Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
127. Bisnis



"kenapa kau ada disini rafa?!" pekik kesal gavin begitu melihat rafa dan cessa yang sedang duduk di sofa tamu sambil bermain game.


"main" jawab rafa santai sambil mengangkat ponselnya.


"abaikan saja mereka, ada apa anda terus mencari saya?" ujar xelo pada gavin.


Gavin masih menatap marah pada rafa, sementara Revi menatap cemas pada rafa dan cessa, jika dia akan menjual dirinya ada xelo, hal itu tidak akan pernah dia lakukan didepan rafa, dia akan sangat malu lagi karena ada cessa disitu.


Xelo sepertinya sadar dengan kecemasan Revi dan pandangan tidak suka Gavin dia harus segera bertindak. "fa nyantai aja di kamar sana, nanti aku panggil jika urusanku sudah selesai" ujar xelo pada rafa.


rafa menghela nafas panjang tapi akhirnya dia mengikuti permintaan xelo.


"jangan dipakai buat nganu-nganu di dalam" kekeh xelo, sebelum rafa dan cessa masuk kedalam kamar istirahat.


"hahahha itu tergantung cessa nya" balas Rafa sambil mencubit gemas pipi istrinya.


"apaan! cessa gak mau ya main didalam kamar itu" elak cessa kesal.


kedua orang itu datang sebenarnya karena ada maslah pekerjaan, dan tidak menyangka harus bertemu dengan gavin dan revi, rafa sih tidak peduli apa pikiran Gavin selama pria itu tidak mencoba mengambil cessa darinya.


"a-anu tuan, apakah suara kita tidak bisa terdengar sampai ke kamar itu?" tanya revi takut-takut.


Xelo sedikit melirik Revi dan menggeleng pelan "tidak apakah ada rahasia hingga mereka tidak boleh mendengar?" tanya Xelo.


"Ya, saya ingin menawarkan kerja sama dengan tuan" ujar gavin cepat.


"ahh" Xelo menghela nafas panjang, "sudah berapa kali saya bilang, saya tidak akan mau memberikan modal lagi pada anda, cukup dengan modal yang saya berikan selama ini, itu saja belum ada yang kembali pada saya". ujar Xelo terdengar dingin.


"tapi kali ini berbeda tuan xelo, saya ngin menawarkan kerjasama dan ini istri saya bisa memberikan sedikit bonus pada anda" Gavin menunjuk pada revi yang sekarang tersenyum manis pada Xelo.


"hahahha" xelo tertawa keras lalu menutup mulutnya sendiri, "sepertinya saya sudah harus menikah, sampai ada banyak orang yang menawarkan wanita pada saya" tawa xelo, memang sudah banyak para pengusaha yang menawarkan berbagai macam wanita padanya, dan itu membuat Xelo semakin tampak kesepian karena tidak pernah ada wanita disisinya.


"Apakah tuan tertarik? dia bisa memanjakan tuan, saya sudah melatihnya dengan sangat keras" ujar Gavin.


xelo menggeleng sambil tertawa pelan, "selera saya bukan anak kecil apalagi tidak perawan, sudah berapa orang yang mencelup gadismu? saya tidak mau terkena penyakit kelamin" kekeh Xelo.


"masih muda itu justru lebih terasa nikmat tuan, dan hanya saya yang pernah menyentuhnya, percayalah tuan dia sangat ahli di ranjang" ujar Gavin.


Xelo mengulum senyumnya, dia tidak habis pikir dengan ria didepannya, akan menghalalkan segala cara sampai menjual istrinya sendiri untuk mendapatkan apa yang dia mau.


"hanya itu yang kamu tawarkan untuk bekerja sama? sayang sekali saya tidak tertarik" ujar xelo.


"masih ada tuan" revi kali ini yang membuka suaranya, gadis itu melirik gavin dan menyuruh menyampaikan rencana keduanya.


dengan cepat gavin menyerahkan dokumen yang dia bawa pada xelo.


"proyek yang akan dilelang ali company, dan dengan itu anda bisa memenangkan proyek yang sebentar lagi akan ada pelelangan proyek itu, dan ali company adalah pemenang yanag sudah dipastikan, tapi jika tuan memiliki ini, saya yakin tuan yang akan memenangkan tender kali ini" ujar gavin dengan peuh percaya diri.


gerakan tangan Xelo terhenti begitu gavin mengatakan tentang proyek itu.


"beli itu" suara rafa terdengar dari earphone yang tergantung ada telinga xelo, ternyata selama ini Xelo dan rafa saling berkomunikasi melalui sambungan telepon.


"berapa yang akan anda jual?" tanya xelo setelah menutup dokumen yang ada ditangannya.


"5 milyar untuk proyek itu dan anda bisa membelinya 3 milyar dengan saya masuk sebagai tim pelaksana" ujar Gavin penuh percaya diri.


"hahaha, saya akan membayar 5 milya dengan syarat, anda harus menandatangani surat kesepakatan untuk tidak menjual rancangan proyek ini pada perusahaan lain, jika anda menjualnya, saya akan menuntut 50 kali lipat dari jumlah yang telah saya berikan pada anda" tawar xelo.


"kenapa anda tidak memilih 3 milyar? saya sangat berpengalaman dalam proyek itu, saya bisa bekerja dengan anda seperti Rafa yang bisa berkerja dengan anda" gavin mulai membahas nama Rafa.


Xelo melipat kedua tangannya di dada, sambil menatap gavain dengan senyum sinis. "Proyek papa anda saja bisa anda jual apa lagi anda masuk kedalam perusahan saya, proyek saya ada banyak yang bernilai milyar bahkan triliyun, bisa-bisa anda jual semua proyek saya" sindir Xelo.


"saya tidak akan seperti itu tuan, saya bisa menandatangani surat perjanjian tidak akan berhianat, saya lebih menguntungkan dibanding anak SMA yang saat ini ada di ruang istrirahat tuan" ujar Gavin penuh percaya diri.


"hahahha" Arxelo kembali tertawa keras. "Sepertinya anda masih belum sadar sesuatu ya, kenapa saya yang perusahaan teknologi tertarik dengan perusahaan arsitektur seperti ali company? itu semua karena adik anda yang meminta saya meberikan bantuan pada perusahan itu, tapi setelah saya membantu berkali-kali dan tidak mendapatkan hasil saya jadi tidak tertarik lagi, saya masih memberikan keringanan dengan tetap menjual nama perusahan kami untuk melakukan kerja sama dengan berbagai perusahaan, bukankah anda tau sendiri bagaimana mudahnya anda melakukan kerja sama dengan menjual nama perusahaan kami?" sindir Xelo lagi.


gavin tidak mau mengakui tapi yang dikatakan xelo itu memang benar, hanya dengan mengatakan perusahaannya didukung oleh AR Corporation banyak perusahaan yang mau ikut menanamkan modal bahkan bekerjasama dengan perusahaannya.


"Baiklah saya akan menjual proyek itu dengan harga 5 milyar, tapi saya boleh tau bagaimana rafa dan anda mulai saling kenal? dan sejak kapan pria itu bekerja pada anda?" tanya gavin.


Xelo menggelengkan kepala, "saya rasa itu tidak perlu anda ketahui, dan untuk anda nona" xelo menatap Revi yang sejak tadi diam menatap wajahnya. "sebaiknya jangan mau dijadikan barang jualan oleh suami anda" ujar xelo dengan senyum sinisnya.


revi sedikit terkejut ketika xelo mengatakan suami, "bagaimana anda tau jika gavin adalah suamiku?" tanya revi.


"diantara aku dan rafa tidak ada yang namanya rahasia" jawab Xelo.


"dasar gila" terdengar umpatan dari sambungan telepon Xelo dan rafa.


"baiklah saya akan segera membuat surat perjanjiannya dan menyiapkan uangnya" xelo menelpon sekretarisnya dan menyuruh melakukan beberapa tugas, sekitar 10 menit waktu yang dibutuhkan sekretaris itu untuk menyelesaikan pekerjaannya.


.


"silahkan tuan gavin, tanda tangani ini dan 5 milyar ini ada ditangan anda" xelo menyodorkan cek bernilai 5 milyar pada gavin.


tanpa pikir panjang gavin segera menandatangani cek itu dan segera mengambil cek yang disodorkan Xelo.


"terima kasih sudah berbisnis dengan saya, semoga anda bisa menangani proyek itu tanpa bantuan saya" ujar gavin.


"pastinya, dan terima kasih sudah menjual pada saya, lain kali jangan datang lagi, karena saya tidak mau bertemu dengan penghianat seperti anda" sindir xelo, wajah pria itu sudah terlihat sangat mengerikan. Dia sangat tidak suka dengan sifat Gavin dan sangata membenci orang-orang seperti gavin dan Revi.