
Sidang berakhir dengan kemenangan ditangan fajri dan kekalahan pada pihak maura, selain mendapatkan denda, maura juga mendapatkan banyak tuntutan karena terus memberikan pernyataan palsu dan bukti palsu pada sidang, bukan hanya maura tapi pengacara yang dia bawa juga mendapakan sanksi.
“Syukurlah kak Queen menang” gumam cessa, saat ini dia sedang dalam perjalanan menuju basecamp bersama Rafa. “yang, kok kamu bisa kenal sama dokter itu?” tanya cessa.
“Hmm?” rafa yang sedang menyetir masih belum fokus dengan pertanyaan Cessa.
“Kok bisa kenal sama dokter Aswin? Dari mana ceritanya kok dokter itu ingin mengangkatmu menjadi anaknya?” tanya cessa lagi.
“hanya iseng waktu itu tidak sengaja mendapatkan alamat email dokter itu, dan aku mengirim proposal kerja sama untuk menciptakan alat-alat medis, dan setelah itu dokter aswin mulai menyukaiku” jawab rafa.
Cessa tersenyum senang dan bergelayut manja pada lengan Rafa yang tidak memegang setir mobil.
“untung aja suami aku gak menerima ajakan menjadi anak angkat dokter itu, kalau gak, cessa gak bakal ketemu sama kamu” ujar cessa dengan tawa kecil.
“Kita sudah dijodohkan untuk bersama sayang, walau kita tidak bertemu di ruangan itu mungkin kita akan dipertemukan dengan cara lain” ujar rafa sambil tertawa pelan mengingat pertemuan nya dengan cessa yang jika di ulang lagi terlihat lucu.
“iya juga, kenapa kita harus ketemu di tempat itu, tu kepala sekolah cupid cinta atau om om kunap sih?” kekeh cessa.
“aku bersyukur sih yang, kepala sekolah telah menyetel video itu dan kamu masuk ke dalamnya, harusnya aku melanjutkan aksi kita waktu itu ya?” goda Rafa.
“aksi apaan?” cessa mengingat ingat pertemuannya dengan Rafa dan teringat saat tangan rafa menyentuh dada nya. “ihhhh mesumm!” cessa memukul lengan Rafa dengan keras.
Rafa yang dipukul hanya tertawa pelan, tapi tawa itu berubah menjadi wajah serius.
“yang pasang sabuk pengaman dengan kuat” ucap Rafa.
“kenapa?” tanya cessa mulai panik.
“Aku tidak tau sejak kapan mobil hitam itu mengikuti kita, tapi saat kita menjauh dari mobil abang king dan yang lain, mobil hitam itu terus mengikuti kita” ujar Rafa.
“yang gimana kalau mereka penjahat? Apa aku telepon papi aja?” tanya cessa.
“jangan papi, tapi bang Xelo, dia satu mobil bersama fajri dan bang xelo juga dapat membantu kita” rafa menekan rem mobil yang dia kendarai ternyata benar dugaannya, remnya telah disabotase, untung saja sejak tadi rafa tidak laju membawa mobil, dia bahkan tertinggal oleh king dan yang lain saat berjalan menuju basecamp.
“halo cess, kenapa?” suara Xelo terdengar dalam mobil itu karena cessa sengaja meng loudspeaker ponselnya.
“Bang! Mobil aku di sabotase! Dan saat ini ada yang mengikutiku” ujar rafa cepat. Untung saja saat ini jalanan sedang lenggang tidak ada kemacetan.
“kalian dimana?” tanya xelo cepat.
“dijalan yang sama dengan menuju basecamp, kami tadi tidak membawa mobil dengan laju, tapi aku tidak bisa menghentikan mobil ini lagi”
“fa, arahkan mobilmu ke daerah XXX, apa kau dan cessa bisa meloncat dari mobil? Disana ada tumpukan pasir untuk tikungan curam, hantamkan saja mobil kalian disana, aku akan menuju kesana secepatnya”
Rafa melirik cessa, “yang bisa kamu siap siap meloncat seperti yang aku minta?” tanya Rafa.
Cessa mengangguk pelan.
“kamu akan sedikit lecet tapi kendaraan kita tidak terlalu laju jadi tidak akan parah” ujar Rafa cemas.
“gak apa, aku siap”
‘BRAK’ bunyi hantaman mobil rafa terdengar sangat keras, disana polisi langsung mendekati Cessa dan Rafa yang meloncat dari dalam mobil.
“Apa kalian tidak apa?” tanya polisi yang kebetulan bertugas menjaga di sana.
Rafa melihat mobil yang mengikutinya sudah berlalu pergi meninggalkan dia, mungkin karena ada polisi saat ini, otak rafa dengan cepat menghapal nomor plat mobil yang tertera. Rafa segera berdiri dan menghampiri cessa.
“kalian tidak apa?” tanya warga yang menyaksikan aksi cessa dan rafa yang melompat dari mobil.
“Aku tidak apa pak” jawab Rafa dia mendekati cessa, “yang gak apa kan?” tanyanya khawatir pada cessa yang masih duduk dipasir.
“terkilir” cessa menunjuk kakinya dan tangannya yang terasa sakit.
“kenapa kalian lompat?” Tanya polisi lagi.
“Ada yang menyabotase mobil saya pak, silahkan periksa rem mobilnya pasti dipotong, jika kami tidak melompat disini mungkin akan menabrak tempat lain dan akan memakan korban jiwa” jelas Rafa.
“Rafa! Cessa!” pekik Xelo yang sudah sampai.
“Pak saya adalah seorang pengacara, saya ingin mengajukan penyelidikan untuk sabotase yang terjadi pada mobil saudara saya” ujar fajri pada polisi itu.
“baik pak, saya akan menjadi saksi dan beberapa warga disini juga akan menjadi saksi, kami juga akan memeriksa kendaraan korban” ujar polisi itu.
“bang minta jaket” pinta Rafa.
Xelo langsung menuju mobilnya untuk mengambil jaket yang ada didalam mobil, setelah itu Rafa langsung menutupi kaki jenjang istrinya.
“aku akan kerumah sakit, tolong carikan taksi, abang urus disini” ujar rafa yang sudah menggendong cessa dalam gendongannya.
“ya, kalian obati diri kalian dulu, nanti aku akan menghubungi king dan papi harri untuk menyusul kalian” jawab Xelo.
...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...
Di sebuah Club yang baru buka,
“AKhhhhhkk ! sial! Kenapa selalu gagal!” pekik gavin. Dia baru mendapatkan kabar dari anak buahnya bahwa misi mereka telah gagal.
“Sabar Gavin! Aku yakin kau akan bisa menghabisi nyawa adikmu nanti, dan mereka tidak akan ketahuan, itu adalah plat palsu yang mereka gunakan, jadi mereka tidak akan bisa mencar tau tentang siapa yang ingin mencelakai mereka” ujar sahabat Gavin yang Bernama Egi.
“hais!” gavin bersungut kesal, sekarang dia duduk sambil menambahkan wine ke dalam gelas miliknya. “aku bersumpah akan menghancurkan anak itu dan akan merebut istrinya!” ujar gavin penuh tekad.
“hahaha tenang lah, kau sudah menjadi kaya sekarang melebihi gaji adikmu, dalam sebulan ini kau akan dapat ber milyar-milyar” ujar egi sambil tertawa.
Gavin telah bekerja sama dengan Excellino Egi Yogatama, seorang bos mafia, untuk membuka sebuah club malam.
Gavin memanfaatkan uangnya untuk membuat club dimana disana terjadi transaksi jual beli narkoba dan gavin juga meng obral beberapa wanita malam. Tentu saja dia dibantu dengan Egi, karena pria mafia itu memliki banyak dekingan polisi yang siap membantu jika ada pengerbekan pada club milik Gavin.
Penghasilan pria itu memang lumayan, karena baru beberapa minggu dia sudah menghasilkan beberapa ratus juta. Lebih banyak dari uang yang dia hasilkan dari bekerja dengan papa Ali.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...