
Lima menit kemudian King baru kembali ke dalam bakery.
“udah bang?” tanya King pada kedua anak kembarnya.
“Udah dad, ini” tunjuk Farel pada 3 bungkus plastic kue yang ada di atas meja kasir.
King tertawa pelan sampai geleng-geleng kepala, “awas ya habis makan kue harus sikat gigi” kekeh King.
“Mas mau bawa yang masih hangat gak? Aku bisa buatkan yang baru” tawar Yeni pada King.
King dengan cepat menggeleng dan mengambil belanjaan kedua putra kembarnya, “tidak terima kasih” tolak king sambil berlalu pergi.
“Ihhh susah banget sih!” gerutu Yeni kesal.
“susah itu bu, saya dari tadi udah coba dekati tapi gak bisa-bisa bu” ujar salah satu karyawan Yeni.
“kalau modelnya seperti kalian pasti gak bisa, tapi kalau seperti aku pasti bisa”
...🌜🌧🌧🌧🌧🌛...
“Auntie ini kuenya!” teriak darel dan farel ketka mereka berdua memasuki rumah.
“Darel, farel, adek adeknya tidur, jangan teriak teriak gitu” peringat King, agar kedua putranya berhenti berteriak. “kalian mandi dulu sana, biar bisa dekat adek” tambah king lagi.
“Oke daddy” jawab mereka berdua serentak.
.
“Hai sayang” sapa king sambil memberikan kecupan di bibir dan kening Queen.
“tumben lama, darel dan farel gak buat ulah kan mas?” tanya Queen.
King segera menggeleng, “nih belikan kue buat ibu hamil, nih dek” King memberikan satu buah plastic kue pada Cessa yang kebetulan ada di sana, gadis itu sedang menemani Queen berbincang, sementara Suaminya sedang bekerja sebentar.
“makasih bang, kok banyak banget, abang ngata-ngatain cessa gendut ya makanya kasih banyak” kata cessa dengan cemberut.
“Ya ampun dek, itu semua keponakan kamu yang pilih mereka yang mau sebanyak itu, dibawah masih ada dua kantong lagi”.
“jadi mereka yang beli bukan abang yang ngatai cessa gendut kan” gerutu cessa, sepertinya ibu hamil itu masih mudah emosian.
“Gak ada adekku sayang, mana suami kamu?” King berusaha mengalihkan perhatian cessa.
“Jangan tanya-tanya suami cessa! Dia lagi gak sayang sama cessa!” pekik cessa kesal.
King melirik istrinya yang sekarang sedang tersenyum dan tertawa pelan, “Tu adek kenapa yang?” tanya king tanpa suara.
“lagi ngambek udah 3 jam suaminya sibuk kerja” jawab Queen dengan suara pelan.
King mengangguk mengerti, pantas si ibu hamil mudah sensi hanya dengan satu kantong kue.
“Siapa yang gak sayang, sayang banget malah” Rafa datang sambil memeluk cessa dari belakang.
King dan Queen hanya bisa saling tatap-tatapan jika cessa dan rafa sudah bersama, memang selama hamil rafa tidak pernah jauh dari cessa, pria itu selalu ada didekat istrinya, untung dia otak dari perusahaannya dia hanya butuh menyuruh-nyuruh Xelo untuk bekerja, sementara rafa hanya terima hasinya saja.
“jangan pegang-pegang sana urus istri kamu” gerutu cessa.
‘Cup cup’ Rafa mencium tengkuk cessa dan pipi gadis itu, maaf ya sayang, tadi sibuk banget kasian bang xelo kerja sendirian jadi aku bantuin sedikit, jangan ngambek gitu dong, hilang cantiknya” goda Rafa.
“Wuueeekkk Wueeekkk” suara muntahan king pria itu merinding melihat adik iparnya yang sedang merayu cessa di depan matanya.
Sementara queen tertawa pelan melihat tingkah suaminya itu.
“Jangan ledek-ledek rafa bang, tadi si kembar cerita loh tentang tante cantik di sekolah sama rafa” sindir Rafa.
“Tante cantik siapa Fa?” kini Queen mulai penasaran.
“Tanya aja sama bocah cilik kakak” kata rafa, tidak lama bocah kembar yang dibicarakan datang mulut keduanya penuh dengan coklat karena tadi mereka mampir ke dapur dan melihat kue yang tadi mereka beli lalu langsung memakan kue yang ada.
“ya ampun bang, ngapain kesini dengan muka celemotan gitu” ujar king berusaha mengalihkan perhatian Queen.
“abang darel dan farel cuci dulu mukanya ya, baru boleh cium adek bayi” ujar Queen, matanya melirik kedua anak kembarnya yang masih tertidur pulas, padahal mereka cukup ribut tadi.
“Oke mom”
.
Queen memperhatikan kedua putranya yang duduk di dekan kedua bayinya yang masih tidur, “abang, tadi cerita tante cantik sama uncle rafa, siapa itu tante cantiknya bang” tanya Queen.
King menepuk jidatnya, masih saja istrinya itu ingat tentang wanita yang tadi dia temui.
“Tante yang jualan kue ini mom” jawab Darel.
“Dia godain daddy kalian?” tanya Queen yang kini sudah terlihat tanduk di kepalanya.
“Apa itu godain mommy” tanya Farel polos diikuti anggukan Darel yang juga tidak mengerti.
Dalam hati king bersyukur kedua putranya tidak mengerti arti menggoda.
“tadi ngapain aja tante itu sama daddy?” tanya Queen lagi dengan gigi yang sudah merapat.
“Daddy bayarin gojek tante itu mom” jawab darel polos.
Mata Queen langsung melotot pada king. “bayarin? Dia gak ada uang mas?” sindir Queen pada suami tampannya itu.
King dengan cepat menggeleng, “Dengar sayang, tadi ban motornya kempes dan anaknya itu teman darel dan farel, karena aku dan si kembar mau pergi ke bakery dia, jadi dia mau menumpang tapi aku menolaknya dengan cepat dan memanggil gojek agar tidak satu mobil dengannya, gak ada yang lain, sumpah” ungkap king sedetail mungkin, agar istri tercinta tidak mengambek.
“Bohong kak, ada lagi tu yang lain” celetuk rafa dengan tawa pelan.
Queen kembali melotot pada suaminya, “apa lagi yang tidak dikatakan mas?” kata Queen dengan gigi rapat.
“I-itu daddy tidak sengaja membolehkan dia memanggil daddy dengan panggilan mas” lirih king.
“besok kalau dia manggil mas lagi minta ganti!” amuk Queen dengan muka cemberut.
“Siap laksanakan!” hormat king pada Queen.
.
Tidak terasa cessa telah menghabiskan hampir separuh kue yang diberikan King padanya, gadis itu langsung cemberut dan menatap tangan serta perutnya yang membuncit.
“kenapa yang?” tanya Rafa lembut.
“kalau badan cessa gak kembali kurus pas melahirkan, papi akan lari dari mam ikan?” lirih cessa.
Rafa menggenggam sebelah tangan cessa dan menaikkan dagu istrinya agar menatap mata Rafa. “Siapa bilang, aku suka semua yang ada di diri kamu sekarang, mau gendut, berisi, kurus, semuanya itu tetap kamu sayang, jangan di pikirkan tentang badan, yang penting anak-anak kita cukup gizi dari mami nya”.
“benaran gak lari?” tanya Cessa lagi.
Rafa kini menggelengkan kepala, “tidak akan, kamu adalah jiwaku sayang, aku yang sudah membuat kamu seperti ini, apa perlu aku ikutan gendut biar kamu percaya?” tawar rafa.
Cessa membayangkan suami tampannya yang gendut, itu cukup lucu, “tidak usah seperti ini aja” ujar cessa.
Kedua orang itu hendak berciuman tapi langsung terdengar dehaman disebelahnya, “Ingat ini di kamar siapa, mau ciuman sana masuk kamar kalian” tegur King.
... 🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...