THE FRATERNITY

THE FRATERNITY
S2. Penyerangan Kediaman Keluarga Kalyani



Semua telah berkumpul di rumah keluarga Abimanyu. Mulai anggota keluarga Abimanyu, anggota keluarga Bimantara, para sahabat Adam, sahabat Ardi dan Harsha, sahabat Danish, Sahabat Vigo dan para sekutu mereka yaitu kelompok Vagos dan kelompok Lilax.


"Bagaimana? Kalian sudah siap?" tanya Adam dengan menatap orang-orang yang ada di hadapannya.


"Siap," jawab mereka dengan kompak.


"Untuk anggota keluarga Adiyaksa. Zelo dan anggotanya yang akan ambil alih. Dennis dan istrinya itu tugas kakak Nicolaas dan kakak Vigo. Nanti kakak Carlo dan yang lainnya ikut dengan kakak Nicolaas dan kakak Vigo."


"Baik, Dam!" seru Carlo dan yang lainnya.


"Untuk kelompok SCORPION. Kelompok itu sudah dibantai habis oleh kelompoknya Zelo. Tersisa keluarga Kalyani. Dan itu akan menjadi urusanku terutama perempuan murahan itu." Seketika raut wajah Adam berubah menjadi marah.


"Yang ikut dalam penyerangan keluarga Kalyani adalah kakak Ardi, kakak Harsha, kakak Danish dan para sahabat. Serta kelompok Vagos."


"Siap," jawab mereka kompak.


"Kakak Cakra, kakak Prana kalian tetap tinggal. Aku percayakan keluargaku kepada kalian. Jaga mereka. Takutnya keluarga Kalyani maupun keluarga Adiyaksa sudah terlebih dahulu memerintahkan orang-orang untuk langsung menyerang kediaman keluarga Abimanyu." ucap Adam.


"Baik, Dam!"


Adam melihat kearah sahabat-sahabatnya termasuk Melky dan kelompok Lilax. "Untuk kalian sahabat-sahabatku dan untuk kelompok Lilax. Kalian juga tetap disini bersama kakak Cakra dan kakak Prana."


"Baik, Dam!"


"Perlengkapan kalian siap semuakan?"


"Siap, Dam!"


Utari berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri putra bungsunya. Tangan Utari mengusap lembut wajah tampan putra bungsunya itu.


"Kamu harus janji sama Mama. Kamu harus baik-baik saja. Kejadian itu jangan terulang lagi. Mama tidak akan sanggup jika harus kehilangan kamu lagi."


Adam tersenyum. Ntah itu senyuman benar-benar senyuman atau hanya sekedar untuk membuat ibunya tenang. Baik anggota keluarga maupun orang-orang yang ada di ruang tengah kini menatapnya. Mereka semua menatap wajah Adam. Lebih tepatnya manik coklat Adam.


Mereka semua dapat mengartikan arti dari tatapan mata Adam ketika sedang menatap wajah cantik ibunya.


"Kenapa Adam menatap Mama seperti itu?" batin Garry dan Danish.


"Kenapa Adam menatap Utari seperti itu?" batin Yodha, Bagas, Davan, Alin dan Kamila.


"Adam, sayang! Semoga tidak terjadi sesuatu padamu, Nak!" batin Evan.


Setelah puas berbicara dengan putra bungsunya. Utari beralih menatap wajah putra keduanya. "Kamu juga harus hati-hati. Jangan sampai terluka. Jaga dirimu. Mama titip adikmu. Kalian harus pulang dengan selamat."


"Iya, Ma! Aku janji," jawab Danish.


Setelah para anggota keluarga memberikan doa untuk Adam dan yang lainnya.


Akhirnya Adam serta yang lainnya pun pergi meninggalkan kediaman keluarga Abimanyu untuk menyerang kediaman keluarga Kalyani.


***


Di kediaman keluarga Kalyani terlihat seorang pria paruh baya sedang berusaha menghubungi seseorang. Pria itu adalah Yohanes Kalyani. Dan orang yang sedang dihubungi olehnya adalah saudara sepupunya yaitu Liam Dennis Adiyaksa.


Kenapa Yohanes Kalyani dan Liam Dennis Adiyaksa bisa bersaudara? Mereka bersaudara karena ibunya Yohanes Kalyani adik kandung dari ayahnya Liam Dennis Adiyaksa.


"Sial. Kenapa dia susah sekali dihubungi? Memangnya dia kemana? Sudah empat hari tidak ada kabar," ucap dan tanya Yohanes pada dirinya sendiri.


Ketika sedang memikirkan dimana keberadaan Dennis, tiba-tiba terdengar notifikasi masuk ke dalam ponselnya. Yohanes yang mendengar itu langsung melihat dan membukanya.


Yohanes melihat ada dua pesan email yang masuk ke ponselnya. Melihat pesan itu, Yohanes membuka dan membacanya.


Seketika mata Yohanes membulat sempurna kala membaca pesan tersebut. Isi pesan email itu adalah bahwa Dennis telah mengkhianati dirinya dengan menguras semua uang Perusahaannya dan mencuri semua data-data Perusahaan lalu menjualnya dengan Perusahaan lain.


Mendengar teriakan dari Yohanes. Dhira yang ada di dalam kamarnya sedang bersiap-siap terkejut. Tanpa pikir panjang lagi, Dhira pun keluar dari kamarnya untuk menghampiri kakaknya.


Kini Dhira sudah berada di bawa di ruang tengah. "Ada apa, kak? Kenapa kakak berteriak?"


"Dennis mengkhianati kita, Dhira!"


"Apa? Kakak Dennis mengkhianati kita? Apa maksud kakak?"


Yohanes memberikan ponselnya kepada Dhira adik perempuannya. "Ini kau lihat sendiri. Bajingan itu mengirimkan pesan email pada kakak empat hari yang lalu. Dan kakak baru bukanya sekarang."


Dhira mengambil ponsel Yohanes dan melihat pesan yang dimaksud oleh Yohanes.


Beberapa detik kemudian, Dhira terkejut setelah selesai membacanya.


"Bagaimana? Apa kau masih mempercayai pria brengsek itu? Pantas saja ponselnya susah dihubungi. Ternyata dia sudah mendapatkan apa yang diincarnya selama ini. Dua keuntungan yang didapat oleh pria brengsek itu."


"Maksud kakak?"


"Dennis juga mengincar harta kekayaan milik Liam Levi Adiyaksa."


"Gila. Ternyata selama ini kakak Dennis sudah membohongi kita dan juga mempermainkan kita. Selama ini kakak Dennis hanya bermain sendiri dan tidak ikut dalam permainan kita."


Dhira melihat wajah Yohanes. "Bagaimana sekarang, kak?"


"Jangan khawatir. Kita tidak butuh orang seperti dia. Kita tetap dengan rencana kita untuk menghancurkan keluarga Bimantara."


"Baik."


Ketika keduanya sedang berbicara. Tiba-tiba keduanya dikejutkan dengan suara tembakkan bertubi-tubi dari luar. Mendengar suara tembakkan dari luar membuat Yohanes dan Dhira terkejut.


DOR.. DOR..


DOR.. DOR..


"Maaf, Bos! Ada beberapa orang yang menyerang kediaman keluarga Kalyani, Bos!"


"Siapa mereka? Dari kelompok mana?"


"Saya tidak tahu, Bos!"


Di luar kediaman keluarga Kalyani telah terjadi pertarungan antara anak buahnya Yohanes dengan para kakak-kakaknya Adam serta para sahabatnya.


Ardi, Harsha dan yang lainnya secara membabi buta menghajar ketiga puluh anak buahnya Yohanes. Mereka menghajar semua anak buahnya Yohanes tanpa ampun.


Sementara Adam dan Danish sudah masuk ke dalam rumah untuk mencari Dhira. Kedua kakak adik ini sudah dalam mode amarah yang membuncah.


DOR.. DOR..


Adam dan Danish memberikan masing-masing satu tembakkan kearah laki-laki yang memberikan laporan barusan tepat di kepalanya.


Baik Yohanes maupun Dhira terkejut, lalu keduanya melihat kearah samping dan lagi-lagi mereka terkejut kala melihat dua putra Evan Hara Bimantara sudah berada di hadapannya. Yang lebit terkejut adalah Areta Dhira Kalyani.


Dhira melihat orang yang sudah dibunuhnya beberapa bulan yang lalu di dalam gudang dengan cara meledakkan gudang tersebut sekarang berada di rumahnya dan di hadapannya saat ini.


Dhira benar-benar terkejut dan syok. Ternyata orang yang telah dia bunuh saat ini berdiri dengan gagahnya sambil menatap tajam kepadanya.


Dhira benar-benar tidak menyangka jika Adam putra bungsu dari Evan Hara Bimantara masih hidup. Dirinya benar-benar syok.


"Hallo, mantan ibu tiri!"


Danelio Danish Bimantara dan Dirandra Adamka Bimantara menatap penuh amarah kepada Areta Dhira Kalyani. Kali ini kedua kakak adik tersebut sudah bertekad akan membunuh Dhira dan memastikan perempuan tersebut tidak akan bisa hidup lagi.