Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
160. Pembicaraan Dalam Mobil



Papi harry mengetuk-ngetukan kakinya dengan kesal, “pak anto jika anda tidak ada lagi yang bisa dikatakan, saya harus pergi sekarang, jadwal saya sangat padat, bukan karena menjual putri saya, tapi karena saya memang kaya tanpa menjual keluarga saya” sindir papi harry sambil berlalu pergi. “ayo sayang” ajak papi harry pada istri tercintanya.


“tuan! Besok saya akan datang bersama polisi, untuk menuntut putra anda!” pekik papi nya ana, saat keluarga bagaskara mulai menghilang.


Papi harry sama sekali tidak berhenti atau membalikkan badan, pria itu sudah pergi bersama sanak saudaranya.


“Silahkan tuan anto datang untuk menuntut keluarga kami, ini alamatnya” king memberikan kartu nama pada papi ana.


“lakukan apapun, karena besok pagi putri anda sudah sah menjadi keluarga kami” batin King sambil menahan senyumannya.


Pria Bernama anto itu meremas kartu nama ditangannya, dia tidak tau dari mana ellena bisa bertemu dengan keluarga konglomerat seperti itu, dan keluarga itu tidak memandang orang dari statusnya sedikitpun.


“Pi~ gimana ini, ana gak mau nikah sama pak tua itu” lirih ana.


“Ini semua karena kalian! Coba kalian tidak jahat pada gadis itu! Dia pasti tidak akan lari! Dan kamu!” papi Anto menunjuk pada putrinya. “carilah kelebihan mu! Sehingga papi bisa memamerkan itu, tidak ada kelebihan sama sekali, aku jadi malu punya anak sepertimu” maki papi anto sambil berlalu pergi.


“papi!” teriak istrinya sambil mengejar papi anto. “pi, besok tanyain juga, jadi gak mereka membeli kebun buah itu, uangnya lumayan loh pi” sambung istrinya itu.


“kalau kita membawa polisi untuk megambil Ellena, mereka mana mau membeli kebun itu mami!” bentak papi anto.


“ya dibujuk lah pi, separuh uangnya bisa buat bayar pak tua itu, mami gak mau ya putri kesayangan mami menjadi menantu dari pria tua itu, mending anak-anak dari keluarga tadi, tampan-tampan semua bukan hanya itu mereka juga kaya-kaya, tinggal pilih salah satunya maka hidup kita akan Bahagia pi, dijadikan istri kedua pun ana bisa Bahagia pi” ujar mami nya ana.


“Kita lihat nanti saja” ujar papi Ana.


...🌜🌧🌧🌧🌧🌛...


Di dalam mobil Xelo, Rafa, cessa dan Ellena.


Ellena menangis sesugukkan selama dia masuk ke dalam mobil.


“Len~ kok nangis sih” kata cessa sambil mengambil tissue untuk menghapus air mata Ellena.


“Cess, kok semuanya baik ke aku, aku gak pantas mendapatkan kebaikan seperti ini dari kalian” isak Ellena.


“Ihhh gak pantas apanya? Di keluarga kami itu tidak ada yang namanya pantas dan gak pantas dari status, kecuali kamu pembunuh baru gak boleh masuk dalam keluarga kami” pekik Cessa.


“tapi, kalian tidak perlu melakukan apapun, aku bersyukur bisa bebas dari papi anto saja tidak apa, kalian tidak perlu memberikan hal seperti tadi” lirih Ellena.


“Ellen! Diam dong, nanti matanya bengkak pas di pakaikan make up, cessa yang disalahkan mami nanti!” ujar cessa kebingungan mencari cara buat mendiamkan Ellena. “lagian tadi kamu dengar kana bang xelo itu putra angkat papi, jadi kamu juga pasti akan menjadi keluarga kami, keluarga itu selalu saling menolong dan membantu apapun yang terjadi, menjadi dinding kokoh untuk melindungi keluarganya, jadi jangan berfikir orang sepertimu pantas atau tidak masuk dalam keluarga kami” ungkap cessa.


“Ellen, mas udah bilang kan, mas itu dari panti asuhan, kalau gitu derajat kita sama, jadi jangan merasa kecil dengan derajat mu, semua orang derajatnya sama tidak ada yang beda, mau dia miskin ataupun kaya, yang membedakan hanya jahat dan baiknya saja” Xelo akhirnya ikut bicara.


“benar tu yang bang xelo bilang, jangan sedih lagi, yang dikatakan papi memang benar, dia tinggal menengadahkan tangan pada anak-anaknya makan uang 10 milyar atau berapapun bisa datang padanya dalam waktu singkat, kak Queen juga sama dengan kamu, dia berasal dari keluarga yang sepertimu, ibu dan kakak tirinya mengusir dia dari rumah, dan kak Queen itu janda beranak dua, tapi kamu lihat kak Queen sama sekali tidak direndahkan bukan? Jadi jangan pernah merasa kecil” ujar cessa sambil menghapus air mata Ellena.


Ellena mengangguk pelan, dan berusaha menahan tangisnya, walau sekarang yang keluar adalah tangis Bahagia, dia tidak menyangka dari tabrakan bisa menjadi pernikahan mendadak dan masuk kedalam keluarga yang Bahagia.


“Bicarain apa?” tanya cessa bingung.


“Tadi aku sedikit dengar loh yang, tentang suami gitu kamu bahas dengan mami” ucap Rafa.


“oohhh~ Cuma bandingin suami siapa yang kuat dan hebat di atas ranjang” jawab cessa santai.


‘CCKKKIIIIT’ Xelo mendadak menghentikan mobilnya untung tidak ada mobil atau pun kendaraan dibelakangnya, karena Xelo berhenti mendadak.


“Astagfirullah! Bang XEL!” pekik Cessa kesal karena wajahnya menabrak kursi Rafa yang ada didepannya.


“Ahh! Maaf aku terkejut” ujar Xelo, dan mulai menjalankan mobilnya kembali.


“Terkejut sih terkejut, untung aja gak pesek ni idung princess” gerutu cessa sambil mengusap-usap hidungnya.


Rafa melirik ke belakang melihat istrinya. “Sakit yang?” tanya Rafa.


“sakit lah! Cium bangku!” kata cessa penuh emosi.


“hahahaha maaf cess” kekeh Xelo, “lagian kamu buat abang terkejut, kok bisa-bisanya mikirin tentang itu disaat seperti tadi” lanjut Xelo.


“gak tau! Tanya mami dona sana! Abang jangan meledek ya, nih calon istri abang bakal kena virus gila dari keluarga Bagaskara, kalau udah masuk keluarga bagaskara tuh contohnya di samping abang udah kena virus nya” gerutu cessa karena ditertawakan oleh xelo.


“hahaha benarkah? Jadi tadi kamu jawab apa pas bahas tentang itu?” tanya xelo penasaran.


“ya cessa bilang suami cessa itu kuat di ranjang dan bisa sampai subuh kalau main sama cessa, tapi mami dan kak Queen gak percaya” jawab cessa santai tanpa filter sedikitpun.


“kok gak percaya yang?” kali ini Rafa yang bertanya.


“gak tau juga, kayaknya tampang suami cessa gak meyakinkan buat tahan di atas ranjang semalaman suntuk” ledek cessa.


“Apa kita battle di ranjang sama mami dan papi yang?” usul Rafa.


Xelo melongo mendengar ucapan absurd dari rafa.


“Ide bagus, masak dia gak percaya, suami cessa itu bukan hanya durasi tapi ukuran juga paling top” kata cessa dengan ceplas-ceplos.


Xelo tambah tertawa keras mendengar perdebatan suami istri itu, dia telah salah bertanya untuk mengganti topik agar Ellena berhenti bersedih.


Sementara Ellena yang berada di sebelah cessa tertawa pelan mendengar perdebatan gak jelas sepasang suami istri itu.


Cessa sempat melihat ellena tertawa dan balik tersenyum pada gadis itu, “nah gitu ketawa, jangan nangis terus, bisa dicincang aku sama mami, jika melihat wajah Ellena yang bengkak karena menangis” gumam cessa sambil mencubit gemas pipi ellena.


...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...