Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
204. Black Card



Suara tawa bahagia keluarga besar bagaskara terdengar sampai seluruh Restoran bahkan sampai keluar, revi dan suaminya yang kebetulan menginap disana menatap sedih mantan mertuanya yang terlihat sangat bahagia dengan sesekali mengelus perut besar Cessa.


Revi turun bersama suaminya untuk memakan sarapan di restoran itu tanpa tau ada keluarga besar cessa di sana.


“Bukankah dia teman sekelasmu?” tanya suami Revi.


“Ya” jawab revi singkat.


“mau menyapa mereka? Aku mengenal tuan bagaskara, dia adalah salah satu rekan kerjaku” ujar suami revi dengan lembut.


“Tidak perlu, dia memang teman sekelasku tapi juga musuh utamaku, dulu aku menyukai suaminya” ucap jujur Revi.


“bagaimana sekarang?” tanya suaminya lagi.


“masih, tapi aku akan berusaha melupakan itu demi anakku” jawab revi pelan.


Sebuah sapuan halus di kepala Revi membuat wanita itu mendongak melihat tangan siapa yang mengusap kepalanya.


“Aku akan berusaha membuat hatimu berpindah padaku” ucap suami Revi dengan lembut.


Revi membalas senyuman pria itu dan kembali melanjutkan makannya.


.


“Jul, jangan mau di coblos sama abang, kalau umur kita sekarang sakitnya luar biasa jul” celetuk cessa sambil mengunyah makanan yang tadi Rafa suapkan.


“sakit?” beo Juli.


“Iya sakit banget, aku gak yakin kamu sanggup menahannya, kalau tidak percaya tanya Ellena” goda cessa sambil mengulum senyum.


“huk huk” Ellena terbatuk karena tiba-tiba harus ikutan sandiwara yang telah cessa ciptakan.


“Iya sakit” jawab Ellena singkat dia tidak terlalu pandai bersandiwara.


“Princess! Jangan coba-coba menakut-nakuti istri abang!” amuk Prince.


“Siapa yang nakuti, cessa hanya memberi tau, jadi sebaiknya tahan dulu keinginan untuk belah duren” ujar cessa sambil menahan senyumannya.


Mata Prince melotot saat melihat juli yang mulai ragu, “Princess kamu sedang dendam apa sama abang?” gigi prince mengatup karena takut dia gagal belah duren gara-gara sang adik kembar.


“benaran jul, tanya mami, iyakan mi?” cessa berkata seolah-olah dia tidak berbohong, wajah polosnya dan cara dia berbicara sangat meyakinkan sekali.


“Iya sakit” mami dona bukannya membantah malah menolong kebohongan Cessa.


Juli semakit terlihat ketakutan dan bengong akibat ucapan cessa, ellena dan mami dona, sementara yang lain sedang menahan tawa mereka.


“Baby jangan percaya, gak sesakit itu, mereka hanya bohong baby” Prince berusaha memberikan penjelasan pada juli. “kamu taukan keluargaku gila, jadi jangan percaya ucapan mereka” tambah Prince lagi.


“Wuuaahhh sakitnya luar biasa Jul, kamu pasti tidak tahan” Queen ikutan memanas manasi Juli.


“kak Queen kok ikut juga! Sayang ini gak banar, coba tanya mommy kamu, itu gak benar, jangan percaya ucapan keluargaku yang gila” ulang Prince, pria itu berusaha menyadarkan juli yang sedang dalam masa keterkejutannya.


“kita tahan saja sampai umurku 20 tahun gimana?” ucap Juli akhirnya.


“hahahhahha!” suara tawa satu keluarga itu langsung pecah begitu Juli mengeluarkan kata-kata keramat.


“Bunuh aku baby! Bunuh aja aku, udah di tunda setahun kini tambah 2 tahun lagi? Udah sah tapi harus menahan lagi” ucap Prince lemas.


Juli kini kebingungan, mendengar tawa keluarganya dan prince yang lesu.


“Sayang, setiap wanita itu berbeda beda, ada yang merasa sakit dan ada yang tidak, itu tergantung dari rileks atau tidaknya tubuh kamu? Jangan pikirkan perkataan mami tadi, mami Cuma bercanda” ujar mami dona akhirnya, dia kasihan melihat putranya yang sudah lemas tidak bertenaga.


“benaran mi?” tanya Juli berusaha memastikan.


“benaran adik ipar kamu Cuma bercanda, liat aja wajahnya sekarang”


Juli menatap cessa yang nyengir dan menunjukkan tanda v. “hampir aja aku percaya, cessa! Jangan membuat aku marah” amuk Juli.


Sementara prince masih lemas membayangkan akan menahan diri selama 2 tahun lagi.


“Beb!” panggil Juli.


Prince masih tidak bergeming, terlalu syok mungkin.


“baby!” teriak Juli.


“Hah apa?!” sontak Prince yang akhirnya sadar saat tangan Juli memegang tangannya.


“Kok bengong?”


“Segitu sedihnya tidak bisa belas duren?” goda Juli. “tanya yang berpengalaman bagaimana caranya biar aku gak sakit, baru boleh belah duren” tambah juli lagi.


Semangat Prince langsung muncul, “benaran?” serunya bersemangat, mendapatkan anggukan dari juli kepalanya langsung memutar kesana kemari.


Pandangan pertama menatap papi harry, orang gila pertama di keluarga bagaskara, memang paling veteran tapi tidak selalu memberikan nasehat baik tentang hal seperti hal yang dia inginkan, nama papi harry langsung dicoret.


Pandangan kedua tertuju pada king, yang sekarang menaik turunkan alisnya dan senyum jenaka, dari wajah sudah memastikan orang gila kedua itu juga tidak akan memberikan solusi yang baik.


Pandangan ketiga tertuju pada pria gila yang dingin, suami dari adik kembarnya, ekspresi pria itu tidak dapat ditebak, tapi umurnya sama dengan Prince, pria itu mau memalingkan muka dari rafa, tapi tertahan karena ucapan rafa.


“yakin tidak mau meminta ajaran dariku?” ujar Rafa yang tau Namanya akan dicoret dari list prince.


“Aku bisa saja jadi calon dokter loh, jadi aku bisa memberi ide yang bagus” ujar Rafa lagi.


“kau saja tidak mampu membobol cessa pertama kali” sidir Prince.


“benaran Fa?” sontak papi harry dan King bersamaan.


“Bi-bisa pi” gagu Rafa.


“Waahhh ternyata menantu papi payah dalam urusan ranjang” papi harry geleng-geleng kepala.


“Gak pi! Rafa kuat, nih buktinya sudah berbuah 3 sekaligus” tunjuk rafa pada perut cessa.


“gak percaya tanya aja cessa pi” prince senang kali ini bukan dia yang di bulli melainkan Rafa.


“benaran cess?” tanya king.


“sakit waktu pertama kak” ucap cessa pelan.


“yang! Jangan dibilang!” sontak Rafa.


“hiks hiks” cessa langsung menangis mendengar suara Rafa yang sedikit meninggi.


“maaf yang” Rafa langsung memeluk cessa sambil mengelus punggung gadis itu.


“ckckck, ternyata ada hal yang tidak di ketahui oleh Rafa” ledek king.


Semua orang mulai menertawakan Rafa, yang sekarang terlihat kewalahan karena ibu hamilnya menangis.


“Cup cup cup jangan nangis ya, aku yang salah iya aku tidak bisa membobol gawang karena terlalu tegang” ungkap rafa dan tambah membuat orang-orang mulai tertawa keras.


“benarkan pi, gak bisa bobol gawang saat pinalti pertama” ledek prince. Entah apa yang keluarga itu bicarakan hal hal bodoh dan gila, inilah kalau satu keluarga sudah kumpul, tertawa menangis, saling ledek dan memberi nasehat.


“Ledek aja terus, gak bakal gue kasih hadiah pernikahan lo” ancam Rafa.


“hadiah? Apa hadiahnya?” mata prince langsung berbinar.


Rafa mengeluarkan kartu black card nya, “uang jajan honey moon ke tempat yang kalian inginkan, isinya 1 M”


“Adik ipar tercinta!” Prince langsung tegak dan memekik girang.


“Ohhh ada uang abang sayang, taka da uang abang ku tendang” sindir Xelo.


“Abang! Apaan sih, itu adik ipar tersayang, jangan di ganggu” ucap prince.


“Taka da, batal!” rafa memasukkan Kembali black card di tangannya.


“Fa! Rafa yang paling hebat diranjang, tuh buktinya udah akan lahir 3 orang” puji Prince.


“Fa, untuk papi aja, papi mau honemoon kedua dengan mami” ucap papi harry.


“Gak fa buat abang, selama ini abang gak pernah kan ganggu kamu dan cessa” king malah ikutan kompetisi.


“Hadiah honey moon kami belum fa” Xelo juga ikutan.


“Hmmmm” rafa menyerahkan card itu di tangan cessa, “kamu yang putuskan yang” ucap Rafa.


Kini semua mata tertuju pada cessa yang sedang memegang card itu.


...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...


Bonus pict