
Adam membalikkan badannya dan menatap tajam Danish.
"Sekali lagi aku mengatakan padamu. Kau bukan kakakku. Dan laki-laki brengsek itu bukan papaku. Kita tidak punya hubungan apapun. Aku hanya memiliki Mama, tidak ada yang lain dan margaku adalah Abimanyu. Jadi nama lengkapku Dirandra Adamka Abimanyu."
"Kau itu, Dirandra Adamka Bimantara. Sampai kapan pun tetap Dirandra Adamka Bimantara. Kau tidak bisa mengubahnya!"
"Tapi kenyataannya selama ini aku memakai marga Abimanyu bukan Bimantara. Dari lahir sampai sekarang aku masih memakai marga Abimanyu. Dan yang mengubah margaku adalah Ayahmu sendiri. Laki-laki brengsek itu telah membuangku dan tidak mau mengakuiku sebagai anaknya. Bahkan dengan kejamnya dia mengatakan bahwa aku anak haram dari selingkuhan Mama. Padahal jelas-jelas laki-laki brengsek itu yang sudah selingkuh di belakang Mama. Tapi dia malah menuduh Mama yang melakukannya!" teriak Adam.
"Apa?"
"Kenapa? Kaget? Tidak percaya?" tanya Adam.
"Adam dengar. Bukan begitu cerita yang sebenarnya. Kakak minta maaf atas apa yang sudah dilakukan Papa padamu dan Mama. Memang benar apa yang kau katakan itu. Papa tidak mau mengakuimu waktu itu. Tapi soal kau mengatakan bahwa Papa selingkuh di belakang Mama, itu tidak benar. Papa sangat mencintai Mama. Apa yang terjadi antara kau, Mama dan Papa itu sebuah kesalahpahaman yang diperbuat oleh Nenek dan Bibi. Mereka pelaku yang sebenarnya. Mereka yang sudah membuat kita berpisah." Danish berusaha meyakinkan adiknya tentang masalah yang sebenarnya.
Danish mendekati Adam dan memegang kedua bahu adiknya dengan lembut.
"Adam. Kita semua adalah korban. Dan tersangkanya adalah Nenek dan Bibi, kakak perempuannya Papa. Kak Garry tahu tentang masalah ini, karena dia menyaksikannya sendiri apa yang sudah diperbuat oleh Nenek dan Bibi. Papa menyesali semua perbuatannya selama ini. Menyesal telah percaya pada ibu dan kakaknya. Menyesal karena tidak mempercayai istrinya. Papa selama ini selalu mencarimu dan Mama. Papa tidak pernah berhenti mencari kalian berdua. Kalau memang Mama selingkuh dan kau adalah anak haramnya Mama. Kenapa saat di rumah sakit waktu itu, malah justru Papa yang menangis saat melihat wajahmu. Saat kau tidak sadarkan diri, Papa mencium keningmu dan mengucapkan kata maaf di telingamu. Karena kau adalah putra kandungnya. Seharusnya mereka tidak punya hubungan apa-apa lagi kalau memang Mama selingkuh dan hamil dengan laki-laki lain. Kesalahan seorang istri yang berkhianat tidak akan pernah mendapatkan kata maaf dari suaminya. Yang ada hanya kata cerai. Satu lagi yang harus kau ketahui agar kau tidak salah paham. Papa memang sudah menikah lagi. Itu dikarenakan paksaan dari situa bangka itu, bukan atas dasar cinta. Hubungan Mama dan papa sampai saat ini mereka masih status suami istri karena Papa tidak pernah menceraikan mama." Danish menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya kepada adiknya.
Danish menghapus air mata adiknya yang sedari tadi sudah membasahi wajah tampannya.
"Maafkan kesalahan Papa. Berikan kesempatan untuk Papa agar bisa dekat denganmu."
Adam hanya diam. "Maaf. Boleh aku pergi. Aku sangat lelah."
Adam pergi meninggalkan mereka semua dalam keadaan kacau. Pikirannya berkecamuk. Mereka yang melihat kepergian Adam merasa iba dan sedih.
Cakra menepuk pelan bahu Danish yang masih memperhatikan punggung adiknya yang kian menjauh.
"Berikan waktu untuk Adam. Untuk saat ini jangan ganggu dia. Biarkan dia sendiri dulu!"
"Aku setuju apa yang dikatakan, Cakra. Kita biarkan Adam sendirian dulu. Biarkan Adam menenangkan pikirannya. Saat ini pikiran sedang kacau. Jadi tidak bisa berpikir jernih," ucap Sakha.
Mereka semua mengangguk. Tapi tetap saja membuat Danish, Ardi dan Harsha cemas dan khawatir.
"Ardi, Harsha!" teriak Dante dan Lino yang berlari kearah mereka. Ardi dan Harsha melihat keasal suara.
"Dante, Lino!" seru geng Brainer bersamaan.
"Hei. Kalian habis dari mana?" tanya Gala.
"Kalian membolos lagi," celetuk Harsha.
"Enak saja. Kami ini dari Kampus dan kami sudah minta izin kesini untuk menemui kalian," elak Dante.
"Kami hanya ingin menunjukkan sesuatu pada kalian. Terutama kau Danish," sahut Lino.
"Hah! Aku?" tanya Danish sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Iya, iyalah! Ini ada hubungannya denganmu dan adikmu Adam," jawab Dante.
"Kalian lihat video ini." Lino memperlihatkan sebuah video yang ada di ponselnya kepada Danish.
Mata mereka semua membelalak saat melihat video tersebut. Video tersebut berisikan pertemuan Adam dengan seorang perempuan yang tak lain adalah Mama tirinya Danish.
"Brengsek! Jadi dia yang sudah membuat pikiran adikku kacau. Dan membuat adikku makin membenci ayahnya sendiri!" Danish benar-benar marah saat ini.
"Bukan itu saja. Ibu tirimu itu juga yang sudah membayar orang untuk menyerang Adam saat di rumah sakit akibat tusukan darimu dan juga menyerang Prana dan Rayan. Lalu mengarang cerita bahwa geng Brainer lah yang menyuruhnya! Bahkan pertarungan terakhir kalian saat itu yang menyebabkan dua dari kalian tidak sadarkan diri selama tiga hari di rumah sakit. Itu juga ulah dari ibu tirimu, Danish!" seru Achilleo yang juga datang ke kampus milik ibunya Adam bersama dengan yang lainnya.
"Apa!" teriak geng Bruizer dan geng Brainer.
Danish mengepalkan tangannya kuat. "Apa yang sudah kau lakukan, Ma. Aku selama ini sangat menghormatimu dan menyayangimu. Tapi dengan tega kau melakukan hal ini denganku dan keluargaku! Kau menjelek-jelekkan Papa di depan Adam, adikku. Selama ini kau berusaha ingin membunuh adikku. Aku tidak akan memaafkanmu, Areta Dhira Kalyani." Danish berbicara dalam hatinya.
"Aku harus pergi. Aku akan buat perhitungan dengan perempuan sialan itu," ucap Danish, lalu pergi meninggalkan mereka semua. Tapi tangannya sudah terlebih dahulu dicekal oleh Cakra.
"Tenangkan dirimu, Danish. Kami tahu kau sakit hati atas apa yang telah dilakukan oleh ibu tirimu itu. Tapi kita harus melawannya dengan cara yang lebih bagus lagi. Ibu tirimu itu kan menyerang kita secara diam-diam. Kita pakai saja taktiknya. Kita balik menyerang secara diam-diam juga. Tapi bukan kita yang melakukannya," tutur Cakra.
"Tapi siapa yang akan melakukannya?" tanya Danish.
"Biarkan kami yang melakukannya!" seru Torry salah satu geng LILAX yang juga datang ke kampus mereka.
"Hei, kalian datang kesini juga!" seru Arya.
"Kenapa? Tidak boleh?" tanya Javer.
"Yah. Aku kan cuma bertanya," Kesal Arya.
"Hahahahaha." mereka semua tertawa.
"Kenapa kalian bisa bersamaan begini datangnya? Apa ini memang sudah kalian rencanakan?" tanya Ardi menyelidik.
Geng VAGOS dan geng LILAX saling melirik. "Bisa dibilang begitu," jawab mereka bersamaan.
Geng VAGOS adalah sekutunya atau sahabatnya geng BRAINER. Sedangkan Geng LILAX adalah sekutunya atau sahabatnya Geng BRUIZER. Kedua geng ini juga sudah mengetahui perdamaian antara GENG BRAINER dan GENG BRUIZER dikarenakan ada hubungan persaudaraan diantara keduanya, yaitu Danish, Adam, Ardi dan Harsha. Jadi mereka semua pun berdamai.