THE FRATERNITY

THE FRATERNITY
S2. Flashback Kejadian Lima Bulan Yang Lalu



Para kakaknya yang melihat wajah marahnya dan mendengar ucapannya juga ikut emosi.


"Cih! Sudah mati masih saja menyusahkan orang lain," ucap Danish.


Mendengar penuturan dari Danish membuat Vigo dan sahabat-sahabatnya bingung. Mereka tidak mengerti apa yang diucapkan oleh Danish.


Ardi yang menyadari dan melihat wajah bingung Vigo dan sahabat-sahabatnya akan ucapan Danish langsung memberitahu.


"Yang dimaksud oleh Danish barusan adalah mantan ibu tirinya."


Vigo dan sahabat-sahabatnya pun mengangguk tanda mengerti.


"Ya. Dalangnya adalah Dhira istri kedua Ayahmu. Dan dia tidak sendiri. Ada dua kakak laki-lakinya yang ikut serta dalam masalah ini. Satu kakak kandungnya dan yang satunya Kakak sepupunya. Kakak sepupunya itu adalah Lian Dennis Adiyaksa saudara dari Ayah angkatmu. Kau akan lebih terkejut lagi jika mendengar hal ini."


"Apa?"


"Areta Dhira Kalyani masih hidup!"


"Apa maksudmu perempuan sialan itu masih hidup? Aku tidak mengerti."


"Apa keluargamu tidak menceritakan bagaimana perempuan itu meninggal?"


"Tidak. Mereka tidak mengatakan apapun padaku. Lagian aku baru pulang ke rumah dan berkumpul dengan mereka lagi setelah ingatanku kembali. Sekarang jelaskan padaku, bagaimana perempuan sialan itu mati?"


"Yang aku tahu Areta Dhira Kalyani mati di tangan Nenekmu. Cerita lengkapnya aku tidak tahu. Kau tanyakan saja pada keluargamu. Sekarang apa rencanamu, Dam?"


"Rencanaku saat ini adalah kita singkirkan terlebih dahulu orang-orang yang ada di belakang perempuan gila itu dan kedua saudara laki-lakinya. Kita hanya akan menyisakan mereka bertiga tanpa ada pengikut di belakang mereka. Setelah itu, baru kita masuk keintinya."


"Waah! Rencana yang sangat bagus, Dam! Baiklah kalau begitu. Apa ada lagi?"


"Kau kerahkan beberapa anggotamu untuk tetap mengawasi para sampah-sampah itu. Mata-matai mereka biar kita tahu apa yang mereka rencanakan. Minta bantuan juga dengan kelompok Area Boys. Kelompok itu terkenal kejam dan selalu ditakuti. Tidak ada yang berani dengan mereka. Bahkan kelompok sampah yang sudah menculik Papa dan kakakku tidak akan bisa melawannya."


"Baik, Dam! Kalau begitu aku tutup teleponnya."


"Hm."


Setelah selesai berbicara, keduanya pun langsung menutup teleponnya.


Saat Adam sedang sibuk dengan pikirannya, tiba-tiba dirinya terkejut akan suara seseorang.


"Adam," panggil Harsha.


Adam langsung mengalihkan pandangannya melihat keasal suara. Dan dapat dilihat olehnya para kakaknya dan sahabat-sahabat kakaknya sudah berada di dalam kamarnya.


Harsha mendekati Adam dan diikuti oleh yang lainnya.


Kini mereka telah duduk di sofa dan sebagiannya duduk selonjoran dan ada juga yang duduk bersela di bawah yang beralasan karpet bulu.


Adam duduk diantara Danish, Ardi, Harsha dan Vigo. Lebih tepatnya mereka yang mengerubungi Adam.


"Ada apa, hum?" tanya Danish sembari mengelus rambut belakang Adam.


"Iya, Adam. Ada apa? Ceritakan pada kami," ucap Arka


Adam melihat kearah Danish, Ardi dan Harsha dengan tatapan sendu.


"Kakak. Tolong jelaskan padaku apa yang terjadi saat aku disekap di gudang lima bulan yang lalu oleh perempuan sialan itu? Apa yang terjadi?" tanya Adam.


Ardi menggenggam tangan kanan Adam. "Apa kau yakin ingin tahu yang sebenarnya?" tanya Ardi.


Adam hanya mengangguk. "Iya. Jadi tolong jelaskan semuanya padaku."


FLASHBACK ON


Di tempat lain pada kakak-kakaknya dan sahabatnya sedang memacu kendaraannya dengan kecepatan penuh. Di pikiran mereka hanya Adam. Mereka harus segera sampai di lokasi tersebut. Mereka tidak mau sampai terjadi sesuatu pada adik kecil kesayangan mereka.


"Bertahanlah Adam. Kakak mohon padamu," batin Garry dan Danish.


Dan akhirnya mereka pun sampai di lokasi penyekapan Adam.


"Lihatlah penjaganya banyak sekali. Bagaimana kita bisa masuk ke dalam gudang itu?" tanya Prana.


"Kita bagi tugas. Kita ambil bagian masing-masing dalam melawan mereka. Siapapun yang berhasil mengalahkan mereka dan ada cela untuk masuk ke dalam gudang itu. Lakukanlah dan selamatkan Adam. Jangan pikirkan yang lainnya," tutur Garry.


"Eeemm," jawab mereka kompak.


"Ayo, tunggu apalagi! Kita serang sekarang!" seru Arya.


Dan mereka pun memutuskan untuk menghampiri para penjaga sedang berjaga-jaga disana.


"Hei. Siapa kalian dan mau apa kesini?" Tanya salah satu penjaga.


"Kami mau menjemput adik kami," jawab Arka.


"Hahahaha. Adik? Adik yang mana?" tanya penjaga pria itu.


"Ooh, jadi pemuda bodoh yang tak berdaya sama sekali itu adik kalian ya. Kasihan sekali nasibnya," ejek penjaga lainnya.


Garry dan Danish mengepalkan tangannya kuat saat mendengar adiknya dihina.


"Tutup mulut kotormu itu. Jangan sekali-kali kau berani menghina adikku!" teriak Danish.


"Memangnya kenapa, hah? Inikan mulutku dan aku bebas mau bicara apa tentang adik kalian itu."


"Aku sudah tidak tahan mendengar ocehan bajingan sialan ini. Ingin rasa aku menyumpal mulutnya yang kotor itu," ucap Gala.


"Tunggu apa lagi. Ayo, kita serang sekarang!" ata Kavi.


Dan akhirnya terjadi pertarungan antara dua kubu.


DUAGH.. DUAGH..


BUUKK..


DUAGHH..


KREETT..


Setelah mereka tumbang, Garry dan Danish memberikan satu tendangan keras tepat di perut mereka.


DUAGH..


Lima penjaga tersebut memuntahkan darah segar dan setelah itu mereka tak sadarkan diri. Kakak beradik itu tersenyum puas.


"Itu untuk adikku. CUIH!" ucap Danish lalu meludahi tubuh pria itu.


Sama halnya dengan Danish dan Garry. Arka, Kenzie, Sakha dan Gala juga menyerang membabi buta. Bahkan seperti orang kesetanan melawan para penjaga tersebut.


BUUKK..


DUAGHH..


BUUKK.. DUAGH..


KREETT..


Sepuluh penjaga berhasil mereka kalahkan. Sama seperti Danish dan Garry, mereka berempat juga mematahkan tangan musuhnya.


"Itu hukuman untuk kalian yang sudah menculik adik kami," ucap Sakha.


"CUIH!" Gala meludahi tubuh mereka.


Arya, Prana, Rayan, Indra, Kavi dan Cakra. Mereka juga ganas menghadapi para penjaga. Ada dua puluh penjaga yang menyerang mereka.


BUUKK.. BUUKK..


DUAGH..


KREETT!


BUUKK.. BUUKK..


DUAGH..


KREETT!


Mereka memukul, menendang secara brutal. Dan mereka juga main patah-mematahkan.


Tapi beda dengan Danish dan Garry. Mereka mainnya kepala. Mereka memelintir kepala para penjaga tersebut dan menyebabkan dua puluh penjaga terkapar dengan bersimbah darah.


"Itu untuk, Adam sahabat kami sekaligus adik bagi kami," ucap Cakra. "CUIH!"


Sahabat-sahabatnya Garry juga tak kalah ganasnya. Mereka juga sama ganasnya dengan teman-temannya Danish dan Adam. Mereka menghajar tanpa ampun dua puluh penjaga.


BUUKK..


DUAGHH..


BUUKK.. BUUKK..


DUAGHH..


Mereka memukul, menendang secara brutal mengakibatkan para penjaga tersebut tersungkur dan memuntahkan darah.


KREETT!


Mereka dengan tega mematahkan kedua tangan para penjaga tersebut


Danish memperhatikan sekitar lokasi. Dapat dilihat olehnya kakanya dan para sahabatnya sedang bertarung demi menyelamatkan adik kesayangannya.


"Penjaganya terlalu banyak. Kalau begini caranya, bagaimana bisa masuk ke dalam untuk menyelamatkan Adam," batin Danish.


Tanpa disadari oleh Danish. Ada dua orang yang ingin menyerang dirinya dari belakang.


DUAGHH.. DUAGHH..


"Aakkhh!" teriak dua penjaga tersebut saat mendapatkan tendangan keras dari Ardi dan Harsha yang datang tiba-tiba saat melihat ada dua penjaga yang ingin menyerang Danish.


Danish membalikkan badannya dan dilihat Ardi dan Harsha yang sudah datang bergabung. Dan dirinya terkejut melihat dua orang yang tersungkur di tanah.


"Kalau mau menyerang seseorang itu dari depan. Bukan dari belakang. Kalau dari belakang itu namanya pecundang," kata Ardi.


"Memalukan," ejek Harsha.


Dua penjaga itu bangkit dan berusaha melawan Ardi dan Harsha. Dua penjaga itu langsung menyerang Ardi dan Harsha. Dan dengan sigap kedua saudara sepupu ini menghindar. Dan detik kemudian mereka berdua memberikan tendangan keras pada perut dua penjaga tersebut.


DUAGHH.. DUAGHH..


Dua penjaga tersebut lagi-lagi tersungkur dan kali ini memuntahkan darah dari mulut mereka.


"Dasar payah," ejek Harsha.


Semua orang suruhan Dhira terkapar di tanah dengan wajah babak belur. Dan tanpa mereka sadari. Lalu detik kemudian terdengar suara tepuk tangan dari arah pintu masuk gudang.


PROK!


PROK!


PROK!


"Wah-wah! Ada perusuh ternyata. Ada hal apa kalian membuat keributan disini?" tanya Dhira sinis.


Dan tatapan Dhira beralih pada dua putra kesayangannya. "Hei, ternyata dua putra kesayangan Mama ada disini juga, hum!"


"Jangan basa-basi dan berpura-pura baik pada kami. Mana adikku?!" bentak Danish.


Areta Dhira Kalyani hanya tersenyum menanggapi pertanyaan dari putra keduanya itu. "Eeemmm! Adikmu itu ada di dalam. Dia sedang tertidur pulas karena lelah bermain."


CATATAN :


MOHON MAAF JIKA FLASHBACK BAB BERULANG. JUJUR! SAYA TIDAK BISA MEMBUAT FLASHBACK BERUPA KATA-KATA ATAU NARASI. HASILNYA AKAN HANCUR KETIKA DIBACA.


SAYA MEMBUAT FLASHBACK SEPERTI INI MENIRUKAN YANG ADA DI SINETRON-SINETRON ATAU FILM-FILM. KEBANYAKAN MEREKA MELAKUKAN FLASHBACK DIAMBIL DARI KISAH YANG SUDAH TERJADI