
Setelah mendapatkan telepon dari Ricky dan mengetahui waktu pembalasan yang pas dan bagus. Kini anggota keluarga Abimanyu, keluarga Bimantara, keluarga Palavi memulai pembalasannya.
Bagas dan Davan menyerang perusahaan dari rekan kerja mereka, Evan dan Alex akan merebut perusahaan dari rekan kerjanya yang berniat ingin merebut perusahaannya.
Sementara untuk Dzaky, Rafig, Reza dan Juan menyerang anggota keluarganya dari pemilik perusahaan yang ingin merebut perusahaan milik ayah-ayah mereka. Sisanya sebagai cadangan jika sewaktu-waktu mereka gagal.
Namun tidak untuk Adam. Adam tidak ikut dalam aksi pembalasan tersebut. Itu semua keinginan dari anggota keluarganya. Alasannya adalah Adam sudah cukup bekerja keras dalam hal ini. Jadi sisanya mereka yang akan melakukannya.
Dikarenakan Adam tidak diizinkan untuk ikut dalam aksi pembalasan tersebut. Adam pun memutuskan untuk menyelidiki masalah yang menimpa Zio, sahabatnya. Adam harus segera mencari tahu siapa pemilik vcd-vcd itu.
Adam mengambil ponselnya. Dirinya hendak menghubungi Zelo dan meminta nomor ponsel anggotanya yang ahli dalam dunia pelacakan dan penyidikan.
Adam mencari nama kontak Zelo. Setelah mendapatkannya nomor Zelo. Adam pun langsung menghubungi Zelo dan memberitahu niatnya.
"Hallo, Adam!"
"Hallo, Zelo. Apa kau sibuk?"
"Tidak. Ini aku sedang santai di rumah. Kenapa?"
"Apa aku boleh meminta nomor ponsel dari Rasky?"
"Oh, tentu!"
"Terima kasih, Zelo!"
"Sebenarnya ada apa?"
"Aku membutuhkan tenaga Rasky. Aku ingin Rasky menyelidiki sesuatu."
"Menyelidiki sesuatu? Menyelidiki tentang apa, Dam?"
"Pertama, aku ingin membersihkan nama Zio yang dituduh membawa beberapa vcd yang tak pantas ke kampus. Dengan kata lain, Zio dituduh menjual vcd-vcd itu kepada teman-teman kampusnya."
"Wah! Ini nggak benar, Dam!"
"Itu dia kenapa aku butuh bantuan Rasky. Bukan hanya ingin mengetahui siapa dalang pemilik vcd-vcd itu. Aku juga ingin menyelidiki beberapa dosen di kampus ibuku. Aku mencurigai ada beberapa Dosen yang curang selama ini."
"Baiklah. Nanti aku langsung yang meminta Rasky menghubungimu. Aku juga akan menyampaikan apa yang kamu sampaikan padaku kepada Rasky."
Mendengar perkataan dari Zelo membuat Adam seketika tersenyum bahagia. Dirinya benar-benar bahagia dan bersyukur memiliki sahabat seperti Zelo dan sahabatnya yang lain.
"Terima kasih, Zelo!"
"Sama-sama, Dam!"
Setelah selesai berbicara dengan Zelo. Adam pun mematikan panggilannya. Dirinya pun kini tengah melihat dan mengecek satu persatu data-data para Wakil Rektor, Dekan dan wakil dekan serta para Dosen.
***
Di waktu yang sama dan di lokasi yang berbeda dimana Bagas, Davan dan anak-anaknya sedang melakukan aksinya. Bagas dan Davan bersama beberapa anak buahnya memasuki perusahaan milik orang yang sudah mengusik miliknya dan menyakiti salah satu anggota keluarganya.
Bagas dan Davan beserta anak buahnya menyerang perusahaan musuhnya itu dengan amarah yang membuncah. Keduanya membalaskan setiap perlakuan yang diberikan oleh saingannya itu kepada dirinya dan anggota keluarganya.
Dor.. Dor..
Dor..
Bunyi senjata api menggema di dalam perusahaan tersebut. Para anak buah Bagas dan Davan membunuh para penjaga laki-laki berpakaian hitam yang memang bertugas untuk berjaga-jaga disana. Baik di dalam perusahaan maupun di luar perusahaan.
Sementara untuk semua karyawan dan karyawati sudah berlari keluar untuk menyelamatkan diri.
"Kalian cari tempat penyimpanan data dan penyimpanan uang. Setelah itu hancurkan tempat itu!"
"Baik!"
Baik Bagas maupun Davan memberikan perintah kepada anak buahnya untuk menghancurkan dua ruangan yang menurutnya sangat penting bagi musuhnya itu.
Tak jauh beda dengan ayah-ayahnya. Di waktu yang sama dan di lokasi yang berbeda. Dzaky, Rafig, Juan dan Reza juga melakukan hal yang sama seperti ayah-ayahnya. Mereka menyerang semua para penjaga yang berjaga di kediaman dari orang-orang yang sudah mengusik keluarganya. Mereka tidak membunuh, mereka hanya melukai dan membuat para anggota keluarga dari orang yang sudah mengusik keluarganya tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
"Buat mereka semua tidak berkutik sama sekali."
"Buat mereka tidak bisa melakukan apa-apa lagi di dunia ini."
"Baik!"
"Jangan! Kami mohon!"
"Jangan sakiti kami."
"Jangan bunuh kami!"
"Apa kesalahan kami!"
Mendengar ucapan dan permohonan para anggota keluarga dari orang yang sudah menyakiti dan mengusik keluarganya membuat Dzaky, Rafig, Juan dan Reza hanya bersikap biasa saja.
"Kalian memang tidak bersalah."
"Yang salah itu adalah suami/ayah/kakak/adik/Paman kalian."
"Laki-laki itu sudah berani mengusik perusahaan milik keluarga Abimanyu dan juga berani mencelakai salah satu anggota keluarga dari Abimanyu!"
"Jadi apa yang dilakukan oleh laki-laki itu kepada kami, itulah yang kami lakukan kepada kalian!"
"Lakukan sekarang!"
"Baik!"
***
"Apa yang anda butuhkan, tuan?" tanya Rasky kepada Adam.
Saat ini Rasky berada di kediaman Abimanyu. Zelo menghubungi Rasky dan menyampaikan apa yang dikatakan oleh Adam padanya. Setelah itu, Zelo meminta Rasky untuk langsung menemui Adam di kediaman Abimanyu.
"Aku ingin kau menyelidiki mereka," jawab Adam sembari memberik data-data tentang orang-orang yang bekerja di kampus ibunya.
Rasky mengambil berkas yang tertutup map warna kuning yang disodorkan oleh Adam padanya.
Rasky kemudian membuka map itu untuk melihat dan membaca isinya. Setelah itu, barulah Rasky bisa melakukan pekerjaannya.
"Apa yang ingin tuan ketahui dari orang-orang yang ada di dalam berkas ini?" tanya Rasky yang tatapan matanya menatap wajah orang yang ada di dalam berkas-berkas itu.
"Aku ingin kau mencari tahu apa saja pekerjaan mereka selain menjadi Dekan dan Dosen, termasuk hal-hal yang mereka sembunyikan."
"Baik, tuan!"
"Berapa lama aku mendapatkan semua informasi mengenai mereka?" tanya Adam.
"Secepatnya, tuan!"
"Baiklah."
***
Evan dan Alex berada di perusahaan dimana perusahaan tersebut mengajukan berkas kerjasama dengan perusahaannya dengan menggunakan tinta yang bisa memudar dan hilang.
Kini Evan dan Alex melakukan hal yang sama dengan mengajukan berkas yang sama kepada perusahaan yang niat awalnya menipunya.
"Senang bekerja sama dengan anda tuan Evan, tuan Alex!"
"Kami juga senang bisa menjalin hubungan kerjasama dengan anda, tuan Titan!" jawab Alex.
"Benarkan, Evan?" tanya Alex dengan melihat kearah Evan. Begitu juga dengan Evan.
"Iya, tentu. Kami benar-benar bahagia. Semoga anda tidak menyesal menjadi rekan kerja kami," ucap Evan.
"Tentu saya tidak akan menyesal bekerja sama dengan perusahaan tuan Evan dan tuan Alex. Perusahaan tuan Evan dan perusahaan tuan Alex sudah terkenal dimana-mana dan juga sudah berkembang pesat begitu jauh. Siapa pun pasti ingin menjalin hubungan kerjasama sama dengan tuan Evan dan tuan Alex."
"Justru kalian yang akan menyesal karena kehilangan perusahaan kalian itu. Sebentar lagi perusahaan milik kalian itu akan menjadi milikku," batin Titan.
"Tunggu saja apa yang menantimu, tuan Titan!" batin Alex.
"Sebentar lagi perusahaanmu akan menjadi milikku dan kak Alex," batin Evan.
Setelah selesai dengan urusannya. Dan juga selesai mencicipi beberapa hidangan. Baik Evan, Alex maupun Titan memutuskan untuk kembali ke perusahaan.
Sementara untuk Alex, dia akan singgah terlebih dahulu ke perusahaan milik Evan untuk membahas sesuatu.