Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
202. Wedding Party



Acara akad nikah berlangsung pagi hari dan hanya dihadiri oleh keluarga sanak saudara dari kedua mempelai, karena acara utama akan dilangsungkan nanti siang hingga malam hari, siang adalah acara bagi para teman teman sekolah dan teman-teman lainnya sedangkan malam adalah perkumpulan dari para teman pengusaha dari kedua keluarga.


Prince tampak cemas, pria itu sudah berkeringat dingin menunggu Juli untuk duduk disebelahnya, karena di keluarga juli kedua pengantin akan di sandingkan saat akad nikah.


“baiklah pernikahan akan segera kita mulai” ucap pengulu.


Prince semakin cemas mendengar suara pengulu, sementara itu juli tidak kalah cemas seperti prince.


Daddy Juli tertawa saat tangannya berjabatan dengan tangan Prince, tangan pria itu terasa sangat dingin. “kamu gugup prince?” goda daddy juli.


“dad bukan gugup lagi ini jantung prince sedang berdisko dan salto di dalam” jawab prince dengan polosnya.


Omongan prince malah membuat mereka yang menonton tertawa.


“Jangan sampai nanti malam salah coblos loh Prince” celetuk King.


Prince menoleh menatap abang sulungnya itu dengan mata melotot.


“Sudah, kita mulai semuanya” ulang bapak pengulu.


Semua yang tadinya tertawa langsung hening seketika.


“Ananda Prince Aditama bagaskara” panggil daddy wijaya.


“Ya saya” balas Prince dengan tegas.


“Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandungku July Anggraini binti Hadi Wijaya dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan sebuah villa dibayar tunai” ucap daddy wijaya dengan tegas.


“saya terima nikah dan kawinnya July Anggraini binti Hadi Wijaya dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan sebuah villa dibayar tunai” dengan hanya satu tarikan nafas dan sekali pengucapan Prince berhasil mengijab Juli.


Dalam hati pria itu bersyukur lidahnya tidak patah patah saat menyebutkan nama juli dan daddy wijaya.


“bagaimana para saksi? Sah?” tanya bapak pengulu.


“sah!” jawab saksi yang ada.


Dan pengulu mulai membaca doa, serta semua orang yang ada disana mengucapkan hamdalah.


“yess!” teriak prince sambil memeluk Juli secara spontan dan karena ulah pria itu semua keluarga tertawa, bukan khusuk lagi tapi malah suasana menjadi lucu.


“prince!” prince mendapat peringatan dari papi Harry.


“Udah sah juga pi, udah boleh cium dan peluk dong” lirih Prince.


“ya gak gitu juga bang, malu cessa sebagai adik kembar” celetuk cessa yang ada disana.


“Bukan saudara gue itu, tu anak angkat papi dan mami” celetuk king.


“Gitu amat sama saudara sendiri! Kejam!” pekik prince kesal.


“itu juga bukan anak papi, ketukar di rumah sakit” kali ini papi harry ikutan berbicara.


Prince menatap mami dona meminta pembelaan tapi bukannya dapat pembelaan malah mami dona berpaling dan tidak mau menatap prince.


“Mungkin ketukar pi di rumah sakit” kekeh mami dona.


...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...


Rafa mengambilkan beberapa makanan untuk di bawa ke kamar tempat yang sudah disediakan Prince. Pesta akad sudah selesai dan sekarang adalah acara resepsi penikahan prince, tadinya acara ini adalah acara resepsi Rafa dan cessa tapi mengingat cessa yang sedang hamil jadi acara di ambil alih untuk prince dan Juli.


“capek sayang?” tanya Rafa sambil memberikan pijatan pada kaki istrinya.


Cessa menggeleng pelan, sebenarnya dia capek entah kenapa tidak mau mengatakan pada suaminya, Rafa pasti akan langsung menyuruh dia untuk tidur jika cessa mengatakan capek, sementara gadis itu ingin melihat abang kembarnya duduk di atas pelaminan.


Dibawah udah ramai yang?” tanya cessa.


“hmm iya” ucap cessa dengan pasti.


Rafa tersenyum dan menggenggam tangan istrinya, “jangan pernah malu dan takut ya, sayangku” ujar rafa yang sedang berjongkok di depan cessa.


Cessa mengangguk pelan, “cium dulu, biar ada semangat” goda cessa dengan senyum lebar.


‘cup’ rafa mulai memberikan ciuman pada bibir istrinya, diajuga sedikit ******* bibir manis milik cessa layaknya seperti sedang memakan permen manis.


“Aku sangat mencintaimu ingat itu” bisik Rafa setelah tautan bibir mereka terlepas.


Rafa menggendong cessa duduk di kursi roda, memang semenjak usia kandungannya memasuki 6 bulan Rafa menjadi overprotektive dan tidak membiarkan cessa terlalu lama berdiri atau berjalan, dia tau pasti berat mengangkat 3 anak di dalam perut itu.


.


Kedatangan cessa dan rafa sedikit menjadi tontonan para tamu yang hadir. Karena kebanyakan tamu saat ini adalah teman sekolah prince yang artinya teman sekolah rafa dan cessa.


“Sialan bukannya terlihat jelek cessa malah terlihat sangat cantik, auranya berbeda” komentar salah satu teman sekolah mereka.


“Iya rafa juga terlihat lebih keren dan Hot banget” komentar teman yang lainnya.


Tidak hanya satu atau dua orang yang memuji kedua pasangan yang akan menjadi ibu dan ayah itu, hampir semua tamu yang hadir memuji ketampanan dan kecantikan pasangan itu.


.


Rafa berjongkok saat dia melihat cessa seperti ingin berbicara dengannya. “ada apa sayang?”


“aku ingin berfoto dengan abang dan juli di atas panggung itu” bisik cessa pada suaminya.


“baiklah” Rafa mendorong kursi roda cessa menuju kedua orang tuanya, “pa, ma, bisa jaga cessa sebentar?” tanya Rafa kepada kedua orang tuanya yang sedang menikmati makan siang.


“tentu saja” jawab mama Reta.


“Disini bentar ya sama mama dan papa” ucap Rafa lembut sambil memberikan kecupan pada kening cessa.


Setelah menitipkan cessa Rafa melangkah mendekati panggung tempat prince dan juli sedang bersalam-salaman dan juga berfoto, cukup banyak tamu yang mengantri untuk naik kepanggung, rafa menyerobot antrian untuk naik ke atas panggung, pria itu mendekati telinga prince untuk membisikkan keinginan istrinya, tidak lama setelah mendengar ucapan Rafa, prince meminta izin pada tamunya untuk menunggu sedikit lebih lama karena dia mau mengikuti permintaan ibu hamil.


Rafa menunduk sedikit mengucapkan terima kasih setelah itu dia kembali membawa istrinya, saat mau menaiiki tangga cessa dibantu untuk menaiki tangga oleh Prince dan Rafa.


Ibu hamil itu tersenyum senang saat dia bisa berfoto dengan saudara kembarnya bersama pasangan mereka masing-masing.


“Semoga cepat menyusul ya” doa cessa pada kedua pasangan baru itu.


“amin” jawab Juli dan prince bersamaan.


.


Pesta cukup ramai, prince menoleh melihat dafa yang kini mulai naik keatas panggung bersama devi.


“dari mana aja bro, kok baru naik?” tanya prince pada sahabatnya itu.


Dafa tertawa pelan, “lagi bujuk calon mertua buat menikah” kata dafa dengan cengiran khas nya, pria itu merogoh sakunya dan mengeluarkan hadiah yang sudah dia siapkan untuk Prince. “Dipakai langsung ya bro” Goda Dafa dengan menaik turunkan alisnya.


Prince menunduk untuk melihat apa yang diberikan dafa, setelah sadar apa yang diberikan dafa dia langsung melempar itu kembali pada dafa, “kagak gue pakai! Ambil aja buat lo!” geram Prince, pasalnya Dafa memberikan kotak merah pada prince dan orang yang melihat itu pasti tau kegunaan benda itu.


Dafa tertawa keras sambil memegangi perutnya, “yakin gak mau?” godanya.


“kagak enak pakai itu! Lo aja yang pakai!” ulang prince.


Orang yang memperhatikan prince di atas panggung hanya ikut tertawa bersama dafa.


...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...