
Rafa semakin memperdalam ciumannya, tangan pria itu mulai nakal bermain didalam baju tidur cessa. Pria itu melepaskan ciumannya hanya untuk membuka kancing baju cessa, sedangkan gadis itu hanya diam tidak tau harus melakukan apa lagi.
Pakaian cessa sudah terbuka semua hanya menyisakan pakaian bawahnya yang masih menggunakan celana. Rafa juga sudah membuka bagian atasnya.
Cessa dengan cepat menutup kedua dadanya menggunakan tangan.
“kenapa ditutupi?” Tanya Rafa.
“Ma-malu” ucap cessa pelan sambil menundukkan kepala dan tidak sengaja matanya menatap bagian bawah Rafa yang sudah berdiri tegak.
“Belum kelihatan saja sudah besar, apakah saat kelihatan akan sebesar apa?” Batin Cessa berkomentar.
“jangan ditutupi sayang, aku ingin melihat semua yang ada pada dirimu” ucap Rafa dengan lembut, Pria itu Kembali menciumi bibir cessa, hingga tanpa sadar cessa melepaskan tangannya dari dada karena tangan Wanita itu mulai merangkul leher Rafa.
Rafa menghentikan ciumannya dan turun menciumi leher cessa, lalu pria iu berhenti saat menatap dada cessa.
“ke-kenapa memandang seperti itu?” tanya cessa.
“Karena cantik, dadamu sangat indah sayangku” ujar Rafa.
Sungguh perkataan yang sangat menggelikan, namun entah kenapa ucapan Rafa membuat cessa sedikit tenang, dan Bahagia.
“berhentilah memandanginya aku sangat malu…”
“baiklah aku akan berhenti memandanginya” ujar Rafa dan mulai membenamkan kepalanya pada dada Cessa.
“Ma-mau apa!” teriak cessa cepat sambil mendorong kepala Rafa untuk menjauhi dadanya.
Rafa memandang lirih cessa, “sayang bisakah tidak bertanya apapun dulu, aku ingin melakukan pemanasan, sebelum melakukan inti kegiatan kita” ucap Rafa sendu.
“Ta-tapi__”
“Tenang sayangku, rileks” Rafa Kembali mencumbu bibir cessa sambil berusaha melepaskan kain penutup terakhir pada tubuh cessa.
Sekarang kedua nya tidak mengenakan apapun hanya selimut yang menutupi mereka dari udara dingin yang menerpa tubuh.
Saat Rafa Kembali ingin menuju dada cessa, mulut cessa Kembali menghentikan kegiatan Rafa, “Fa, tunggu sebentar” ucap cessa pelan.
Rafa menatap cessa yang menarik nafas panjang, “Ba-baik lakukan” ucap cessa terbata sambil menunduk.
“Tidak ada pertanyaan lagi?” tanya Rafa.
“ada” jawab cessa cepat sambil menatap mata suaminya.
“apa?” ucap Rafa.
“I-itu muat masuknya?” tadi saat cessa menunduk tidak sengaja dia melihat junior Rafa yang besar, dan cessa tidak bisa membayangkan bagaimana cara benda itu masuk ke dalam tubuhnya.
Ingin rasanya Rafa menangis pilu, tapi apalah daya istrinya itu masih berumur 17 tahun, tentu masih banyak yang menjadi pertanyaannya.
“Bisakah tidak bertanya sayang, bagian sensitifmu ini elastis, jadi juniorku bisa masuk sayang” jawab Rafa dengan lesu.
Cessa hendak membantah tapi tidak jadi karena melihat raut wajah sedih Rafa.
Rafa melihat mata cessa bergetar, sedikit ketakutan, pria itu Kembali mengucapkan mantra pada cessa, “aku mencintaimu cessa” ucapnya sambil mencium kening, turun ke telinga cessa, memberikan beberapa bekas kepemilikan di leher dan mulaiturun ke dada cessa.
“ahhh” suara ******* cessa mulai keluar, tapi gadis itu masih terlihat tegang ketika rafa hendak memasukkan benda keramatnya kedalam lubang penghisap milik cessa.
“Lemaskan tubuh kamu sayangku” bisik Rafa pada cessa sambil menempelkan bibirnya pada telinga cessa. Namun tubuh cessa masih kaku dan tegang tubuhnya masih belum mau lemas seperti permintaan Rafa.
“Bi-bisakah kita melakukannya lain kali saja?” ujar cessa kali ini.
Rafa menjawab sambil melenguh, “lebih baik kau bunuh saja aku sayang” begitulah jawab Rafa mengabaikan permintaan cessa karena pria itu sudah mulai kehilangan kendali atas hasratnya yang selama ini selalu ditahan.
Pistol Rafa sudah berada di depan gua penghisab cessa, baru mengenai bibir gua cessa langsung berteriak.
“Tu-tunggu fa! Sakit!! Hiks hiks!” teriak cessa menangis keras sambil mendorong tubuh Rafa.
Pria itu Kembali memulai aksinya, tapi Kembali terhenti saat cessa Kembali berteriak, “Sakit!! Gak mau Fa, ini sakitnya setengah mati, hiks hiks”.
“Sesakit itukah?” tanya Rafa pelan.
“iya sakit hiks hiks, bohong orang bilang tidak sakit lalu mengatakan seperti pergi kesurga! rasanya seperti di sodok batu besar” isak cessa.
Rafa menghela nafasnya, Lalu mencium kening cessa, “maaf ya” ucap pria itu pelan.
“Lain kali aku akan memikirkan ulang untuk mempunyai suami yang punya itu nya besar” isak cessa tanpa sadar.
Rafa ingin rasanya tertawa tapi tidak bisa, pria itu hanya bisa menahan tawanya.
“mau di coba lagi?” tanya Rafa.
Cessa menggeleng, “bulan depan aja ya, masih belum siap” lirih cessa.
Rafa akhirnya menghela nafas panjang, “Ya sudah, pakai baju mu” ucap rafa, pria itu mulai tegak dan hendak meninggalkan cessa menuju kamar mandi.
“Mau kemana?” tanya cessa sambil menahan pergelangan tangan Rafa.
“menidurkan ini” Rafa terang-terangan menunjuk juniornya yang masih berdiri tegak.
“Aku akan bantu” ucap cessa.
“dengan apa? Kamu tidak mau dimasuki” balas Rafa.
Cessa mengangkat tangannya, “Pakai tangan dan ini” cessa menunjuk dadanya sendiri.
Rafa hanya bisa mengangguk pasrah, dia membawa cessa ke dalam kamar mandi, dan mendapatkan pelepasan dengan bantuan istrinya ya walaupun belum pelepasan dengan gua penghisap tapi lumayan, cessa tidak malu menggunakan dadanya menghimpit benda keramat Rafa.
...🌜😅😅😅😅🌛...
Rafa melihat jam yang bertengger di kamarnya, waktu menunjukkan pukul 3 pagi, dan dia masih belum bisa tertidur, setelah mendapatkan pelepasan dibantu dengan cessa, keduanya Kembali ke tempat tidur untuk tidur, tapi Rafa tidak bisa tertidur, pikirannya sangat tidak tenang saat ini.
Perlahan pria itu tegak dan berjalan menuju sofa sambil mengambil laptopnya. Dia mulai men searching, beberapa kata kunci.
‘bagaimana cara melakukan **** agar tidak sakit’
‘alat k*l*min wanita’
‘Lubang kecil’
‘perawan’
Itu hanya beberapa pencarian yang dia cari.
“apa aku harus tanya papa bagaimana cara pertama kali dia merebut keperawanan mama” gumam rafa berbicara pada dirinya sendiri, pria itu langsung mengelengkan kepalanya cepat. “bisa bahaya jika papa tau aku tidak pandai dalam memerawani anak gadis orang” ucapnya lagi.
Rafa Kembali termenung, dia belajar sendiri dari beberapa artikel yang dia baca, “apa aku lihat saja film tentang cara berhubungan badan?” gumam rafa lagi.
“Tidak – tidak, aku gak boleh melihat tubuh Wanita lain, hanya boleh melihat tubuh istriku” sejak tadi rafa bertanya sendiri dan menjawab sendiri pertanyaannya.
Pria itu Kembali fokus dengan bacaanya.
“menggunakan pelumas?” bibir rafa secara spontan mengucapkan kata-kata yang baru dia baca. Lalu dia mulai mencari pelumas seperti apa saja yang ada, cukup lama pria itu belajar sendiri dari internet, dia tidak berani bertanya pada orang karena akan sangat malu dirinya jika ketahuan gagal di malam pertamanya.
...🌜🙈🙈🙈🙈🌛...
Untuk yang sudah berharap rafa lepas perjaka maaf ya, author masih belum bolehkan mereka untuk menikmati indahnya malam pertama, tunggu beberapa saat lagi ya, saat cessa sudah mulai mengerti dan sedikit dewasa.
Jangan pada marah loh, visss damai itu indah, akan ada saatnya Rafa lepas perjaka dan cessa lepas keperawanan. Hadian dan likenya belum banyak jadi author masih belum semangat 45 untuk buat adegan hot mereka berdua hehehhe.
Terima kasih Sudah mau membaca novel author