THE FRATERNITY

THE FRATERNITY
S3. Perkataan Sahabat Terlaknat



"Lo udah tahu belum kalau sahabat-sahabatnya Adam berselisih paham?"


"Belum. Memangnya kenapa?"


"Wah! Parah lo!"


"Apaan sih! Buruan katakan sama ada apa? Kenapa dengan Adam dan sahabat-sahabatnya?"


"Adam dan sahabat-sahabatnya ribut besar. Dan mereka ributnya di kantin lagi. Yang parahnya lagi tuh si Diego marah banget sama Melky karena Melky membela Zio."


Mendengar cerita dari temannya itu membuat pemuda itu melongo tak percaya. Setahunya, Adam dan ketujuh sahabat-sahabatnya itu selalu kompak. Dan mereka jarang sekali yang namanya bertengkar.


"Yang benar lo?"


"Jadi lo nggak percaya sama cerita gue?"


"Bukan gue nggak percaya. Secara yang gue tahu bahkan seisi kampus ini juga tahu bagaimana hubungan Adam dan ketujuh sahabat-sahabatnya itu. Jadi mana mungkin mereka bisa ribut hanya masalah Zio. Ditambah lagi lo bilang kalau Diego marah besar sama Melky karena Melky belain Zio."


"Tapi itu kenyataannya. Bahkan Adam sampai marah besar terhadap kelakuan Diego dan Melky sampai si Adam menggebrak meja. Setelah itu, Adam langsung pergi."


Mendengar perkataan dari temannya membuat pemuda itu langsung percaya apa yang dikatakan oleh temannya itu.


"Apa benar Adam dan ketujuh sahabatnya bertengkar? Tapi bagaimana mungkin? Nggak mungkin juga Aldi bohong sama gue," batin pemuda itu.


Melihat temannya melamun membuat Aldi menatap temannya itu dengan jengah. Dia tahu bahwa temannya itu belum sepenuhnya percaya atas apa yang dia katakan barusan soal Adam dan ketujuh sahabatnya.


"Kalau lo masih nggak percaya apa yang gue sampaikan ke lo. Lo bisa buktikan sendiri."


***


Di perusahaan MD Advertising, lebih tepatnya di sebuah ruangan dimana terlihat tiga pria sedang membicarakan sesuatu.


"Apa yang membuat tuan Evan dan tuan Alex datang ke perusahaan saya?" tanya Titan dengan menatap Evan dan Alex bergantian.


Mendengar pertanyaan dari Titan, seketika terukir senyuman di bibirnya Evan dan Alex. Alex menatap kearah Evan. Begitu juga dengan Evan. Setelah itu, keduanya kembali menatap wajah Titan.


"Aku dan saudara Evan ingin menunjukkan sesuatu pada tuan Titan. Dengan begitu tuan Titan akan tahu alasan kedatangan kami berdua," sahut Alex.


Evan mengeluarkan ponselnya lalu membuka sebuah galeri. Kemudian Evan memilih satu video. Setelah itu, Evan memperlihatkan video itu di hadapan Titan.


Titan langsung melihat kearah layar ponsel milik Evan. Disana Titan melihat adegan demi adegan yang terjadi. Yang membuat dirinya terkejut, di dalam video itu adalah dirinya dan satu tangan kanannya.


Setelah selesai menyaksikan video itu, Titan seketika melihat kearah Evan dan Alex dan bersamaan Evan menarik tangannya dan meletakkan kembali ponselnya di saku celananya.


"Bagaimana tuan Titan?" tanya Evan menatap tajam serta seringaian di bibirnya.


Titan hanya diam dengan menatap kearah Evan lalu menatap kearah Alex.


"Anda sudah berani menipu kita berdua dengan memberikan berkas palsu yang mana berkas itu ditulis dengan menggunakan tinta yang bisa memudar dengan sendirinya," sahut Alex.


"Biar calon rekan kerja anda tidak curiga. Anda membuat tulisan-tulisan yang ada di berkas itu memudarnya selama empat jam," ucap Evan menambahkan.


Titan masih diam dengan tatapan matanya menatap Evan dan Alex bergantian. Di dalam hatinya dirinya tidak menyangka jika kecurangannya diketahui oleh kedua rekan kerjanya itu.


"Dikarenakan anda sudah bermain curang dan ingin merebut perusahaan saya dan perusahaan saudara ipar saya. Sebagai balasannya, kami berdua melakukan hal yang sama seperti yang anda lakukan." Alex berucap dengan tersenyum menyeringai.


"Perusahaan ini sudah menjadi milikku," sela Evan.


"Dan perusahaan MIKRO Advertising menjadi milikku," sambung Alex.


Sementara Evan dan Alex tersenyum penuh kebahagiaan ketika melihat wajah syok mantan rekan kerjanya itu ketika mendengar kedua perusahaannya itu telah menjadi milik orang lain.


"Anda juga menipu kami akan status perusahaan MIKRO Advertising. Sebenarnya perusahaan MIKRO Advertising itu juga milik anda, namun anda mengatakan bahwa perusahaan itu milik adik anda," ucap Evan.


Deg..


Titan kembali terkejut atas perkataan dari Evan. Dia tidak menyangka jika Evan tahu tentang status perusahaan MIKRO Advertising tersebut.


"Kami beri waktu 1x24 jam untuk anda pergi meninggalkan perusahaan MD Advertising dan perusahaan MIKRO Advertising. Jika anda masih saja mempertahankan kedua perusahaan tersebut, maka aku dan saudara Evan akan membawa masalah ini kejalur hukum."


"Jika anda sampai terjerat hukum. Bisa dipastikan anda tidak akan bisa lagi untuk berbisnis. Apalagi untuk untuk melanjutkan perusahaan anda. Karena aku dan saudara Alex sudah memasukkan anda ke daftar hitam dunia bisnis."


"Jadi, silahkan pilih!" seru Evan dan Alex bersamaan.


***


"Yang benar lo?" tanya Zio terkejut akan cerita dari Vando.


Melky, Vino, Diego, Gino, Leon dan Vando sudah menceritakan tentang rencana mereka yang berpura-pura bermusuhan si kampus. Tujuan mereka melakukan itu demi memancing si pemilik vcd-vcd itu.


"Apa gue terlihat sedang bercanda? Kalau lo nggak percaya. Tanyakan sama mereka," ucap dan tanya Vando sambil menunjuk kearah sahabat-sahabatnya.


"Woi, marmut! Apa benar yang dikatakan oleh Vando ke gue?!" tanya Zio sambil berteriak.


"Benar, nyet!" teriak Melky, Vino, Diego, Gino dan Leon bersamaan.


"Siapa yang punya ide gila seperti ini, mut?!" tanya Zio.


"Si anak kelinci, nyet!" teriak Melky, Vino, Diego, Gino dan Leon bersamaan.


Mendengar namanya dibawa-bawa membuat Adam seketika mendengus. Kemudian Adam menatap satu persatu wajah kelima sahabatnya dengan tatapan horornya.


"Smackdown kita yuk!" teriak Adam.


Mendengar perkataan disertai teriakkan kencang dari Adam seketika membuat Melky, Vino, Diego, Gino dan Leon langsung melihat kearah Adam.


Dan detik kemudian, mereka dengan kompak memperlihatkan senyuman termanis di hadapan Adam sehingga membuat Adam kembali mendengus.


Zio menatap kearah Adam. Dirinya ingin mengetahui alasan Adam memiliki ide seperti itu.


"Dam," panggil Zio.


Adam yang mendengar panggilan dari Zio langsung melihat kearah Zio. Dan dapat dilihat oleh Adam bahwa Zio ingin mengetahui alasannya memiliki rencana tersebut.


"Gue ingin bersihin nama lo dengan cara memancing keluar pemilik asli vcd-vcd itu dengan kita berpura-pura bertengkar. Pertengkaran kita bukan kaleng-kalengan. Justru pertengkaran kita ini Original," sahut Adam.


"Lo kira kita-kita ini barang apa sampai lo nyebut kaleng-kaleng dan original segala," ucap Gino kesal.


"Justru kita ini manusia. Seratus persen manusia Original!" pungkas Vino dengan nada kesalnya.


"Terserah lo mau ngomong apa," sungut Adam.


"Sampai kapan ide itu berlangsung, Dam?" tanya Zio.


"Tergantung bajingan itu kapan keluarnya," jawab Adam.


Mendengar jawaban dari Adam membuat Zio paham. Dirinya harus menghargai usaha sahabatnya itu. Bagaimana pun sahabatnya itu melakukan hal tersebut demi dirinya.