
Tidak terasa 3 hari berlalu begitu saja, kedua anak kembar Rafa dan cessa sudah sembuh tapi putri bungsunya masih dirawat dirumah sakit, gadis kecil itu memang sudah tidak demam atau sesak napas lagi hanya saja tubuhnya masih lemah dan masih harus menjalani pemeriksaan sebelum dibolehkan untuk pulang.
Untung saja Aryan dan Azmi mau ditinggal kedua orang tuanya dan bermain sama saudara sepupu mereka. Rafa dan cessa masih di rumah sakit menemani putri kecil mereka yang masih harus menjalani beberapa tes sebelum nanti sore dibolehkan pulang.
“Nein pi!” rengek Quinsya.
Rafa melihat istrinya untuk bertanya apa ada sisa ASI yang tidak diantar ke rumah, ketiga anak mereka masih meminum ASI yang untung saja masih mengalir berlimpah dari cessa.
“Nein!” rengek Quinsya lagi.
“Gak ada lagi yang tunggu aku pompa dulu ya” ucap cessa.
“Susuin aja langsung, biar aku kunci pintu dulu” gak mau Quinsya merengek dan berakhir kejang-kejang akhirnya rafa menyuruh cessa untuk langsung menyusui anaknya itu.
Dengan telaten cessa mengurus anaknya hingga Putrinya itu tertidur masih dengan mengemut puncak dada cessa.
“sakit ya yang?” tanya Rafa saat melihat cessa yang meringis.
Cessa tertawa dan menggelengkan kepalanya, “gak sakit banget abis dedek udah tumbuh gigi, dia bukan ngemut lagi tapi gigit” kekeh cessa.
“apa kita biasakan aja mulai minum susu formula?” usul Rafa, dia kasihan melihat istri tercinta yang kesakitan.
“Gak apa yang Cuma sesekali kan minum langsung seperti ini, kalau mereka udah besar kali baru deh dihentikan, tapi selagi masih mengalir deras buat mereka aku masih mau mereka minum ASI, kalau mereka dewasa bukannya gak bakal ada adek mereka lagi, jadi ini terakhir kalinya aku merasakan memberikan ASI” ujar cessa lembut.
“Ya udah kalau gitu papi ambil salep untuk itu kamu ya, di tas kan?” tanya rafa sambil berjalan menuju tas yang cessa pakai.
“Iya, di kantong depan pi” jawab cessa.
Rafa mengambil salep dan duduk kembali di hadapan cessa menunggu putri kecilnya untuk melepaskan sumber minuman bergizinya.
...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...
Dua pasangan terlihat keluar dari ruang pemeriksaan dengan wajah sedikit sedih, diketahui salah satu dari pasangan mereka kurang subur karena itu mereka belum juga diberi anugerah untuk memiliki anak.
“Aku dan ellena duluan ya prince” salam xelo sebelum benar-benar menjauh dari pasangan prince dan Juli.
Juli meraih tangan Prince dan mencium punggung tangan pria itu agar mendapat perhatian Prince.
“Beb, dokter bilang hanya kurang subur kan, bukan tidak subur, dan dokter juga bilang masih banyak kesempatan untuk kita memiliki anak” ucap Juli sambil mengelus pipi prince yang sedang menatap mata nya.
“kamu benar baby, aku sepertinya harus hidup sehat mulai sekarang, makanan yang aku hindari harus aku makan” ujar prince dengan senyuman menawannya.
“benar kamu sangat sulit kalau disuruh makan sayur dan kacang-kacangan, mulai sekarang harus makan yang banyak mengandung kacang san sayuran” ucap Juli dengan senyum cerah, diketahui saat pemeriksaan Prince lah yang memiliki masalah pada kesuburan, tapi bukan berarti dia mandul hanya saja kurang subur, mungkin karena prince jarang sekali makan buah buahan dan sayur-sayuran, dia juga jarang berolah raga walau badannya sudah bagus, dan berbentuk prince lebih sering duduk diam bermain di depan komputer, mungkin karena pola hidup itu yang menjadi pokok masalah.
“kalau gitu kita sekarang ke supermarket aku mau minta ajari memasak dari kakak ipar” kekeh Juli, selama ini dia memang sudah bisa memasak tapi tidak sejago kakak dan adik iparnya, sebenarnya Prince atau keluarga bagaskara tidak pernah mempermasalahkan Juli yang tidak bisa memasak, karena setiap wanita diberikan kemampuannya sendiri, prince sudah bersyukur Juli sudah mampu memasak makanan tidak gosong dan terasa asin, tidak perlu enak karena dia tau susahnya menjadi istri.
“Ayo baby” ajak Prince sambil merangkul istrinya.
‘bruk’ saat prince dan Juli berjalan, mereka berdua tidak sengaja bertabrakan dengan pasien yang hendak berjalan kearah mereka.
“maaf ya, kamu ti_” ucapan Juli terhenti saat melihat wajah wanita yang dia tabrak. “Riska?!” tanpa sadar mulut Juli memanggil nama Rizka.
Rizka tampak terkejut melihat Juli dan Prince yang ada dihadapannya.
“kamu ngapain kesini riz?” tanya Prince kebingungan pasalnya lorong itu hanya menuju 2 tempat satu dokter yang membatu memeriksa prince, dokter yang hanya bekerja sementara dirumah sakit itu atas permintaan Xelo, sementara satunya lagi dokter yang memang bekerja disana. Keduanya adalah dokter kandungan.
“Ahh i-itu...” Rizka mulai kelabakan dan melihat kiri dan kanan, kebingungan mencari jawaban atas pertanyaan prince.
“Rizka! Kamu kemana aja sih cepat sini” terdengar suara panggilan dari belakang rizka, terlihat seorang wanita paruh baya yang biasa dipanggil tante Ira oleh juli dan prince.
“Assalamualaikum tante” salam Prince dan Juli serentak pada mama dari rizka.
“waalaikum salam” jawab wanita itu ketus, “ayo cepat rizka!” panggil mama rizka lagi.
“iya! Aku permisi duluan ya” ujar rizka.
Prince dan juli akhirnya tidak mau mengambil pusing kedua orang itu langsung pergi dari rumah sakit itu, tidak lama juli dan prince menghilang dari dalam lift, Rizka dan mama Ira datang lagi ketempat itu menuju dokter asli rumah sakit itu.
...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...
“Mas gimana kalau kita bayi tabung aja?” ucap Ellena tiba-tiba.
Xelo menghentikan mobilnya ke pinggir jalan dan mulai menatap Ellena yang sedang berwajah sedih.
“kenapa gitu?” tanya Xelo lembut.
Ellena mulai menatap xelo dan air mata mulai mengalir dari matanya. “mas akan meninggalkanku kan? Hiks hiks” Ellena mulai terisak kecil.
“hei sayang jangan nangis dong” bujuk xelo, tapi istrinya itu masih menangis, dengan kekuatannya Xelo menarik tubuh ellena hingga gadis itu duduk di pangkuannya, xelo langsung memeluk dan memberikan beberapa kecupan pada kening Ellena. “Dokter bilang hanya kurang suburkan, bukan tidak subur, memang sulit tapi itu adalah ujian kita berdua, papi harry juga sudah bilang jangan pernah menyalahkan pasangan kita jika hasil tidak sesuai harapan, apapun yang terjadi aku tidak akan melepaskanmu dan aku juga tidak akan menikah lagi sayang” bujuk xelo lagi.
Pada pemeriksaan pasangan Xelo dan Ellena, Ellena lah yang dinyatakan kurang subur dan makanya mereka kesulitan untuk punya anak, tapi seperti yang dikatakan kurang subur bukan berarti mandul, hanya kesulitan mempunyai anak.
“Hiks hiks ta-tapi mas u-udah tua, jadi pas-ti mas pengen cepat punya anak” isak Ellena.
Ingin rasanya Xelo mencubit gemas pipi istrinya atau menggigit, Ellena berbicara dengan serius dan polos sekali, dia tidak sadar ucapannya itu bukannya menyedihkan melainkan lucu jika Xelo dengar.
“umurku sama king hanya beda 1 tahun, aku juga tidak mau punya anak cepat, masih mau pacaran halal dengan kamu” kekeh Xelo.
Ellena menatap xelo dengan mata memerah dan masih terisak kecil, “gak akan tinggalkan ellena kan?” lirih Ellena.
“gak akan, sayang banget ya sama aku?” goda Xelo.
Ellena menganggukkan kepalanya pelan dan memeluk xelo, “sayang banget” ucapnya dalam pelukan Xelo.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...