
Rafa bangun dan melihat istri cantiknya sedang tertidur dengan nyenyak, mereka berdua tidak sempat turun untuk sarapan, lagi pula rafa tidak berselera makan beberapa hari ini.
Rafa mencium kening cessa lalu perut rata cessa serta memberikan elusan bapa perut itu. “sabar sebentar ya sayang, bunda belum mengetahui keberedaanmu jadi tunggu sebentar lagi, sebelum kita periksa ke dokter” ucap rafa pelan pada perut Cessa.
Rafa turun dari ranjangnya dan menuju ke dalam kamar mandi, dia ingin menyiapkan air hangat untuk cessa mandi.
.
Beberapa saat kemudian Rafa keluar dari kamar mandi, hendak membangunkan cessa yangmasih tertidur, tapi sayang dering ponsel malah membuat Rafa tidak jadi membangunkan istrinya.
“Assalamualaikum” jawab Rafa.
“waalaikum salam fa, apa aku mengganggu waktu liburan mu?” tanya Xelo.
“tidak bang, ada apa?” tanya Rafa.
“bisakah kita berkumpul dulu, aku ingin membahas sesuatu padamu” pinta si penelpon.
“Baiklah, kita bertemu di basecamp saja bang, tapi sekitar sejam lagi, istriku masih tidur, aku takut dia marah begitu bangun aku tidak ada disisinya” ujar rafa dengan pelan.
“Baiklah aku dan yang lain menunggumu di basecamp, ajak juga cessa, karena queen juga ingin berdiskusi dengannya.
“baik bang” setelah menjawab itu telepon baru ditutup.
Rafa kembali pada niat awalnya, dia ingin membangunkan cessa.
Pria itu mendekati cessa dan mengelus puncak kepala istrinya dengan lembut, “yang~” panggil rafa. “sayangku, cintaku” panggil rafa sekali lagi.
“euuhhgg” cessa membuka matanya perlahan dan menatap Rafa yang tersenyum padanya.
“Siang sayang ku, mandi dulu dan kita makan yuk” ajak Rafa sambil tersenyum manis pada istrinya.
“gendong” tanpa sadar cessa bersikap manja pada suaminya, meminta diantar ke kamar mandi dengan cara di gendong.
Sementara rafa hanya mengulum senyum begitu mendapatkan istri cantiknya meminta gendong, dengan senang hati pria itu menggendong cessa yang belum menggunakan pakaian apapun, Rafa sedikit tergoda untuk mencicipi istrinya kembali tapi mengingat cessa sedang hamil pria itu akan menahan diri untuk sementara.
“Kalau udah selesai panggil ya, mau di gendong lagi?” tanya rafa setelah meletakkan cessa di bathup.
Cessa mengangguk dengan masih menutup matanya, mata wanita itu terasa sangat berat dan dia kelelahan akibat sang suami.
...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...
Tepat 1 jam seperti perkataan rafa, pria itu dan cessa sampai di basecamp dan disana ternyata sudah kumpul semua keluarganya termasuk papi harry dan mami dona.
Jantung rafa sedikit berdetak kencang, dia pikir dirinya sudah ketaguan dalam menyembunyikan kehamilan cessa, tadi juga Rafa berpikir king menelpon karena urusan teror pada keluarganya, tidak pernah terbayangkan ada papi dan mami di sana.
“Assalamualaikum” salam rafa dan cessa begitu memasuki ruang istirahat itu.
“Waalikum salam” jawab mereka semua serentak.
“duduk fa” perintah papi harry.
Rafa meremas tangannya karena mulai merasa cemas.
“kenapa kamu tidak memberitahu papi?” tanya papi harry.
Rafa menundukkan kepalanya. “maaf pi” ucap rafa pelan. “rafa akan menerima hukuman apapun dari papi” tambah rafa.
“iya pi” ujar rafa lagi dengan tegas.
“Hukuman apaan sih, papi heran sampai berapa lama kalian mau merahasiakan jika keluarga kita diteror?” ujar papi harry.
“terror pi? Bukan yang lain?” rafa akhirnya bisa sedikit merilekskan badannya.
“Apa ada lagi? Mau sampai kapan kamu mengurus semua terror itu? Tidak mau berkonsultasi pada papi, kit aini keluarga kan?” kata papi harry dengan marah.
Rafa kembali menunduk, “maaf pi, bukan maksud rafa untuk tidak memberitau, tapi Rafa takut papi dan mami terlalu cemas, ini juga masalah karena saudara rafa, jadi rafa pikir sebaiknya rafa saja yang menyelesaikan ini” ujar rafa.
“kamu mau mengambil keputusan sendiri tanpa bantuan keluarga? Tidakkah kamu menganggap papi ini papi kamu?” sindir papi harry.
“Rafa minta maaf pi” ulang rafa sekali lagi.
“Ya sudah, tapi lain kali jika kalian ada masalah dan masalah itu cukup besar, bicarakan dengan keluarga, itu gunanya keluarga, percuma papi punya banyak anak, tapi mereka berusaha mengurus masalah ini sendiri-sendiri” ujar papi harry. “jadi kamu yakin saudaramu yang melakukan itu semua?” lanjut papi harry lagi.
Rafa mengangguk kan kepalanya, “rafa yakin pi, tapi rafa masih belum bisa melaporkan dia kepolisi, rafa belum mempunyai bukti keterlibatan dirinya langsung”.
“Apa yang membuat abangmu itu begitu terobsesi untuk menghancurkanmu?” selidik papi harry.
Rafa kini menggelengkan kepalanya, “Rafa juga tidak tau pi, tapi yang rafa tau dia tidak terima cessa di dapatkan oleh Rafa, dan dia ingin Rafa menderita seperti dia yang menderita karena kelahiran rafa”
“Ahhh” Papi harry menghela nafas panjang, “ada aja sifat manusia dengki dan iri melihat kebahagiaan orang, sekarang apa dia masih mau melancarkan aksi untuk meneror keluarga kita?” selidik papi harry.
“ntah lah pi rafa sudah mulai melancarkan aksi rafa untuk menjatuhkan satu persatu polisi yang bekerja sama dengan gavin, tapi masih belum seluruhnya, setelah itu baru rafa bisa menjatuhkan gavin bersama temannya itu” terang rafa pada papi harry.
Papi harry menatap king, “katakanlah pada adikmu” ujar papi pada king.
Rafa menatap king yang terlihat cemas.
“ada apa bang?” tanya rafa.
“Queen ingin segera melaksanakan resepsi pernikahan kami, dia tidak mau menunggu lagi, itu permintaan bayi kami, tapi abang takut aka nada masalah jika abang melakukan resepsi disaat masalah ini belum selesai.
Rafa menatap xelo yang memang ada di sana juga. “bang Xelo, apa abang sudah memanggil seluruh anak jalanan?” tanya rafa.
Xelo mengangguk pelan, “Sebagian dari mereka masih mengintai Egi, tapi Sebagian lagi masih ada di markas” jawab Xelo.
“lakukan saja bang, ada 200 orang yang bisa menjadi bodyguard, kakak ipar pasti sedih jika keinginannya tidak di penuhi” ujar rafa.
“tadi kamu bilang 200 orang? Siapa mereka fa?” tanya papi harry penasaran.
“mereka semua anak jalanan yang diselamatkan hidupnya oleh rafa pi” bukan rafa yang menjawab, melainkan Xelo. “menantu papi ini awalnya hanya menyelamatkan satu orang, lama kelamaan dia mulai menyelamatkan orang-orang yang mau berusaha dan giat, kebanyakan dari mereka sekarang menjadi agen bayaran untuk para VIP seperti presiden, dan orang penting lainnya, dan Xelo adalah salah satu orang yang rafa selamatkan” sambung xelo.
Papi harri menatap menantunya itu dengan kagum, dia tidak percaya di umurnya yang masih 18 tahun dia sudah mampu menghidupi beberapa kepala untuk bertahan hidup. Bahkan, dia tidak memberikan secara Cuma-Cuma, dia memberikan keterampilan pada mereka, bukan hanya sekedar uang, dan itu perlu di acungi jempol, karena rafa mampu memberikan kehidupan untuk mereka dari pada menjadi pengemis di pinggir jalan.
“jadi apa bisa dilaksanakan pernikahannya?” tanya papi harry.
Rafa mengangguk, “bisa pi, apa perlu bantuan Rafa dalam menyiapkan pestanya?” tawar Rafa.
“gak usah fa, kamu urus saja masalah gavin, biar abang yang mengurus pernikahan abang, hanya saja abang tidak ingin ada gangguan di dalam pesta nanti” ujar King.
Rafa mengguk. “baiklah bang, insya allah rafa akan pastikan gavin tidak akan berulah” ucap rafa lantang”.
...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...