
"Maaf tuan, nyonya, tuan muda!"
"Iya, Bi. Ada apa?" tanya Garry.
Evan, Garry dan Danish sudah bergabung kembali dengan anggota keluarganya. Mereka saat ini masih mendiskusikan langkah selanjutnya untuk melawan orang-orang yang hendak mengincar nyawa Adam kesayangannya.
Sementara Utari ditemani oleh Alin, Kamila dan Celena di kamar Adam. keempat wanita cantik itu masih setia menemani Adam yang masih belum bangun pasca jatuh pingsan, walau sudah diperiksa oleh Nurman.
"Itu diluar ada tamu. Katanya dia temannya tuan muda Adam."
"Ach, Bi! Siapa namanya?" tanya Ricky.
"Namanya tuan Saga."
Mendengar sang pelayan menyebut nama Saga membuka mereka semua percaya dan tak percaya dimana seorang pemuda yang pernah ditolong oleh Adam dengan suka rela dan kebaikan hatinya datang langsung menemui Adam di kediamannya.
Mendengar kedatangan Saga membuat anggota keluarga Bimantara, keluarga Palavi, keluarga Abimanyu dan para sahabat dari Adam, Danish, Ardi, Harsha, dan Vigo tersenyum bahagia. Terutama Evan, Garry dan Danish selaku ayah dan kakak kandung Adam.
"Suruh tamunya langsung kesini, Bi!" ucap Evan.
"Baik, tuan!"
Setelah itu, pelayan wanita itu langsung pergi untuk menemui tamunya dan membawa tamunya itu untuk menemui majikannya.
Selang beberapa detik kemudian, sang pelayan datang bersama dengan seorang pemuda tampan di sampingnya.
"Silahkan tuan!"
Setelah mengantar tamunya untuk menemui majikannya, pelayan itu kembali ke dapur untuk melakukan tugas-tugasnya.
"Silahkan duduk, nak Saga!" ucap Evan lembut.
Mendengar ucapan dari seorang pria membuat Saga seketika tersenyum lalu dirinya menduduki pantatnya di sofa.
Kini Saga telah duduk diantara keluarga besar dan sahabat-sahabatnya Adam, namun Saga tidak melihat keberadaan Adam diantara orang-orang yang ada di hadapannya.
"Apa nak Saga mencari keberadaan Adam?" tanya Yodha. Pria itu mengetahui dari gerak gerik mata Saga kalau Saga sedang mencari keberadaan Adam.
"I-iya, tuan!"
"Jangan panggil saya tuan. Panggil saya kakek. Semua sahabat-sahabatnya Adam memanggil saya dengan sebutan kakek karena kakek sudah anggap sahabat-sahabatnya Adam cucu kakek sendiri."
Saga seketika tersenyum dan hatinya menghangat ketika mendengar ucapan dari kakeknya Adam.
"Terima kasih, kek! Oh iya! Adam dimana? Dia baik-baik saja kan? Orang-orang itu belum melakukan apa-apa terhadap Adam kan?" tanya Saga dengan raut khawatirnya.
Saga tidak ingin kecolongan lagi. Dia berharap kedatangannya menemui Adam dan orang-orang terdekat Adam bertujuan untuk membantu Adam dan melindungi Adam. Jika terjadi sesuatu terhadap Adam, dia pasti sangat-sangat merasa bersalah. Dua orang telah pergi itu semua kesalahannya di masa lalu.
Sementara Evan, Garry, Danish dan anggota keluarganya beserta sahabat-sahabatnya Adam, Ardi, Harsha, dan Vigo tersenyum menatap Saga ketika mendengar pertanyaan dari Saga. Apalagi ketika melihat wajah khawatir Saga.
"Adam di kamarnya. Beberapa menit yang lalu Adam tiba-tiba jatuh pingsan karena kondisi Adam memang sedang tidak baik," ucap Davan sang Paman kesayangannya Adam.
Mendengar ucapan dari Saga membuat semuanya terkejut. Mereka tidak menyangka jika kejadian tersebut ketika Adam, Saga, Ariel dan Jasmine masih duduk di SMA. Mereka mengira kejadian itu ketika mereka sudah kuliah.
"Kalau Paman boleh tahu. Siapa orang-orang yang ingin membunuh kamu dan teman wanita kamu yang bernama Reres?" tanya Bagas.
"Awalnya aku tidak tahu siapa mereka. Dikarenakan rasa penasaranku, aku bertanya kepada ayahku. Singkat cerita, orang-orang itu adalah saingan bisnis ayahku. Dan lebih parahnya lagi yang membuat aku terkejut, orang-orang itu adalah anak buah sekaligus kelompok milik Pamanku sendiri yang tak lain adalah kakak laki-laki ibuku."
Deg..
Mereka semua terkejut ketika mendengar ucapan sekaligus cerita dari Adam. Yang membuat mereka lebih terkejut lagi adalah dalang dari orang-orang yang hendak membunuh Saga adalah Pamannya sendiri.
"Apa alasannya sayang?" tanya Evan.
Mendengar kata sayang dari Evan membuat Saga seketika teringat akan ayahnya yang telah pergi meninggalkan dirinya dengan ibunya untuk selamanya.
"Alasannya hanya sepele. Laki-laki brengsek itu cemburu dengan Ayahku. Apa yang tidak bisa dia lakukan dan dia kerjakan, semua itu bisa dilakukan oleh ayahku. Apa yang diinginkan oleh laki-laki brengsek itu semuanya dengan mudah didapatkan oleh ayahku dengan kerja kerasnya selama ini. Laki-laki itu Iri, cemburu dan marah melihat ayahku yang begitu mudah sukses di dunia bisnis padahal ayahku itu baru di dunia bisnis."
"Segala cara dia lakukan untuk menyingkirkan ayahku dalam dunia bisnis, namun ayahku tak pernah menyerah. Dengan kegigihannya, keuletannya, kejujuran dan semangatnya. Ayahku berhasil mempertahankan miliknya dari serangan-serangan dari luar."
"Melihat apa yang terjadi membuat laki-laki itu marah dan berakhir ingin membunuh Ayahku. Jika ayahku mati, dia bisa menggantikan posisi ayahku."
"Apa dia....?" perkataan Danish terhenti karena Saga langsung bersuara.
"Dia berhasil melenyapkan ayahku dari dunia ini. Setelah berhasil membunuh Ayahku, dia mendekati ibuku dan membujuk ibuku agar bisa masuk ke dalam perusahaan milik ayahku. Bagaimana pun ibuku yang menggantikan posisi ayahku untuk sementara waktu di perusahaan sampai aku selesai kuliah. Atau setidaknya sampai aku lulus SMA. Setelah lulus SMA, perusahaan itu akan diberikan kepadaku."
"Dikarenakan ibuku tidak menaruh curiga dan saat itu aku belum mengetahui tentang kebusukannya, maka dari itulah ibu memberikan tampuk kekuasaan dan kepemimpinan perusahaan milik suaminya pada kakak laki-lakinya."
"Kira-kira kapan kamu mengetahui tentang kejahatan Paman kamu itu?" tanya Sakha.
"Ketika aku tidak sengaja mendengar pembicaraan laki-laki itu. Laki-laki itu berbicara dengan seseorang di telepon. Dia meminta kepada orang itu untuk melenyapkanku seperti dia telah melenyapkan ayahku. Ketika aku mendengar itu aku sungguh terkejut. Dari situlah aku memiliki niat untuk membentuk sebuah kelompok besar-besaran agar bisa menghancurkan laki-laki itu."
"Ntah ini hanya kebetulan atau aku lagi beruntung atau memang aku mungkin anak yang baik ditambah lagi ayahku yang memiliki banyak kenalan dan selalu melakukan kebaikan dimana pun dia berada. Orang-orang yang ingin aku rekrut dengan suka rela dan penuh semangat langsung mau bergabung denganku. Apalagi ketika aku melihat kepintaran, kejeniusan dan kehebatan mereka dalam bidang masing-masing membuat aku menerima mereka semua."
"Dan yang membuat aku lebih terkejut lagi adalah semua orang-orang yang bekerja dengan ayahku selama ini ikut bergabung dengan kelompok baruku. Mereka ingin mengabdi kepadaku seperti mereka mengabdi kepada ayahku. Orang-orang yang bekerja dengan ayahku itu salah satunya adalah enam tangan kanan ayahku lengkap dengan masing-masing anggota mereka. Mereka memiliki anggota sekitar 500 orang."
"Wah! Berarti jika mereka ada enam orang jumlah semua anggota yang bergabung dengan kamu itu adalah 3000 anggota! Itu hanya anggotanya saja," pungkas Arya.
"Iya. Ditambah dengan anggota dariku sekitar 1000. Dan 4 tangan kananku," jawab Saga.
Mendengar cerita dari Saga membuat mereka semua menatap Saga dengan tatapan sedih dan juga iba. Mereka tidak menyangka jika Saga memiliki Paman yang begitu jahat terhadap dirinya dan ibunya.
"Kedatangan aku kesini ingin menyelamatkan Adam dari keserakahan dan kejahatan laki-laki itu. Aku tak ingin kecolongan lagi sehingga membuat Adam terluka. Dan aku juga mau minta maaf atas kejadian itu. Jika saja Adam, Ariel dan Jasmine tidak datang menolongku dan Reres, mungkin Ariel masih ada disini dan Jasmine tidak akan duduk di kursi roda sementara untuk Adam, dia tidak akan bersedih dan dia juga tidak akan diincar seperti ini."
"Maafkan aku," lirih Saga.
Mendengar permintaan maaf dari Saga, apalagi ketika melihat wajah sedih dan wajah bersalah Saga membuat mereka semua ikut merasakan kesedihan yang sama. Bagaimana pun mereka semua paham. Siapa pun akan melakukan hal yang sama seperti Adam, Ariel dan Jasmine jika melihat seseorang dalam bahaya.
"Lo nggak salah, Saga!" seru seseorang dengan melangkah menuju ruang tengah.