Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
105. Dendam Baru



Revi berjalan mendekati rafa, membuat teman-teman disekitar Rafa menatap heran pada gadis itu, dalam pikiran mereka, revi terlalu keras kepala karena masih tidak mau menyerah untuk mendapatkan Rafa.


“Fa” panggil revi.


Dengan malas rafa mengangkat wajahnya menatap Revi dengan wajah datar, “apa lagi?” nada suara rafa hanya terdengar datar.


“Itu, aku dengar perusahaan papa mu hampir bangkrut? Apa benar?” Revi mulai melancarkan aksinya.


“gak tau” jawab rafa singkat, memang benar yang dikatakan Juli dan Devi, rafa itu hanya berbicara tidak lebih dari tiga kata dengan orang lain.


Dijawab seperti itu otak revi jadi blank, tadinya dia ingin melanjutkan pertanyaan, jika rafa bilang iya, tapi jika tidak revi tidak punya solusi lagi. Revi masih diam sambil menggigit jarinya, dia ingin mencari cara agar Rafa tidak hanya menjawab singkat.


“A-anu kalau memang benar daddy aku mau berinvestasi pada perusahaan keluargamu” ujar revi dengan sedikit ragu.


“cari gavin sana!” usir rafa.


“Aku gak mau berurusan sama gavin, aku akan memohon pada daddy untuk berinvestasi tapi harus kamu perantaranya” ujar revi, dia sudah tidak tau lagi gimana caranya berbicara, otaknya sudah buntu, dan revi hanya bisa bicara asal.


Rafa menatap sinis Revi, tapi tangan halus istrinya mengelus lengan itu, membuat emosi Rafa kembali redup. “pertama, aku sudah hilang dari hak waris jadi itu bukan perusahaanku, kedua, kau adalah istri Gavin, aku tidak mau mencampuri urusan gavin, jadi urus saja sana dengan suamimu” rafa memelankan sedikit suaranya ketika mengatakan istri dan suami, kasihan jika status pernikahan revi ketahuan.


Revi menunduk sedih, “baiklah, tapi bisakah aku bertanya satu hal lagi?” tanya revi.


“hmm” jawab rafa malas.


“apakah kamu tau tentang A.R Corporation? Perusahaan yang selalu membantu perusahan keluargamu, tidak mungkin kamu tidak tau kan? Keluarga kalian sering dibantu perusahan itu untuk bangkit kembali” ujar Revi dengan lancarnya, dia berpikir rafa sebagai anak dari keluarga itu pasti mengetahui siapa yang sering membantu keluarganya.


Rafa sedikit mengernyitkan keningnya baru kembali menormalkan wajah datarnya lagi. “gak mau tau” jawab rafa singkat dan jelas.


“Loh, kok lo gak mau tau?! Anak seperti apa yang gak tau masalah yang di tangani orang tuanya?” pekik revi tidak percaya.


Prince tertawa kecil, membuat revi semakin mengamuk.


“kenapa lo ketawa? Benar dong yang gue bilang, rafa anak yang gak berbakti, dia bahkan tidak tau masalah keluarganyakeluarganya, apa seperti itu bisa di bilang anak baik?" Revi mulai emosi karena prince menertawakan nya.


Prince tersenyum meremehkan kearah Revi, “aku tertawa karena wajahmu sangat tampak maksudnya Revi, semua yang ada disini tau kau ingin tau siapa pemilik A.R Corporation, dan entah apa yang akan kau lakukan, tapi yang pasti maksud mu sudah terbaca” kekeh prince.


“Ti-tidak, a-aku cuma khawatir sama mertuaku saja” elak revi.


“ohh khawatir” Dafa ikutan nimbrung sambil menganggukkan kepalanya. “kalau khawatir kenapa harus rafa yang bisa menjadi perantaranya? Gak gavin aja?” Dafa mendekatkan wajahnya pada Revi dan dengan suara kecil tapi masih mampu didengar Rafa dan teman-temannya yang sedang berkumpul diluar teman kelas ya, hanya ada Cessa, Juli, Devi, dafa, prince dan Rafa. “Suami kamu kan Gavin” bisik Dafa.


“Aku takut padanya, dia menyeramkan makanya aku minta Rafa yang menjadi perantara” elak Revi lagi.


“revi… revi” prince geleng-geleng kepala, “sudah jelas kamu tau Rafa itu sudah keluar dari hak waris keluarganya, dia melepaskan semua hak waris yang dia miliki pada Gavin, kenapa dia harus tau masalah yang terjadi pada perusahaan Gavin? Mau perusahaan itu bangkrut atau tidak itu bukan urusan rafa karena dia tidak rugi apapun..” prince menjeda ucapannya dan sedikit menyunggingkan senyum meremehkan pada Revi, “sebagai anak Rafa harus tau masalah yang dihadapi orang tuanya?” sambung prince.


Prince kembali tertawa pelan, “papa rafa saja tidak ada meminta bantuan pada Rafa, kenapa dia harus ikut membantu, jika rafa ikut campur maka gavin akan semakin marah besar karena perusahaan itu 100 persen milik gavin, pria itu tidka suka rafa ikut campur urusannya, jadi kenapa kamu yang sibuk rafa tau atau tidak, papa dia saja tidak meminta bantuan sedikitpun, jelas sekali kamu ingin tau tentang A.R corporation, kenapa? Ingin kerja sama dengan perusahaan itu juga?” sindir Prince.


“tidak, A-aku hanya cemas dengan papa mertua yang bangkrut, jadi aku ingin membantunya, hanya itu” Revi kembali menolak padahal berkali-kali prince dan dafa menjatuhkannya.


“Aku kasih tips buat kamu, jika ingin mengetahui tentang A.R corporation itu tanya sama Gavin, kamu hanya tinggal mengangkang lebar-lebar dan buat suami kamu puas diranjang hingga tanpa sadar gavin mengatakan semua informasi tentang A.R corporation, bukan dengan Rafa, kau mengangkang lebar-lebar pun didepan rafa tidak akan mempan, dia sudah punya istri yang lebih cantik dan segalanya darimu, kenapa dia mau membuang berlian hanya untuk bongkahan batu biasa sepertimu?” sindir Prince lagi, untung saja pria itu berkata dengan nada pelan, jadi ucapannya tidka terdengar dengan teman-temannya.


Mendapat sindiran yang sangat menusuk hati, Revi segera pergi dari sana dengan mengepalkan tangan kesal, semakin lama dia di sana, dia akan selalu di bully oleh mereka semua, mereka adalah satu komplotan tidak tau saja Revi, si pemilik asli A.R Corporation adalah orang yang dia tanyai, ngapain pemiliknya membongkar rahasia itu, hanya untuk bongkahan batu tak berharga.


“wooii Revi! Malu ya!” pekik Dafa mengejek.


Devi mendekat kearah Juli, dan membisikkan sesuatu pada juli, “Jul, lo ngerti maksud dari mengangkang?”


Juli tertawa sambil menutup mulutnya, gadis itu menepuk bahu devi dengan pelan, “jangan membahas itu dev, kamu masih kecil” ucap juli pelan sambil sedikit menggeleng.


...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...


Rafa masuk kamar mandi bersama teman laki-lakinya, jam olahraga telah selesai dan banyak diantara mereka yang mengganti baju didalam kamar mandi tidak didalam bilik seperti rafa, dia hanya mengganti celananya saja didalam bilik lalu kalau masalah baju pria itu menggantinya diluar bilik.


Saat Rafa membuka bajunya, prince langsung menyuruh pria itu untuk segera memakai kaos dan kemejanya dengan cepat, untung saja prince sudah bersiap-siap jadi begitu Rafa selesai mengganti baju, pria itu langsung menarik Rafa keluar bersama dafa.


Pria yang tadi rafa tinju menatap rafa dengan kesal.


“Sony, lo gak apa kan? Masih sakit pukulan Rafa tadi?” tanya salah satu teman Sony.


Sony tidak menjawab dia hanya menatap marah kearah rafa menghilang. “Kalian liat tadi?” tanya sony pada teman-temannya.


“liat apa?”tanya balik teman-teman Sony.


“badan Rafa penuh dengan kissmark dan cakaran” ucap dingin Soni.


“Kismark?!” Ucap temannya itu terkejut.


“Aku ada lihat bekas seperti bentol-bentol sih, tapia pa benar itu kissmark?” tanya salah teman sony yang lainnya lagi.


“itu karena lo masih suci, gue udah pernah punya pengalaman seperti itu dengan cewek gue dulu, dan itu memang bekas kissmark, liat aja gue bakal buat si rafa malu hingga dia tidak berani muncul didepan public, gue akan bongkar gaya pacarana Rafa yang melebihi suami istri” tekad sony bulat, sepertinya pria itu tidak terima dengan rafa yang memukulnya.


“Gue gak yakin deh, rafa seperti itu, dia itu pria baik-baik, gak mungkin pacarannya seperti lo” bantah salah satu teman sony.


“liat aja gue bakal cari bukti itu dan saat terbukti gue akan permalukan dia!” ucap sony kesal.


...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...