
Cessa berjalan menuju kebun belakang sambil menggandeng tangan suaminya, befitu juga dengan Queen, dia terus menggandeng King.
Baru saja dia menginjakkan kakinya ke tanah, sudah tampak saudara-saudara yang sudah bersiap dengan pakaian pesta.
“cessa, kok belum ganti baju sayang?” tanya mama Reta yang datang mendekat kearah cessa dan Rafa yang baru sampai ke halaman belakang yang sekarang sudah dirumah menjadi pesta kecun sederhana, tapi yang namanya sederhana orang kaya mah beda, kebun itu cukup luas untuk menampung 500 tamu tapi hanya ada beberapa, dan disana persis seperti masuk ke negri dongeng. Sepanjang Lorong menuju tempat ijab qabul dihiasi pagar dari pohon angur yang siap dipetik dan dimakan, bukan hanya di atas, tapi dibawahnya penuh dengan pohon strawberry yang siap dipetik. Lampu-lampu sengaja dinyalakan agar tempat itu terang.
“Ini kak Queen lagi ngidam ma, jadi cessa temani kesini dulu, tapi cessa sama kak Queen udah pake make up kok, tinggal ganti baju aja” jawab cessa dengan lembut.
“Kami kesana duluan ya cess” ujar king sambil menarik tangan istrinya.
“iya bang” balas cessa.
Papa Ali mulai mendekat kearah putranya, “fa, bagaimana kabarmu? Papa gak nyangka kamu ternyata kenal dengan pemilik AR corporation” ujar papa Ali, dia sudah diberi tau oleh xelo tentang Gavin, dan disana papa ali berkenalan langsung dengan Xelo yang jika diluar selalu menggantikan posisi Rafa sebagai pemimpin.
“hmm, kenal gitu aja pa” jawab Rafa.
“Sekarang papa tau perusahaan itu selalu membantu papa pasti karena kamu, terima kasih ya nak” ujar papa ali.
Rafa menggeleng pelan, “Itu juga usaha papa, Rafa Cuma menawarkan untuk berinvestasi, dan ternyata bos rafa mau” Rafa masih tidak mau jujur pada orang tuanya bahwa dialah pemilik asli dari perusahaan itu.
“nak, bisa papa bicara berdua saja bersamamu?” tanya papa ali dengan mata penuh harap.
Rafa menatap cessa yang sedang bicara pada mama reta.
“pergi aja yang, aku sama mama ma uke tempat pengantin wanita mau ganti baju dulu” ujar cessa lembut.
Rafa mendekat kearah istrinya itu memberikan ciuman dikening cessa dan mengelus rambutnya dengan pelan, “nanti aku menyusul” ujar Rafa lalu mulai jalan mengikuti papa Ali.
“mama kok senyum-senyum gitu?” tanya cessa, karena melihat mama Rata yang tersenyum menatap cessa.
“Mama senang, putra mama ternyata bisa bersikap manis, selama ini mama tidak pernah melihat sikap manisnya itu, mama takut dia akan menyakiti istrinya karena rafa tidak mama besarkan dengan kasih sayang mama, dia lebih banyak tumbuh ditangan pengasuh, sehingga dia selalu bersikap kaku dan dingin” lirih mama reta.
“Gak kok ma, rafa gak pernah dingin sama cessa, mama masih punya kesempatan buat menyayangi rafa kok,yuk kita ke tempat mami, jangan melaw-melaw nanti mami dona mengamuk, mama tau sendiri kalau mami mengamuk bisa bahaya orang-orang sekitar” canda Cessa.
...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...
King membawa Queen menuju rumah kaca dimana didalam rumah kaca terdapat lebih banyak buah strawberry.
“Wahhh cantik sekali di dalamnya mas” Queen menatab takjub tempat itu. “Loh mas, itukan darel dan farel” tunjuk Queen pada kedua anak kembarnya yang sedang bermain bersama Rendy, Alif dan jaka.
“berapa banyak kalian habiskan buah strawberry nya?” tanya king pada anak-anak itu.
“Daddy!” pekik darel dan farel senang, karena diajak memetic buah langsung dari pohonnya.
“hahahha boys apa yang terjadi pada kalian berdua?” tawa king dan Queen terdengar lumayan keras, pasalnya wajah kedua anak kembar mereka telah cemong-cemong akibat buah strawberry yang merah, keduanya seperti habis berciuman dengan strawberry, bukan hanya mulut, pipi, bahkan tangan dan baju mereka berdua penuh dengan warna merah yang berasal dari buah strawberry.
“enak dad, buah strawberry nya manis” seru Darel Bahagia.
“Iya dad, manis sekali” tambah farel.
Queen menatap para remaja yang menunduk meminta maaf karena kedua kembar itu tidak bisa ditahan untuk mengotori wajah mereka. “Maaf ya, kalian jadi kesusahan jagain anak-anak kakak” kata Queen.
“gak apa kak, kami senang bisa membantu” jawab rendy di ikuti anggukan dari alif dan jaka.
“Boys, berapa banyak kalian menghabiskan buah strawberry nya?” tanya King sambil berjongkok dan mengeluarkan sapu tangan untuk menghabis warna merah pada pipi dan mulut kedua putranya.
Darel dan farel mulai menghitung menggunakan tangannya mengingat-ingat berapa buah yang telah mereka masukkan ke dalam mulut.
“gak tau dad, sangking banyaknya jadi lupa” kekeh Farel.
Darel dan farel menatap mommy Queen dan memegang perut queen dengan lembut, untung saja queen belum berganti baju, jadi dia tidak masalah kena noda merah pada bajunya.
“mom adek bayi mau makan buah strawberry juga ya?”
Queen berjongkok mensejajarkan tingginya dengan kedua putranya. “Iya, tapi abang udah habiskan” Queen berpura-pura berwajah sedih.
“masih ada mom, biar abang carikan” darel dan farel lalu kembali menjelajah rumah kaca itu.
“Mommy sini! Ini ada yang besar” teriak farel.
“mom sini juga ada” pekik Darel.
“Farel dulu! Karena farel yang duluan bilang!” teriak farel.
“enggak Darel dulu! Soalnya punya darel yang lebih besar” teriak Darel tidak mau kalah.
“pokoknya darel!”
“Farel”
“Darel”
“farel”
Kedua bocah itu mulai bertengkar.
“Udah stop abang! Kalau abangnya bertengkar adek bayinya jadi sedih, mommy akan makan keduanya, farel duluan baru darel, mengerti” Queen akhirnya turun tangan.
“mengerti mommy” jawab keduanya serentak.
Queen berjalan mendekati putra bungsunya, dan berjongkok mengambil buah itu.
“Sini bentar sayang” king mengambil buah yang sudah Queen petik membersihkan sedikit dari pasir yang menempel, lalu mengembalikannya pada Queen.
Queen tidak menyangka buah ditangannya sangat besar, persis seperti buah strawberry dari korea, dan begitu queen memakannya, gadis itu langsung tersenyum senang merasakan rasa manis yang berasal dari buah itu.
“mas ini gak ada disuntik atau di semprot obat kan?” tanya Queen.
King tersenyum pelan, “kenapa? Manis banget ya?” tanya King.
Queen mengangguk cepat, “iya mas, ini enak manis banget, kayak lagi makan permen, pantas sikembar suka” ujar Queen.
“enak kan mom, abang mau cari lagi untuk abang dan juga adek” seru farel lalu kembali mencari.
“Gak ada pakai apapun, hanya saja bibit semua tanaman yang ada disini tidak berasal dari Indonesia, melainkan dari luar negri semua, dan papi sengaja memperkerjakan para ahli dalam merawat kebun disini” jawab king.
“emang ada buah apa aja mas, selain anggur dan strawberry” karena malam mungkin yang terlihat oleh ibu hamil itu adalah kedua buah itu saja, tapi masih banyak buah lain yang belum mereka lihat.
“besok pagi saja lihat-lihatnya, kita bisa metik sambil lihat pemandangan” jawab King.
“mommy! Cepat!” teriak darel yang sudah kesal karena Queen terlalu lama berjalan kearahnya.
“iya-iya sayang, mommy kesana” teriak Queen.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...