Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
133. Gadis Alien



Mata cantik seorang gadis sibuk memperhatikan Xelo yang sedang meeting bersama beberapa koleganya. Sudah sekitar 30 menit gadis SMA itu memperhatikan Xelo dan terus menunggu Xelo tegak dan bersalaman dengan kolega bisnisnya.


“Terima kasih banyak pak” ucap Xelo sambil menjabat tangan kolega bisnis nya.


“OM!” panggilan itu membuat Xelo sedikit tersentak, matanya tampak mencari seseorang yang berteriak itu.


“kenalan mu?” tanya pria yang menjadi kolega bisnis Xelo.


Xelo ingat gadis itu yang mencuri ciumannya beberapa hari yang lalu, baru saja xelo ingin menjawab tidak, gadis itu sudah merangkul sebelah tangan Xelo, hingga membuat pria itu hanya bisa berpura-pura tersenyum di depan rekan bisnisnya. “baiklah pak, saya permisi lebih dulu” pamit Xelo, dia pergi dengan gadis alien yang masih menggantung di lengannya.


.


“Apa mau mu?” Xelo menghentakkan tangan gadis itu yang menggantung di lengannya begitu telah sampai didepan mobil milik xelo.


Entah ada yang aneh dalam otak gadis itu, dia sama sekali tidak peduli melihat wajah mengerikan Xelo tapi kembali meraih tangan Xelo dan bergelayut pada lengan Xelo.


“mau minta om tanggung jawab!” teriak gadis itu dengan kencang.


“Tolong lepaskan tanganku!” pinta Xelo, dia tidak nyaman gadis itu terus memeluk tangannya dengan kuat hingga Xelo dapat merasakan buah dada gadis itu menempel pada lengannya.


“Gak mau! Nanti om lari” teriak gadis itu lagi.


“aahhh” Xelo menghela nafas panjang, “tidak akan lari jadi tolong lepaskan tanganku” pinta Xelo sekali lagi.


“gak mau, sini kunci mobil om baru boleh lepas” tolak gadis itu sekali lagi.


“nah” Xelo dengan cepat memberikan kunci mobilnya pada gadis alien itu.


Gadis itu tersenyum dan melepaskan lengan Xelo begitu tangannya sudah meraih kunci mobil Xelo.


“Jadi kenapa aku harus tanggung jawab?” Xelo menyandarkan tubuhnya pada mobil miliknya dan melipat kedua tangan di dada.


“Hmmm, om udah mengambil ciuman pertamaku, makanya om harus tanggung jawab” ulang gadis itu lagi.


“Pertama, kamu yang mencium ku secara tiba-tiba, kedua kamu yang lari lebih dulu lari begitu mencium ku, seharusnya aku yang minta pertanggung jawaban, pencuri ciuman pertamaku lari” kata Xelo.


Gadis alien itu menggaruk tengkuknya dengan cengiran lebar, “kalau gitu__” ucapan gadis itu terhenti begitu suara nyaring ponsel Xelo berbunyi.


“Assalamualaikum bang” suara Rafa terdengar dari ponsel.


“waalaikum salam fa, maaf aku sedikit telat ada sedikit kendala” Xelo lebih dulu memberi tahu kendalanya.


“bang tolong cepat sedikit, ini anak-anak gak ada yang mengurus, harus ada perwakilan perusahaan kesini” ujar Rafa.


“Baiklah, aku akan segera ke sana, tolong minta king atau yang lain menggantikan ku dulu” Xelo menutup teleponnya dan menatap gadis alien didepannya.


“kita bicarakan soal tanggung jawab di dalam mobil, aku buru-buru saat ini” kata Xelo sambil menengadahkan tangan meminta kunci mobil yang ada ditangan gadis alien itu.


“Baiklah” gadis itu memberikan kunci mobil Xelo dan langsung masuk di kursi penumpang.


.


Xelo sedikit melirik gadis alien berpakaian SMA itu lalu menyalakan mobilnya, “jadi tanggung jawab seperti apa yang kamu minta?” tanya Xelo sambil fokus menyetir.


“menikah denganku” jawab gadis itu santai.


‘CKKiiiTTTT’ tanpa sadar Xelo langsung menghentikan mobilnya, untung saat itu mereka masih di parkiran dan tidak ada orang dibelakang Xelo.


“Tadi kamu bilang nikah? Aku hanya mencium dan kamu minta dinikahi? Yang mencium kamu kok aku yang kena?” seru Xelo terkejut.


“Om kok gak jalan lagi? Katanya sibuk” gadis itu mengingatkan tujuan awal Xelo yang mau pergi ke pertandingan champion game.


Xelo segera tersadar dan mulai menjalankan mobilnya kembali.


“bang ucapan itu adalah doa loh, cessa menikah sama Rafa karena tidak sengaja berucap ‘bakal langsung menikah gak mau pacaran’ dan sekarang ini hasil ucapan cessa, jadi lakuin dong ucapan abang di dalam restoran tadi” tiba-tiba kepala Xelo memutar kembali ucapan yang pernah cessa katakan.


“apa ini akibat ucapan yang keluar dari mulut gue sendiri ya? Seperti kata cessa” batin Xelo.


“Om udah ngambil ciuman pertama Ellen jadi om harus tanggung jawab” Ellen kembali bersuara setelah mobil itu jalan.


“Hmm, memang benar jika aku mengambilnya tapi itu juga ciuman pertamaku, dan kamu duluan yang menabrak ku dan mencium ku” kata Xelo tidak mau kalah.


“Pokoknya om tanggung jawab, pihak cewek yang paling menderita karena ciuman pertamanya diambil” Ellen masih tidak mau menerima bahwa dial ah yang salah.


Xelo melihat sekilas Ellen yang masih mengenakan baju sekolah lalu kembali fokus menyetir, “masih sekolah sudah mau menikah, tidak takut malu di sekolah?” tanya Xelo.


“mending menikah sama om dari pada menikah sama orang yang dijodohkan sama aku” gumam gadis itu.


Mendengar ucapan yang keluar dari mulut Ellen, Xelo akhirnya mengangguk mengerti kenapa gadis itu ngotot ingin menikah dengannya.


“kenapa? Apa karena aku kaya? Sekedar informasi aku hanyalah seorang pesuruh, mobil ini saja bukan milikku, aku pesuruh yang bisa menjadi apa saja, walau aku terlihat seperti orang kaya sebenarnya aku miskin dan seorang yatim piatu masih mau menikah denganku?” tantang Xelo.


“Hmmm gak apa yang penting om bisa kasih makan dan sekolahin aku, di bandingkan di rumah itu aku hanya menjadi babu, aku lebih memilih menikah dengan om, karena om ganteng” kekeh gadis itu.


Xelo sedikit mengulum senyumnya mendengar ucapan Ellen yang memuji dirinya. “Kenapa tidak mau menikah dengan pilihan papa mu?” tanya xelo penasaran.


“Umurnya sudah terlalu tua untuk menikah denganku, dan lagi dia sudah punya 2 istri dan aku mau dijadikan yang ketiga, siapa juga yang mau menikah dijadikan yang ketiga?” gumam Ellen sambil menundukkan kepalanya.


“Istri ketiga? Kenapa papa mu tega melakukan itu?” kata Xelo sedikit emosi.


“papa pasti tega karena aku bukan anak kandungnya, aku hanyalah anak sambungnya, jika aku mampu memberikan keuntungan bagi perusahaannya dia akan bersedia menjual ku demi keuntungan itu” jawab Ellen terdengar sedih.


“Bukankah aku sudah bilang aku orang biasa, bagaimana cara aku bisa melamar mu? Jika orang yang sudah di pilih adalah orang kaya yang dapat memberikan keuntungan pada papa mu” ujar Xelo pesimis, sebenarnya dia hanya ingin menguji ellen, dulu memang Xelo adalah orang miskin, tapi karena Rafa Xelo di berikan beasiswa sekolah dan pekerjaan hingga xelo menjadi kaki tangan Rafa.


“Kan sudah aku bilang, aku hanya anak sambung om, aku tidak punya siapapun lagi di dunia ini, jika aku sudah sah menikah dengan oom, papa tidak bisa menikahkan ku dengan pak tua itu” ujar Ellen, dia kini menatap Xelo dengan mata memelas, “om, aku mohon menikahlah denganku, setelah aku lulus sekolah aku bersedia diceraikan oleh oom, hanya sampai aku bisa lepas dari papa dan pernikahan itu om” lirih ellen.


Xelo terdiam mendengar permintaan Ellen, memang ini adalah nasib dan jalan hidupnya seperti yang cessa dan rafa katakana, malaikat telah mengaminkan ucapannya.


“Dalam hidupku tidak akan pernah ada perceraian, jadi jika menikah, kamu harus siap-siap mencintaiku dan menjadi istriku selamanya sampai akhir hayat yang memisahkan kita, apa kamu bersedia?” tanya Xelo.


...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...


bonus pict


Mari kita kenalan dengan Ellena sekali lagi, dia adalah gadis nakal dan sedikit tomboy, dia juga gadis yang sangat enerjik



dialah jodoh masa depan Xelo