THE FRATERNITY

THE FRATERNITY
S3. Persiapan KKN



Seorang gadis cantik, ramah dan juga baik hati, tidak hanya itu, dia memiliki tubuh indah dengan rambut hitamnya. Banyak laki-laki diluar sana yang memujanya namun dari banyaknya laki-laki yang ingin mendekatinya dia selalu menolaknya.


Nama gadis itu adalah Adelia Fausta.


Adelia tinggal bersama ayah yaitu yaitu Antony Fausta, ibu tirinya bernama Areta Fausta dan kakak perempuannya bernama Anya Fausta.


Adelia sangat disayang dan dimanja oleh Ayahnya dan juga ibu tirinya. Bahkan kakak tirinya juga begitu menyayanginya. Mereka layaknya seperti keluarga kandung.


Antony memiliki restaurant yang lumayan besar dan terkenal di Jakarta yang dapat memenuhi kehidupan keluarga mereka sehari-hari. Bahkan Adelia sering membantu ayah dan ibunya di restaurant. Sedangkan kakak perempuannya sudah bekerja di sebuah perusahaan milik tunangannya.


"Adelia, cepat turun. Kita akan sarapan pagi bersama!" teriak Anya disaat dirinya keluar dari dalam kamarnya.


Sedangkan Adelia yang berada di dalam kamarnya yang sedang bersiap-siap untuk pergi ke kampus yang mendengar panggilan dari kakaknya membuat Adelina bergegas keluar dari dalam kamarnya dan langsung menuju ruang makan.


"Iya, nih aku turun!"


***


Adam sudah di kampusnya sekarang. Dia bersama dengan sahabat-sahabatnya di kantin. Seperti biasa, sebelum ke kelas mereka akan kesana dulu untuk sekedar memesan teh hangat.


Ketika Adam dan ketujuh sahabat-sahabatnya sedang menikmati teh hangatnya, tiba-tiba terdengar bunyi notifikasi berbunyi bersamaan.


Ting... Ting... Ting...


Ting... Ting...


Adam, Vino, Diego, Gino, Zio, Leon dan Vando mendapatkan notifikasi grup yang mana nama-nama mereka masuk ke dalam sebuah grup yang dibuat oleh Danish, Ardi dan Vigo. Kemudian mereka membuka grup tersebut.


GRUP KKN


Bimbingan Mahanta Ardiya Abimanyu :


Prof. Ardi memasukkan nama anda ke dalam obrolan Kuliah Kerja Nyata Tahun Ajaran 2020-2021.


Mahanta Ardiya Abimanyu :


Mahasiswa dan Mahasiswi KKN beserta wilayahnya sudah tersedia, silahkan dicek


LINK :


PARA MAHASISWA DAN MAHASISWI KKN TAHUN AJARAN 2020-2021


Melihat link yang dikirim di grup membuat Adam langsung membukanya dan melihat isi link tersebut. Begitu juga dengan ketujuh sahabat-sahabatnya.


Setelah link tersebut terbuka. Adam pun langsung membuka dan membaca serta mencari namanya.


KELOMPOK 12


Lokasi : Desa Cempaka Sari


Dosen Pembimbing : Mahanta Ardiya Abimanyu, S.Ip. M.Si.



Dirandra Adamka Bimantara


Vino Alessio


Diego Enzio


Balin Melky Pramana


Amalia Dirandra


Sasya Dallimo


Widya Armavia


Susanna Hardiyanto



GRUP KKN


Bimbingan Danelio Danish Bimantara :


Prof. Danish memasukkan nama anda ke dalam obrolan Kuliah Kerja Nyata Tahun Ajaran 2020-2021.


Danelio Danish Bimantara :


Mahasiswa dan Mahasiswi KKN beserta wilayahnya sudah tersedia, silahkan dicek


LINK :


PARA MAHASISWA DAN MAHASISWI KKN TAHUN AJARAN 2020-2021


KELOMPOK 13


Lokasi : Desa Gunung Naga


Dosen Pembimbing : Danelio Danish Bimantara, S.Ip. M.Si.



Zio Jeoffree


Leon Luigi


Siska Harlando


Diana Daleon


Sasmira Rambe


Kelvin Armando



GRUP KKN


Prof. Vigo memasukkan nama anda ke dalam obrolan Kuliah Kerja Nyata Tahun Ajaran 2020-2021.


Vigo Liam Bimantara :


Mahasiswa dan Mahasiswi KKN beserta wilayahnya sudah tersedia, silahkan dicek


LINK :


PARA MAHASISWA DAN MAHASISWI KKN TAHUN AJARAN 2020-2021


KELOMPOK 14


Lokasi : Desa Gagak Gampar


Dosen Pembimbing : Vigo Lima Bimantara, S.Ip. M.Si.



Vando Vivaldo


Gino Gennaro


Sarah Wiguna


4.Kory Ardanta


Nikita Mardian


Dicky Kohandy



Baik Adam maupun ketujuh sahabat-sahabatnya menghela nafasnya ketika melihat nama-namanya tertulis dikelompok yang berbeda.


"Dam," panggil Zio.


"Hm!" Adam menjawab panggilan dari Zio dengan deheman.


"Lo kelompok berapa? Sama siapa aja? Dan Dosen Pembimbing lo siapa?" tanya Zio yang masih menatap grup kelompok KKN nya. Begitu juga dengan Melky, Vino, Diego, Gino, Leon dan Vando.


"Gue kelompok 12. Dosen Pembimbing gue kak Ardi. Satu kelompok dengan si hitam, si marmut dan si kurus." Adam menjawab pertanyaan dari Zio sembari menyebut gelar untuk Melky, Vino dan Diego.


Mendengar jawaban sekaligus ejekan dari Adam membuat Melky, Vino dan Diego mendengus kesal. Sementara yang lainnya tersenyum menatap wajah super kesal Melky, Vino dan Diego.


"Wah! Enak banget lo pada bisa satu kelompok. Nah, kita hanya berdua!" seru Vando.


"Berdua pala lo. Terus anggota yang satu kelompok sama lo dikemanain?" sahut Adam ngegas.


"Maksud gue itu. Cuma gue sama Gino doang dalam kelompok itu. Sementara lo berempat, bodoh!" jawab Vando yang tak kalah ngegas dengan tatapan horornya.


"Yaelah! Gue sama Leon juga berdua. Bukan lo doang yang berdua sama Gino," jawab Zio tak kalah ngegas.


"Nggak usah baper," ucap Diego.


"Nggak cemburu," sahut Melky.


"Dan nggak usah iri," sahut Vino menambahkan.


Mendengar jawaban serta ejekan dari Diego, Melky dan Vino membuat Vando mendengus kesal lalu melempari wajah ketiga sahabatnya itu dengan nugget miliknya. Dan lemparan tersebut tepat mengenai wajah ketiganya.


"Dah yuk ke kelas. Sebentar lagi kelas dimulai!" seru Gino.


Setelah Gino mengatakan itu, Adam langsung berdiri dari duduknya lalu diikuti oleh sahabat-sahabatnya. Dan mereka semua pun pergi meninggalkan kantin untuk menuju kelasnya.


***


Adelia sudah tiba di Kampusnya. Saat ini Adelia berada di kelasnya. Dia memiliki satu sahabat, sahabat terbaik baginya. Sahabatnya itu bernama Bianca Rasendria.


"Hei, dasar pemalas! Ini sudah mau pukul delapan. Dan kau baru datang?"ucap Adelia kepada Bianca sahabatnya.


"Oh, Adelia sayang. setidaknya aku sudah ada disini sebelum kuliah dimulai," balas Bianca memperlihatkan senyuman termanisnya di hadapan Adelia agar sahabatnya itu tidak marah lagi.


Sedangkan pelaku yang memarahi Bianca hanya bisa memutar bola matanya malas.


"Apa kau sudah sarapan?" tanya Bianca.


Mendengar pertanyaan dari Bianca membuat Adelia langsung paham maksud dari perkataan dari sahabatnya itu.


"Baiklah. Ayo ke cafe depan kampus. Aku tahu kau lapar," sahut Adelia.


Seketika terukir senyuman manis di bibir Bianca. "Kau memang selalu mengerti aku," ucap Bianca semangat.


Setelah itu, Adelia dan Bianca pergi meninggalkan kelas untuk menuju cafe di depan kampus.


***


Danish, Ardi dan Vigo bersama sahabat-sahabatnya berada di ruang Dosen. Mereka saat ini tengah menyiapkan keperluan untuk KKN bagi mahasiswa dan mahasiswi semester 4 (anggap saja seperti itu karena saya tidak kuliah jadi tidak ngerti dunia perkuliahan).


"Di," panggil Danish.


"Iya, Nish!" jawab Ardi.


"Nanti ketika KKN nya sudah dimulai. Dan mereka semua sudah berada di lokasi masing-masing. Lo awasi Adam. Jangan sampai Adam kelelahan apalagi kalau sampai telat atau lupa makan. Lo tahukan kondisi Adam nggak kayak dulu lagi. Sedikit banyaknya, gue ikut andil dalam menyakiti dia ketika musuhan dulu."


Mendengar ucapan sekaligus permintaan dari Danish membuat Ardi menatap sedih kearah Danish. Ardi tahu bagaimana besarnya kasih sayang dan perhatian Danish terhadap Adam sejak dia tahu bahwa Adam adalah adik kandungnya. Begitu juga dengan sahabat-sahabatnya Danish dan sahabat-sahabatnya Ardi.


"Lo nggak perlu khawatir masalah Adam. Dia akan baik-baik saja. Ada Melky, Vino dan Diego. Mereka pasti akan selalu ingatkan Adam jika Adam lupa, apalagi Melky. Lo tahu Melky seperti apa kan? Kalau sudah berurusan dengan Adam. Melky langsung berubah layaknya emak-emak yang ngomelin anaknya," sahut Ardi.


Mendengar ucapan sekaligus penjelasan dari Ardi masalah Adam dan Melky membuat Danish tersenyum. Begitu juga dengan yang lainnya.