
“tenang lah ini memang dokter patrik yang terkenal itu, tapi jika tuan tidak menerimapenawaran saya , saya sedniri yang akan memenjarakan Dina, dan mungkin kalian akan menyesali keputusan kalian, jadi bagaimana tuan?” tanya Rafa, dengan sedikit memberikan ancaman.
“baiklah, kapan aku dan istriku bisa bertemu dengan dokter patrik?” terdengar suara helaan nafas dari daddy Dina.
“Secepat yang anda bisa dalam membuat putri gila kalian untuk Kembali ke dalam rumah sakit jiwa, secepat itu kalian bisa bertemu dengan dokter itu” ucap rafa.
“baik, aku berterima kasih kepadamu, tapi bisakah aku bertanya satu hal” ucap Daddy dina.
“katakan tapi aku tidak janji bisa menjawab semuanya” ucap Rafa.
“siapa kamu sebenarnya? Kenapa kamu bisa mengenal dokter patrik, bahkan dengan kekayaanku yang sekarang, aku masih menunggu jadwal 1 tahun lagi untuk bertemu dokter itu, tapi kamu bisa membuat aku bertemu secepatnya, padahal kekayaan papa mu masih kalah jauh dengan kekayaan yang aku miliki, bisakah kau menjawab itu?” tanya daddy Dina.
“Tidak bisa tuan, anggap saja aku anak sma yang kebetulan disukai oleh dokter itu” jawab Rafa lalu mematikan telepon secara sepihak. Memang benar yang dikatakan dari daddy Dina, bahwa kekayaan orang tua rafa masih kalah dari kekayaan yang dimiliki daddy Dina, tapi entah kenapa dengan kecerdasan yang dia miliki, dia mampu membuat dirinya melebihi siapapun hanya dalam jangka waktu beberapa tahun dan itu bahkan belum berumur 17 tahun, Rafa lah sang pembisnis sesungguhnya, tapi dia masih merahasiakan semua itu, sekarang saja banyak yang memujanya apa lagi jika rahasia diketahui oleh public, Gavin mungkin akan merengek meminta bagian dari usaha yang dia miliki, dan para penggemarnya juga akan bertambah banyak, sekarang saja sudah dua orang yang diabuat gila, apa lagi nanti jika ketahuan, akan tambah banyak orang gila yang mengejarnya.
...🌜🌦🌦🌦🌦🌛...
Pukul 12 siang cessa baru terbangun dari tidur lelapnya, dilihatnya keseliling ternyata suaminya sedang duduk di sofa sambil mengerjakan pekerjaannya dengan menggunakan laptop.
“Fa” panggil Cessa dengan pelan, pria itu langsung menutup laptopnya dan mendekat ke arah cessa, menyentuh kening gadis itu untuk mengetahui suhu tubuh istrinya lalu duduk tepat disebelahnya.
“Ada apa? Kamu haus?” tanya Rafa dengan lembut.
Cessa menggeleng pelan menyandarkan kepalanya pada bahu rafa, “aku lapar, bantuin aku turun kebawah ya” pinta cessa.
“mau ngapain?” tanya rafa lagi, kali ini tangan pria itu mengelus pipi halus milik istrinya.
“masak, kamu pasti juga belum makan” tadi cessa sempat melihat jam yang menunjukkan pukul 12 siang, sebagai istri gadis itu tau apa yang harus dia lakukan jika sudah jam 12 siang.
“Kita pesan aja, sesekali makan diluar, kitakan liburan, lagi pula kamu lagi sakit sayang” ujar Rafa.
“gak apa?” tanya cessa.
Rafa mengangguk dan memberikan ciuman singkat pada bibir istrinya itu, “Tidak apa, selama kamu masih datang bulan kita beli aja semuanya, aku tidak mau kamu kecapekan” ucap rafa.
“Aku sakitnya paling Cuma 1 hari ini, besok-besok udah gak sakit lagi” ucap cessa.
“Kita ini liburan, jadi jangan memikirkan masak terus, aku jadi suami yang kejam suruh kamu masak terus” kekeh rafa.
Cessa membalas ucapan rafa dengan tersenyum juga, “tapikan aku suka masak, tau gak, dulu cita-citaku ingin jadi koki direstoran yang aku buat sendiri” ucap cessa. “lagi pula kata mami, sebagai istri itu harus bisa menguasai perut suami, jadi suami tidak suka jajan diluar, untuk meminimalisirkan para pelakor diluar sana” jawab cessa.
Rafa Kembali terkekeh, “hebat istri aku sekarang, udah bisa menguasai hati, pikiran bahkan perut aku” kekeh rafa lagi, “Ayo kita ke bawah, kamu pasti belum tau berita kalau juli dan Prince jadian” tambah rafa.
Cessa melototkan matanya, “apa? Mereka berdua jadian? Kapan?” pekik cessa, senyum gadis itu langsung terukir diwajah cantiknya.
“Aku dengar kemarin, tapi aku belum dengar semua ceritanya, bagaimana proses jadiannya”ucap rafa.
“Ayo cepat ke bawah, aku gak sabar mau dengar dari mereka secara langsung” seru cessa dengan girang.
Rafa segera mengeratkan rangkulan tangannya pada cessa, membawa gadis itu dengan hati-hati.
**
“wuuuiiihhh akhirnya pasutri turun juga, ngapain aja kalian di kamar? Mendekap seharian” Ledek Dafa begitu melihat rafa dan cessa turun dari arah tangga.
“siapa yang iri, gue Cuma rada kasian sama cessa kasian di kurung terus di kamar” ucap dafa berusaha membela dirinya.
“emang lo otak udang ya, tadi kan rafa udah bialng cessa sedang sakit! Pastinya sebagai suami ngerawat istri yang sedang sakit, otaknya rada sengklek ni” sindir Devi.
“Udah-udah kalian sibuk bertengkar terus, lama-lama gue nikahin juga kalian” ancam Prince.
“Betul itu, kalian berdua lagi yang belum jadian” tambah cessa sambil duduk di sebelah prince di ikuti oleh rafa.
“Mulai deh kenapa gue harus selalu di jodohkan sama cowok kayak gini, kalian kehabisan stok cowok ya? Ogah gue sama dafa, udah otak udang, playboy gak ada yang bagus juga dari dirinya” gerutu Devi.
“emang gue mau, gue juga ogah yan sama cewek lemot kayak lo” balas sindir dafa.
“benci bisa jadi cinta loh” ledek Cessa.
“GAK AKAN!” teriak Dafa dan Devi berbarengan.
“Nah itu udah kompak, tinggal kompak di pelaminan aja lagi” ucap juli sambil bertepuk tangan.
“Kalau gue jadian sama Dafa berarti gue kena guna-guna sama dafa” ucap Devi spontan.
“Enak aja, gue yang lo guna-guna, kalau kita bakal nikah” tolak dafa.
“Ini nih yang bakal suatu hari nanti, kalian berdua pasti bakal jadian, liat adek gue dia udah nikah karena salah bicara, dia bilang gak mau pacarana langsung nikah, terbukti ucapan adalah doa” kekeh Prince.
.
Cukup lama mereka menunggu makanan pesanan mereka datang, semuanya setuju untuk memasan makanan dari luar, apa lagi sang koki utama sedang sakit selain cessa tidak ada yang bisa masak.
“jadi yang lo bilang tadi emang benar?” seru Prince.
“Bilang apa?” tanya rafa masih sibuk mengurus lauk kedalam piring istrinya, sesekali pria itu mengupaskan udang dan meletakkan di piring cessa, dia jugamembukakan cangkang kepiting agar cessa dapat makan dengan mudah.
“Itu, tadi ketemu sama orang gila” ucap Prince.
Rafa mengangguk sambil oh ria, “iya noh kalau mau lihat dia ada disebelah vila kita” ucap Rafa santai, dia tadi kebetulan melihat lokasi Dina dan ternyata lokasi Wanita gila itu tepat disebelahnya.
“Kok bisa? Dan lo santai aja gitu?” pekik dafa terkejut.
Rafa mengernyitkan keningnya, “Terus gue harus apa? Lari karena dikejar orang gila? Males banget gue” jawab rafa dengan santai.
“Gak takut dia bakal ngapa-ngapain lo sama cessa?” tanya Prince kini.
“dia cewek, sekali tendang dan pukul juga bakal pingsan, lagian gue udah suruh orang tuanya buat ngusir itu anak agar menjauh dari gue” balas dafa lagi.
“Emang mereka mau? Mereka aja berani melepaskan anak mereka dari rumah sakit jiwa” ujar Juli.
“Mau, kalau gue desak, itu urusan gue kalian tenang aja, dia gak bakal ganggu sampai kesini” ujar Rafa, pria itu bersyukur cessa tidak banyak tanya tentang dina yang bertemu dengan dia tadi, mungkin karena masih sakit cessa tidak punya tenaga lagi untuk berbicara, atau dia memang males berbicara tentang dina.
...🌜🌦🌦🌦🌦🌛...