Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
59. Hansel and Gretel



“duren yang mana?” tanya Rafa dengan kening berkerut.


Cessa tersenyum sambil menaik turunkan alisnya, “duren yang ada dalam pikiran kamu” ujar cessa.


Rafa langsung menahan senyumnya setelah dia yakin yang dimaksud oleh cessa, “kamu udah siap?” tanya Rafa dengan mata berbinar.


Cessa tidak menjawab gadis itu hanya mengangguk pelan.


“nanti malam ya?” tanya rafa lagi.


“Iya..” jawab cessa sambil membuang mukanya ke arah lain, jantungnya sudah berdetak sangat keras sangking malunya gadis itu.


‘tok tok tok’ ketukan pintu menyadarkan mereka berdua dari lamunannya.


“cess, ini gue July”panggil July dari luar kamar.


“bentar Jul, akhhh” cessa Kembali meringis ketika dia yang berusaha tegak baru mengingat kakinya masih sakit.


“tunggu disini aja” ujar rafa, Pria itu langsung berjalan menuju pintu dan membukanya.


“Ohh, i-itu cessa nya ada?” tanya July pada Rafa yang menatapnya dengan ekspresi datar.


Rafa semakin membuka lebar pintu, “masuk aja, kakinya sedang sakit, jadi gak bisa jalan untuk sementara”.


July terlihat sedikit ragu untuk masuk, mata gadis itu menatap Rafa lalu cessa secara bergantian.


“Gue mau keluar sebentar, bisa temani cessa di dalam kamar?” tawar Rafa, dia mengerti maksud pandangan yang diberikan July.


July dengan cepat mengangguk, dia segera masuk dan Rafa pergi dari sana.


.


“Kenapa jul?” cessa bertanya sambil memberikan kode pada July untuk duduk di sebelahnya, dengan cara menepuk tempat disebelahnya.


“Ahh i-itu, gu-gue__”


“mau cerita soal abang?” tanya cessa.


July mengangguk cepat, gadis itu sudah duduk dihadapan cessa sambil menunduk sedih.


“Abang ngapain lo?” tanya cessa. “abang nembak lo disaat yang tidak tepat ya” tebak Cessa, padahal July belum sempat mengucapkan kata-kata.


“Kok lo tau?” tanya bali July.


“Gue saudara kembarnya, jadi gue tau otaknya itu konslet seperti apa, dia emang gitu ngomong ceplas ceplos gak sesuai waktu, kadang kalau dia ingat gengsinya pria itu akan bersikap seperti rafa sok cool dan sok sokan tidak banyak omong, padahal aslinya tidak seperti itu” ungkap cessa pada July, “jadi gimana ceritanya abang menyatakan perasaanya padamu?”


July mulai menceritakan tentang bagaimana cara Prince menyatakan cinta padanya, sangat tidak romantic dan terkesan hanya seperti candaan. Setelah mendengar cerita July cessa tertawa keras, “ya ampun abang gue depannya aja seperti playboy, aslinya polos banget, sabar ya jul, jangan diambil hati, nanti biar gue marahi tu anak” ujar cessa.


Keduanya mulai bercerita panjang lebar.


...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...


Rafa tampak mengambil sepiring nasi beserta lauk pauknya menuju kamarnya, dia sudah mengatakan pada semua orang yang sedang makan malam bahwa cessa tidak bisa berjalan keluar karena kakinya yang bengkak, dibantu dengan July yang tadi memang mengatakan jika dia melihat kaki cessa memerah tidak bisa digunakan untuk sementara waktu.


‘ceklek’ Cessa Nampak baru saja berganti pakaian dengan pakaian tidurnya.


“Loh kok bawa keatas makanannya? Aku udah bisa jalan kok” ucap cessa heran.


Rafa meletakkan makanannya diatas meja dekat sofa kamarnya, “gak apa sesekali makan dikamar, yuk makan” ajak Rafa.


Rafa menyantap makanannya sambil melirik cessa sesekali pria itu meletakkan lauk kedalam sendok cessa, membuat gadis itu tampak bingung dengan kelakuan baru suaminya.


“makan yang banyak sayang” ujar Rafa sambil memberikan beberapa lauknya ke dalam pring cessa.


“kamu udah makannya?” tanya cessa.


Rafa mengangguk pelan sambil menatap cessa dengan senyuman, “aku sudah kenyang melihat kamu makan” ujarnya sambil bertopang dagu menatap cessa.


“entah kenapa aku merasa seperti didalam film hansel and Gretel, diberi makan yang banyak supaya bisa kau santap nanti” gumam cessa spontan.


“Tepat” kekeh Rafa.


Cessa hanya bisa meneguk salivanya sendiri, mendengar ucapan suaminya itu.


“A-aku sudah kenyang” ucap cessa, dia tidak sanggup lagi untuk memasukkan makanan kedalam mulutnya karena suami super tampannya it uterus menatapnya seperti harimau yang akan siap menerkam mangsanya.


“Ya sudah ayo” ajak Rafa sambil menarik tangan cessa untuk tegak dari kursinya menuju tempat tidur.


“aaa- ii—itu piringnya gimana?” tanya cessa sambil menunjuk kearah makanan mereka yang masih bersisa walau hanya sedikit.


“besok pagi saja aku yang bereskan” ucap Rafa, pria itu masih menarik tangan cessa menuju tempat tidur dengan perlahan.


“A-aku mandi dulu ya” ucap cessa terbata.


Rafa terkekeh, “kamu udah mandi tadikan? Ini saja sudah ganti baju” rafa menyentuk celana panjang yang cessa gunakan.


“Kamu belum mandi” ucap cessa cepat, entah kenapa gadis itu mulai ketakutan akan diterkam sebentar lagi.


Rafa menghela nafas panjang, “baiklah aku akan mandi dulu, kamu tunggu aku disini” ucap Rafa. Dia bergegas menuju kamar mandi.


Saat pintu kamar mandi tertutup cessa memegang dadanya yang berdetak sangat keras, “Ya ampun suami gue udah gak tahan, apakah ini saatnya?” pikiran cessa mulai melayang pada adegan panas yang pernah dia tonton saat pertama kali menjelajahi sekolah, apa Langkah pertama yang harus dia lakukan? Apa ciuman dulu? Atau pemanasan lainnya? Dia harus apa? Ini pertama kalinya buat gadis itu dan lagi dia hanya pertama kali menonton film dewasa dan itu tidak disengaja saat dia ada disekolah.


“apa gue pura-pura tidur aja?” gumam cessa lagi, gadis itu sudah berbaring dengan menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut.


‘Deg deg deg’ detak jantung cessa terus berdetak keras, gadis itu sampai bisa mendengar suara detak jantungnya di telinganya sendiri, berkali-kali cessa menggigit kuku jari tangannya karena sangat gugup.


‘ceklek’ pintu kamar mandi terbuka.


Entah apa yang cessa pikirkan, matanya otomatis tertutup rapat, dia berpura-pura tertidur.


Cessa merasakan Kasur disebelahnya bergerak, dan perlahan gadis itu sadar Rafa mendekat kearahnya dan memberikan ciuman pada kening cessa, lalu turun ke bagian mata, hidung, hingga Rafa menempelkan bibirnya pada bibir cessa.


“Aku tau kamu belum tidur cess” bisik Rafa tepat di telinga cessa.


Perlahan mata cessa terbuka, dia sudah ketahuan, jadi dia tidak bisa mengelak lagi, dia sendiri tadi yang menawarkan diri, sekarang saatnya dia menjadi santapan beruang kutub.


Rafa Kembali mencium bibir Cessa yang awalnya lembut berubah sedikit bernafsu, Lidah pria itu menerobos masuk ke dalam mulut cessa, Rafa menghentikan ciumannya sebentar, “I love you cessa” ucapnya lalu Kembali mencium cessa dengan ganas.


Hati siapa yang tidak luluh mendengar pernyataan cinta itu, dalam hati cessa akhirnya pasrah membiarkan suami tampannya itu mulai mencumbu dirinya lagi, saling membelit lidah tanpa sadar tangan Rafa sudah mulai masuk kedalam pakaian tidur cessa. Adegan demi adegan yang pernah cessa tonton secara tidak sengaja mulai bermunculan dalam pikiran gadis itu.


Rafa semakin memperdalam ciumannya, tangan pria itu mulai nakal bermain didalam baju tidur cessa. Pria itu melepaskan ciumannya hanya untuk membuka kancing baju cessa, sedangkan gadis itu hanya diam tidak tau harus melakukan apa lagi.


...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...


Hayyoooo penasaran apa yang akan dilakukan selanjutnya?? Hehehhe maafkan author yang nakal membuat kalian penasaran ya, tunggu sebentar ya, author lanjutkan lagi menulisnya, tapi butuh like, vote sama hadiahnya nih biar author semangat.