
Queen terlihat melamun kemarin kedua orang tua King mengatakan surat dari pengadilan telah datang, dan dua hari lagi Queen dan king akan datang ke sidang itu. Queen menolehkan kepalanya melihat King yang sedang sibuk berbicara dengan pengacaranya fajri, king telah mengatakan pada pengacara itu surat siding telah datang dan mereka telah dipanggil untuk menghadiri sidang.
King mematikan telepon matanya kini menatap mata sayu Queen, pria itu mendekat kearah istrinya merangkul bahu istrinya dan memberikan ciuman pada kening Queen untuk menenangkan istrinya itu.
“Semua akan baik-baik saja, fajri sudah mempersiapkan semua, kita juga sudah menemukan putra pertama dari Diki, tinggal mendatangkan anak itu ke sidang” ujar king berusaha menenangkan istrinya yang sedang kalut.
“benarkah? Bagaimana cara mendapatkannya? Apa memangbenar dia anak pria itu?” tanya Queen beruntun.
“Xelo yang menemukannya duluan dan aku sudah mendatangi diki, dan meminta diki untuk melakukan tes DNA, sebenarnya tanpa tes kami sudah yakin itu anak Diki, karena wajah mereka sangat mirip” ucap King.
“Apa diki tau tentang si kembar?” Queen kembali terlihat panik.
“Hmmm ya, aku menceritakan pada diki, dan dia mengatakan dia tidak akan mendatangi sekembar atau mengambil si kembar dari kita, karena putra pertamanya sudah ketemu bukan hanya itu kami menemukan 2 putra kembar diki lagi dari ibu yang berbeda, kali ini berasal dari keluarga kaya, aku yakin keluarga Diki akan menerima putra kembar dari keluarga kaya itu” Jelas King.
Queen memeluk suaminya itu dengan kuat, “makasih mas, terima kasih sudah membantuku melindungi Darel dan Farel” ucap Queen penuh syukur.
“iya sayang, darel dan farel juga putraku, jadi sudah sewajarnya seorang daddy mempertahankan putra mereka kan?” Kata King, dia kembali memberikan kecupan singkat pada kening Queen.
“Mas, apakah mas yakin, kita akan menang disidang? Aku tidak mempunyai hubungan darah apapun dengan keduanya”.
“Yakin seratus persen, fajri adalah pengacara terhebat yang pernah aku kenal, semua sidang yang pernah dia ambil selalu berakhir dengan kemenangan di tangannya, dia sangat hebat, jika tidak aku tidak mungkin membayar dia dengan sangat mahal” jelas king sekali lagi.
Queen akhirnya bisa bernafas lega begitu King menjelaskan dengan sangat detail padanya, wanita itu tiba-tiba memegangi kepalanya yang berdenyut.
“kamu kenapa sayang?” tanya king khwatir.
“gak tau mas, akhir-akhir ini aku mudah capek dan pusing, mungkin karena memikirkan tentang darel dan farel” queen bergumam pelan sambil menyandarkan kepalanya pada bahu king.
“Sudah makan sayang?”tanya king.
Queen menggelengkan kepalanya pelan, “belu__ “ menutup mulutnya dan cepat-cepat berlari menuju kamar mandi mereka.
“Wuueeekkk Wuuueeekkkk” mendengar suara Queen yang muntah muntah king langsung berlari menuju Queen dengan wajah panik, dia memijat tengkuk istrinya akar Queen bisa memuntahkan semua nya dan merasa lega.
Queen berhenti muntah dia mencuci wajahnya di wastafel, saat melihat wajahnya dicermin Queen dan king sedikit terkejut karena wajah queen saat ini tampak sangat pucat.
“sayang kita kerumah sakit aja gimana?” tanya King lembut, pria itu mengusap kening Queen dan mencoba merasakan suhu badan Queen.
Queen menggelengkan kepala pelan, “tidak mau, aku cuma magh, ini karena tadi telat makan dan banyak pikiran” tolak Queen.
“Kalau aku panggil dokter?” tanya King sekali lagi, “bisa bahaya magh jika tidak ditangani dengan banar” lanjut pria itu lagi.
Queen kembali menggelengkan kepalanya, “Gak mas, tolong ambil kan makanan aja di dapur, aku tidak sanggup ke sana, bisakan”.
King akhirnya menyetujui permintaan Queen, dia memapah Queen menuju tempat tidur dan langsung berjalan menuju dapur.
.
“Loh king, kenapa bawa makanan ke atas?” tanya mommy dona heran. Mami dona, papi harry dan kedua putra King baru saja pulang dari jalan-jalan jadi mereka tidak makan dirumah.
“Ahh itu Queen sedang kena magh, jadi King bawa makanan ini ke atas” jawab king.
“Magh?” beo mami dona.
“iya mam, tadi dia muntah-muntah, mungkin karena banyak pikiran dan gak nafsu makan asam lambungnya naik” ulang King sekali lagi.
“hmm jangan dikasih obat magh dulu ya, mami akan ke kamar kalian nanti melihat keadaan Queen” ujar mami dona.
“Iya mami tau, tapi jangan makan obat sembarangan belum tentu dia terkena magh, kamu keatas saja bawakan makanan itu, nanti mami menyusul” perintah mami dona.
King mengangguk pelan dia kembali melanjutkan perjalanannya menuju kamar pribadinya.
.
Mami dona berjalan menuju suami nya dengan senyum Bahagia. “pi ada berita bagus “ seru mami dona Bahagia.
Kepala papi harri menoleh menatap istrinya, “berita bagus apa mam?” balas papi hari penasaran.
“sebentar lagi kita akan punya cucu” seru mami dona dengan wajah berbinar Bahagia.
“dari siapa? Cessa atau king?”selidik papi harri.
“tentu saja dari king, cessa kan sudah bilang belum mau hamil selama sekolah” ujar mami dona.
Wajah papi harri mulai memancarkan rona Bahagia, “mami yakin? Bagaimana jika itu tidak benar?” selidik papi harri.
“hmmmasih 70 persen sih, bentar, Bi! Bibi!” panggil mami dona pada pembantu rumah tangga nya itu.
“iya nyonya ada apa?” tanya pembantu rumah tangga itu dengan sedikit tergopoh-gopoh.
Mami dona membuka dompetnya dan mengeluarkan 5 lembar uang merah dari sana, “tolong belikan test pack di apotik dan kalau bisa carikan rujak dengan mangga yang dibanyakin ya bi, jangan pakai nanas” perintah mami dona.
“untuk siapa nyonya?”
“ini untuk menantuku, agar kita bisayakin seratus persen” mami dona mengedipkan matanya pada papi harri, pria itu hanya tertawa melihat tingkah istrinya.
...🌜🌧🌧🌧🌧🌛...
“Bersulang” sorak Prince, dafa, cessa, dan yang lainnya bersama-sama, Tim ‘The Kings’ kembali memenangkan pertandingan dan akhirnya mereka resmi memasuki final yang akan diadakan 5 hari lagi.
Mereka semua bersulang hanya menggunakan coca cola dan jus anggur bukan wine ataupun bir.
Setelah minum dan bersorak Bahagia ereka baru mulai memakan makanan yang baru saja selesai dibuat Ellena dengan dibantu cessa dan Devi, cessa dan devi hanya membantu memotong sedangkan yang meracik adalah Ellena.
“Wahhh enak! Cessa memang hebat kalau masak” puji dafa.
Cessa mengulum senyumnya, dia masih belum mau mengatakan siapa yang masak.
“benaran enak? Yang lain juga suka?” tanya devi sambil melihat reaksi yang lain.
“Yups ini enak” rendi dan kedua temannya mengangguk setuju, “kak cessa ternyata masakannya enak banget ya” orang-orang masih salah paham siapa yang memasak.
“Abang Xelo gimana? Enak gak bang?” tanya Cessa.
Xelo mengangguk pelan, “Rafa selalu memuji masakanmu, ternyata seenak ini aku jadi iri” ujar Xelo.
Ellena langsung menunduk malu begitu mendapat pujian dari Xelo. Entah kenapa Xelo sekarang seperti seorang yang luar biasa dimata Ellena, jantung gadis itu selalu berdetak cepat jika berada didekatnya.
“Sebenarnya itu bukan aku yang masak” ujar cessa.
Semua mata kini menatap cessa, dengan bingung minus devi dan rafa yang sudah mengetahui siapa yang memasak.
...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...