Heartless

Heartless
Episode 98



🌻Cinta bukan hanya sekedar mengikat janji tapi cinta juga saling memiliki dan saling percaya🌻


.


.


.


.


Mira dan Jeni tidak bisa berkata apa-apa lagi melihat sahabat mereka yang sedang memeluk orang paling kaya di dunia saat ini.


Albert yang melihat kedua teman Chloe entah kenapa terpaku dengan raut muka Mira yang sedang membuka mulutnya menganga.


"Mira, Jeni" panggil Chloe setelah melepaskan pelukannya.


Chloe menunduk menutupi mukanya yang merah padam karena dirinya sangat malu. Entah kenapa ia seperti ingin bermanja-manja dengan sang kekasih hari ini.


Xavier memberi instruksi kepada Albert untuk memindahkan semua makanan pesanan Chloe ke ruang VIP dan mereka akhirnya pindah ke ruang VIP.


Sampai disana Mira dan Jeni masih tetap memandang Xavier dengan tidak berkedip.


"Mira, Jeni woy kebakaran" teriak Chloe dengan kencang.


Seketika Mira dan Jeni sadar dari keterkejutan mereka barusan, Mira sendiri sampai tidak sadar air liurnya mengalir.


"Ya ampun malu-maluin aja" ucap Mira sambil mengelap air liurnya yang jatuh.


Hahahaha.............


Chloe tertawa terbahak-bahak melihat reaksi kedua sahabatnya yang diluar dugaan. Dirinya seakan tertawa mengejek keduanya karena tadi tidak mempercayai kata-katanya.


"Gue udah foto loe Mira biar nanti gue posting ke IG biar loe terkenal" ucap Chloe sambil tertawa kencang.


"Sialan loe" ucap Mira dengan kesal sekaligus malu.


Xavier melihat Chloe yang berbicara dengan Mira memandang bingung pasalnya mereka berbicara dengan bahasa Indonesia.


"Oh ya Mira, Jeni kenalin pacar aku Xavier Arthur Wesly" ucap Chloe dengan lantang sambil menaik turunkan alisnya.


Mendengar perkataan Chloe membuat Xavier terkekeh dan merasa geli, sepertinya ia tahu kalau sang pacar sedang pamer kepada dua sahabatnya.


"Biasa aja dong ngomongnya Chloe" ucap Mira dengan muka jutek.


"Tadi kan kalian bilang kalau aku itu tidak boleh bermimpi setinggi langit karena nanti aku bakal sakit hati loh" ucap Chloe memperagakan kata-kata Mira.


"Sorry Chloe aku kira kamu berbohong soal pacarmu" ucap Jeni dengan malu.


"Eeehhmmm" deham Xavier.


Chloe melihat Xavier sambil tertawa memamerkan gigi putihnya. Xavier hanya menatap Chloe dengan penuh cinta sambil mengelus kepala Chloe dengan lembut.


"Kasian jiwa jomblo aku" ucap Mira dengan mendramatis.


Albert yang sempat mendengar perkataan Mira entah kenapa dirinya sangat bahagia. Baru kali ini ia merasakan ada perasaan aneh yang menjalar di dadanya.


"Halo Mr. Wesly perkenalkan nama saya Mira sahabat Chloe" ucap Mira dengan gugup.


"Halo Mr.Wesly perkenalkan nama saya Jeni" ucap Jeni yang juga sangat gugup.


"Heeemmmm" deham Xavier dengan datar.


Mendengar perkataan Xavier yang dingin dan datar seketika membuat Mira dan Jeni mengecil. Chloe sendiri hanya memandang kedua sahabatnya dengan bergumam kata maaf karena sifat Xavier.


"Sayang jangan dingin kayak gitu dong" bisik Chloe.


"Aku sifatnya seperti ini sayang dan hanya sama kamu aku bisa lembut baby" bisik Xavier sambil mencium telinga Chloe.


Seketika tubuh Chloe menegang karena ciuman dan napas Xavier yang mengenai telinganya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Melihat sang pacar yang tegang Xavier berniat untuk menjahilinya tapi dihentikan oleh Albert. Albert berjalan mendekati Xavier dan membisikan sesuatu kepada Xavier.


Xavier pun kemudian memegang tangan Chloe dengan sangat lembut.


"Sayang aku kembali ke kantor ya soalnya aku lagi ada mau meeting 10 menit lagi" ucap Xavier sambil melihat jam tangannya.


"Iya sayang kamu hati-hati ya" ucap Chloe dengan lembut.


"Makan aja sepuasnya baby aku yang bayarin" ucap Xavier sambil mengacak rambut Chloe.


"Makasih sayang tapi tangannya dikondisikan ya" ucap Chloe dengan kesal.


"Hehehehe! Iya sayang" ucap Xavier sambil terkekeh.


Xavier kemudian bangun dan berjalan keluar sebelum sampai di pintu ia segera mencium Chloe dengan mesra. Albert, Mira, dan Jeni seketika berbalik menghadap ke arah lain.


"Bos apa segitunya bucin dirimu" ucap Albert sambil menggelengkan kepala.


"Sumpah Chloe bikin iri aja deh" ucap Jeni sambil membuang pandangan ke samping.


"Benar kata kamu Jeni mana aku masih jomblo lagi nasib-nasib" ucap Mira.


Setelah adegan peluk-pelukan selesai Chloe pun segera menemui sahabatnya.


"Kenapa muka kalian?" tanya Chloe dengan polos.


"Lagi sakit hati" ucap keduanya serentak.


"Oh kirain ada apa! Hehehehe" ucap Chloe dengan santai sambil cekikan.


"Tega banget sih Chloe orang lagi sakit hati diketawain" ucap Mira dengan kesal.


"Lah kan bukan aku yang sakit hati jadi napa harus dipikirin" ucap Chloe dengan polos.


Mira dan Jeni serasa ingin melempar Chloe dengan sendok karena kesal. Chloe sebenarnya tahu kenapa kedua sahabatnya itu kesal tapi dirinya seakan tidak perduli.


Tak lama Julian datang dengan wajah panik dan ngos-ngosan karena berlari mencari sahabatnya di dalam restoran.


"Ka....li...an beneran keter...lal....uan ya" ucap Julian dengan nafas satu-satu.


"Ambil napas dulu baru ngomong" ucap Jeni.


"Kenapa kalian tidak beritahu aku kalau kalian pindah tempat, aku thu panik banget nyari kalian di luar" ucap Julian dengan kesal.


"Hehehehe! Sorry Julian pacarnya Chloe yang mindahin meja kita kesini jadi kita ikutin aja deh" ucap Mira cengesan.


"Emang pacar kamu disini terus mana" ucap Julian celingak-celinguk nyari keberadaan Xavier.


"Oh pacar aku udah pulang karena harus meeting 10 menit lagi" ucap Chloe dengan santai.


"Jul apa yang Chloe bilang di kampus tadi beneran" ucap Jeni.


"Maksudnya?" tanya Julian penasaran.


"Pacarnya Chloe emang Mr. Wesly" ucap Mira.


"Eeh! Bercanda kalian tidak lucu tahu" ucap Julian sambil menggelengkan kepalanya.


"Beneran kok sampai tadi kita berdua thu menganga tidak percaya kalau itu emang benar Xavier Arthur Wesly" ucap Jeni dengan menggebu-gebu.


"Beneran nih?" tanya Julian.


"Beneran Julian mending kamu liat aja foto Mira yang menganga di hp Chloe" ucap Jeni.


Mira pun menatap Jeni dengan kesal tapi diacuhkan saja, Chloe menunjukan foto Mira kepada Julian di hpnya. Seketika tawa Julian pecah melihat muka Mira yang sangat amburadul bahkan liurnya sampai menetes.


"Sumpah itu muka kayak anjing aku yang lagi kelaparan sampai liurnya menetes! Hahahaha" ucap Julian sambil tertawa kencang.


"Berengsek" ucap Mira sambil melemparkan sendok ke arah Julian.


Beruntung Julian dengan cepat menyingkir jika tidak ia akan terkena lemparan sendok. Julian terus saja menertawakan Mira hingga perutnya sakit barulah ia berhenti.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Mereka kemudian menikmati semua hidangan yang sudah dibayar Xavier sampai habis. Mira dan Jeni sampai tidak bisa berjalan karena kekenyangan.


Setelah 30 menit barulah mereka pulang diantar oleh Julian. Ke empatnya pulang ke tempat masing-masing untuk mempersiapkan diri karena besok sudah harus masuk semester tahun ajaran baru.


~ Jakarta, Indonesia ~


Sean sudah dari pagi berada di kantor papanya, dirinya tidak mau ketinggalan informasi sedikit pun dari dr. Irwan mengenai keberadaan Chloe.


"Sean mending kamu bantu papa saja memeriksa semua berkas ini dari pada kamu nganggur disitu" ucap Riko tanpa melihat ke arah Sean.


"Malas pa" ucap Sean datar.


"Ayolah son sekalian kamu belajar kan" ucap Riko merayu anaknya.


"Papa pikir Sean ngak tahu maksud ajakan papa" ucap Sean sambil mencibir.


"Dasar anak kurang ajar" gumam Riko dengan pelan.


Sean mendengar gumam papanya tapi ia abaikan karena memang dirinya tidak berniat sama sekali membantu. Tak lama pintu diketok dari luar dan Riko pun menyuruh untuk masuk.


"Permisi tuan dr. Irwan sudah sampai" ucap Rio sang tangan kanan.


"Suruh dr. Irwan untuk masuk" ucap Riko.


"Baik tuan" ucap Rio sambil berlalu keluar.


Tak lama Rio pun masuk bersama dengan seorang kakek yaitu dr. Irwan Salim. Riko bangun dan menjabat tangan dr. Irwan lalu menyuruhnya untuk duduk di sofa.


"Terima kasih sudah meluangkan waktu anda dr.Irwan" ucap Riko dengan wibawa.


"Iya sama-sama tuan Rahardian malahan saya yang harusnya berterima kasih karena sudah di undang datang kesini" ucap kakek Irwan dengan sopan.


"Oh ya dr.Irwan ini anak saya Sean Rahardian" ucap Riko menunjuk ke arah Sean yang duduk disebelahnya.


"Halo kakek Irwan nama saya Sean" ucap Sean sambil menyelami tangan kakek Irwan.


"Halo nak Sean senang bertemu dengan nak Sean" ucap kakek Irwan sambil membalas jabatan tangan Sean.


Jadi ini yang namanya Sean ya, yang sudah membuat nak Chloe sakit hati dan bahkan dia tega berselingkuh dengan sahabat nak Chloe sendiri, batin kakek Irwan yang tidak suka dengan Sean.


"To the point saja dr.Irwan sebenarnya saya meminta dokter kesini karena saya ingin bertanya mengenai Chloe Elisabeth Rosemary" ucap Riko dengan suara tegas.


Kekek Irwan menormalkan detak jantungnya mendengar perkataan dari Riko Rahardian. Kakek Irwan menatap Riko dengan senyuman di wajahnya.


"Silahkan apa yang mau tuan tanyakan" ucap kakek Irwan dengan santai.


"Dimana keberadaan Chloe sekarang?" tanya Sean dengan cepat.


"Sean biar papa yang bicara" ucap Riko dengan suara tegas.


Sean pun hanya mengangguk kepala tanda mengerti dan duduk bersedekap tangan di dada.


"Saya tahu dr.Irwan yang membawa Chloe ke desa Wirajaya dan desa itu adalah kampung halaman dr.Irwan kan"


"Benar sekali yang anda katakan tuan Rahardian" ucap kakek Irwan.


"Kalau begitu pasti dr.Irwan tahu dimana keberadaan Chloe saat ini" ucap Riko dengan tatapan tajam.


"Sebelumnya pasti tuan Rahardian sudah mendengar kabar yang mengenai jati diri nak Chloe kan?" tanya kakek Irwan.


"Ya saya sudah dengar" ucap Riko.


"Nak Chloe sangat terpukul waktu saya menemukannya pingsan di tengah malam saat hujan lebat waktu itu"


Sret...........


Jantung Sean seperti ditikam pisau saat mendengar cerita kakek Irwan. Raut wajahnya berubah memikirkan apa yang Chloe rasakan saat itu. Kakek Irwan pun menghela napas dan bercerita lagi.


"Nak Chloe pribadi yang ceria tapi semua itu berubah saat dia memutuskan untuk menenangkan diri, saya waktu itu menyarankan untuk ke desa saya biar saya bisa mengetahui keadaannya dari teman saya disana. Selama 6 bulan kepergiannya saya pun memutuskan menjenguk nak Chloe disana dan saya kaget melihat perubahan drastis nak Chloe yang dulunya gadis ceria berubah menjadi gadis dingin tak tersentuh"


"Lalu sekarang dimana dia berada?" tanya Sean dengan nada khawatir.


"Selepas kelulusan nak Chloe ia pergi entah kemana hanya mengabarkan saya lewat telpon saat dia sudah berada di bandara. Saat itu saya tanya dia akan kemana tapi hanya dijawab pergi jauh dari sini"


"Jadi dr.Irwan tidak tahu kemana Chloe pergi" ucap Riko.


"Saya sempat bertemu dengannya di bandara saat ia hendak pergi dan itu terakhir kali saya bertemu dengan nak Chloe tuan"


"Baiklah dr.Irwan terima kasih atas informasinya dokter" ucap Riko dengan wibawa.


"Sama-sama tuan Rahardian kalau begitu saya mohon pamit tuan"


"Iya dr.Irwan biar asisten saya mengantar dokter sampai ke depan"


"Iya tuan Rahardian"


Selepas kepergian kakek Irwan Sean berteriak kesal dan melemparkan majalah yang ada di atas meja.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Tenangkan diri kamu son!" bentak Riko.


"Kenapa papa ngak tanya terus kakek Irwan pasti ada yang disembunyikannya" ucap Sean dengan marah.


"Lihat mata lawan kamu saat berbicara untuk mencari kebohongannya dan tadi dr.Irwan tidak ada sama sekali kebohongan dimatanya Sean" ucap Riko dengan suara tinggi.


"Mau cari kemana lagi pa" ucap Sean dengan sedih.


"Kita akan tetap mencari keberadaan Chloe dan selidiki semua perkataan dr.Irwan tapi papa mohon kamu cepatlah menyelesaikan kuliahmu dan ubahlah dirimu menjadi pria yang berguna dan mapan saat Chloe sudah kembali" ucap Riko dengan tegas.


"Ya Sean akan rubah diri Sean menjadi pria yang lebih mapan dari sekarang" ucap Sean dengan keyakinan tinggi.


"Heemmmm! Papa tahu kamu bukan orang yang lemah" ucap Riko sambil menepuk pundak anaknya.


"Heeemmm"


"Kalau begitu sekarang belajar dari membantu pekerjaan papa dulu" ucap Riko dengan senyum.


"Papa kerja aja sendiri itu kan kerjaan papa Sean mau ke kampus menyelesaikan studi Sean pa" ucap Sean sambil tersenyum sinis sambil berlalu pergi.


"Dasar bocah nakal itu" hardik Riko dengan kesal.


Sean yang masih berdiri di depan pintu ruang kerja papanya tertawa senang karena dirinya tahu maksud sang papa barusan.


Emang enak aku kerjain balik pa, batin Sean tersenyum cekikan.


Saat berada di mobilnya kakek Irwan langsung mengambil hpnya dan menelpon seseorang. Tak lama panggilannya pun diangkat.


"Halo" ucap suara berat baritone dari seberang"


^^^"Halo Mr. Wesly maaf saya menganggu waktu anda" ucap kakek Irwan dengan suara gugup.^^^


"Heeemmmm"


^^^"Saya barusan bertemu dengan tuan Riko Rahardian dan mereka menanyakan perihal keberadaan nak Chloe Mr. Wesly"^^^


"Ada urusan apa mereka menanyakan keberadaan gadisku" ucap Xavier dengan bentakan dari seberang.


^^^"Sepertinya nak Sean terus mencari keberadaan nak Chloe hingga saat ini Mr. Wesly"^^^


"Berengsek! Lalu apa yang anda katakan Mr. Salim?" tanya Xavier dengan nada marah.


^^^"Saya mengatakan saya tidak tahu keberadaan nak Chloe dan terakhir bertemu saat nak Chloe pamit pergi entah kemana di bandara" ucap kakek Irwan dengan suara takut.^^^


"Heemmmm! Bagus laporkan apa saja jika ada berita terbaru"


^^^"Baik Mr. Wesly"^^^


Panggilan pun dimatikan sepihak dan kakek Irwan sampai berkeringat dingin mendengar suara bentakan Xavier dari seberang.


"Di telpon aja aku udah gugup setengah mati apalagi bertemu langsung pasti aku mati beneran dengar suara baritone itu" ucap kakek Irwan menormalkan jantungnya.


Di penthouse Xavier dirinya membanting semua perabotan di dalam saat selesai menerima telpon dari kakek Irwan.


"Albert" teriak Xavier dengan suara kencang.


"Iya bos" ucap Albert.


"Tutup semua jejak keberangkatan Chloe waktu kesini saat ini juga dan jangan biarkan satu orang pun tahu keberadaan Chloe sekarang" ucap Xavier dengan emosi.


"Baik bos"


Albert segera pergi mengerjakan perintah bosnya karena saat ini bosnya itu sudah seperti monster yang siap menerkam mangsanya.


...❄❄❄❄❄...


To be continue...........


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀