
Rafa memeluk cessa begitu dirinya dan cessa sampai di dalam kamar, "kita pulang aja?" tanya cessa, dia tau Rafa sebenarnya tidak mau berlama-lama di situ, padahal baru sehari mereka menginap, tapi suaminya sudah kena sindir berkali-kali, cessa gak sanggup membayangkan bagaimana dulunya Rafa tinggal di rumah itu tanpa dirinya.
Rafa mengangguk pelan dalam pelukan cessa.
"suami cessa manja banget ya" kekeh Cessa sambil mengelus kepala Rafa.
"Aku akan memberikan uang kompensasi nya" ucap Rafa tiba-tiba.
"maksudnya?" tanya cessa bingung.
"kamu tidak marahkan jika aku membayar uang kompensasi lahir di keluarga ini?" tanya Rafa.
"tidak, tapi setelah kamu memberikan uang itu, kita tidak ada hubungan sedikitpun dengan keluarga ini, apa kamu bersedia?" cessa tidak ingin Rafa menyesal di kemudian hari, makanya dia mengatakan itu.
"tidak apa, sejak kecil aku bahkan tidak pernah ingat kapan kami makan bersama, kecuali beberapa kali ini setelah kita menikah, mereka bukan keluarga yang hangat seperti keluarga mu, aku tidak sanggup hidup disini lebih lama lagi" keluh Rafa.
"Kalau gitu kita masak makan siang untuk yang terakhir ya, ini ulang tahun mama, cessa ingin membuat kan mama kamu masakan spesial" ucap cessa.
Rafa mengangguk pelan. "terima kasih sayang, udah mau peduli dengan mama" ucap Rafa.
"dia adalah surgamu, walau bagaimana pun kamu mengingkari nya dia tetap surgamu, jadi jangan pernah membenci mama" cessa mengelus pipi suami nya dengan lembut, "bagi wanita surganya adalah suaminya, jadi jangan pernah kamu salahkan dia jika dia mengikuti suaminya" lanjut cessa lagi.
Rafa mengangguk dan kembali memeluk istrinya itu.
...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...
King menatap Queen yang tertidur dengan nyenyak, ini adalah hari kedua dirinya bulan madu di bali, kenapa di bali? tentu saja karena Queen tidak mau terlalu jauh dari kedua putranya, dia ingin jika terjadi sesuatu tidak perlu perjalanan jauh hanya beberapa jam bisa sampai ke tempat putra-putranya.
king mulai mendekati queen dan menciumnya. saat itu perlahan mata queen terbuka.
"Maaf apa aku membangunkan mu sayang?" tanya king sambil kembali memberikan kecupan pada bibir Queen.
"hmmm, mau kemana?" tanya queen dengan suara seraknya. Karena pasalnya saat ini King sudah rapi.
"mau membelikan sarapan untuk istri cantikku" jawab king.
"ikut~" rengek Queen yang kini sudah duduk di kasur.
King terkekeh, "baiklah sana siap-siap aku akan menunggu mu, kita sarapan seperti keinginanmu" ucap king.
.
tidak perlu waktu lama, Queen sudah siap dan kedua orang itu pergi membeli makanan yang sudah diidam-idamkan oleh queen.
"tunggu disini sebentar ya" ucap king, dia hendak memesan makanan untuk dirinya dan Queen di pinggir jalan, queen bilang dia sangat ingin makan di jajanan pinggir jalan bersama suaminya kelak, dan sekarang king telah mengabulkan keinginan nya itu.
Queen mengangguk dan tersenyum melihat punggung King yang mulai menjauhinya.
"Queen?!" sapaan seseorang membuat mata queen kini beralih melihat siapa yang memanggilnya.
"Hai Queen, kejutan banget ya bertemu disini" ucap wanita yang menyapa Queen tadi.
"kak Maura" tidak sadar Queen menggumamkan nama wanita yang mengenalnya itu.
"ya ini aku, kau ternyata pindah kesini? menjual rumahmu untuk merantau ternyata hahaha" wanita bernama maura itu menatap sinis Queen.
"Siapa sayang?" tanya pria di samping Maura, pria itu merangkul Maura dan mencium tengkuk Maura tanpa malu di depan umum.
"adik tiriku" jawab Maura.
"Apa akan laku?" tanya Maura lagi pada pria itu dengan berbisik.
"cantik gitu pasti laku, malah kita akan dapat banyak" bisik pria itu lagi.
Maura tersenyum penuh arti begitu mendengar ucapan pria itu.
Queen sejak tadi diam dengan meremas tangannya, keringat dingin mulai keluar dari pelipisnya. Gadis itu mulai ketakutan.
“Queen, kau kerja apa? Mau ikut aku gak, kerja yang pasti akan menguntungkan buatmu” bujuk maura, dia memperhatikan Queen dari atas sampai bawah, saat ini Queen hanya mengenakan Dress selutut yang terlihat biasa saja, dan dia duduk di pinggir jalan, maura yakin pekerjaan wanita itu tidak lebih baik dari pekerjaannya yang menghasilkan uang banyak dengan melayani para pria hidung belang.
“Maaf aku menolak” jawab Queen berusaha mengontrol nada suaranya agar terdengar normal.
“Aisssshh sudahlah!” kesal maura, setelah dipikirkan lagi, jika Queen ikut dalam pekerjaannya Queen yang akan laku dijual sementara dirinya tidak laku lagi.
“ya sudah kalau tidak mau, Maura kalau dia adik tirimu pasti dia tau nomor mami mu kan?” tanya pria itu lagi.
Tiba-tiba saja mata maura membelalak senang, “Queen kau pasti tau nomor telepon mami kan?” seru wanita itu bersemangat.
“mami? Kenapa dengannya?” tanya Queen, keringat dingin semakin banyak keluar membasahi telapak tangannya.
“Aku kembali kerumah kita, tapi rumah itu sudah kamu jual, aku menelpon mami ternyata ponselnya sudah tidak aktif, aku mau mengambil anak-anakku lagi pada mami” ucap maura dia terlihat kesal memikirkan maminya yang menghilang bersama anak-anaknya.
“Ke-kenapa kau mau mengambil anak-anak mu? Bukankah kau sendiri yang bilang menyuruh mami untuk mengurus mereka?” tanya Queen sedikit tergagap.
“tentu saja aku jual, daddy kandung mereka membutuhkan kedua anak itu untuk jadi penerus, setelah mengusirku mereka akhirnya memohon padaku untuk memberikan anak-anakku pada mereka setelah anaknya kecelakaan dan tidak dapat memberikan anak lagi, lumayan aku bisa dapan 2 milyar dari satu anak laki-laki dan aku punya 2 jadi aku akan dapat 4 milyar, jadi kau tau nomor mami, tenang saja aku akan memberikanmu tips karena berhasil menemukan putra-putraku” Maura membeberkan semua fakta yang sangat tidak ingin Queen ketahui.
Queen semakin cemas membayangkan kedua putranya akan direbut darinya.
“Ba-bagaimana jika anak-anak itu tidak mau?” tanya Queen.
“Aku adalah mami mereka jadi aku berhak untuk mengambil mereka, lagian mereka akan hidup mewah dengan keluarga papi nya, dan juga aku tau mami pasti akan senang jika aku menawarkan dia uang, dia pasti dengan mudah memberikan anak-anak itu padaku” ucap Maura dengan yakin.
“A-aku tidak tau” jawab Queen sambil menunduk dan meremas tangannya.
“Kau tidak tau kemana mami pindah?” tanya Maura lagi.
Queen menjawab hanya dengan menggelengkan kepala.
“Sayang” panggilan King telah menyadarkan Queen, gadis itu langsung merangkul King berusaha menyembunyikan wajah ketakutannya pada dada bidang milik King. “kamu kenapa?” tanya king cemas.
“kak king?” seru maura sedikit terkejut.
“maura?!”
“Kakak mengenal Queen?” tanya maura kebingungan.
“Queen adalah istriku, ada masalah dengan itu?” tanya King, pria itu tau istrinya saat ini sedang tidak baik-baik saja.
Mendengar itu maura semakin kesal, dulu dia berusaha mendapatkan king hingga harus mendekati sahabat king agar bisa mendekati king, tapi yang ada dia malah hamil dengan pria itu dan harus menjauhi king karena konflik yang terjadi.
“kenapa kakak memilih wanita jahat sepertinya? Dia mengusir ibu ku dan kedua anakku dari rumahnya, dan menjual rumah itu, sekarang aku tidak tau dimana lagi aku harus mencari ibu dan anak-anakku” ucap maura sedikit terisak, berusaha membuat king iba padanya.
“Anak-anak?” king menatap Queen sekilas lalu mengangguk pelan saat melihat mata istrinya yang mulai berair. “itu terserah ku bukan? Aku menginginkan istriku yang seperti ini, ayo sayang, tadi aku ingin tanya kamu mau makan apa sepertinya aku sudah tidak nafsu makan disini lagi, aku permisi maura” ucap ketus King.
...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...
Terima kasih buat doanya semuanya, tapi author akan usahakan buat up semoga semuanya suka