Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
198. Gagal



Saat King berjalan menuju mobilnya wanita itu juga mengikuti king dengan senyum cerah.


"Abang Darel duduk di sebelah daddy ya" ujar king saat tangannya membuka pintu kemudi.


"oke dad" jawab darel riang.


"anu mas, boleh aku dan daisy saja yang duduk di sebelah mas, soalnya putriku ini akan mabuk jika tidak duduk di bangku dan duduk di depan" ujar wanita itu lembut.


"ohh mabuk ya, sebentar ya akan aku pesan kan gojek, jadi putrimu tidak bisa mabuk" ujar king cepat.


Mata wanita itu melotot dan saat dia ingin membuka mulutnya king kembali memotong. "Ga_"


"Gak apa gak perlu sungkan" potong king, dia merogoh dompetnya dan mengeluarkan uang dua ratus ribu dari dompet lalu memberikan uang itu di tangan ibu daisy. "ini uang nya, aku sudah pesankan gojek tunggu saja ya, kalau gitu aku pamit lebih dulu" ucap king cepat, pria itu langsung memasuki mobil dan melakukan mobilnya setelah memastikan kedua putranya memasang seat belt dengan benar.


Sementara wanita itu meremas uang di tangannya dengan emosi, tidak menyangka ada pria yang berani menolaknya, dia adalah seorang primadona bahkan saat dia menjadi janda banyak pria yang mengantri untuk mendekatinya tapi entah kenapa pesonanya tidak berpengaruh pada king.


"Ibu Yeni apa yang terjadi?" tanya salah satu ibu-ibu pada ibu daisy.


"tidak ada apa-apa" jawab Yeni ketus.


"mami Daisy kan tidak mabuk kenapa mami bilang daisy mabuk?" tanya polos daisy pada ibunya.


"Kamu harusnya diam saja, kamu tidak mau cepat dapat papi baru?" ujar Yeni emosi.


"Papi? mau mi? mana papi Daisy" teriak daisy semangat, dia memang selalu menginginkan sosok seorang ayah hadir dalam hidupnya karena yang dia tau ayahnya meninggal karena kecelakaan dan beberapa tahun setelah ayahnya menikah maminya menikah tapi kembali sama ayah sambung daisy juga menyusul ayah kandung daisy.


"Daddy Darel dan Farel akan jadi papi baru kamu, jadi daisy harus sering main sama si kembar itu ya" ucap Yeni pada putrinya ralat Yeni sedang mencuci otak anaknya.


"Baik mami" jawab daisy dengan suara riang.


"Liat saja aku akan mendapatkan pria itu, kali ini akan aku biarkan hidup, karena dia sangat kaya bahkan melebihi para mantan suamiku" batin Yeni.


...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...


King menatap putra pertamanya yang sangat fokus menatap layar GPS di mobil king.


"Abang" panggil king.


"Ya dad?" tanya darel dan Farel serentak.


"Abang dekat sama Daisy?" tanya king.


"tidak" jawab darel dan Farel serentak.


"lalu kenapa beberapa hari ini abang bicara tentang tante itu? dan juga daisy?" tanya King.


Darel menatap daddy sambung nya itu.


"Tante itu mau minta tolong biar banyak yang beli kue nya, abang cuma bantuin aja dad" jawab darel.


King mengangguk mengerti kenapa putranya bisa berbicara seperti itu beberapa hari ini.


"jadi apakah kuenya enak? ini menurut abang saja" tanya king.


"enak dad, makanya abang bantuin tante itu jualan kasian deh dad, tante itu sama seperti mami dulu yang hidup hanya dengan anaknya aja, tidak punya daddy, jadi abang sekalian bantuin abang" jelas Darel.


"hmm abang jangan bicara-bicara lagi di rumah ya, tentang tante itu" kata King dengan lembut.


"kenapa?" darel menatap daddy nya karena penasaran.


King mengelus putranya itu sebentar lalu kembali memegang stir mobil, "Abang gak kasian sama mommy, mommy pasti sedih abang puji kue tante itu, mommy memang diam tapi sebenarnya mommy itu sedih" ujar king berbohong.


“ini baru pintar, lain kali kalau tante itu kasih kasih abang makanan jangan mau terima ya sayang, tolak saja secara halus, bukan hanya dari tante itu dari siapa saja jangan abang terima begitu saja ya, kecuali abang sudah mengenal baik orang itu, abang mengerti?” kata King memberi nasehat pada kedua putranya, bukan hanya pada darel.


“mengerti dad” jawab darel.


“abang farel mengerti?” tanya king karena putra keduanya itu diam dan tidak menjawab.


“mengerti dad, tapi bagaimana cara abang menolaknya?” tanya farel.


“bilang aja abang kenyang, itu sudah cukup”ujar king.


...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...


“Sekarang pilihkan kue untuk auntie princess, katanya ingin abang yang pilihkan kue untuk dedek dalam perut auntie”


Darel dan Farel dari tadi sibuk melihat satu persatu kue yang ada di bakery yang didatangi mereka, memang king akui tempat itu lumayan ramai dan kuenya terlihat menarik.


“Dad, abang pilihkan ini” tunjuk darel, pada kue berhiaskan buah strawberry, “yang ini juga, abang boleh beli untuk abang dan mommy gak dad?” tanya darel takut-takut.


“Boleh, pilih apa aja, hari ini kita akan beli banyak kue” ucap king sambil tersenyum pada kedua putra kembarnya.


“Dad abang mau yang itu” Farel memegang tangan daddy nya untuk menunjukkan kue yang dia pilih.


“pilih saja sayang bilang pada petugasnya ya” ujar king, memang sejak dia masuk kedua putranya diikuti oleh karyawan di sana yang membawa tas untuk meletakkan kue yang dia pesan.


“Ambil saja semua yang putra saya tunjuk, nanti saya akan bayar” ujar king, “abang daddy keluar bentar ya” tanya king karena dia baru saja mendapatkan panggilan di ponselnya.


“Oke daddy” jawab farel dan Darel serentak.


Selepas King pergi banyak wanita yang menatap kepergian pria itu.


“ganteng banget ya sayang sudah punya anak”


“iya ganteng banget, tapi gak ada mommy nya, jangan-jangan duda” celetuk pengunjung yang lain.


“Kalau duda aku juga gak masalah kalau bisa dapat setampan dan sekaya itu, gue rela jadi simpanan juga gak masalah” begitulah omongan-omongan yang keluar setelah king keluar dari bakery.


.


“darel, farel mana daddy kalian? Kok hanya kalian saja?” tanya yeni yang sudah sampai di bakery miliknya.


“daddy sedang telepon tante” jawab darel dengan polosnya.


“Ohh gitu, jadi ini semua belanjaan kalian?” tanya yeni melihat kue-kue yang bersejajar di sudah masuk kedalam tas belanjaan terlihat nominal belanja 1,1 juta entah kue apa saja yang dibeli kedua anak kembar itu mereka mengambil apapun yang menurut mereka menarik.


Tadi yeni mau mengatakan gratis, tapi melihat banyaknya barang belanjaan, yeni mengurungkan niatnya untuk menggratiskan kue buatannya.


“Darel, farel, ini” king masuk sambil memberikan kartu debit miliknya, kedua bocah kembar itu sudah tau password dan cara menggunakannya dia langsung mengambil itu dari tangan king, setelah itu king kembali berbalik dan masih berbicara dengan orang di dalam teleponnya.


“Kontrak 2 miliyar itu tidak bisa dibicarakan begitu saja pak, saya ti_” suara king sudah hilang dibalik pintu bakery yang tertutup.


“Kak yang ini darel buka langsung ya, darel mau coba strawberry nya” ujar darel pada kue yang ada hiasan dua buah strawberry, dia memberikan satu pada saudara kembarnya.


“enak yang di vila kita ya bang” ujar farel saat memakan buah itu.


“vila?” beo yeni. Senyum mengerikan muncul dari bibir wanita itu dia semakin menginginkan King untuk menjadi miliknya, Yeni seorang wanita yang hanya orang biasa miskin yang mendadak kaya setelah kematian suaminya yang tidak sengaja, dia begitu terobsesi dengan kekayaan dan juga pria-pria kaya.


Bermodal tampang dia cukup mampu mengait para pria mendekat padanya, apa lagi dia jago membuat kue.


...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...