THE FRATERNITY

THE FRATERNITY
S2. Fakta Terungkap



Mendengar perkataan Cakra membuat Vigo terkejut dan juga tak percaya apa yang didengarnya.


"Sialan. Dari mana dia tahu masalah itu. Bahkan dia juga tahu nama kakakku," batin Vigo.


"Bahkan aku juga tahu nama kedua orang tuamu, Vigo!" seru Cakra dan Vigo menatap Cakra. "Ayahmu Liam Levi Adiyaksa dan ibumu Celina Adiyaksa. Benarkan?"


"Apa?" batin Vigo.


"Kau pasti bingungkan kenapa aku mengetahui hal ini? Apa kau masih ingat saat pertemuan dua keluarga. Dimana keluarga Adiyaksa yaitu keluargamu menghadiri acara ulang tahun perusahaan Keluarga Loka yaitu keluargaku?" tanya Cakra menatap wajah Vigo.


Sedangkan Vigo hanya diam dan mengingat tentang acara ulang tahun tersebut.


FLASBACK ON


"Apa kalian semua sudah siap?" tanya Levi kepada istri dan dua putranya.


"Sudah, Pa! Kami sudah siap," jawab Nicolaas dan Vigo bersamaan.


"Ya, sudah! Kalau begitu kita berangkat sekarang. Jangan sampai kita terlambat. Sofyan Loka itu rekan bisnis Papa sekaligus sahabat Papa," sahut Levi.


Setelah semuanya siap. Mereka pun memutuskan untuk segera berangkat menuju tempat acara.


Dua puluh menit kemudian, keluarga Loka telah sampai di tempat acara. Di sebuah perusahaan besar LK CORP.


***


Liam Levi Adiyaksa, Celina Adiyaksa dan kedua putranya memasuki perusahaan tersebut. Dan disambut baik dan hangata oleh Sofyan Loka.


"Maaf aku dan keluargaku datang terlambat!" Levi berbicara sekedar basa-basi.


"Oh, tidak! Kau sama sekali tidak datang terlambat, Levi!" Sofyan menjawab sembari tersenyum.


"Mereka ini putramu, Levi?" tanya Sofyan saat melihat Nicolaas dan Vigo.


"Iya, Sofyan! Mereka putra-putraku," jawab Levi. "Ini putra pertamaku, Nicolaas Liam Adiyaksa dan ini putra keduaku, Vigo Liam Adiyaksa." Levi memperkenalkan kedua putranya.


"Oh, sebentar! Jonathan, Cakra. Kemarilah sayang!" Sofyan memanggil kedua putranya. Dan kedua putranya pun datang menghampiri sang ayah.


"Ya, Pa! Ada apa?" tanya mereka kompak.


"Nah, Levi! Ini Jonathan putra sulungku dan ini Cakra putra keduaku." Levi memperkenalkan kedua putraku kepada Levi.


"Maaf sebelumnya, Levi! Kalau aku lancang dan menyinggung perasaanmu," kata Sofyan.


"Ada apa? Apa kau ingin bertanya sesuatu padaku? Silahkan saja. Aku tidak akan marah, kok!" Levi berbicara lembut.


"Bukankah kau memiliki tiga orang putra. Tapi kenapa kau hanya membawa dua putra saja? Memangnya kemana putra bungsumu?" tanya Sofyan.


"Sekali lagi aku minta maaf, Levi! Kalau kau keberatan untuk menjawabnya, kau tidak perlu menjawabnya." Sofyan menyesal telah melontarkan pertanyaan tersebut.


"Ach, tidak apa-apa? Putra bungsuku sudah bahagia di atas sana, Sofyan! Dia meninggal karena kecelakaan motor yang dialaminya dua tahun yang lalu. Ketika putra bungsuku dibawa ke rumah sakit. Putra bungsuku sudah tidak bernyawa." Levi menjelaskan tentang putra bungsunya.


Sofyan langsung memeluk tubuh Levi. "Aku turut berduka cita, Lev! Kenapa kau tidak mengabariku saat itu? Kenapa kau menyembunyikannya dari sahabatmu ini?" tanya Sofyan.


"Maafkan aku Sofyan. Saat itu aku dan keluargaku sangat terpukul sekali atas kepergiannya, terutama Vigo putra keduaku. Vigo sangat-sangat kehilangan adik kesayangannya."


"Sekali lagi aku minta maaf."


"Tidak apa-apa. Aku mengerti. Disini aku yang salah. Aku tidak memberitahumu masalah ini."


Sofyan dan Levi melepaskan pelukan mereka.


"Memangnya siapa dia?"


"Evan Hara Bimantara! Dia memiliki tiga orang putra. Putra pertamanya seorang CEO dan putra keduanya masih kuliah. Dan putra ketiganya tidak tahu keberadaannya dimana? Yang aku dengar putra ketiganya dibawa dan diasuh oleh istri pertamanya. Mungkin putramu Vigo kenal dengan putra kedua dari Evan Hara Bimantara."


"Vigo. Apa kau kenal, Nak?" tanya Celina.


"Namanya siapa, Paman?" tanya Vigo.


"Putra keduanya bernama Danelio Danish Bimantara." Cakra yang menjawab pertanyaan dari Vigo.


"Hei, kau tahu namanya sayang?" tanya Donna berseru.


"Iya, Ma! Dia adalah sahabatku. Bahkan aku pernah dengar dari Danish kalau nama adik bungsunya itu adalah Adam. Dan di kampus juga ada mahasiswa yang bernama Adam. Tapi marganya beda."


INFO :


Disini kenapa Cakra tahu nama putra bungsu Evan. Itu dikarenakan Evan sudah mendapatkan sedikit petunjuk dari tangan kanannya. Evan bercerita kepada Garry. Lalu Garry bercerita kepada Danish. Dan berakhir Cakra mengetahuinya.


"Apa nama marganya, sayang?" tanya Sofyan.


"Marganya Abimanyu. Nama mahasiswa itu Dirandra Adamka Abimanyu."


"Abimanyu! Marga Abimanyu itu berasal dari keluarga terpandang dan terkaya nomor satu di Asia. Mereka sangat berpengaruh," tutur Levi.


Setelah puas berbincang-bincang. Mereka pun memutuskan untuk menyantap makanan dan minuman yang telah tersaji di meja.


FLASBACK OFF


Melihat Vigo yang hanya terdiam. Cakra pun bersuara. "Apa kau sudah ingat sekarang, saudara Vigo?"


Vigo pun sadar dari keterdiamannya. Dan menatap tajam kearah Cakra. "Kalau aku sudah ingat. Lalu kau mau apa, hah?!"


"Aku hanya ingin kau berkata jujur kepada kami, siapa Allan?" sahut Cakra yang tak kalah tajam menatap Vigo. "Sebelum kami bertindak lebih jauh lagi untuk menyelidikinya."


"Aku tidak takut akan ancamanmu," tantang Vigo lalu pergi meninggalkan Cakra dan teman-temannya yang lainnya.


"Baiklah kalau itu maumu. Dan kau tidak lupakan dengan keluarga Abimanyu kan?" Perkataan Cakra telak membuat Vigo berhenti tanpa membalikkan badannya.


"Seperti yang dikatakan oleh ayahmu tentang keluarga Abimanyu saat itu. Kau tidak lupakan, Vigo?"


Vigo kemudian membalikkan badannya dan melihat kearah Sunggyu. "Apa maumu, Cakra Gariyan Loka?"


"Seperti yang aku katakan dari awal. Siapa itu Allan? Apa benar dia adikmu atau orang lain yang kau anggap adik?"


"Memangnya kau siapa? Kenapa kau terlalu ikut campur dalam masalah ini?"


"Aku ingatkan lagi kepadamu, Vigo Liam Adiyaksa! Aku Cakra Gariyan Loka sahabat dari Danelio Danish Bimantara. Aku kenalkan padamu, ini adalah Danelio Danish Bimantara putra kedua dari Evan Hara Bimantara rekan bisnis ayahmu, Liam Levi Adiyaksa! Dan Danelio Danish Bimantara ini adalah cucu dari keluarga Abimanyu. Dan kami semua sangat yakin Allan adalah Dirandra Adamka Bimantara. Cucu kesayangannya dari Yodha Akasha Abimanyu. Ada satu hal yang tidak kau ketahui, Vigo Liam Adiyaksa! Papaku juga berteman baik dengan Papanya Danish. Papaku sudah sepuluh tahun menjalin hubungan dengan Paman Evan. Setelah itu baru Papaku bertemu dengan Papamu dan menjalin persahabatan. Kedekatan Papaku dan Papamu hanya enam tahun."


"Sekarang kau sudah tahukan? Kenapa aku begitu terobsesi dengan Allan? Dan ingin mengetahui siapa Allan sebenernya?"


"Ya. Kau benar, Cakra Gariyan Loka! Allan bukan adik kandungku. Semenjak Papa dan kakakku menemukannya di jalan dalam keadaan yang tidak bisa dikatakan baik-baik saja. Semenjak itulah dia menjadi adikku dan menjadi bagian dari keluarga Adiyaksa. Aku tidak akan menyerahkannya pada kalian. Selamanya dia adalah Allan. Allan Liam Adiyaksa!" bentak Vigo.


Setelah mengatakan hal itu, Vigo pergi meninggalkan Cakra dan teman-temannya di ruang latihan Taekwondo.


"Brengsek!" umpat Danish.


Dan tanpa diketahui oleh Vigo, seseorang mendengar ucapannya dari luar ketika sedang berdebat dengan geng Bruizer dan geng Brainer.