
Tiga orang wanita yang tadinya melarikan diri ke kamar mandi telah kembali, wajah ketiganya juga tampak pucat.
“cess, maaf ya bukan gak mau makan, entah kenapa tadi mual saat melihat makanan itu” Queen menatap sedih pada adik iparnya yang tadi memasak untuk mereka semua.
Bukannya marah cessa malah tersenyum sambil memberikan saru persatu alat tes kehamilan pada Queen, Juli lalu terakhir pada Ellena.
Queen yang sudah pernah memakai alat itu menatap cessa yang mengulum senyum lalu pada suaminya.
Sementara dua pasangan yang benar-benar baru pertama kali melihat alat itu tampak kebingungan, “ini apaan cess? Aku gak demam kok?” Juli tampak membulak balik alat yang mirip termomoter itu.
“Iya kak ini apa?” Ellena juga ikutan bertanya karena dia juga tidak tau.
“Alat tes kehamilan” jelas cessa.
1 detik
2 detik
3 detik
Cessa tertawa keras melihat dua psangan yang diam seperti patung.
“Dek maksudnya Juli hamil?” tanya prince akhirnya.
“cessa? Maksudnya Istri abang hamil?” xelo akhirnya bisa berbicara, dia menatap mata cessa untuk mencari kebohongan pada mata itu.
“Belum tau, dicoba aja dulu tes” balas cessa.
“YES!” sorak prince dan Xelo bersamaan membuat semua yang ada di meja makan sempat tersentak termasuk Quinsya, sekarang gadis kecil itu menangis sesugukan karena terkejut akibat sorakan kedua uncle nya.
“hhuueeee pi pi pi” isak Quinsya.
Rafa langsung dengan sigap menggendong putrinya yang mennagis.
Xelo dan prince yang menjadi pelaku langsung mendapatkan pukulan dari istri mereka masing-masing.
“caca cantik maafin papa ya”
“caca maafin uncle ya” ucap prince dan Xelo bersamaan. Sedangkan Quinsya masih menangis memegang leher papi Rafa, alhasil baju rafa kotor karena Quinsya tadi makan menggunakan tangannya juga.
“caca, maafin papa ya” bujuk prince sekali lagi.
“udah sana cepat tes, atau mau gue hajar satu satu karena buat anak gue nangis” ancam rafa, dia masih sibuk mengelus elus punggung putrinya dan berusaha mendiamkan Quinsya yang masih terisak.
Takut melihat kemarah Rafa, kedua pria itu cepatcepat menarik istrinya pergi untuk mencoba alat tes itu. Diikuti Queen yang menuju kamar mandi di kamarnya karena dua kamar mandi di lantai saru di gunakan pasangan prince dan Xelo.
**
Cukup lama mereka menunggu tiga pasangan itu turun. King dan Queen yang lebih dulu turun dari kamar mandi.
“gimana kak?” cessa menatap kakak iparnya dengan wajah penasaran.
“Positif dek” Queen menjawab dengan wajah sedih .
“loh kok sedih harusnya senang loh dapat lagi” tanya mami dona.
“Tapi Mira dan Ameer masih 2 tahun, mereka belum cukup kasih sayangnya” Queen menatap kedua anaknya yang masih kecil, lalu beralih pada dua putra yang sudah berumur 8 tahun, mau sebanyak apa king meminta anak sih, akan ada keluarga besar karena Queen sudah punya 4 anak.
“Ya gak papa” mami dona mendekati dua cucunya Amira dan Ameer. “Mira dan Ameer mau punya teman baru lagi gak?”
“man alu? Au oma”jawab keduanya serentak.
“nah mereka semangat ni” tunjuk mami dona.
“ana oma? Eman mila?” Amira sudah tidak sabar untuk bertemu dengan adik barunya.
“ini di perut mommy” tunjuk mami dona pada perut Queen.
“elut ommi? Napa ndak eluar oma?” tanya Amira lagi masih penasaran.
Mami dona mulai menjelaskan pada Amira dan Ameer tentang teman baru yang dimaksud mami juga mengatakan pada dua anak kembar Queen, tentu saja keduanya sangat senang karena akan punya adik lagi, mereka senang dengan keluarga mereka yang akan bertambah, saat sedang menjelaskan Xelo dan prince datang dengan pasangan mereka masing-masing.
“Mam! Aku akan jadi papa benaran sebentar lagi!” seru prine tapi kali ini dengan nada pelan takut membuat keponakannya kembali tersedak.
“Alhamdulillah, kalau kamu gimana Elen?” tanya mami dona.
“Berbayang mam, artinya apa ya?”
“Itu artinya anaknya antara ada dan tiada” canda Rafa.
“benaran fa?! Gimana fa, gue gak mau kehilangan anak gue?!” pekik Xelo panik.
Rafa tertawa sambil menutup mulutnya, “Aaawww pi sakit pi” rafa berteriak akibat papi harry yang mencubit lengannya.
“hehehe bercanda bang, abisnya serius kali muka abang sama ellena jadi rafa iseng” ledek rafa.
"ya ampun fa, abang hampir aja syok, gak bisa gini kita ke dokter sekarang" putus Xelo, dia tidak mau bertanya pada calon dokter itu lagi.
"ikut bang aku juga mau periksa Juli" prince ikutan berbicara.
"disini aja, besok baru kalian periksa, bahaya ibu hamil di bawa jalan-jalan terus, kita baru sampai jarak rumah sakit jauh dari sini, jadi kalau mau kandungan istri kalian sehat tetap disini buat istri kalian istirahat jangan di gempur dulu" nasehat mami dona. kedua pria itu saling berpandangan lalu menggendong istri mereka masing masing.
"lah kenapa kalian gendong?" cessa tampak bingung dengan tingkah prince dan Xelo.
"udah malam" ucap Xelo.
"perlu istirahat" ucap prince.
Setelah berkata begitu dua pria yang sebentar lagi menjadi ayah itu menghilang.
papi harry sama mami dona sampai geleng-geleng kepala dibuatnya.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...
"bhang ejal! uncle!" teriak Quinsya yang duduk di pangkuan cessa. saat ini Cessa, Quinsya, ellena dan mami dona sedang menonton permainan pecah batu, itu adalah permainan tradisional saat zaman papi harry dan mami dona dulu saat kecil.
mereka memperkenalkan permainan itu pada anak dan cucunya.
Quinsya tampak berbinar melihat abang abangnya yang sedang berlari Menghindari Xelo yang menjadi penjaga, karena mereka berlari sangat pelan Xelo dengan mudah menangkap mereka dan semua tertawa bahagia.
"seru ya dek?" tanya cessa pada putrinya.
"ya mi, nti alau adek dah embuh oleh ain itu kan mi?" Quinsya memang masih belum bisa berlari seperti keluarganya yang lain, jantung dan paru-paru nya masih bermasalah, jadi dia dilarang untuk berolahraga.
mendengar ucapan putrinya cessa berusaha menahan tangisnya. "iya papi akan sembuhkan adek".
"harus" batin cessa.
"yee~ anti caca ica lali lai ayak abang mi?"
"iya bisa, sekarang adek nonton aja ya" ucap cessa pelan, dia sudah tidak sanggup untuk menjawab pertanyaan putrinya.
Rafa yang melihat mata istrinya berair segera mendekat.
"Adek mau ikut papi lari?" tanya rafa.
"mang oleh pi?" tanya Quinsya dengan mata yang sudah berbinar-binar. bukan hanya quinsya cessa juga menatap Rafa tapi dengan wajah cemas.
"sini, larinya sama papi" Rafa menggendong Quinsya dan mendudukkan putri kecilnya itu di bahunya. "sekarang kita lari!" teriak Rafa.
Quinsya tertawa senang saat angin menerpa wajahnya, gadis kecil itu berteriak dan tertawa senang bisa berlari walau bukan dengan kakinya.
"kejar dedek caca!" teriak Xelo, dan mereka semua berlarian mengejar Rafa diikuti tawa senang semuanya.
...🌜❄❄❄❄🌙...
sekian dulu bonchap kita ya hehehe, author cuma mau poling lagi kalau gak ada perdebatan karakter lagi baru deh author lanjut season 2
mohon bantu pollingnya ya
Sehun (Sagara) dan Sejeong (Quinsya)
Chen zheyuan (Sagara) dan zhao lusi (Quinsya)
Sehun X Chen Zheyuan
Kim sejeong vs Zhao Lusi
ayo yang mana kalian pilih ?? pilihan nomor 1 atau 2