siapa saja yang ada disekitar ellena, setelah yakin tentang ellena yang sekarang menjadi istrinya Xelo baru berani mengambil keputusan seperti itu.


“ellen, apa kamu mengira aku menikahimu dengan cepat-cepat karena takut terlalu tua untuk punya anak?”


Ellen mengangguk dengan pernyataan yang baru saja Xelo lontarkan dari bibirnya.


“aku menikah denganmu secepat ini, itu semua bukannya atas permintaanmu?” selidik Xelo.


“I-iya tapi kenapa mas mau saja menikahiku, biasanya kan kalau di novel yang ellen baca, biasanya pria yang di ajak nikah itu akan menyuruh nikah kontrak atau perjanjian pernikahan setelah beberapa tahun akan bercerai” Ellena mulai menceritakan hayalan yang ada didalam pikirannya.


“hahahhaha” xelo tertawa sambil mencubit gemas pipi ellena, “novel siapa yang kamu baca? Ini adalah kehidupan kita jangan membayangkan seperti itu, pernikahan itu sakral, aku berjanji dihadapan allah untuk mempersuntingmu menjadi istriku, jadi aku tidak berani mempermainkan pernikahan ini, selamanya aku akan setia pada satu orang, dan tidak aka nada orang lain dihatiku selain istriku seorang, itu adalah janjiku, sebelum aku mempersuntingmu” ungkap Xelo.


“Mas gak menyesal mendapat wanita seperti ellen?” tanya Ellena.


“Justru aku yang tanya kamu tidak menyesal menikah dengan pria berumur sepertiku?” Xelo malah membalikkan pertanyaan yang diberikan oleh ellena.


“Tidak, menikah dengan mas memberikan kebahagiaan dalam hidup ellen, Mas seperti mimpi bagi ellen, bahkan sampai sekarang ellen tidak percaya kalau ellen sudah menikah, dan memiliki keluarga baru, ellen takut ini semua hanya mimpi dan mas akan meninggalkan ellen begitu bertemu dengan wanita lain” ellena mulai mengungkapkan isi hatinya pada Xelo.


“Haah” Xelo menghela nafas panjang, “ini bukan mimpi, jadi bagaimana caranya mas membangunkan kamu dari mimpi? Biar kamu sadar ini adalah kenyataan” ujar Xelo.


Ellena tersenyum dan menunduk malu begitu melihat Xelo tersenyum kearahnya, senyum pria itu kembali membuat detak jantung gadis itu tidak karuan.


Xelo kali ini mendekatkan wajahnya pada Ellena tanpa aba-aba, dia langsung memberikan ciuman singkat pada bibir ellena, jika aku mencium seperti ini apa masih seperti mimpi?” tanya Xelo.


Ellena menggelengkan kepalanya dan tersenyum malu-malu dengan ciuman yang baru saja terjadi.


“apakah aku boleh mencium lebih?” kata xelo sedikit takut jika ellena akan kembali menolaknya.


Ellena tidak mengeluarkan suara dia hanya mengangguk dan mengulum senyumnya, tangan gadis itu tidak bergetar lagi, dia membiarkan Xelo memberikannya ciuman dan mulai melakukan aksinya sebagai seorang suami, Xelo memang tidak pernah melakukan hal itu tapi, berkat ajaran Rafa yang pernah menyuruhnya menonton video gavin dan video Dina, pria itu jadi tau bagaimana cara bertindak untuk memanjakan tubuh istri kecilnya.


Ellena sudah berbaring di tempat tidur dengan Xelo yang masih mencium dirinya, gadis itu merinding merasakan tubuhnya yang terasa dingin karena xelo sudah menarik retsleting baju Ellena.


“eungghhhh” lenguhan mulai terdengar dari bibir ellena begitu Xelo mulai turun melewati leher ellena, ini adalah pertama kalinya bagi ellena merasakan semua yang Xelo berikan, jadi dia sangat mudah terangsang, oleh aksi Xelo.


...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...