
Kini semua anggota keluarga berkumpul di kediaman Evan. Baik keluarga besar Abimanyu maupun keluarga besar Bimantara beserta para sahabatnya Adam, Danish, Ardi, Harsha dan Vigo.
Anggota keluarga Adam, Melky dan sahabat-sahabatnya dari kakak-kakaknya Adam sudah kenal dengan Ricky. kecuali Vino, Diego, Gino, Zio, Leon dan Vando yang memang sudah kenal ketika di negara Amerika dulu.
"Sekarang jelaskan ke gue. Apa alasan lo meminta gue untuk membatalkan kegiatan KKN itu?"
"Sebelum gue jawab pertanyaan dari lo. Sekarang jawab dulu pertanyaan gue."
"Aish. Lo memang nggak pernah berubah dari dulu ya Ricky," kesal Adam.
"Nggak ada waktu buat lo marah-marah sama gue. Sekarang jawab gue, apa lo masih ingat sama Reres dan Saga?"
"Iya. Gue masih ingat sama mereka. Kenapa?"
"Dan lo masih ingatkan awal mula pertemuan lo dengan Reres dan Saga?" ucap dan tanya Ricky.
Flashback On
Adam, Jasmine dan Ariel dalam perjalanan pulang dari sekolah dengan menggunakan mobil milik Ariel. Jika Ariel duduk di depan sebagai sopir. Sedangkan Adam dan Jasmine di belakang sebagai penumpang.
"Yak! Adam, Jasmine! Kalian kalau mau pacaran keluar kalian dari mobil gue! Gue ini bukan sopir pribadi kalian!" teriak Ariel.
Mendengar ucapan kekesalan dan teriakan dari Ariel membuat Adam dan Jasmine seketika menghentikan kegiatan ngobrol dan tertawanya. Keduanya langsung melihat kearah depan.
"Lo kenapa Riel?" tanya Adam dan Jasmine bersamaan.
"Masih nanya lagi," ucap Ariel kesal.
"Gue sedang nyetir. Dan suara kalian itu ganggu konsentrasi gue," sungut Ariel.
"Lo cemburu ya sama gue karena gue dekat dan ngobrol sama sepupu lo?" tanya Adam.
"Ngapain juga gue cemburu sama kalian berdua. Biasa aja tuh."
"Bisa aja lo cemburu gue sama Jasmine. Secara gue duduk berduaan sama sepupu lo yang cantik ini. Sementara lo duduk sendiri di depan. Jadi sopir kita lagi," ledek Adam.
"Hahahaha." seketika Jasmine tertawa keras ketika mendengar ucapan dari Adam. "Kena lo, Riel! Hahahaha."
"Sialan lo berdua."
Setelah mengatakan itu, Ariel tiba-tiba menghentikan mobilnya sehingga membuat Adam dan Jasmine terkejut.
"Lah kenapa berhenti?" tanya Adam.
"Suka-suka gue lah. Mobil-mobil gue. Kalian berdua numpang di mobil gue," jawab Ariel dengan nada kesal.
"Riel," panggil Jasmine.
"Nggak dengar," jawab Ariel.
Jasmine menatap kearah Adam. Begitu juga dengan Adam. Keduanya saling memberikan tatapan matanya, kemudian keduanya kembali menatap kearah Ariel.
"Pindah lo ke depan saudara Dirandra Adamka Abimanyu!" seru Ariel.
"Males. Gue udah nyaman duduk disini sama sepupu lo," tolak Adam.
Sedangkan Jasmine tersenyum melihat kedua sahabatnya tengah berdebat. Dia tidak ikut campur dalam urusan dua cowok di depannya.
"Ya, udah. Kita bakal sampai malam disini. Gue nggak bakal jalankan nih mobil," sahut Ariel mengancam.
"Yak, Riel! Jangan gila lo," ucap Adam.
"Makanya pindah lo ke depan. Dan lo, Jasmine! Lo jangan senyam-senyum kayak orang gila. Suruh pindah cowok busuk lo tuh ke depan!"
Mendengar ucapan kejam dari Ariel membuat Jasmine seketika membelalakkan matanya.
Dan pada akhirnya Adam keluar dari dalam mobil Ariel lalu berpindah duduk di depan menemani Ariel.
Sementara Ariel tersenyum kemenangan karena acara ancamannya berhasil membuat Adam pindah duduk di depan. Setidaknya dirinya ada teman di depan, teman ngobrol sembari tatapan matanya melirik Jasmine melalui kaca spion di depan.
Jasmine yang melihat Ariel di kaca spion tersebut langsung menjulurkan lidahnya setelah itu membuang wajahnya keluar jendela.
Beberapa detik kemudian, tatapan mata Jasmine tidak sengaja melihat sepasang anak muda sedang dalam keadaan tak baik-baik saja. Lebih tepatnya seorang gadis tengah memapah seorang pemuda yang sedang terluka.
Ketika Ariel hendak menjalankan mobilnya kembali, tiba-tiba Jasmine berteriak sehingga membuat Ariel dan Adam terkejut.
"Ariel jangan jalan dulu. Coba lihat kesana!"
Adam dan Ariel langsung melihat kearah tunjuk Jasmine. Dan seketika Adam dan Ariel terkejut ketika melihat beberapa orang mengejar sepasang remaja yang sedang terluka.
Adam seketika keluar dari dalam mobil dan disusul oleh Ariel dan Jasmine. Ketiga berlari menghampiri sepasang remaja itu.
"Kalian tidak apa-apa?" tanya Ariel.
"Tuan, tolong kami. Ada beberapa orang yang ingin membunuh Saga."
Adam dan Ariel langsung mengambil alih tubuh Saga dan membawa ke mobil. Sementara Jasmine membantu gadis tersebut.
"Namaku Jasmine. Kamu siapa?"
"Aku Reres. Yang laki-laki bersamaku itu namanya Saga," jawab Reres.
"Itu mereka! Kejar!" teriak dua orang dari beberapa orang yang kini masih mengejar Saga dan Reres.
"Serahkan laki-laki itu pada kamu!" teriak salah satu pria yang berstatus sebagai pimpinan.
Adam melepaskan pegangannya pada tubuh Saga dan kini hanya Ariel yang memegang Saga dibantu oleh Reres.
"Jasmine, kamu disini dan jaga mereka. Aku akan bantu Adam."
"Baiklah. Kamu sama Adam harus baik-baik saja," ucap Jasmine.
"Hm!" Ariel menjawab dengan anggukkan kepalanya.
Setelah itu, Ariel membantu Adam yang saat ini sedang bertarung melawan sekitar 25 orang laki-laki berpakaian hitam.
Duagh.. Duagh..
Bagh.. Bugh..
Sreekkk... Kreettt..
Bugh.. Duagh..
Pukulan demi pukulan, tendangan demi tendangan yang diberikan oleh Adam beberapa laki-laki berpakaian hitam itu sehingga membuat sekitar 6 orang tersungkur dengan tidak elitnya di aspal dengan perut yang terlebih dahulu menghantam aspal.
Ariel pun tak kalah kejamnya memberikan pukulan dan tendangan kepada orang-orang yang menyerangnya
Bagh.. Bugh..
Duagh.. Duagh..
Bugh.. Duagh..
Ariel berhasil menumbangkan sekitar 10 orang dengan kondisi tubuh mereka terhempas ke aspal akibat tendangan tak tak main-main dari Ariel.
Tepat disaat Ariel berhasil mengalahkan sekitar 10 orang, Adam yang berdiri tak jauh dari Ariel juga telah selesai menghajar sekitar 9 orang.
Dan pada akhirnya orang-orang yang mengejar Saga dan Reres semuanya tersungkur di aspal dalam keadaan tak baik-baik saja.
"Riel, ayo!"
"Hm."
Adam dan Ariel kembali menuju mobilnya dimana Jasmine, Saga dan Reres berada disana.
"Terima kasih sudah nolongin gue sama Reres. Gue Saga."
"Sama-sama. Gua Adam, ini Ariel dan yang ini Jasmine."
"Siapa mereka? Kenapa mereka ngejar lo sama teman perempuan lo?" tanya Adam.
"Mereka orang suruhan dari saingan bisnis ayahku," jawab Saga.
"Ya, sudah. Ayo kami akan antar kamu ke rumah sakit."
"Terima kasih."
Setelah itu, mereka pun pergi meninggalkan lokasi untuk pergi menuju rumah sakit.
Flashback Off
"Iya, gue ingat!"
"Begini, Dam! Orang-orang yang dulu ngincar nyawa Saga dan berakhir bertemu dengan lo, Ariel dan Jasmine. Dengan kata lain lo, Ariel dan Jasmine menolong Saga dan Reres. Seminggu setelah kejadian itu, Saga mendapatkan informasi dari tangan kanannya bahwa kelompok itu akan nyari lo, Ariel dan Jasmine. Mereka ingin balas dendam terhadap lo, Ariel dan Jasmine. Mendapatkan kabar tersebut, Saga meminta kepada anggotanya untuk membunuh semua orang-orang yang hendak menyakiti lo, Ariel dan Jasmine. Dan hal itu sukses dilakukan. Lo, Ariel dan Jasmine selamat sampai sekarang."
"Tanpa sepengetahuan orang Saga dan anggota-anggotanya. Ketika pembantaian itu terjadi, dua orang berhasil menyelamatkan diri. Dua orang itu adalah ketua dan satu tangan kanannya. Keduanya kembali membentuk sebuah kelompok dengan nama kelompok yang berbeda. Tujuan utama pria itu adalah mengincar lo, Ariel dan Jasmine."
Adam menatap lekat wajah Ricky. Begitu juga dengan Ricky. Keduanya saling memberikan tatapan melalui matanya masing-masing.
Sedangkan anggota keluarganya dan para sahabat-sahabatnya menatap keduanya dengan tatapan khawatir, terutama terhadap Adam.
"Jangan bilang jika kecelakaan yang menimpa Jasmine dan Ariel adalah dalang dari kelompok itu. Dan dia juga kan ingin membunuh gue dan orang-orang terdekat gue ketika akan berangkat untuk kegiatan KKN itu?" tanya Adam.
"Iya. Dia dan kelompoknya ingin membunuh lo seperti dia membunuh Ariel," jawab Ricky.
Deg..
Mendengar jawaban dari Ricky membuat semua anggota keluarga Adam, Vino, Diego, Gino, Zio, Leon, Vando, sahabat-sahabatnya Danish, Ardi, Harsha, dan Vigo terkejut. Mereka semua menatap khawatir kearah Adam. Sementara Adam diam tanpa ekspresi sama sekali.