Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
147. Masa Lalu



“HAH! HAMIL?!” Pekik semua wanita disana.


Cessa yang mendengar itu langsung berlari kearah Queen dan memeluknya.


“Kyyaaa kakak ku yang cantik selamat!” pekik cessa yang berloncat-loncat riang cessa lupa tangannya yang memegang lengan Queen belum dicuci hingga membuat Queen kembali mual.


“MMWWuuw__” Queen mendorong pelan adik iparnya itu. “maaf dek” setelah berkata begitu Queen kembali berlari menuju kamar mandi.


“eeehhh kok kak Queen lari?” kata cessa bingung.


“Woii sadar, kamu berlari dari habis bersihin kulit udang, tuh tangan pasti masih bau, malah langsung peluk-peluk, apa gak lari anak orang yang lagi hamil” sindir Juli dengan tawa pelannya.


Mami dona tertawa sambil memegangi perutnya, “gak anak gak ibu sama aja, reaksi mami waktu tau Queen hamil juga gitu, peluk peluk Queen” gelak tawa mami terdengar keras.


“Kan cessa anak mami wajar dong sifat kita sama” ujar cessa. “MAAF KAK QUEEN! CESSA CEPAT-CEPAT BERSIHKAN UDANG NYA!” cessa sengaja berteriak, agar Queen yang berada di dalam kamar mandi dapat mendengar suaranya.


“Queen kenapa?!” baru beberapa detik cessa berteriak King datang dengan wajah cemas saat mendengar suara cessa yang mengatakan nama Queen. “Mami! Mana istri, King?” king melihat satu persatu wanita yang ada di dapur, tidak ada satupun wajah istrinya terlihat di sana.


“Noh! Lagi bersemedi di kamar mandi” Cessa menunjuk pintu kamar mandi yang terbuka sedikit.


Dengan panik King langsung berlari menuju istri kesayangannya.


“Kamu ini dek, itu kakak kamu lagi mual-mual gara-gara kamu, malah dibilang semedi” mami dona geleng-geleng kepala dengan ucapan yang dikatakan cessa.


“Gak apa mam, habis abang lebay banget, liat suami cessa aja gak ada lari-lari kesini padahal yang berteriak cessa loh” ujar cessa, sambil terus memisahkan kulit udang di dalam ember.


“Ohhh~ jadi iri nih~” ledek devi.


“enggak siapa yang iri” cessa kembali berpura-pura fokus pada kerjaannya.


“Cieee iri~ mau ni di panggil juga ayang beb nya?” Juli tambah ikutan meledek Cessa.


“ayang beb siapa?” Rafa muncul di dapur itu secara tiba-tiba.


Serentak mereka semua tertawa keras kecuali cessa yang sekarang sudah bersemu merah.


“Itu si__”


“Si abang king ayang beb nya kak Queen!” pekik cessa untuk memotong ucapan Devi.


“kamu kenapa kesini nak?” tanya mami dona disela tawanya.


Rafa mendekat kearah cessa istrinya, “gak ada mam, Cuma haus aja, mau ambil minum” ujar rafa.


“Yahh cess, bukan rindu sama kamu, tapi rindu sama minuman dikulkas” ledek devi.


Cessa melempar kulit udang yang dikupasnya, “emang lo ya devi! Semenjak jadian sama dafa, suka benar jahilin orang” gerutu cessa.


“mi! liat cessa buang-buang sampah sembarangan mi!” adu devi.


“Cessa, jangan kayak gitu!” tegur mami dona.


“cessa gak salah mi, devi yang ngeledek terus” bela rafa.


“Cess, udah bersihkan udangnya?” tanya king dari jauh bersama Queen yang ada dibelakangnya.


Cessa nyengir dan mengangkat ember besar ditangannya, “bentar ya kak, masih banyak” kekeh cessa.


...🌜🌧🌧🌧🌧🌛...


“Agghhh! Sial! Ini semua karena kesahalan mami! Coba mami bisa kasih tau maura dengan benar tentang pembeli mami itu, kita bisa menyuap mulut ibu-ibu itu lebih dulu!” maki Maura kesal.


“Loh, kalau soal rumah dan pengusiran mami bisa mengelak, tapi ini soal kamu yang menjadi wanita panggilan bisa ketahuan, bagaimana kamu mengurus itu semua!” mami maura juga ikutan marah karena dia tidak terima jika hanya dia yang menjadi sumber masalah.


‘prank’ maura melempar gelas minumannya sangking kesal dengan ucapan mami nya.


“Sekarang harus bagaimana! Kamu sebagai pengacara harusnya memberi ide! Percuma aku bayar kamu mahal-mahal! Ingat jika aku tidak mendapatkan apa yang aku inginkan aku hanya bayar seperempat dari jasa mu!” bentak Maura pada pengacaranya itu.


“Sebenarnya kita bisa menang jika bukti-bukti itu tidak ada! Apa lagi yang kamu lakukan selain menjual dirimu ke pada pria-pria hidung belang?” tanya pengacara itu.


“apakah aku harus mengatakannya?” serum aura tidak suka.


“harus, karena aku yakin pihak Queen akan tau rahasia mu, jadi kita harus menyiapkan scenario yang bagus buat ini semua, makanya aku harus tau” ujar pengacara itu.


Maura memandang pengacaranya tidak suka, “arrgghhh ! apakah harus!” kesal nya. “kenapa mereka bisa tau rahasiaku! Padahal itu adalah rekaman cctv dan kamera ponsel kenapa mereka bisa punya!” kesal maura lagi.


“Pria yang merekammu, apa mereka benar-benar mengenal pria itu?” tanya pengacara maura.


“pria itu adalah pengusaha keturunan Indonesia yang Cuma sekedar berlibur ke Indonesia, dan setauku dia berada di jerman, bagaimana bisa mereka mendatangi pria itu untuk mendapatkan video lama itu?” ujar maura, dia sama sekali tidak tau otak pintar Rafa mampu mendapatkan apapun jika dia sudah bertindak apa lagi maura telah mengganggu keluarganya, maka Rafa tidak akan segan-segan mengeluarkan semua kemampuannya untuk menghancurkan orang yang berniat menghancurkan keluarga barunya.


“itu sudah tidak perlu kita pikirkan sekarang katakana padaku, apa saja yang kau lakukan selama menghilang?” ujar pengacara itu sedikit emosi, dia juga penasaran, tapi dia tidak dapat memikirkan itu lagi, dia harus bersiap untuk apapun yang terjadi pada sidang kedua.


“hmm, jadi artis film, tapi aku yakin orang-orang gak bakal tau itu aku, karena aku memakai riasan tebal dan menggunakan Bahasa lain” ucap maura.


“film apa yang kamu maksud?” selidik si pengacara.


“film B*** di jepang, mereka pasti tidak tau kan? Soalnya wajahku tidak terlalu Nampak karena di blur, dan juga aku memakai riasan tebal, serta menggunakan Bahasa jepang, aku juga pakai nama samaran” memang benar maura sangat fasih menggunakan Bahasa jepang, sehingga dia mampu pergi ke jepang untuk bekerja sebagai model dan artis film, dengan bermodalkan wajah cantik dan body sexy tanpa operasi ataupun polesan,maura menjadi sangat terkenal di negeri Sakura itu.


Dan itulah sumber utama kekayaan maura, sampai sekarang dia masih menjalani provesinya itu sebagai tambahan kekayaan yang dia punya.


Pengacara maura menghela nafas panjang begitu mendengar ucapan yang keluar dari mulut maura.


“sekarang tidak ada yang tidak mungkin, karena aku yakin pihak Queen mempunyai banyak rahasia mu, melihat dari reaksi mereka aku yakin mereka punya banyak bukti untuk menjatuhkanmu hingga tidak bisa memenangkan sidang itu” ujar si pengacara.


“lalu aku harus apa? Aku sudah mengatakan semuanya, apa lagi yang harus aku lakukan!” kata maura dengan kesal.


“hanya itu rahasia mu? Tidak ada yang lain?” tanya pengacara itu lagi.


“kalau pernah masuk penjara bagaimana?” ucap maura pelan.


“apa?! Kamu pernah masuk penjara?” bukan pengacara maura yang berteriak terkejut tapi maminya, yang mulai emosi dengan kelakuan putri satu-satunya itu.


“Cuma 1 bulan karena aku langsung di bayar untuk keluar” ucap maura sinis, dia memang pernah masuk penjara karena ada pesta ***, tapi dia mendapat jaminan dan keluar dengan cepat, uang bisa memenangkan segalanya, “atau kita sogok saja hakim itu?” sambung maura dengan ide briliannya.


...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...