
Prince masuk kedalam ruangan kerja papi harri disana sudah ada rafa dan juga king, prince meneguk salivanya merasa ada sesuatu yang akan terjadi sebentar lagi, tadi dia di minta oleh papi harri untuk berkumpul di ruang kerja.
“Ada apa pi?” tanya prince sambil mengambil tempat duduk disebelah Rafa.
“papi langsung to the point, putuskan hubunganmu dengan Juli” ucap papi harri.
Prince membelalakkan matanya terkejut mendengar ucapan papi nya itu, “prince tunangan dengan juli pi, bukannya papi sudah menerima itu?” protes prince.
“Kalau kamu gak mau putus, segera pindah dari basecamp, kamu tidak boleh tinggal satu atap dengan Juli” ucap papi harri lagi tegas.
“sebenarnya ada apa pi? Kenapa papi tiba-tiba bilang seperti ini, bukannya papi sudah menyetujui pertunangan kami?” Prince kembali mengajukan protes pada papinya.
Papi menatap putranya dengan wajah dingin, pria yang biasanya tampak hangat itu kini terlihat sangat mengerikan. “papi tidak suka bagaimana cara kamu merusak Juli” ucapan papi masih membuat tanda tanya besar dikepala Prince, pria itu masih tidak mengerti apa maksudnya dengan kata ‘merusak’.
“Prince? Merusak juli? Merusak seperti apa maksud papi?” tanya prince.
Papi mengangguk kali ini raut wajah bapak tiga anak itu sedikit sendu, “prince, cara berpacaran kamu salah, ciuman itu hanya dilakukan saat kamu sudah jelas menikah, tapi kamu belum sah menjadi suami kamu sudah mengambil ciuman gadis itu, kamu telah merusaknya prince, sebagai seorang ayah papi tidak suka kamu menyentuh seorang anak yang tidak ada statusnya” jelas papi harri.
“pi, sekarang zaman sudah modern, jaman papi itu yang gak boleh pegang-pegang atau ciuman, prince hanya mencium pi tidak lebih, lagi pula juli akan menjadi istri prince, jadi prince yang akan tanggung jawab dengan apa yang telah prince ambil darinya” jawab prince dengan tegas.
“ini lah kenapa papi lebih suka langsung menikahkan anak-anak papi dari pada membiarkan mereka berpacaran” keluh papi harri. “dari sekedar ciuman bisa berubah hal lebih, bukan papi melarang kamu melakukan hal dewasa, tapi papi hanya mencegah kalian berbuat zina, pria itu makhluk paling buas prince, abang kamu bahkan tidak sanggup menahan hasratnya sampai harus dinikahkan dengan cepat, siapa yang bisa mengendalikan diri kita selain kita sendiri, jika kamu berpikir kamu akan bertanggung jawab ke depannya itu bukan jawaban prince, siapa yang tau di kemudian hari kalian akan putus, orang menikah saja bisa bercerai, tapi kamu yang hanya status tunangan mengambil kesempatan dari seorang gadis karena merasa di kemudian hari kamu akan menikahinya, itu bukan jawaban” papi harri menjeda kalimatnya.
“prince, papi tau kamu marah karena papi meminta hal seperti ini padamu, papi mengatakan ini karena papi punya seorang putri, dan seorang istri yang seorang perempuan, harta seorang wanita itu adalah mahkotanya yang hanya bisa diambil saat dia sudah menikah, tapi wanita akan terlihat tidak berharga jika telah kehilangan mahkotanya, jadi papi beri tahu kamu, tolong jaga sikap dalam berpacaran, kurangai intensitas berciuman, lakukan saja setelah kalian sudah menikah, papi yakin kamu bisa menjaga kepercayaan papi” jelas papi harri.
Prince menundukkan kepalanya, dia sadar telah melakukan kesalahan, “maafkan prince pi” ucap prince sendu.
‘Puk’ king menepuk bahu adiknya itu, “hanya setahun, bahkan sekarang hanya tinggal beberapa bulan saja, aku yakin kamu bisa” ucap King.
“Apa kamar keduanya perlu dipisah dengan sangat jauh?” tawar rafa.
“apa bisa begitu fa?” tanya papi harri.
“Bisa pi, rafa pemilik basecamp itu jadi rafa bisa melakukan apapun yang rafa inginkan” jawab rafa.
“kalau_”
“pi! Prince janji gak bakal merusak Juli lagi, tapi kalau sekedar pegang tangan boleh kan? Jangan pindah kamar prince, please” prince berucap sambil memohon pada papi harri.
“baiklah, ingat jaga amanah papi, tanya Rafa, apa yang membuat seorang suami bangga mendapatkan istri yang masih menjaga mahkotanya, dan tanya king tentang wanita yang sudah pernah menikah, pasti rasanya berbeda ada sedikit kekecewaan karena kamu bukanlah yang pertama baginya” ujar papi harri.
“maaf nyela ni pi, tapi king dapat janda rasa gadis gimana dong?” sela king.
“janda rasa gadis? Maksudnya?”
“Queen belum pernah menikah dan punya anak, dan si kembar bukan anak kandungnya, jadi king dapat yang masih orisinil, terjaga mahkotanya” kekeh king.
Papi membulatkan matanya terkejut dengan pernyataan king. Pria itu memang tidak tau rahasia Queen. “yaah padahal papi mau kasih contoh perbedaan pada prince jadi sia-sia kamu ada disini” kesal papi harri.
“besok aja, kan besok kalian akan bulan madu, sekarang biarin Queen menemani anak kembarnya dulu, kasian akan ditinggal kalian selama seminggu” ucap papi harri.
King menghela nafas panjang dan mengangguk pasrah, “baiklah terserah papi, jadi udah selesai ni, beri nasehat dan contoh buat putra kedua papi?” ucap king.
Papi menatap prince yang masih menunduk, “kamu sudah tau apa kesalahanmu prince?”
Prince mengangguk pelan, “sudah pi, prince gak akan melakukan lebih lagi pada Juli” ucap Prince tegas.
“bagus, kalau kamu sudah mengerti, ingat prince kita pria dilahirkan untuk menjaga wanita, jadi jangan rusak dia sebelum dia menjadi hak kita sepenuhnya, papi berharap banyak padamu” ungkap papi harri.
Prince sekali lagi mengangguk, “baik pi”
...🌜🌧🌧🌧🌧🌛...
Rafa masuk kamar sekitar pukul 8 malam, dia melihat cessa yang sedang berbaring sambil membaca buku, istrinya itu saat ini sedang memakai pakaian yang menggoda imannya.
Rafa perlahan menaiki kasur dan langsung memeluk pinggang cessa, “berniat menggodaku istri?” ucap rafa sambil mulai mengelus paha dalam cessa.
“enak pakai baju ini, dingin, bukan niat goda” jawab cessa masih fokus membaca.
“tidak bermain?” tanya rafa.
“kemarin kan udah, masak mau lagi?” tanya cessa balik.
“main apa sih sayang, maksud aku main game komputer loh, gak buat konten? Sekarang istriku ini pikirannya udah mesum banget ya kalau ditanya main, main kesana duluan yang diminta, mau main benaran ni?” kekeh rafa, tangannya semakin bergerak aktif masuk ke dalam baju cessa dan meraba hutan didalam celana cessa.
“Fa~ jangan se..ka..” cessa tidak dapat melanjutkan ucapannya lagi bibir gadis itu sudah dibungkap oleh rafa, pria itu mulai melancarkan aksinya.
“udah gak tahan sayang boleh ya?” pinta rafa sendu.
Cessa hanya bisa mengangguk mengiyakan permintaan Rafa, dirinya juga sudah basah, jadi tidak ada lagi yang bisa dia tahan.
“pengangan jangan lupa” peringat cessa sebelum rafa menancapkan kobranya.
Rafa dengan cepat mengambil pengaman yang diminta cessa, pria itu sekarang sudah siap sedia dikamar dan mobilnya, Mobil? Ya rafa ingin melakukan itu di mobil tapi tidak pernah bisa, mungkin fantasinya akan terlaksana jika cessa hamil, dia bisa berdalih dengan mengiginkan itu karena mengidam.
...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...
bonus pict
ada yang kangen dengan suami cessa??