
Begitu sampai di Villa keluarga Bagaskara Mami Dona langsung berlari menuju tempat rias pengantin. Pernikahan Xelo dan Ellena di adakan di Villa milik keluarga Bagaskara, atas syarat dari papi harry untuk menjadi wali untuk Ellena.
Xelo yang tidak tau mau melangsungkan ijab qobul dimana akhirnya menyetujui syarat dari papi harry.
Dan acara itu dilangsungkan malam hari di villa keluarga Bagaskara hanya dihadiri oleh keluarga Bagaskara serta sanak saudara mereka, dan beberapa anak panti asuhan dan pengurus panti juga dibawa ke sana.
Masalah baju dan makanan sudah disiapkan, oleh papi harry, mami dona, king dan Queen. Jadi hanya perlu datang membawa badan mengenai baju mami Dona yang mempunyai langganan butik telah menyuruh hampir satu toko butik dibawa ke villa, permintaan mami dona tidak akan bisa dibantah oleh papi harry, bagi papi harry kebahagiaan keluarganya yang utama, uang bisa dia cari lagi, kalau keluarga tidak akan pernah bisa dia dapatkan lagi.
“Cantiknya putri mami” pekik mami dona saat melihat Ellena yang sedang didandani oleh seorang MUA artis.
Mendengar itu setetes air mata meluncur bebas dari mata Ellena, mami dona mengingatkan dia dengan almarhum ibunya, apa lagi saat mengatakan ‘cantiknya putri mami’ dulu ibu Ellena sering mengatakan itu setiap melihat wajah ellena.
“Loh loh kok nangis, sampai bengkak matanya” mami dona semakin mendekat ke arah Ellena yang semakin menitikkan air mata.
“mami sih, bikin Ellena nangis, udah susah susah cessa hentikan tangisnya” tuduh cessa sambil mengulum senyum, dia tidak ingin disalahkan telah membuat mata ellena bengkak, jadi lebih baik menuduh mami dona yang gak tau apa-apa.
“kok cepat banget bengkaknya kalau gara-gara mami?” tanya mami dona heran.
“Ellena itu tipe yang kalau nangis langsung bengkak matanya tan” ami yang gak tau apapun yang telah terjadi hanya menyampaikan informasi yang dia tau, secara tidak langsung ami membantu kebohongan cessa.
“dengar tu mam, itu salah mami, pasti ellena jadi kangen sama bundanya” tuduh cessa lagi.
“benar ya sayang, maaf ya” mami dona memeluk Ellena dan mengelus punggung gadis itu dengan lembut. “kamu boleh menganggap mami adalah bunda kamu” bisik mami dona lagi dengan lembut.
Queen yang baru datang langsung duduk di sofa di bantu King untuk masuk ke dalam ruangan itu sejak tadi Queen muntah-muntah mungkin karena bau parfume mami ana tadi tidak sengaja dia cium, dan sepertinya ibu hamil itu sedang kelelahan akibat pejalanan yang lumayan jauh dan muntah-muntah, untung saja mereka semua tidak perlu pulang setelah acara pesta karena disana terdapat banyak kamar untuk menginap, dan ada hotel milik keluarga bagaskara yang tidak terlalu jauh dri villa.
“Mi, tolong jagain Queen ya, king mau ke tempat pengantin pria” ujar king.
“Rebes, Queen kamu butuh apa sayang?” tanya mami dona setelah king keluar dari ruangan itu.
“belum ada mi, nanti kalau ada Queen minta deh”
.
Lima belas menit berlalu, Queen menatap mami dona dengan intens
“Mi, sebenarnya Queen ngidam, tapi_” Queen sengaja menggantung ucapannya.
“tapi apa? Ngidam apa sih ? jangan sampai ya cucu ketiga mami sampai ileran gara-gara kamu nahan diri buat gak bilang kamu ngidamnya apa” ujar mami dona.
“iya kak, katanya ibu ami, gak boleh loh ngidamnya gak terkabul, nanti anaknya jadi ileran” sambung ami.
“Queen pengen metik buah strawberry langsung dari pohonya, gara-gara dengar pembicaraan tentang kebun jadi terbayang itu mam” ujar Queen akhirnya.
“Ohhh hanya itu, cess sana bawa kakak kamu ke kebun belakang, ajak juga king , takutnya kenapa-kenapa lagi” perintah mami dona, “urusan disini biar mami aja yang urus, setelah itu kalian berdua ganti baju pesta juga ya”.
“Oke mam” jawab cessa.
“Ngapain kebelakang villa mam?” tanya Queen dan ellena serentak.
“liat aja nanti, kalian pasti tau, pestanya juga ada dikebun belakang, pesta kebun tema pernikahan kali ini” ujar mami dona.
“Iya, nanti aja liatnya, kamu siap-siap dulu” ujar mami dona.
...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...
“Pi, ini apakah harus Xelo juga di make up? Xelo kan cowok pi” tolak xelo saat dia sudah memakai baju pernikahannya.
“harus, masak mau kalah sama boyband-boyband yang di sukai cessa, kita juga harus ganteng-ganteng biar istri kita tidak lari” kekeh papi harri.
“Pi jangan bicarakan tentang pernikahan masih ada yang belum nikah disini” ujar dafa sambil manyun.
“ehhh ada Pesa disini” ledek papi harri.
“Apa tu Pesa pi?” tanya rafa heran.
“pecinta sabun” jawab papi harry singkat.
“kok pecinta sabun pi?” tanya xelo kali ini.
Papi harry tersenyum dan tertawa pelan, “iya soalnya masih suka main sabun sendiri, gak seperti kita ada tempat mainnya mereka masih main sama sabun” gelak tawa papi harry mulai terdengar diikuti yang lain.
“Haaa” Prince menghela nafas panjang, ini yang dia tidak inginkan berkumpul bersama keluarganya, maka dia yang akan diledek terus sebagai pria satu-satunya yang belum menikah di dalam keluarga bagaskara.
“gak pernah ya Prince main solo dengan sabun” kata prince dengan kesal.
“udah jangan bohong dek, abang juga pernah seumuran kamu dan rasanya kalau gak di lampiaskan itu sangat sulit, sabar aja dengan sabun selama belum nikah ya, wahhh abang jadi kangen sama Queen jadinya” ujar king dengan tawa pelannya.
“prince ingat janji kamu sama papi jangan cicip madu milikmu karena itu belum sepenuhnya milik kamu” peringat papi harry.
“iya-iya” ujar prince pasrah, dia memang iri dengan Rafa, Xelo dan King yang menikah mendadak tanpa planning, tapi apalah daya mertuanya tidak ingin juli tunangannya menikah di umur yang masih terlalu muda dan masih sekolah.
‘Tok tok tok’ suara ketukan pintu membuat perdebatan mereka terhenti, King yang sudah bersiap dengan setelan jas nya segera mendekat kearah pintu.
‘ceklek’
“Loh sayang kenapa kesini?” tanya king bingung karena didepan pintu ada queen dan cessa.
“mami suruh abang temani kami ke kebun belakang, nih istri abang ngidam metik buah strawberry langsung dari pohonnya karena papi bicara tentang kebun buah tadi” bukan queen yang menjawab melainkan cessa.
“Ya udah kita ke rumah kaca duluan aja, aku juga udah siap” ajak king, dia menoleh kebelakang melihat adik iparnya yang juga sudah siap dengan setelannya, “ikut juga gak fa?” tawar King.
“sana pergi kalian berdua dari pada disini bikin pembicaraan tentang pernikahan aja! Bikin kesal tau” usir prince.
“Pi, itu prince kenapa?” tanya cessa, pada saudara kembarnya.
“lagi datang bulan biasa” ujar papi harry santai sambil merapikan dasi nya didepan cermin.
“Ohh~ pantas aja uring uring, mau cessa belikan coklat bang? Kalau lagi datang bulan coklat manjur buat meredam emosi” kekeh cessa, dia langsung berlalu pergi sebelum kena amuk oleh prince yang sekarang sudah tumbuh tanduknya.
...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...