
“Bisa tolong bantu cuci satu kotak ini mbak? Ini upahnya” rafa berucap sopan sambil memberikan 2 lembar uang merah untuk karyawan itu.
“Ini tidak perlu mas, saya bisa mencucinya, saya tidak butuh ini mas, saya ikhlas” ucap karyawan itu dengan sopan.
“ambil aja mbak, rezeki tidak baik ditolak” ucap rafa lagi.
Akhirnya karyawan itu setuju dengan apa yang diberikan oleh Rafa dan mempercepat langkahnya menuju belakang untuk mencuci buah yang diminta rafa.
.
"ini mas" karyawan yang tadi di mintai tolong datang membawa 5 kotak pesanan Rafa.
"mbak disini ada tempat untuk mencuci buah gak? biar bisa langsung dimakan" ujar Rafa.
"Sebenarnya ini sudah bisa langsung dimakan, tapi kalau mas nya masih belum percaya bisa saya bantu cuci di belakang" ucap karyawan itu sopan.
.
“Kok lama yang?” rengek Cessa begitu Rafa sampai.
“maaf ya, tadi harus cari stoknya ke gudang, ini bisa dimakan langsung” Rafa memberikan satu kotak berisi buah kiwi berry yang dia minta cuci tadi.
Mata cessa langsung berbinar-binar melihat kotak buah ditangan rafa.
“makanlah, itu sudah dicuci, tapi yang lainnya belum, menunggu kita sampai kamu bisa habiskan 1 kotak ini” ujar rafa lembut.
Cessa langsung memakan satu buah itu dengan cepat, “yang ini enak banget” pekik cessa kesenangan.
Rafa hanya tersenyum melihat istrinya yang bahagia hanya makan buah itu, kebahagiaan itu tidak perlu mewah, hanya melihat senyum istrinya rafa sudah sangat bahagia.
Sepuluh menit perjalanan, cessa hanya bersenandung riang sambil memakan buah di tangannya. Hingga potongan buah terakhir, cessa masih belum sadar bahwa kotak ditangannya sudah kosong, tangannya terus berusaha mencari buah itu tapi saat kepalanya menunduk melihat kotak ditangannya yang kosong wajah wanita itu langsung berubah sendu.
“yang~” lirih cessa memanggil suaminya.
Rafa sedikit menoleh lalu melihat ke depan lagi, “kenapa sayang?”
“Siapa yang habiskan kotak buah cessa” rengek Cessa sedih.
Rafa kembali menoleh dan melihat kotak buah ditangan cessa sudah habis, sudut bibir pria itu terangkat dia mengulum senyum melihat wajah istrinya yang terlihat sangat imut, seandainya saat ini dia tidak mengemudi dia akan menyambar bibir cessa yang sedang manyun.
“sabar ya, sebentar lagi kita sampai di basecamp, dan kamu bisa makan lagi semua buahnya” ucap rafa lembut.
“Baiklah” lirih cessa.
Rafa yang sudah tidak tahan dengan tingkah imut istrinya mencubit pipi cessa dengan pelan, “Jangan cemberut gitu, ini kita udah mau sampai” ucap rafa, kini tangannya berpindah pada perut cessa yang buncit, “sabar ya kesayangan ayah, bentar lagi kita sampai” ucap rafa lagi.
“Oke papi” ujar cessa dengan suara seperti anak kecil.
“kok papi, ayah sayang” ralat Rafa.
“gak mau! Maunya papi mami biar mirip seperti panggilan papi harry dan mami dona” kekeh Cessa.
“baiklah” ucap rafa pasrah.
...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...
Banyak yang menangis saat mendengar Rafa mengijab cessa, banyak juga yang menangis melihat cessa bersanding dengan Rafa. tapi banyak juga yang setuju dengan pernikahan Rafa dan cessa, namun mereka terkejut tidak menyangka selama ini Rafa sudah menikah dengan cessa, pantas sikap manis yang ditunjukkan Rafa seperti orang yang sudah menikah.
"Benar kan kata gue mereka menikah makanya berhenti sekolah" teriak Sony sambil menatap prince dengan pandangan menyindir.
"Lo udah liat sendiri kan itu video tanggal pembuatan nya kapan, mesti menghina adik ipar gue lagi?" balas prince yang mulai terpancing.
"Alah ini pasti penipuan, kenapa gak dari dulu aja di sebar, kenapa harus sekarang saat semua orang penasaran" sindir Sony lagi.
"Buku pernikahan, tanggal pernikahan, serta tanggal video di ambil, bagaimana caranya mereka memalsukan itu, jelas mereka tidak menyebarkan dulu karena ingin bersekolah dengan tenang" balas prince yang mulai emosi.
"Alah gue gak percaya, pasti mereka malu setelah penyebaran video itu" ucap Sony lagi.
Prince hendak membalas, tapi segera di jegat oleh Juli, "Kami tidak perlu kepercayaan darimu, emang kamu siapa? orang penting juga tidak hanya murid sekolah dengan kemampuan biasa, sok menjadi detektif, kalau mau berkomentar berikan dulu prestasi yang kamu punya baru lawan kami" sindir Juli sambil menarik tangan prince agar pergi dari sana.
Selepas kelompok prince pergi, Sony menendang kursi yang ada di dekatnya dengan kesal, padahal tadi dia sengaja mau membuat Prince kesal dan melawannya kalau perlu memukulnya jadi dia bisa menjelekkan adik iparnya terus.
"Apa kalian liat-liat!" maki Sony kesal pada teman-teman sekolahnya.
.
"Yang, kalau orang seperti itu dilawan dengan cara emosi juga gak bakalan selesai, pasti banyak pro dan kontra tutup aja telinga kita, gak usah pusing mikirin apa kata orang, cessa dan Rafa saja bahagia dan tidak peduli dengan mereka, jangan membuat penyakit dengan emosi pada mereka yang iri, tidak akan ada habisnya" nasehat Juli pada tunangannya itu.
Prince mengambil nafas panjang, "makasih sayang sudah mengingat kan, kalau tidak ada kamu mungkin aku akan menghajar pria itu sangking kesalnya" ucap prince.
"gak apa itu gunanya pasangan bukan?" kekeh Juli.
"Prince yang Juli bilang memang benar, kita tidak perlu mengklarifikasi satu persatu orang yang protes cukup biarkan saja, kita gak perlu emosi membalas mereka" tambah Dafa yang memang sejak tadi ikut bersama mereka.
...🌜🌧🌧🌧🌧🌛...
Rafa tampak sedang mengurut kaki istrinya yang baru saja selesai berjalan-jalan di sekitar perkarangan rumah bersama Queen, bukan hanya Rafa, king juga sedang mengurut istrinya, pria itu lebih banyak di rumah dan sesekali ke kantor untuk mengurus pekerjaan yang tidak bisa ditinggal.
"Aduh aduhh romantis banget suami kalian" goda mami dona yang datang dengan membawa dua piring buah-buahan dan dua gelas susu ibu hamil. "ini diminum dan dimakan sampai habis" tambah mami dona sambil meletakkan di meja yang berada di tengah-tengah Cessa dan Queen.
"Mam, gak perlu repot-repot queen bisa buat sendiri kok" ujar Queen yang merasa menyusahkan ibu mertuanya itu.
"Gak susah kok, mami justru senang sedang memanjakan kedua anak mami yang sedang hamil, dulu mami pas hamil King dan kedua anak kembar mami, bunda mami juga seperti ini, jadi mami gak terpaksa" jelas mami dona.
"Kalian yang sedang hamil, Terima saja semua yang diberikan pada kalian, biarkan orang-orang di sekitar kalian memanjakan kalian" tambah papi harry yang ikut datang dan duduk disebelah istrinya.
"Makasih mi" ucap Queen sambil mengambil susu buatan mami dona dan meminumnya dengan sekali teguk, begitu juga dengan cessa.
"Yang~ aaa" Cessa mengarahkan sepotong buah pada Rafa agar pria itu juga makan.
"Gak usah yang kamu aja yang makan" tolak Rafa dengan lembut.
"Gak mau, kamu makan juga" protes cessa, Rafa akhirnya mengalah dan memakan suapan yang diberikan istrinya itu.
...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...
Hai semua Terima kasih sudah membaca novel ini, menurut semuanya apa Revi boleh bertobat atau harus dihukum berat ya? kasian juga melihat nasib nya, hehehe mohon jawab ya...
Jangan lupa like, vote, hadiah dan bintang ⭐ 5 nya ya Terima kasih semuanya 😘💕😘💕😘💕