
π»Bukan berjanji untuk tidak saling menyakiti tapi berjanji untuk tetap bertahan ketika salah satu tersakitiπ»
.
.
.
.
Mira dan orang tuanya sampai di Jakarta tepat pukul 15:00, mereka lalu dijemput oleh anak buah Xavier menuju hotel bintang lima di Jakarta. Sampai di hotel mereka semua kaget karena mereka akan menginap di sini malam ini.
"Ndok ini teh ngak salah ya kita akan tidur disini" ucap ibu Asmi.
"Aku ngak tahu bu nanti aku tanyain dulu kepada orang suruhan tuan Xavier" ucap Mira.
"Iya ndok" ucap ibu Asmi.
Mira lalu menanyakan kepada anak buah Xavier dan jawaban yang ia dapatkan memang ini sudah seperti perintah tuan Albert. Mira hanya mengangguk kepala karena tahu ini semua sudah disiapkan oleh Xavier.
"Bu katanya malam ini kita akan nginap di hotel ini besok baru berangkat ke Lombok" ucap Mira.
"Oh baiklah nak" ucap ibu Asmi.
"Permisi nona" ucap anak buah Xavier.
"Iya pak"
"Ini kunci kamar nona dan orang tua nona serta adik-adik nona"
"Kenapa tidak satu kamar saja pak" ucap Mira yang bingung dengan 3 keycard ditangannya.
"Maaf nona ini perintah langsung dari tuan Albert" ucap anak buah Xavier.
"Oh baiklah pak makasih ya" ucap Mira pasrah.
Mira lalu memberikan kunci kamar kepada orang tuanya dan kedua adik-adiknya. Mira sebenarnya bingung kenapa Albert memberikan mereka 3 buah kamar sedangkan 1 kamar saja sudah cukup untuk menampung mereka semua.
"Orang kaya mah bebas" gumam Mira sambil membuka pintu kamarnya.
Saat masuk ke dalam Mira dibuat takjub dengan kamar yang ditempatinya. Mira tidak menyangka jika Albert akan menaruhnya di president suit hotel, tak lama hpnya berbunyi ada panggilan masuk.
Mira mengerutkan keningnya melihat deretan no asing yang tidak dikenalinya di layar hpnya. Karena penasaran Mira lalu menjawab panggilan tersebut.
^^^"Halo"^^^
"Bagaimana dengan kamarnya" ucap suara dingin dari seberang.
^^^"Maaf ini siapa?" tanya Mira yang belum mengenali pemilik suara tersebut.^^^
"Cih! Apa segitunya otak kamu sehingga tidak mengenali suara kekasihmu sendiri"
^^^"Tuan Albert" ucap Mira dengan kaget.^^^
"Heeemmmm"
^^^"Darimana tuan dapat no saya"^^^
"Cih! Sudah berapa kali aku bilang jangan memanggilku tuan" ucap Albert dengan tidak suka dari seberang.
^^^"Maaf"^^^
"Bagaimana kamarmu"
^^^"Ini terlalu besar dan mewah, kenapa tidak satu kamar saja buat aku dan orang tuaku"^^^
"Suka-suka aku maunya berapa kamar"
..."Buang-buang uang saja" gumam Mira dengan pelan....
"Apa yang kamu bilang"
^^^"Tidak ada Albert terima kasih buat kamarnya"^^^
"Heemmm"
Panggilan lalu dimatikan sepihak oleh Albert dan hal itu sukses membuat Mira kesal.
Dasar kulkas tidak tahu diri seenak jidatnya aja main matiin, batin Mira dengan kesal.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Albert lalu masuk ke dalam ruang kerja Xavier di mansion untuk menyampaikan hasil pekerjaannya hari ini. Saat masuk ia melihat Kevin dan Thomas yang juga berada di dalam sana.
"Bos" ucap Albert dengan suara dingin.
"Heemmmm"
"Keluarga dan sahabat nyonya sudah berada di hotel bos" ucap Albert dengan wajah datar.
"Besok siapkan jet yang satu untuk mengantar mereka lebih dulu ke Lombok" ucap Xavier tanpa mengalihkan pandangan dari layar laptop.
"Baik bos" ucap Albert.
"Kevin apa istriku bisa dibawa naik pesawat" ucap Xavier.
"Bisa bos karena kandungan nona saat ini kuat bos tapi jangan sampai perjalanannya lebih dari 2 jam bos" ucap Kevin.
"Heeemmmm"
Albert lalu menyerahkan iPad berisi laporan email dari anak buahnya di California tentang rencana nenek Esma. Xavier lalu membanting iPad saat membaca email tersebut.
Ia sangat emosi mengetahui jika neneknya akan memakai pembunuh bayaran untuk membunuhnya bersama sang istri hanya demi harta keluarganya.
Sepertinya selama ini aku terlalu baik dengan mereka, batin Xavier.
Kevin dan Thomas kaget melihat bos mereka yang sangat emosi saat ini berbeda dengan Albert yang sudah menebak apa yang akan terjadi kepada bosnya saat membaca informasi dari anak buah mereka.
"Suruh pengawal kita yang paling terbaik terbang kesini hari ini juga!" bentak Xavier dengan emosi.
"Baik bos" ucap Albert.
Albert segera menghubungi anak buah mereka di markas untuk segera datang ke sini. Xavier lalu keluar menuju kamarnya karena hatinya sangat emosi saat ini dan ia butuh sang istri untuk mendinginkannya.
Sampai di dalam kamar Xavier lalu memeluk Chloe dengan erat di atas sofa. Chloe yang kaget dengan sikap suaminya hanya membiarkannya saja.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Chloe sambil mengelus kepala sang suami dengan sangat lembut.
"Aku butuh kamu untuk tenangkan emosi aku sayang" ucap Xavier dengan suara serak menahan emosi.
"Iya sayang"
Xavier memeluk dan mencium harum tubuh sang istri dan hal itu terbukti membuat emosinya seakan reda. Xavier lalu mengendong tubuh Chloe menuju ranjang dan memeluk sang istri dengan erat.
Apa yang sebenarnya terjadi sayang sampai kamu bisa seemosi ini hubby, batin Chloe penasaran.
Tak lama Chloe mendengar suara Xavier yang bernapas dengan teratur tanda suaminya sudah tertidur. Ia lalu mencium kening Xavier dan ikut tidur menyusul sang suami.
~ Mansion Sean ~
Maya dan Riko baru saja sampai di mansion sang anak. Keduanya lalu masuk ke dalam dengan membawa koper pakaian untuk besok langsung saja berangkat ke Lombok.
"Halo pa" ucap Maya sambil mencium tangan Bima di ruang keluarga.
"Kalian sudah datang"
"Iya pa"
Riko lalu duduk di sofa tanpa mencium tangan Bima seperti istrinya. Maya yang melihat hal tersebut lalu mencubit pinggang sang suami dengan kuat.
"Arrghhh! Sayang sakit" ucap Riko dengan wajah kesal.
"Kamu sih mas ngak sopan banget sama orang tua" ucap Maya dengan kesal.
"Heeemm"
Riko lalu mencium tangan Bima seperti sang istri dan hal tersebut membuat Bima menahan tawanya. Tak lama Sean keluar sambil menyeret kopernya yang akan dibawa ke Lombok.
"Bi Lastri panggil dia bilang kita harus pergi" ucap Sean dengan datar.
"Baik tuan" ucap bi Lastri.
Bi Lastri lalu naik ke lantai dua dan memberitahu Queen untuk segera turun karena akan berangkat. Queen lalu turun ke bawah dan membawa kopernya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Kalian sudah mau berangkat sayang" ucap Mira.
"Iya bu aku titip Ares ya bu" ucap Sean.
"Iya sayang" ucap Mira dengan senyum manis.
Sean lalu mencium pipi ibunya dan pamit pada papa dan kakeknya untuk segera berangkat ke Lombok karena harus mengecek dulu resort tersebut sebelum peresmian besok.
Queen juga memeluk sang mertua tanpa berkata apa-apa. Maya sendiri tersenyum manis tidak memikirkan masalah kemarin berbeda dengan papa mertuanya dan sang kakek yang menatap Queen tidak suka.
Keduanya lalu berangkat bersama dengan Dimas menggunakan jet pribadi Sean. Selama di pesawat Queen dan Sean seperti orang asing yang tidak saling kenal.
~ Lombok, NTB ~
1,5 jam jet pribadi Sean sudah mendarat di Lombok, mobil jemputannya sudah menunggu mereka disana. Sean naik ke dalam mobil diikuti Queen dan Dimas ke dalam mobil.
Mereka lalu bergegas menuju resort yang dibangun sekaligus menginap disana untuk acara besok. Sampai di resort Queen lalu diantar pelayan menuju kamar sedangkan Sean lalu menuju ke bagian tengah resort yang akan dijadikan tempat acara besok.
"Halo direktur Sean" ucap direktur Hartono.
"Bagaimana perjalanan anda direktur Sean"
"Baik" ucap Sean dengan singkat dan datar.
Keduanya lalu mengecek semua persiapan peresmian besok dan juga semua kondisi resort yang sudah selesai dibangun. Manajer resort dan kepala kontraktor pembangunan resort tersebut juga ikut mendampingi kedua orang tersebut.
Hari berlalu dengan cepat kini tiba saatnya Xavier dan Chloe akan berangkat ke Lombok. Chloe yang awalnya bingung mereka akan kemana hanya diberitahu Xavier jika mereka akan ke Bali untuk pertemuan bisnis.
Sedangkan Mira dan keluarganya juga sudah sampai disana lebih dulu dari Chloe. Mira dan keluarganya mendapat satu ruangan VIP resort yang sangat luas dan megah disana.
Saat berjalan-jalan keluar Mira kaget melihat Julian dan Jeni yang juga ternyata diundang ke sana. Ketiganya lalu berpelukan bersama karena sudah lama tidak bertemu.
"Aku kangen banget sama kalian berdua" ucap Mira.
"Sama aku juga kangen sama kamu dan Chloe" ucap Jeni.
"Cih! Begini ni kalau perempuan baru ketemu bawaannya pasti saling meluk dan bilang kangen" ucap Julian.
"Biarin emang kamu syirik" ucap Mira dengan kesal.
Julian hanya menggelengkan kepalanya melihat sahabatnya dan pacarnya. Tak lama Mira kaget melihat Julian yang mengandeng tangan Jeni dengan erat saat mereka akan pergi menemui keluarga Mira.
"Jangan bilang kalian berdua" ucap Mira dengan kaget.
"Seperti yang kamu pikirkan" ucap Julian dengan santai.
Jeni hanya menunduk merasa malu tidak berkata apa-apa. Mira lalu tertawa mengingat perkataan Jeni yang bilang akan mundur dari perasaannya kepada Julian.
"Aku tidak menyangka akhirnya kamu bisa sama dia Jeni" ucap Mira.
"Hehehehe! Seperti yang kamu lihat sekarang Mir" ucap Jeni sambil cekikan.
Ketiganya lalu kembali menuju ke keluarga Mira dan berkenalan dengan kedua orang tuanya Mira serta adik-adiknya.
Di dalam jet pribadi Riko saat ini ia sangat kesal karena rencananya ingin pergi bersama sang istri tapi gagal karena Maya memilih untuk menjaga baby Ares.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Kamu kenapa son" ucap Bima.
"Ngak apa-apa pa" ucap Riko dengan datar.
Bima lalu menutup mata untuk bersantai sejenak sebelum sampai di Lombok. Riko memilih mengerjakan pekerjaan kantornya bersama dengan Rio selama perjalanan.
Sampai di bandara saat turun dari jet pribadi, Riko dan Bima melihat jet pribadi besan mereka yang sudah sampai terlebih dahulu. Tak lama keduanya melihat pasangan Rosemary dan anaknya serta kedua orang tuanya yang berjalan menuju mobil mereka.
"Halo tuan Rahardian" ucap Alan.
"Halo tuan Rosemary ternyata anda juga datang ya" ucap Bima dengan raut muka penuh wibawa.
"Ya karena kami sekeluarga diundang jadi mau tidak mau kami harus menghargai undangan dari direktur Shine" ucap Alan dengan sombong.
"Heemmmm"
Saat keduanya sedang bercakap-cakap tak lama pesawat jet pribadi paling mahal di dunia mendarat di samping jet pribadi mereka. Pengawalan ketat langsung menunggu tamu tersebut di landasan pacu pribadinya.
Riko dan Bima begitu takjub melihat kemewahan jet pribadi itu yang berwarna hitam dan ada lambang naga emas di sampingnya dengan inisial XAW. Tak lama pintu jet pribadi terbuka dan turunlah orang berbadan tegap dan tampan dengan menggunakan kaca mata hitam.
Albert yang turun lebih dulu diikuti oleh Thomas dan Kevin langsung disambut oleh anak buah Xavier. Albert mengedarkan pandangannya dan melihat ternyata ada keluarga Rosemary dan Rahardian yang sedang melihat mereka.
"Pa apa papa tau siapa pemilik pesawat tersebut" ucap Riko.
"Papa tidak tau dan baru kali ini papa melihat lambang tersebut" ucap Bima.
"Siapa mereka dad kenapa pengawalan mereka sangat ketat" ucap Laura kepada sang suami.
"Daddy tidak tahu mom" ucap Adam yang juga sangat penasaran.
Mereka semua masih melihat rombongan Albert. Lalu keluarga Rosemary memilih untuk pergi dari sana meninggalkan Riko dan papanya yang masih berdiri di tempat mereka.
Saat Riko dan Bima akan masuk ke dalam mobil, keduanya seperti merasakan aura mengintimidasi dan mencekam yang sangat kuat. Riko dan Bima lalu menengok ke jet pribadi Xavier dan melihat seorang pria yang baru saja turun sambil mengendong seorang perempuan ala bridal style.
Aura yang keluar dari tubuh Xavier seakan membuat semua orang gemetar ketakutan. Riko melihat jika orang yang baru saja turun adalah pemilik jet pibadi ini. Mereka tidak bisa melihat wajah Xavier karena saat ini Xavier menggunakan masker dan kaca mata hitam menutup wajahnya.
Badannya tegap dan proposional Riko pastikan orang itu tingginya di atas 190 cm. Xavier yang melirik Riko dan Bima di ujung sana tersenyum sinis dari balik maskernya.
"Riko jangan pernah berurusan dengan orang tersebut" ucap Bima dengan tegas.
"Iya pa"
Keduanya lalu masuk ke mobil dan pergi meninggalkan Xavier dan rombongannya. Chloe yang tertidur pulas membuat Xavier lebih mudah untuk kejutannya sebentar malam.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Albert ingat keamanan diperketat di sekitar resort" ucap Xavier dengan tegas.
"Baik bos" ucap Albert.
Iring-iringan mobil Xavier lalu menuju ke hotel sebelum malam mereka akan ke resort. Barang mereka sebagian sudah dibawa ke resort terlebih dahulu sedangkan di hotel hanya ada pakaian untuk mereka berdua nanti malam.
Tepat pukul 15:00 Chloe bangun dan melihat jika ia sudah berada di hotel tapi ia tidak tahu dimana mereka. Tak lama ia melihat Xavier baru saja keluar dari kamar mandi.
"Baby kamu sudah bangun" ucap Xavier dengan lembut.
"Kita dimana sayang" ucap Chloe.
"Kita di hotel sayang nanti malam kita akan menghadiri undangan dari rekanku disini baby" ucap Xavier sambil mengelus pipi Chloe.
"Aku lapar hubby" ucap Chloe memeluk tubuh Xavier dengan manja.
"Aku akan menyuruh Albert menyiapkannya baby"
"Tapi anak kita pengen disuap sama hubby"
"Anak daddy atau mommynya" ucap Xavier sambil mengelus perut sang istri.
"Ya anak kitalah sayang" ucap Chloe sambil tersenyum memamerkan giginya.
"Baiklah jagoan daddy" ucap Xavier.
Tak lama Albert datang bersama pelayan hotel menyiapkan berbagai macam makanan untuk kedua bosnya. Xavier lalu menyuapi Chloe nasi ayam bumbu gulai.
Setelah kenyang Xavier lalu memakan makanan yang ia inginkan. Waktu berlalu dengan cepat kini tiba saatnya Chloe didandani oleh make up artis yang sudah dipesan oleh Xavier.
"Selamat sore nyonya kami akan membantu nyonya berdandan untuk malam ini" ucap MUA.
"Baiklah" ucap Chloe dengan senyum manis.
Chloe lalu di dandani dengan make up tipis dan tidak terlalu menor sesuai keinginananya. Selesai di make up mereka semua takjub melihat kecantikan Chloe yang sangat cantik dan alami.
"Nyonya seperti seorang bidadari"
"Ah! Kalian bisa saja" ucap Chloe dengan malu.
"Benar nyonya anda sangat cantik"
Chloe lalu di suruh memakai gaun pilihan Xavier bersama high heels setinggi 5 cm. Long dress Chloe yang berwarna merah dengan model tidak ada lengan dan sepatu berwarna merah senada dengan gaunnya mempercantik dirinya malam ini.
Rambutnya di tata serapi mungkin dan jangan lupa kalung berlian yang disiapkan oleh Xavier semakin membuat dia terlihat sangat cantik. Tak lama Xavier masuk dan seketika terpesona dengan penampilan istrinya yang saat ini seperti seorang bidadari.
"Sayang bagaimana" ucap Chloe.
"Sangat cantik baby" ucap Xavier dengan decak kagum.
Xavier lalu menyuruh MUA itu keluar meninggalkan keduanya. Xavier lalu mencium b***r sang istri karena tergoda dengan b***r merah Chloe.
"I want you baby" (aku menginginkanmu sayang) ucap Xavier dengan suara serak.
"Tahan sayang kita harus berangkat sekarang"
"Heemmmm"
Xavier lalu memeluk sang istri untuk menahan hasratnya. Keduanya lalu pergi karena sudah waktunya, saat sampai di depan resort Chloe melihat suasana di depan resort sangat sepi seperti tidak ada acara.
"Sayang apa kamu yakin ini tempatnya" ucap Chloe sambil mengedarkan pandangannya.
"Heemmm"
Xavier dan Chloe lalu keluar dari mobil setelah Albert membuka pintu untuk mereka. Xavier memegang tangan sang istri membawanya masuk lebih ke dalam, sampai di tengah resort tiba-tiba lampu langsung menyala dengan terang.
"Surprise" ucap semua orang di dalam sana.
Chloe menutup mulutnya melihat begitu banyak orang di dalam sana dan lebih kaget melihat nama Loelis Resort terpampang jelas disana. Bahkan para tamu juga masih dibuat penasaran dengan pemilik resort ini yang mereka tahu adalah resort ini milik perusahaan Shine.
"Surprise baby ini kejutan untukmu" ucap Xavier dengan senyum tulus.
"Apa ini semuanya kamu yang siapkan sayang?" tanya Chloe dengan kaget.
"Yes baby dan selamat datang di Loelis resort dan resort ini adalah tanda cinta aku ke kamu sayang" ucap Xavier dengan senyum manis.
Chloe lalu memeluk tubuh sang suami karena sangat bahagia, riuh tepuk tangan dari para tamu membuat mereka semua terpesona dengan kedua orang di depan mereka.
Sean mengepal tangannya melihat Chloe yang entah berpelukan dengan siapa karena wajah Xavier tidak terlalu jelas karena sorotan lampu lebih banyak pada Chloe.
Siapa laki-laki itu kenapa dia berbeda dengan tunangan yang pernah dikatakan oleh Chloe, batin Sean.
Semua keluarga Rosemary sangat kaget melihat Chloe yang berdiri di depan sana menjadi sorotan. Mereka bingung apa yang sebenarnya terjadi disini.
...βββββ...
To be continue.............
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€