Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
32. Siapa yang Bertunangan?



Bell pulang sekolah sudah berbunyi, Revi cepat-cepat tegak dari kursinya menuju meja Rafa, sebelum pria itu tegak.


“Fa, lo di minta temani gue ke butik” ucap Revi sambil menatap cessa dengan remeh.


“gue?” Rafa mengarahkan telunjuknya pada dirinya sendiri.


“iya, nyokap lo bilang gitu ke gue, soalnya mau fitting baju pertunangan” Revi tersenyum senang, dia memang sengaja tidak memberi tau pertunangan siapa lebih tepatnya, rencananya biar cessa salah paham dan salah sangka melihat kedekatan dia dan calon ibu mertuanya.


“bentar” Rafa menempelkan ponselnya ketelinga mencoba menghubungi mama nya.


“assalamualaikum ma”


“Waalaikum salam, kenapa sayang?” tanya mama reta.


“Mama suruh rafa buat pergi fitting baju bareng Revi?” tanya Rafa langsung to the point.


Revi sudah cemas karena dia tidak menyangka Rafa akan bertanya langsung pada mamanya, memang revi tidak sepenuhnya bohong, tapi bisa bahaya jika ketahuan yang bertunangan adalah dirinya dengan abang Rafa, bukan dirinya dengan Rafa.


“Oh ya ampun, sepertinya mama salah ngomong kali, mama minta sama Revi untuk menyampaikan pada kamu, kamu dan cessa ikut fitting baju” ucap mama reta, dia mungkin merasa salah bicara pada Revi karena sudah tua.


“Siapa yang bertunangan ma?” tanya Rafa lagi.


“abang kamu dengan Revi” jawab mama Reta dengan cepat.


“Oh di butik milik mama kan? Rafa ganti baju dulu bisa kan?” ujar rafa.


“Bisa sayang, yang paling penting itu si gavin dan Revi, bukan kalian berdua” kekeh mama Reta.


“baik ma, kalau gitu rafa tutup ya, assalamualaikum” pamit Rafa.


“waalaikum salam”.


Rafa menatap revi yang sudah mulai berubah pucat. “Gue perginya nanti sama Cessa, lo duluan aja udah di tunggu nyokap di butik” ucap rafa, dia berlalu melewati Revi dan menarik tangan cessa dengan lembut.


.


“Kenapa tadi? Ngapain ke butik?” tanya cessa penasaran.


“gavin dan Revi akan tunangan, jadi mama minta sampaikan pesan melalui Revi kepada kita berdua, Mama bilang kita harus datang ke butik mama untuk fitting baju pasangan” jawab Rafa.


“tadi kok ngomongnya seperti dia dan kamu yang harus fitting baju?” cessa mulai ada tampak-tampak butir-butir kecemburuan.


“kata mama mungkin dia salah ngomong, dia mintanya kita berdua yang ke sana bukan gue sama dia” jelas Rafa dengan lembut. “jangan cemburu gitu tambah manis nanti” kekeh rafa berusaha menghilangkan kecemburuan istrinya.


“apaan siapa juga yang cemburu, jadi mereka di paksa bertunangan?” tanya cessa lagi.


Rafa hanya mengedikkan bahunya, “entah itu urusan mereka” balas Rafa tidak mau tau.


“Gue mencium bau bau rencana jahat” gumam Cessa.


“yang penting Cuma satu, apapun rencana licik mereka, kita harus saling percaya, mengerti?” tanya Rafa sambil menatap lekat manik mata cessa.


Cessa mengangguk, “mengerti”.


.


“Rev, siapa yang mau bertunangan?” tanya salah satu teman Revi penasaran.


“it-itu saudaraku, dengan saudara Rafa” jawab Revi, dia tidak mau ada teman sekolahnya yang tau tentang kebohongannya.


“Waahhh selamat ya, lo bisa semakin dekat dengan Rafa” ujar Ana salah satu antek-anteknya Revi.


“I-iya makasih” jawab Revi sedikit gugup.


“Tapi si cessa, masih aja ya nempel sama Rafa, padahal sudah jelas-jelas tadi kamu menyindir dia” ucap salah satu antek antek Revi.


“Biarin aja, untuk saat inibiarkan dia bersenang-senang dulu” ketus Revi.


...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...


Cessa menatap pantulan dirinya didepan cermin, lalu menatap Rafa yang sejak tadi menunggu dia, “Kecantikan gak?” Tanya Cessa Pada Rafa.


“Dimana-mana orang nanya itu, cantik gak? Bukan nanya kecantikkan gak?” kekeh Rafa sambil menggeleng kepala pelan.


“Udah ngaku aja punya istri cantik, jadi mau nanya ya kalau kecantikkan bakal dikurangi kecantikan cess, biar gak banyak pria yang ngiler liat cessa” balas gadis itu.


“Jangan pakai bedak, kurangi lagi, kalau bisa tidak usah pakai make up” Ujar Rafa, dia masih duduk di sofa sambil menunggu Cessa.


Cessa mengikuti arahan suaminya, dia menghapus semua make upnya dan hanya menempelkan suns cream dan memakai sedikit lips gloss. Setelah selesai cessa Kembali mendekati Rafa, “kalau sekarang?” tanya gadis itu lagi.


“Nih, udah Nampak?” keluh cessa, sambil mengambil tempat duduk di dekat Rafa.


Tanpa berbicara Rafa menarik badan cessa dan menempelkan bibir mereka.


“Ahhh rafa! Lipstick nya jadi hilang” gerutu cessa, sekarang gadis itu sudah mulai terbiasa di cium secara mendadak oleh Rafa.


“tadi terlalu merah” balas Rafa.


“benarkah?” tanya Cessa lagi.


Rafa mengangguk pelan sambil menyentuh bibir Cessa.


“cari kesempatan terus nih!” gerutu cessa, “jadi pergi gak?” tanya cessa lagi.


“jadi, ayo” ajak rafa, sambil menggenggam tangan Cessa.


.


“Aduuhhh pasutri, gak di sekolah gak di rumah bikin orang jomblo iri aja” ledek Prince, saat melihat Cessa dan Rafa yang turun sambil bergandengan tangan.


“Mau kemana nak?” tanya mami Dona.


“Fitting baju couple mi” jawab Cessa.


“Fitting baju? Bukannya kalian udah menikah, untuk acara apa?” tanya mami dona lagi.


“Abang Rafa akan bertunangan mi, makanya mama suruh fitting baju” jawab rafa.


“oh hiya mami lupa, padahal mami juga di minta fitting baju kemarin” kekeh mami dona.


“Tu mi, tandanya mami semakin tua” ledek Prince.


“Awas kamu ya, mami bilang ke papi, bilang-bilang mami tua”


Prince geleng-geleng kepala, “gak anak gak mamaknya sama aja pengadu nomor satu”.


Rafa terkekeh pelan, dia menyalami mami Dona, yang sudah marah-marah pada prince, “Rafa sama cessa pergi mi, assalamualaikum”.


“woiii adik ipar durjana!! Gak salam sama gue!” pekik Prince sambil menyodorkan tangannya.


“Tangan lo bauk bang, males salam” jawab cessa cepat, dengan diiringi tawa.


...🌜☀☀☀☀🌛...


Revi tampak cantik menggunakan gaun pertunangannya, sejak tadi gadis itu terus berusaha tersenyum palsu, saat mama Reta memujinya cantik.


“ya ampun bu reta, menanunya cantik banget ya” puji karyawan Mama Reta.


“Hehehe cantikkan, kalian belum liat menantu ku yang satu lagi” ujar mama Reta.


“Jadi anak bungsu ibu yang ganteng itu juga udah bertunangan?” pekik salah satu karyawan Wanita yang ada.


“Iya, bentar lagi dia datang” ucap mama Reta.


Para karyawan yang ada di sana langsung menunduk lesu, “patah hati sedunia ini Namanya” lirih mereka.


“Ya ampun, jangan seperti itu juga, kalian masih bisa mengagumi ketampanan kedua putraku, walau sudah punya tunangan” ujar mama Reta.


“Yahh, bu, padahal aku masuk sini tujuannya untuk goda anak bungsu ibu itu, hehehehe” ujar salah satu karyawan mama reta lagi.


“Ada-ada aja kamu ini” kekeh mama Reta.


“Benar loh bu, kami suka banget sama anak bungsu ibu itu, ganteng tiada duanya, baik, yang pasti calon imam yang ditunggu-tunggu” puji karyawan mama reta lagi.


Mama reta hanya bisa tertawa mendengar penuturan dari karyawan-karyawannya, memang Rafa sesekali datang menjemput mamanya yang ada ditempat kerja, dan itu menjadi penyemangat dari karyawan yang ada disana.


“Assalamualaikum, ma ini Rafa” suara rafa terdengar dari luar.


“Udah kalian jangan rebut lagi, itu Rafa sama mantu mama satu lagi udah datang, jangan ada yang buat mantu mama itu cemburu ya” ledek mama Reta.


...🌜💫💫💫💫🌛...


Maaf ya agak telat up, soalnya kemarin author sibuk banget di kantor, apa lagi sekarang author bakal pindah lokasi pekerjaan, jadi kemungkinan beberapa hari ini bakal sering telat karena author belum terbiasa di tempat baru


makasih udah mau baca ya 😄👍