
“fa, aku gak bawa surat nikah kita loh” bisik cessa pada suaminya itu saat mereka berdua berada di dalam taxi.
“emang untuk apa?” tanya Rafa pura-pura tidak tau.
“nanti kalau di gebrek bisa di sangka kumpul kebo fa” bisik cessa lagi, dia malu jika supir taxi itu mendengar pembicaraan mereka berdua.
“Tenang aja gak bakal bisa polisi tangkap kita” jawab Rafa dengan santainya. Sebenarnya Rafa sudah membawa buku nikahnya, jadi dia tidak takut untuk digebrek oleh polisi.
“benaran ma itu?” tanya cessa sekali lagi.
“kamu mau suami tampan kamu ini cari pelampiasan ke orang lain?” tantang Rafa.
Cessa langsung memeluk lengan Rafa dengan kuat dia juga menggeleng cepat, “gak mau” tolak cessa cepat.
“makanya siapa duluan yang mulai mancing kemarin?” tanya Rafa dengan menaik turunkan alisnya.
“Iya-iya tapi janji gak sakit ya” ucap cessa.
Rafa mengelus lembut puncak kepala istrinya itu, “Iya” jawab Rafa, tapi dalam hati dia merapalkan semua Teknik-teknik yang telah dia pelajari dari internet.
...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...
Selama dalam perjalanan Prince tampak diam pria itu hanya menatap jalanan tanpa ikut bercerita dengan Dafa.
“Prince” panggil July lembut, kebetulan gadis itu berada duduk disebelah prince.
“ehhh apa?” sontak Prince sedikit terkejut.
“Sedang mikirin apa?” tanya July.
Prince menggeleng pelan, “gak ada” jawabnya singkat.
“tentang cessa dan Rafa ya?” tanya July lagi.
“hmm entah lah” jawab Prince lagi.
“kamu takut adikmu sudah tidak suci lagi? Atau takut adikmu hamil? Atau takut yang lainnya tidak ada dari yang aku sebutkan tadi?” cecar July dengan banyak pertanyaan.
Prince diam sesaat, lalu meghela nafas panjang.
“Bukan itu, hanya saja aku merasa semakin jauh dari saudara kembarku sendiri, ntah lah aku juga tidak tau kenapa aku seperti ini” ucap Prince.
“Bukankah kamu yang memilihkan Cessa jodohnya, selamanya hubungan kalian berdua itu tidak akan terpisah, jangan bersedih jika cessa sedikit lebih dewasa darimu, dia tetap adik polosmu Prince” ujar July dengan lembut.
Prince tersenyum dan meraih tangan July untuk dia genggam, “Bolehkan? Sebentar saja” pintanya, sebenarnya itu hanya alasan agar dia dapat menggenggam tangan July, tapi bagi July Prince sedang merasa kesepian, jadi dia membiarkan Prince menggenggam tangannya.
“Ehheemmmm gue sama Devi jadi obat nyamuk ni” ujar Dafa di kursi depan.
“Lo masih juga ikut campur urusan orang, mau kena pukul Rafa lagi? Untung tu anak Cuma ninju lo sekali, bisa bahaya jika dia marah lebih besar” ujar Prince memberi peringatan pada Dafa.
...🌜🌦🌦🌦🌦🌛...
“Fa kita ngapain sekarang?” tanya cessa setelah merapikan bajunya dan juga baju Rafa.
“mau main sekarang?” tawar Rafa dengan senyum cerahnya.
“Ihh fa! Mesum banget sih ini masih pagi baru jam 10, kita jalan-jalan dulu ya” rengek Cessa, dia ingin mempersiapkan hatinya sebelum dimakan oleh rafa.
“ya udah ayo” Rafa mengulurkan tangannya pada cessa, mereka akan jalan-jalan ke sekitar hotel.
.
“Vin! Rafa! Revi! Cessa!” panggil mama reta sejak tadi, tapi tidak ada yang keluar dari kamar.
Mama Reta baru saja mau menelpon Rafa, tapi gavin dan revi turun dari kamar mereka, “ada apa ma?” tanya revi, pada mertua barunya itu.
“Kalian kemana aja sih, mama cariin, mama dan papa akan mengadakan pesta makan malam untuk keluarga kita di villa tempat mama menginap, kalian kabari yang lain ya untuk datang nanti malam” ujar Mama Reta.
“Hmm, maaf ma, mereka semua tidak ada di vila” jawab Revi sedikit ketakutan.
Revi menatap suaminya itu lalu menatap mertuanya, “mereka diusir Gavin, karena cessa gak mau berterima kasih pada Gavin setelah di bolehkan tinggal di vila ini” ucap revi jujur.
“APA! Apa yang kamu lakukan vin!” teriak mama reta.
“Bukan urusan gavin, ini memang vila milik gavin, kalau mama gak suka, bilang aja ke papa!” ketus gavin lalu Kembali ke kamarnya.
Mama reta langsung mencoba menelpon putra bungsunya itu.
“Assalamualaikum ma, kenapa mama telepon?” tanya Rafa dari telepon.
“kamu dimana nak? Maafin mama sayang, kamu dimana sekarang, mama akan bilang ke papa kelakuan gavin, jadi kamu Kembali ya” lirih mama Reta.
“Ma, Rafa gak apa, sekarang rafa nginap di hotel bersama cessa, jangan bilang ke papa, rafa takutnya gavin akan marah ke mama, bersikap seperti biasa aja, Rafa gak apa kok, lagian disana Rafa gak bisa berduaan dengan istri rafa, inikan liburan bulan madu rafa, jadi boleh ya rafa menghabiskan waktu bersama istri rafa” ucap Rafa dengan lembut.
“Istri kamu gak apakan? Dia gak tersinggung dengan gavin kan?” tanya mama reta.
“Enggak ma, mama tenang aja ya, ni rafa lagi main pasir sama istri rafa, udah dulu ya ma” pamit Rafa dengan lembut.
“Iya sayang assalamualaikum”
“waalaikumsalam ma” jawab rafa.
.
“mama sudah tau?” tanya cessa begitu Rafa menutup teleponnya.
Rafa hanya mengangguk sekilas, “ayo sekarang kita kemana lagi” ajak rafa, dia tidak mau membahas gavin, mood dia akan semakin hancur jika membahas pria itu.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...
Malam harinya, cessa tampak gelisah di tempat tidurnya, dia melirik kamar mandi yang masih tertutup rapat, rafa sedang mandi dan dia mengatakan akan memakan cessa saat ini juga.
‘ceklek’ pintu kamar mandi terbuka, rafa keluar hanya mengenakan boxer nya, rambut basah pria itu semakin membuat Rafa terlihat sangat sexy, hingga membuat cessa meneguk ludahnya.
“Kok gak pakai baju fa?” tanya cessa gadis itu masih menutup dirinya dengan selimut, sebenarnya dia sudah mengganti bajunya menjadi lingerie, gadis itu sudah siap merasakan sakit untuk kedua kalinya, dia tidak mau Rafa mencari pelampiasan diluar.
“Biar gak perlu buka-buka lagi” ujar Rafa. Pria itu langsung naik ke atas tempat tidur, dan langsung berada diatas tubuh cessa. “sudah siap?” tanya rafa dengan lembut, pria itu memberikan kecupan-kecupan lembut pada telinga cessa, hingga membuat tubuh cessa bergidik.
Rafa tersenyum saat istrinya itu mulai terangsang, saat itu dia mulai mencium bibir cessa sambil memasukkan tangannya ke dalam selimut yang cessa gunakan.
Saat tangannya langsung merasakan kulit mulus dan dingin cessa, Rafa tersenyum dalam ciumannya, dia tau istrinya sedang menggunakan pakaian sexy saat ini.
Kali ini Rafa tidak memulainya dengan buru-buru, pria itu masih betah bermain di wajah dan telinga cessa sambil memberikan pijatan pada bagian-bagian sensitive cessa. Rafa semakin memasukkan tangannya ke arah paha cessa, dia memberikan sentuhan dan usapan lembut pada serabi lempit cessa, membuat gadis itu menegang merasakan sensasi pertama kali yang menggelitik dan membuat dirinya merinding.
cessa mulai tidak terkendali saat Rafa mempercepat tempo gerakan tangannya yang keluar masuk didalam serabi lempit nya.
Gadis itu menegang ketika sudah mendapatkan pelepasan. setelah itu dia terkulai lemas, cessa hanya mampu menutup matanya karena malu terlihat seperti itu didepan Rafa.
Setelah itu Rafa baru memulai permainannya
“sebentar sayang” ucap rafa lembut sambil memberikan kecupan pada bibir dan daun telinga cessa, Rafa sudah melemparkan selimut yang menutupi tubuh cessa, bahkan dia sudah melepaskan seluruh pakaiannya dan cessa entah kemana, kali ini pria itu bersih keras bisa membobol gawang dalam sekali hentakan.
Rafa mulai memainkan temponya dari pelan menuju cepat, cessa yang awalnya ingin berteriak tidak jadi karena tertahan oleh bibir Rafa yang menciumnya.
Rafa sempat menghentikan sebentar pergerakan pinggangnya saat merasakan kuku jari tangan cessa menusuk punggungnya, dia tau cessa pasti merasakan sakit, tapi itu hanya sesaat digantikan dengan sensasi aneh yang pertama kali cessa rasakan.
hingga terjadilah pertempuran suami istri itu di dalam kamar hotel yang tampak sangat mewah. cukup lama keduanya saling bergulat di atas ranjang. hingga akhirnya keduanya sama-sama mendapatkan pelepasannya.
Rafa tersenyum hangat ketika melihat wajah Lelah istrinya, “terima kasih sayang” ucap rafa sambil mencium puncak kepala cessa. cessa hanya mengangguk lemah, tenaganya sudah habis.
Sebenarnya itu masih belum cukup bagi rafa, tapi dia akan bersabar, karena ini pertama kalinya bagi cessa, jadi dia akan membiarkan gadis itu beristirahat untuk malam pertama mereka yang tertunda.
...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...
Jadi bagaimana?? Apakah ada yang kecewa dengan malam pertama mereka?? Terima kasih atas semua masukkannya, maaf ya masih 17 tahun tapi sudah melakukan hubungan dewasa. Jangan di tiru ya, itu pesan author.
Terima kasih buat yang masih bersedia membaca novel ini, tunggu kelanjutan kisah cinta cessa dan rafa ya