Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
38. Membalas



Rafa menggendong cessa terus sampai di kelasnya, bahkan guru yang sedang menjaga sampai heran melihat Rafa yang datang dengan menggendong cessa.


“kenapa kalian bisa telat? Dan kenapa cessa harus di gendong Rafa?” guru itu memberondong Rafa dengan banyak pertanyaan.


“Tanyain aja sama mereka” Rafa menatap sinis Dina lalu Revi, setelah itu dia berlalu menuju bangkunya.


...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...


Bell pulang sudah berbunyi, Rafa langsung memanggil prince yang sudah tegak dari kursinya.


“Prince” panggil rafa.


“Apaan?” tanya prince.


“Lo bisa gak pulang bareng cessa dulu?” tanya Rafa.


“kenapa?” bukan prince yang bertanya melainkan Cessa, gadis itu langsung menyentuh lengan Rafa dan memandangnya dengan mata sendu.


Rafa tersenyum pada istrinya itu, tanganya dengan lembut mengelus rambut Cessa dengan lembut, “Tadi tiba-tiba ada sedikit masalah dikantor” bisik Rafa pelan, dia tidak ingin ada yang mendengar dia sudah bekerja.


“Ikut” rengek cessa.


“dirumha aja ya, gak bakal lama kok, kaki kamu masih sakit payah jalan kesana kemari gak kuat aku gendongnya” kekeh Rafa.


“Ya udah, tapi cepat pulang ya” lirih gadis itu.


Rafa mengangguk pelan dia menunduk sebentar mencium kening Cessa lalu menggendong gadis itu.


“tapi katanya mau pergi?” Tanya cessa heran.


“antar kamu dulu ke motor prince baru aku pergi” jawab Rafa.


Cessa hanya tersenyum senang dia semakin mengeratkan pelukannya.


“Sumpah gue pengen tonjok kalian berdua” ledek Dafa melihat kemesraan pasangan cessa dan Rafa.


“Tonjok aja weekkk” balas cessa sambil memeletkan lidahnya.


...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...


Rafa memberhentikan motornya tepat di café miliknya sendiri, dia menyuruh salah satu anak buahnya menyiapkan tempat yang lumayan sepi, dia memang sengaja datang lebih cepat untuk menyiapkan semua rencana yang telah dia siapkan.


“Fa, maaf nunggu lama?” Suara dina muncul dari sebelahnya.


Rafa hanya menganggguk dan menyuruhnya duduk dengan isyarat mata.


“Gue tau lo pasti mau jelasin ke gue kan kenapa selama ini lo berubah sama gue?” tanya dina dengan semangat 45 nya.


“Fa, maaf gue telat” suara Revi kini muncul. Dina menatap Revi tidak percaya.


“Gak apa duduk, gue memang sengaja panggil kalian berdua” ucap Rafa dengan santainya.


Kedua gadis itu mengerutkan dahinya bingung.


“Gue__” ucapan Rafa terhenti saat seorang pelan datang dan memberikan minuman pada merek berdua serta Rafa. “minum dulu, gue sengaja buat special buat kalian” Rafa menyambung ucapannya.


Kedua gadis tu tersenyum senang dan meneguk habis minumannya, diam-diam rafa tersenyum misterius saat keduanya meminum itu.


“Enak banget fa, lo tau aja minuman kesukaan gue” puji Dina dengan senyum lebarnya.


“Iya fa enak, makasih ya” tambah Revi.


Tafa hanya mengangguk sebentar, mata pria itu sibuk melihat kearah ponselnya yang terletak di bawah mejanya.


“Sedikit lagi” batin Rafa.


“Oh iya kenapa lo manggil gue kesini Fa?” tanya Dina, dia tidak menganggap Revi ada disana.


“Kamu kenapa maksa aku kesini Fa?” begitu juga dengan Revi dia sama tidak menganggap Dina ada.


“Gue mau nanya kenapa kalian ngelakuin hal seperti itu pada cessa” tanya Rafa, sebenarnya ada alasan, dia hanya bermaksud untuk melakukan aksinya untuk dapat menyadap ponsel Revi dan Dina.


Wajah dina yang tadinya ceria berubah suram, “Kenapa mesti tanyain dia sih, gak bisa tanya yang lain gitu?” gerutu Dina.


“Fa, sebenarnya itu bukan gue yang lakuin, cessa jatuh sendiri, dia sengaja berbuat seperti itu agar lo salah paham dengan gue” sementara dina marah marah Revi lebih memilih untuk mencari cara agar Rafa tidak salah padanya, memang berbeda cara berpikir orang gila.


“I-iya fa” Ujar Revi, dia mulai merasakan sesuatu yang aneh pada perutnya begitu juga dengan Dina, dia juga mulai merasa mulas.


“Fa, tunggu bentar ya” dina langsung cepat cepat berdiri, berbeda dari dina, Revi berdiri tanpa mengatakan ucapan apapun pada Rafa.


Di tempat duduknya Rafa tersenyum mengerikan, “itu hanya balasan awal, tunggu balasan selanjutnya, gue memang tidak akan mengadukan kalian pada sekolah, tapi gue punya banyak cara untuk menghancurkan kalian berdua” gumam Rafa pelan.


Dia berdiri dari kursinya sambil tersenyum senang, dia berhasil menyadap dan masuk kedalamponsel milik Dina dan Revi.


Pria itu langsung pergi, dia tidak peduli disuruh tunggu ataupun tidak.


...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...


Di kantornya rafa sibuk mencari data memalukan dan rahasia dari keluarga Dina dan Revi.


“Ngapain sih Fa?” tanya Xelo pada rafa yang tampak serius.


“Bongkar aib orang yang udah buat istri gue menangis, enak aja gue aja menjaga dia agar tidak pernah air matanya jatuh, mereka seenaknya membuat istri gue menangis” gerutu rafa.


“Jangan bilang lo sedang nyadap ponsel mereka?” tanya xelo panik.


Rafa mengangguk singkat.


“AHHKKKH ****!!” umpat Rafa.


Xelo langsung melihat apa yang rafa lihat di dalam layer komputernya.


“apa fa?” tanya xelo penasaran.


Rafa menoleh menatap Xelo yang tegak dibelakang kursinya, lalu muncul ide brilliant di kepalanya. “lo yang edit ni video gue jijik liatnya” ucap Rafa.


“Kok gue?” tanya Xelo heran.


“pokoknya lo bakal suka bang, gue cari ditempat lain aja, kalau sudah selesai langsung sebarkan dengan tanpa nama” perintah rafa.


“Oke baiklah” ucap xelo dia kira pekerjaan itu tidak terlalu sulit makanya dia melakukan hal yang diperintahkan Rafa.


Rafa sendiri lebih memilih ruang game nya digunakan sebagai akses mencari kelemahan Revi karena kelemahan Dina sudah dia dapatkan dan mungkin akan heboh satu sekolah setelah melihat video itu.


‘ting’


Rafa melihat pesan masuk kedalam ponsel Revi, dia dapat melihat Revi sedang chat dengan seorang pria.


‘Lo dikerjai oleh Rafa? Hahhaha’


‘jangan meledek! Gara-gara rafa gue malu pulang dengan keadaan celana gue penuh dengan kotoran” balas revi sedikit mengumpat.


‘hahahha tenang aja rencana kita akan berhasil, lo masih belum relakan melepaskan Rafa untuk cessa’ balas gavin


‘ mana mungkin gue rela, gue gak akan pernah rela rafa untuk orang lain, dia hanya milik gue’


‘baguslah karena gue mau rencana kita nanti tidak boleh gagal’ balas gavin.


‘Vin kasih tau gue alamat apartemen milik Rafa, gue mau mengirimkan makanan pada rafa’ ucap revi.


‘gue gak tau, tu anak gak pernah cerita sama gue, gue curiga itu adalah apartemen yang dibelikan papa gue untuk dia’ ucap gavin penuh selidik.


‘makanya lo cari tau! Lo abangnya tapi tidak tau apapun tentang dia!” geram Revi.


‘kayak lo tau aja tentang rafa’ sindir balik Gavin.


‘pokoknya rencana kita tetap jalan gue tunggu undangan lo’ ucap revi setelah itu chat kedua orang itu berakhir.


Rafa meremas kedua tangannya dengan kuat, ternyata kedua orang itu telah merencanakan hal yang belum dia ketahui ap aitu.


...🌜☀☀☀☀🌛...


Sementara itu ditempat xelo, pria itu dengan santainya menekan tombol play, saat video mulai dijalankan sumpah serapah terlontar dari bibir xelo dia menggeram kesal melihat rafa yang sedang duduk didalam ruang game nya.


“Kurang ajar banget anak itu! Gue disuruh yang


baigian yang seperti ini, awas aja dia bakal gue balas” gerutu Xelo tapi dia tetap menonton lalu mengedit videonya.


...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...