Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
144. Sidang



Seperti janji author up lebih banyak, makasih buat yang udah kasih vote, like dan hadiah, kalau dikasih lagi lebih banyak author bakal tambah semangat buat up lebih banyak.. 🤭🤭


oke kita lanjut ke cerita


...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...


Hari ini adalah sidang pertama yang dijalani oleh king dan Queen, mami dona saat ini bersama dengan kedua cucu kembarnya di basecamp milik Rafa, mami dona bermain di sana atas permintaan king dan Queen, karena si kembar sangat suka bermain di basecamp rafa, jika bermain dirumah maka keduanya sibuk minta diajak ke restoran Queen, untuk menghilangkan pikiran itu mami dona menemani si kembar main.


Ada yang bertanya dimana Prince dan yang lainnya tentu saja saat ini mereka masih sekolah, belum jam pulang sekolah, jadi hanya mami dona dan si kembar yang saat ini berada di basecamp.


Sementara papi harri membantu king dan Queen menghadapi sidang yang akan di mulai beberapa saat lagi.


.


Maura menatap kesal saat melihat King berjalan masuk ke dalam ruangan sidang dengan menggandeng mesra tangan Queen, istrinya yang sedang hamil.


Sementara maminya maura, manatap papi harry dengan mata berbinar-binar, karena saat ini papi hanya sedang berbicara dengan pengacara king dan Queen, tidak terlihat mami dona dimanapun.


Sidangpun dimulai, pihak penggugat mulai menyampaikan keinginannya, mengapa dia mengadakan sidang itu, “Pak hakim yang terhormat, saya meminta izin memanggil ibu Maura untuk maju sebagai saksi” ujar pengacara pihak maura.


Setelah semua janji maura ucapkan, maura mulai terisak kecil.


“pak hakim yang terhormat, tolong berikan keadilan buat saya, saya sudah mencari kedua ptra saya kemana-mana ternyata adik tiri saya membawa kedua putra saya dan menjadikan mereka anaknya,tolong pak hakim saya butuh keadilan, wanita itu mengambil anak-anakku dari mami, dia mengusir mami dari rumahnya dan menjual rumah itu, lalu menghilang bersama anak-anakku, saya mohon pak hakim tolong berikan keadilan pada saya” tuntut maura dengan terisak di depan sana.


“baik ibu maura, bagaimana pihak tergugat apakah ada yang ingin anda sampaikan?” tanya hakim itu pada Fajri.


“Ya pak hakim saya ada pertanyaan” Fajri tegak dan memberikan hormat dan salam pada para juri dan hakim.


“Ibu maura? Apakah ibu yakin bahwa putra-putra ibu di rampas dari ibu?’ tanya Fajri pada maura.


“Ya saya sangat yakin” jawab maura.


“Saat itu ibu Queen baru berusia 17 tahun apa tujuannya menculik putra-putra ibu? Dimana didunia ini wanita yang terobsesi pada anak kembar saudara tirinya?” tanya Fajri lagi.


“I-itu mana saya tau, dia mengusir mami ku dan mengambil putra-putraku” jawab Maura gagu.


“mengusir mami anda? Pengusiran seperti apa yang anda maksud? Apa tujuannya mengusir?” Fajri sengaja menanyakan satu persatu agar mendapat celah dari jawaban yang diberikan oleh maura.


“Iya dia mengusir mami ku untuk pergi dari rumah itu karena rumah itu akan dia jual” jawab maura lantang.


“Hmmm” Fajri mengangguk mengerti ,”maaf pak hakim saya ingin memanggil tambahan saksi dari saya sendiri, apakah boleh?”tanya fajri.


“dipersilahkan” jawab hakim.


“Mari masuk ibu Yuni” panggil Fajri.


Ketika wanita paruh baya itu masuk mami nyam aura langsung menutup mulutnya tidak percaya, karena saksi yang dipanggil fajri adalah pembeli pertama rumah milik queen, maura dan mami maura sempat mendatangi rumah yang pernah mami maura jual, dan ternyata rumah itu sudah berkali-kali berpindah tangan dan pembeli pertama rumah Queen adalah ibu Yuni, dan maura serta mami nya tidak dapat mencari dimana ibu yuni berada, karena itu mereka pikir Queen dan king juga tidak akan berhasil mendapatkan saksi kunci penjualan rumah itu.


Tidak tau saja maura dan mami nya, keluarga bagaskara punya hacker dan pencipta segela jenis mesin untuk mencari orang.


“ibu yuni ini adalah pembeli pertama dari rumah itu yang artinya dia adalah saksi kunci” jelas Fajri.


Ibu yuni melihat wajah Queen dengan seksama setelah itu dia menggelengkan kepala. “bukan, bukan dia yang menjual rumah itu pada saya” jawab ibu yuni.


“intrupsi yang mulia” teriak pengacara maura.


“ya di persilahkan” ucap hakim.


“bagaimana kitab isa yakin jika dia adalah pembeli pertamanya?” tanya si pengacara.


Fajri tersenyum dan mengangguk, “saya akan memperlihatkan bukti saya yang mulia” ujar fajri, asistennya datang mengantarkan surat perjanjian jual beli dari yang terakhir hingga sampai pada ibu Yuni. “itu adalah bukti yang saya miliki, jelas kita lihat disana, ibu Yuni adalah pembeli pertama rumah itu, apa saya boleh melanjutkan pertanyaan saya pak hakim?” tanya Fajri.


“Dipersilahkan”


Setelah mendengar ucapan dari hakim , baru fajri mulai mendekat pada maura, “kata anda ibu anda diusir, tapi nyatanya ibu anda yang mengusir Queen dari rumahnya, rumah peninggalan orang tuanya, apakah saya bisa mengajukan banding jika begini?” sindir fajri.


“Tidak Queen benar-benar menculik putra-putra saya!” pekik maura, dia sudah tidak tau berbicara apa lagi.


“ibu maura bukti sudah jelas, bahwa Queen yang diusir dan disuru untuk membawa bayimu, dan setelah Queen menyayangi putra-putramu sebagai anak kandungnya apa kamu tidak berpikir bagaimana psikis para putra ibu?” fajri menjeda kalimatnya, menunduk hormat pada hakim dan juri.


“Pak hakm dan para juri yangterhormat, disini Klien kami lah yang disiksa, umur 17 tahun dia diusir dari rumah dan harus membesarkan kedua ponakan yang tidak ada hubungan darah dengannya, lama kelamaan Queen menjadi sayang dengan mereka, dan menganggap mereka adalah anak kandungnya, pakah kalian tega memisahkan anak dan ibunya, karena ada orang lain yang membuang mereka tiba-tiba muncul dan ingin mengambil mereka kembali?” Fajri berusaha mendapatkan simpati dari para juri yang ada.


“Aku tidak membuang mereka! Aku menitipkan pada mami ku!” teriak maura.


“baik, jika menitipkan apa tujuan anda menitipkan keduanya pada mami anda, ibu maura?” selidik Fajri.


“tentu saja untuk mencari nafkah tapi gara-gara Queen aku kehilangan kontak semuana, dan tidak bisa menghubungi mamiku” jawab maura.


Fajri tersenyum ketika kembali mendapatkan celah, “jadi anda kehilangan kontak keluarga anda saat Queen yang berumur 17 tahun menjual rumah itu dan mengusir mami anda?”


“iya” jawab Maura cepat.


“Nice” batin Fajri.


“Disini” fajri menunjukkan surat jual beli yang ada dilakukan 2 tahun setelah Queen , “Quenn keluar dari rumah itu saat berumur 17 tahun tapi penjualan terjadi 2 tahun setelah Queen pergi, kemana saja anda selama 2 tahun tidak memberi kabar pada orang tua anda?” selidik fajri.


“a-aku mencari nafkah jadi tidak sempat menghubungi” jawab maura tergagap.


“Ibumaura, bukankah tadi anda mengatakan menitipkan, kalau menitipkan, anda pasti akan bertanya bagaimana kabarnya, dan anda tidak akan kehilangan kontak ibu anda!” tekan fajri.


Maura menunduk dia mati kutu dibabat habis oleh Fajri.


.


“liat kan sayang, kita akan menang, fajri sangat berpengalaman” bisik king pada istrinya berusaha menenangkan kepanikan Queen.


...🌜🌨🌨🌨🌨🌨🌛...


jangan lupa like, vote dan hadiahnya ya, biar author bisa semangat up, Terima kasih


😘💕😘💕