Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
64. Waktu Berdua



Rafa tegak dari kasurnya.


“mau kemana?” tanya Cessa disisa kekuatannya yang masih ada.


“Bentar sayang” ucap Rafa sambil memberikan ciuman pada pipi istrinya itu, Rafa melangkah menuju kamar mandi, tidak lama pria itu keluar dari sana dengan membawa ember kecil beserta kain yang sudah dibasahi dengan air hangat.


Rafa duduk didekat cessa dan menyibakkan selimut yang menutupi cessa.


“ma-mau apa fa?” tanya cessa panik.


“Udah gak apa sayang, aku udah lihat semua gak usah malu gitu” ucap rafa, dia memeras kain yang tadi dia bawa pada ember kecil yang dia bawa lalu membersihkan badan istrinya menggunakan handuk itu terutama di bagian serabi lempit milik istrinya.


Rafa tersenyum ketika melihat bercak darah yang ada di sekitar sana, mungkin karena cessa masih belum rileks sepenuhnya darah yang keluar sedikit lebih banyak. Begitu yang dipelajari Rafa dari internet.


“fa, kok bagian situ aja yang di basuh” ucap cessa.


Rafa terkekeh, “hehehe maaf ya” ucap pria itu lalu dia Kembali memasukkan handuknya ke ember dan menmerasnya lalu mulai mengelap tangan, perut hingga dada cessa.


“Susah punya suami mesum, belum ada setahun udah minta jatah” kekeh Cessa.


Rafa mendekatkan wajahnya pada wajah cessa dan memberikan kecupan disana, “kamu duluan yang mulai sayang, jadi jangan salahkan suami kamu yang mesum ini beraksi” ujar rafa, pria itu Kembali ******* bibir cessa.


“Fa” lirih cessa, dia sudah tidak kuat lagi untuk melakukan hal yang seperti tadi tenaga gadis itu benar-benar habis, akibat ulah suaminya yang berkali-kali membuat dirinya mendapatkan pelepasan.


Untung saja Rafa tidak melepaskan semua benih benihnya dalam serambi lempit milik cessa, pria itu masih tau bagaimana cara mengontrol pelepasannya, walau tidak menggunakan pengaman. Dia takut jika menggunakan pengaman cessa akan merasa kesakitan.


“Baby, nanti kasih tau y ajika kamu sudah datang bulan” ujar rafa.


“kenapa?” tanya cessa kebingungan.


“Takutnya ada benihku yang jadi didalam sini” rafa mengelus perut istrinya yang datar.


“kalau ada yang jadi gimana?” rengek cessa.


‘cup’ Rafa memberikan ciuman dibibir cessa agar gadis itu tidak menangis, “kita berdua homeschooling bersama” jawab Rafa dengan pasti.


...🦊🦊🦊🦊🦊...


Sementara itu di Vila, gavin berjalan menuju kamar milik Revi, dia menggedor kamar gadis itu dengan keras.


“Apaan sih!” gerutu Revi begitu dia membuka kamarnya.


Tanpa menjawab Gavin langsung masuk kedalam kamar Revi.


“Ma-mau apa lo!” pekik Revi ketakutan dengan keberadaan Gavin yang ada di dalam kamarnya.


“lo adalah istri gue jadi jika gue minta hak gue lo harus mau!” ujar Gavin dengan suara yang mengerikan.


Mata Refi langsung membuat sempurna dia mengerti apa yang diminta oleh gavin, tapi pernikahan mereka hanya didasarkan oleh sandiwara dan kesalahpahaman.


“gak mau! Gue gak mau menyerahkan kebanggaan gue dengan lo!” pekik Revi, dia berlari menuju mejanya yang ada buah-buahan dan ada pisau buah disana, Revi langsung mengambil pisau itu dan mengarahkan pada gavin. “Berani lo mendekat gue gak segan-segan menusuk lo pakai pisau ini” lanjut revi lagi.


Gavin mendengus sebal, dia sepertinya salah perhitungan diatidak mengira ada pisau buah disana. Pria itu mengangkat kedua tanganya tanda menyerah, dalam hati gavin akan merencanakan cara lainnya agar bisa mendapatkan hak nya sebagai suami.


.


Selepas gavin pergi, Refi langsung mengunci kamarnya dan menangisi nasib dirinya yang harus berakhir bersama gavin, pria playboy, manja, dan mengerikan.


...🐻🐻🐻🐻🐻...


Pukul setengah 5 pagi cessa terbangun, karena mendengar suara adzan subuh. Gadis itu berusaha bangun dari tidurnya. Saat dia hendak menggerakkan kakinya agar bisa tegak dari Kasur, cessa mulai merintik kesakitan, dan karena suara rintihannya itu Rafa terbangun.


“kenapa sayang?” tanya Rafa.


“Mau kemana?” tanya rafa.


Cessa menunjuk kamar mandi, “mandi dan sholat” jawab gadis itu dengan pelan.


Rafa segera mengangkat tubuh istrinya itu ala bridal style menuju kamar mandi.


Saat cessa hendak mengeluarkan suaranya, rafa langsung memotong ucapan gadis itu, “jangan membantah, katanya sakit jadi diam aja, aku sudah melihat semuanya, jadi tidak perlu malu sayang” ucap Rafa sambil memberikan kecupan singkat pada pipi cessa.


.


Lima belas menit cessa berendam air hangat dan itu membuat gadis itu mulai tidak merintih kesakitan lagi.


“mau makan disini aja atau di bawah?” tanya Rafa setelah keduanya selesai menunaikan sholat subuhnya.


“Disini aja” jawab cessa sambil membaringkan Kembali badannya di tempat tidur.


“Baiklah princess, aku akan memesankan sarapan kita” ucap Rafa dan mulai menelpon staff hotel untuk membawakan sarapan ke dalam kamarnya.


...🐰🐰🐰🐰🐰...


Selama seharian rafa dan cessa hanya berada di ruang hotel mereka, kedua pasangan suami istri itu tampak menikmati waktu honeymoon yang di sediakan untuk mereka berdua.


🎼


Telepon Rafa berbunyi dan tertera nama Xelo di layer ponselnya, pria itu yang sedang mengelus elus kepala istrinya langsung duduk dan mengangkat teleponnya.


📲“Assalamualaikum, kenapa bang?” jawab Rafa.


📲“Waalaikum salam, maaf gue ganggu Fa, ini mengenai pertandingan yang akan di hadiri prince dan yang lainnya, apa kamu sudah mempersiapkan mereka fa?” tanya Xelo.


📲“belum terlalu, emang kenapa bang?” tanya rafa lagi.


📲“Pertandingan di percepat kita hanya punya waktu 5 bulan untuk berlatih, dan pertandingan update game juga mendesak, apa kita fokus kesatu hal saja dan melepaskan salah satunya?” tanya Xelo.


📲“gak perlu bang, masalah pertandingan aku akan menyiapkan basecamp untuk mereka berlatih, dan masalah pertandingan update game itu urusan kita berdua aja, jangan masukkan dafa dan prince, biar mereka fokus ke pertandingan mereka aja” ucap rafa.


📲“baiklah, kalau bisa secepatnya kalian balik, aku tidak bisa menghendel semuanya” ucap Xelo.


📲“Bang biarkan aku menikmati waktu dengan istriku dulu untuk beberapa hari, ini honeymoon pertama kami bang” kekeh rafa.


Cessa yang mendengar itu langsung mencubit perut rata Rafa.


📲“Ohhh ya ampun jadi gue ganggu waktu lo dengan istri lo, sorry sorry gue tutup aja deh, nanti aja gue hubungi lagi, selamat bersenang-senang” xelo langsung mematikan teleponnya secara sepihak.


“Yang, gara-gara kamu cubit ada yang bangun ni” Rafa menunjuk juniornya yang sudah berdiri tegak.


“Ogah gak mau! Siapa yang bangkitkan” kekeh cessa, gadis itu hendak tegak dan berlari menghindari Rafa, tapi apalah daya tangan Rafa lebih cepat bergerak untuk menangkap tubuh cessa, begitu tertangkap rafa langsung membalik tubuh cessa, dan mencium langsung bibir gadis itu.


“Rafa…” rengek Cessa ketika ciuman mereka terlepas.


“Gak ada ampun sayang, yang kedua gak bakal sesakit yang pertama kok” kekeh Rafa, dia Kembali mencium cessa dan tangan pria itu mulai nakal memasuki baju cessa dan meraih pengait branya.


Dan terjadi Kembali perang yang awalnya ditolak oleh cessa tapi, lama kelamaan dia menjadi terbiasa dengan nafsu suaminya yang tinggi itu.


...🦁🦁🦁🦁🦁...


Nagih kayaknya si Rafa, sekali cessa nya jebol di golin terus gawangnya 😆


hari ini maaf cuma update satu, besok akan diusahakan update dia, author lagi sibuk dikantor maaf banget ya.


Terima kasih masih mau menunggu update novel ini