
Zelo dan dua tangan kanannya sudah berada di kediaman Abimanyu. Kini mereka berkumpul di ruang tengah.
Di ruang tengah itu ada Adam, Danish, Ardi, Harsha, Vigo dan para sahabat-sahabat mereka. Sementara anggota keluarga lainnya berada di ruang keluarga yang memang diperuntukkan khusus anggota keluarga saja.
"Sekarang katakan padaku Zelo. Apa yang kau ketahui tentang Melky dan keluarganya? Apa yang terjadi?" tanya Adam yang sudah tidak sabar mendengarkan semua informasi dari Zelo sahabat masa kecilnya itu.
"Seperti yang aku bilang sama kamu beberapa menit yang lalu di telepon bahwa alasan kepergian Melky dan keluarganya ke Australia karena ada suatu masalah. Dan masalah adalah ada seseorang yang tidak menyukai ayahnya Melky. Bisa dibilang dendam masa lalu."
Mendengar perkataan dari Zelo membuat Adam terkejut begitu juga dengan para kakaknya dan sahabat-sahabatnya.
"Sebenarnya Melky memiliki satu orang kakak laki-laki. Mereka berpisah karena sebuah kecelakaan tragis 13 tahun yang lalu. Kecelakaan itu dialami oleh Paman Jordan, kakak laki-lakinya Melky dan Melky sendiri." Zelo berbicara sembari menatap wajah tegang Adam.
"Jadi maksud kamu Paman Jordan, kakak laki-laki Melky dan Melky sendiri pernah mengalami kecelakaan 13 tahun yang sehingga menyebabkan mereka kehilangan satu anggota keluarga, begitu?" tanya Jose.
"Iya, seperti itulah yang disampaikan oleh salah satu anggotaku kepadaku.
"Lalu kenapa Melky saat itu bilang kepada kita semua bahwa dia adalah anak tunggal?" tanya Indra.
"Bahkan Melky juga mengatakan kepada kita bahwa Melky tidak memiliki kakak atau pun saudara sepupu," sahut Kenzie.
"Kemungkinan kedua Paman Jordan dan Bibi Ghiska merahasiakan semua itu dari Melky karena kan Melky habis mengalami kecelakaan bersama Paman Jordan dan kakak laki-lakinya. Dan kemungkinan juga bahwa Melky kehilangan setengah memori ingatannya. Salah satunya adalah melupakan bahwa dia memiliki kakak laki-laki dan juga memiliki saudara sepupu," jawab Zelo sembari menatap satu persatu wajah orang-orang yang ada di hadapannya.
Mendengar jawaban dari Zelo membuat mereka semua menganggukkan kepalanya tanda setuju. Mereka membenarkan apa yang dikatakan oleh Zelo bahwa kemungkinan besar kedua orang tuanya Melky tahu dan kemungkinan besar juga Melky kehilangan setengah memori ingatannya
"Zelo...." Perkataan Adam terpotong karena Zelo sudah langsung paham apa yang akan ditanyakan oleh Adam padanya.
"Kamu tidak perlu khawatir, oke! Semuanya akan baik-baik saja. Aku sudah memerintahkan beberapa orang untuk mencari tahu dimana alamat tempat tinggal Paman Jordan, Bibi Ghiska dan Melky di Australia. Dan aku juga sudah menghubungi ketua Mafia CAMORRA yang diketuai oleh Raafe Maroun. Aku meminta bantuan padanya untuk mencari keberadaan mereka. Setelah Raafe dan kelompoknya berhasil menemukan keberadaan Paman Jordan, Bibi Ghiska dan Melky. Aku memintanya pada Raafe untuk langsung membawa mereka kembali ke Jakarta."
Mendengar ucapan demi ucapan dari Zelo membuat Danish, Ardi, Harsha, Vigo dan sahabat-sahabatnya terkejut. Mereka tidak menduga sama sekali jika Zelo sudah bertindak.
Bagaimana dengan Adam? Sudah pasti saat ini Adam sudah dalam keadaan menangis. Air matanya berlomba-lomba keluar membasahi wajahnya. Dirinya tidak menyangka jika Zelo sahabat masa kecilnya langsung melakukan apa yang seharusnya dia yang lakukan.
"Hiks... Zelo, kamu...,"
Zelo tersenyum ketika melihat Adam yang menangis dan juga mendengar perkataan yang tidak selesai itu.
"Kamu sahabat terbaikku, Dam! Kita bersahabat sejak duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar karena pada saat kelas 1 dan kelas 2 kita beda kelas. Aku meminta kepada kedua orang tua dan menyuruh mereka untuk berbicara dengan kepala sekolah bahwa aku ingin sekelas terus dengan kamu sampai kita lulus. Dan akhirnya, keinginanku terwujud. Kamu selalu bantu aku dalam masalah pelajaran. Dan aku bantu kamu ketika kamu dibully. Bully bukan dalam artian fisik, melainkan ejekan."
Mendengar cerita dari Zelo seketika membuat Adam tersenyum. Dirinya membenarkan apa yang dikatakan oleh Zelo tentang masa-masa dirinya bersama Zelo di sekolah dasar dulu.
Bukan hanya Adam saja yang tersenyum disini, melainkan para kakaknya dan para sahabatnya juga ikut tersenyum. Mereka semua bangga akan persahabatan Zelo terhadap Adam. Zelo rela memohon kepada kedua orang tuanya hanya untuk bisa satu kelas dengan Adam.
Ketika mereka sedang membahas masalah Melky dan keluarganya. Ponsel milik Zelo berbunyi menandakan panggilan masuk.
Zelo langsung mengambil ponselnya yang ada di saku celananya. Dan ketika ponselnya sudah ada di tangannya, Zelo melihat salah satu nama anggotanya yang yang dia berikan tugas.
Tanpa membuang waktu lagi, Zelo langsung menjawab panggilan dari anggotanya itu dengan segera.
"Hallo."
"Hallo, Bos. Aku ada kabar baik."
"Kabar apa?" Katakan!"
"Ini masalah kakak laki-lakinya tuan Melky. Ternyata dalam kecelakaan tersebut, kakak laki-lakinya tuan Melky masih hidup. Saat kecelakaan yang menimpa tuan Jordan dan kedua putranya. Tuan Jordan menyuruh putra sulungnya untuk melompat keluar dari dalam mobil. Sementara tuan Jordan dan putra bungsunya yang tak lain adalah tuan Melky masih di dalam mobil."
"Terus apa yang terjadi setelah putra sulungnya tuan Jordan melompat keluar dari dalam mobil?"
Deg..
Adam seketika terkejut ketika mendengar ucapan dari Zelo yang mengatakan bahwa Jordan yang tak lain adalah ayah dari Melky meminta putra sulungnya melompat keluar dari dalam mobil. Begitu juga dengan Danish, Ardi, Harsha, Vigo dan para sahabatnya dan keenam sahabatnya Adam.
"Mobil yang dibawa oleh tuan Jordan diserang sehingga mengakibatkan mobil tersebut terbalik sehingga membuat kedua tak sadarkan diri. Singkat cerita, tuan Jordan dalam keadaan baik-baik saja, sedangkan tuan Melky dalam keadaan buruk. Ketika sadar dari koma dua bulan. Tuan Melky hanya ingat dengan kedua orang tuanya saja."
Deg..
Zelo terkejut akan informasi yang disampaikan oleh anggotanya itu. Dugaannya benar jika Melky melupakan kejadian itu. Bahkan Melky melupakan semua orang-orang terdekatnya. Hanya kedua orang tuanya saja yang dia ingat.
"Lalu apa yang terjadi setelah Melky sembuh dari komanya selama dua bulan?"
"Apa? Melky pernah koma dua bulan?" batin Adam, Danish, Ardi, Harsha, Vigo dan para sahabat-sahabatnya.
"Keluarga besar mereka sudah tahu apa yang terjadi dengan tuan Melky. Mereka semua menangis ketika mengetahui fakta bahwa tuan Melky melupakan mereka semua. Yang paling bersedih adalah kedua kakek tuan Melky yaitu tuan Reiki Said Pramana dan tuan Anas Reinald Sanjaya."
"Kalau aku boleh tahu. Apa alasan Paman Jordan dan Bibi Ghiska membawa Melky kembali ke Jakarta dan meninggalkan keluarganya di Irlandia?"
"Kalau masalah itu saya belum mendapatkan informasinya tuan. Tapi dari cara bagaimana tuan Jordan dan nyonya Ghiska yang bertekad membawa tuan Melky pulang ke Jakarta. Saya bisa menebak hal itu."
"Apa itu?"
"Orang itu juga mengincar tuan Melky."
"Apa?! Serius!"
"Iya, tuan! Bahkan orang itu sudah memulai permainannya. Salah satu tangan kanannya sudah berhasil menemukan keberadaan tuan Jordan dan Nyonya Ghiska di Australia. Bahkan terang-terangan tangan kanannya itu menemui tuan Melky dan mengancam tuan Melky."
"Apa ancamannya?"
"Orang itu meminta tuan Melky untuk tidak berhubungan lagi dengan tuan Adam. Jika tuan Melky masih berhubungan dengan tuan Adam, maka orang itu akan menyakiti tuan Adam. Bahkan orang itu telah menunjukkan foto tuan Adam kepada tuan Melky sebagai pembuktian perkataannya."
"Brengsek! Benar-benar menjijikkan!"
Mendengar umpatan amarah dari Zelo membuat Adam dan yang lainnya menatap kearah Zelo. Mereka semakin penasaran apa yang terjadi sebenarnya terhadap Melky dan keluarganya.
"Oh iya, Bos! Status Tuan Melky di keluarga Pramana dan keluarga Sanjaya sama seperti status tuan Adam di dalam keluarga Bimantara dan keluarga Abimanyu. Keduanya sama-sama putra bungsu/keponakan bungsu dan cucu bungsu dari dua keluarga."
Mendengar informasi lengkap mengenai Melky dan keluarganya dari anggotanya membuat Zelo benar-benar marah. Dirinya tidak habis pikir dengan rencana licik dari orang itu untuk menghancurkan Jordan.
Namun detik kemudian, Zelo tersenyum bahagia dan juga bangga. Dirinya tak menyangka akan status spesial Melky di dalam keluarganya. Status Melky sama seperti dirinya dan juga Adam. Sama-sama terlahir sebagai anak Bontot. Dan sama-sama disayang dan dimanja.
Hanya saja yang membedakannya disini adalah Melky. Melky harus berpisah dengan semua anggota keluarganya demi dendam seseorang terhadap ayahnya.
"Baiklah. Terima kasih atas informasinya. Terus selidiki kasus ini. Jangan lengah. Dan ingat! Jangan ada yang terluka."
"Baik, Bos!"
Setelah itu, Zelo pun langsung mematikan panggilannya.
Zelo menatap kearah Adam. Begitu juga dengan Adam yang menatap kearah Zelo.
"Ada apa? Katakan padaku Zelo," mohon Adam.
"Dam! Dengarkan aku, oke! Itu pun kalau kamu masih menganggap aku sebagai sahabat kamu. Untuk masalah Melky dan keluarganya serahkan padaku dan kelompok mafia CAMORRA. Kamu cukup pikirkan kuliah kamu saja."
"T-tapi...." Perkataan Adam terpotong ketika melihat Zelo langsung menggelengkan kepalanya.
"Kamu percayakan padaku?"
Adam langsung menganggukkan kepalanya tanda kalau dirinya percaya akan kemampuan Zelo dan para kelompoknya.
"Yang aku butuhkan hanya satu."
"Apa?"
"Doa dari kamu. Cukup doa dari kamu yang aku butuhkan. Tidak ada yang lain. Apa kamu mau memberikan itu untukku?"
"Tentu. Tanpa kau minta pun. Aku akan memberikan secara sukarela. Aku akan mendoakan kamu dan semua anggota-anggota kamu."
"Terima kasih."
"Tapi ada timbal baliknya!"
"Apa? Katakanlah."
"Kamu dan semua anggota-anggota kamu jangan ada yang terluka. Baik kamu dan semua anggota-anggota kamu harus dalam keadaan baik-baik saja. Bisa?"
"Aku janji."
"Aku pegang janji kamu."
Melihat interaksi dan mendengar ucapan demi ucapan dari Adam dan Zelo membuat Danish, Ardi, Harsha, Vigo dan para sahabatnya tersenyum penuh kebahagiaan. Mereka semua benar-benar bahagia melihat persahabatan keduanya.