
Mata mami dan papi ana berbinar saat melihat nominal yang diterima oleh The King karena memenangkan pertandingan itu. Nilainya bertambah sesuai banyaknya penonton yang ikut menonton.
“15 milyar?!” pekik papi ana tidak percaya. “ana bukankah mereka teman-teman sekolahmu? Kamu harus bisa mendekati mereka dan mengikuti pertandingan seperti ini!” lanjut papi ana, yang mulai tergiur dengan hadiah yang diterima.
“Ana tidak bisa bermain game, lagi pula papi tidak memberikan fasilitas pada ana untuk berlatih, mereka itu bisa berada disana karena dikasih fasilitas oleh orang tua mereka, papi kasih ana apa biar ana punya kemampuan seperti mereka?” sindir Ana.
“Papi dan mami sudah melahirkan kamu di dunia ini, mana balas budi mu pada kami yang telah membesarkan mu sampai sekarang, liat mereka, umurnya sama denganmu tapi sudah mampu menghasilkan milyaran hanya dari bermain game, kamu bisanya hanya menghamburkan uang papi” balas mami ana.
Tadi niatnya ana ingin meminta uang pada papinya agar ana bisa belajar cara bermain game, tapi yang ada dia malah dimarahi oleh papi dan maminya.
“Pi, mi, kita harus mengikuti mereka sebelum kehilangan lagi, nanti kira tidak bisa menemukan ellena” ana sengaja mengalihkan perhatian kedua orang tuanya agar tidak terus menuntut hal yang tidak mungkin dia bisa lakukan.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...
Ami tampak cemas menunggu Ellena yang masih bersama cessa, rafa dan yang lainnya di ruang tunggu para peserta. Tangannya sibuk mengirimkan pesan pada Ellena berkali-kali, tapi sudah sejak pertandingan mulai hingga pertandingan selesai Ellena tidak kunjung membalas pesannya, ellena juga tidak mengangkat telepon yang berasal dari gadis itu.
“Kamu kenapa ami?” tanya mami dona dengan menyentuh bahu gadis itu dengan lembut.
Ami langsung mengangkat kepalanya menatap wajah mami dona yang sangat cantik walau dia sudah berumur hampir masuk kepala 4 tapi masih cantik seperti wanita berumur 20 tahunan, begitu juga dengan suaminya. Ami sangat ingin memiliki rahasia awet muda dari keluarga bagaskara.
“ Gak kenapa-napa tan” jawab Ami dengan tersenyum.
“kamu takut sama gadis tadi ya? Tenang aja, kalau dekat-dekat mami kamu gak bakal di gangguin, dia teman sekolah kamu ya?” tanya mami dona berturut-turut.
Ami menggelengkan kepala, “dia kakak tirinya Ellena mam, ami yakin dia mau membawa pulang Ellena untuk dinikahkan dengan pak tua itu” ujar ami.
Mami Dona dan papi harry memang pernah diceritakan oleh Xelo dan Ellena tentang mengapa mereka menikah terburu-buru seperti pernikahan cessa dan Rafa yang masih sekolah, tanpa planning dan tanpa pemberitahuan setelah menceritakan masalah itu xelo meminta papy harry menjadi wali dari Ellena yang tidak mempunyai siapapun saat ini.
Papi harry menyambut baik niat kedua nya, dia juga bersedia mengangkat Ellena menjadi anaknya, tapi ellena tidak mau karena segan dengan semua kebaikan yang diterimanya secara terus menerus, cukup dengan kedua orang tua cessa itu memperlakukan dia dengan anak, Ellena juga sudah merasa senang.
“Auntie! Uncle! Selamat ya” dua bocah kecil itu berlari sambil membawa karangan bunga pada prince dan juli.
“Hei Boys! Mana untuk abang dafa yang ganteng ini?” tanya dafa yang tidak terima karena hanya Juli dan prince yang diberi karangan bunga.
“Minta sama oma dan opa sana tangan kami tidak muat bawa banyak bunga” ucap serentak Farel dan darel.
“Selamat ya Nak” suara Ayah dafa terdengar, dia menepuk bahu putranya itu sambil menyuruh kakak dafa dan Istrinya memberikan bunga yang telah mereka siapkan.
.
Di tempat juli dan prince, kedua orang tuanya juli dan prince mendekat dan memberikan pelukan pada masing-masing anak mereka.
“selamat ya, mommy bangga dengan kamu, bisa mengalahkan para pria pria itu” ujar mami juli sambil terus memeluk putrinya.
.
Di tempat Rendi, Alif dan Jaka,
Xelo datang bersama Ellena sambil membawa tiga buah karangan bunga pada tiga orang pria itu.
“aduh bang kalau untuk kami jangan karangan bunga, kami lebih suka bunga bank buat tabungan masa depan” kekeh Rendi.
“Bunga bank nya udah kalian dapatkan, mau ngapain lagi kalian setelah ini?” tanya xelo disertai senyum menawanya.
“makasih kakak ipar” ucap Alif sambil mengambil 3 buah karangan bunga dari tangan Ellena.
“sama-sa_”
Ellena membalikkan badannya begitu melihat siapa yang berjalan mendekati dirinya, ellena langsung bersembunyi di belakang punggung Xelo.
“Akhirnya papi menemukanmu! Jadi ini pria yang menculik putriku?!” pekik papi Ana.
“Menculik?” beo Xelo. “sepertinya anda salah tuan saya tidak pernah menculik putri anda tapi dia yang datang pada saya karena anda memperlakukan dia seperti barang” lanjut Xelo.
“ELLENA! Cepat kemari!” Pekik Papi ana sekali lagi.
“Maaf sebelumnya, apakah disini ada masalah?” papi Harri mendekat Bersama keluarganya.
“Ohh ya, ada masalah, seseorang telah menghipnotis putriku hingga dia tidak mau pulang kerumah! Pria ini dia telah menculik putriku!” Teriak papi ana.
“Nama saya Harry Bagaskara, dan ini adalah putra angkat saya, tadi anda menuduh putra angkat saya telah menculik putri anda? Apakah benar begitu?” Tanya papi harry dengan sopan.
“YA! Gara-gara pria ini putri saya kabur dari rumah! Dia baru berusia 17 tahun, masih terlalu kecil untuk hidup tanpa pendamping disisinya!” jawab papi ana dengan lantang.
“kalau begitu saya bisa menuntut anda, jika perkataan anda salah bukan? Tentu saja jika putra saya melakukan apa yang anda bilang saya akan mengganti rugi pada anda tapi jika salah, anda harus bersiap atas tuduhan pencemaran nama baik” ucap dingin papi Harry.
“Tidak perlu tuntut-tuntutan! Kembalikan saja putriku! Aku tidak memerlukan ganti rugi!” ujar papi ana sedikit takut.
“Ohhh anda belum tau rupanya, saya akan perkenalkan diri saya sekali lagi, nama saya Harry Bagaskara, pemilik Bagaskara Corp, lebih tepatnya pengusaha property nomor satu di indonesia, anda baru saja menuduh putra angkat saya melakukan hal yang tidak baik, nama perusahaan saya bisa hancur jika saya tidak meluruskan maslaah ini, jadi saya tanya sekali lagi, apa anda masih menuduhkan hal yang sama pada Putra angkat saya?” ucap papi Harry masih terdengar dingin.
Rafa, King, Prince dan Xelo maju dan tegak dibelakang papi harry seperti menjadi dinding kokoh para pria dari keluarga bagaskara.
“Ti-tidak, tapi saya mau dia mengembalikan putri saya sekarang juga!” ucap papi ana ketakutan, dia baru ingat nama pemilik perusahaan property yang sangat terkenal itu adalah bagaskara, ia tidak menyangka akan bertemu dengan bagaskara yang asli.
“Jika putri anda sendiri yang tidak mau bagaimana? Putri anda yang anda anggap barang itu melarikan diri, dia datang dalam keluarga kami dan memohon untuk perlindungan dari papi tiri nya yang ingin menjual dia, dan kami pun membuka tangan untuk melindunginya jadi sekarang dia ada dalam perlindungan keluarga Bagaskara, anda tidak bisa mengambilnya, umur gadis ini sudah genap 17 tahun untuk memilih jalan hidupnya sendiri” tegas papi Harry.
Papi ana terlihat geram dengan ucapan papi harry, tapi dia tidak bisa mengatakan apapun untuk membantah.
.
Disisi para Wanita,
“Mi, papi keren banget sih, pantas mami jatuh cinta sama papi” bisik Cessa pada mami dona.
“kamu baru tau sedikit, papi kamu itu paling hebat dan luar biasa, apa lagi kalau di ranjang” kekeh mami dona.
“Yahh~ mami jangan bicarakan soal ranjang, tapi ada benarnya juga mi, King juga hebat di ranjang pasti itu karena keturunan papi harry” sambung Queen, sepertinya Wanita 2 anak ini sudah kena virus keluarga Bagaskara yang super duper gila.
"Mi, kak Queen, ini cessa bicarain soal papi yang keren bukan tentang ranjang-ranjangan, di sini banyak anak kecil loh" tegur cessa.
Mami dona dan Queen melirik sekilas cessa lalu saling pandang setelah itu keduanya menepuk bahu cessa dengan pelan.
"Yang sabar ya sayang" ucap mami dona.
"Nanti kakak suruh king buat ajarin Rafa biar hebat di atas ranjang, jangan sedih gitu" sambung Queen.
Cessa melongo dan mulai tumbuh tanduk di kepalanya, "Enak aja, suami cessa hebat ya waktu di ranjang, kami bahkan bisa tahan sampai subuh!" bantah cessa tidak Terima diremehkan.
"ohh~ bagus lah" jawab mami dona dan queen serentak lalu kembali melihat papi harry yang masih berdebat.
Juli dan Devi yang mendengar obrolan mereka hanya bisa terkikik geli mendengar ucapan mereka
...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...