Heartless

Heartless
Episode 187



🌻Nikmati prosesnya bukan akhirnya dan saat kamu capek istirahatlah tapi jangan sampai kamu menyerah🌻


.


.


.


.


Tepat pukul 20:00 Xavier, Chloe, dan rombongan mereka tiba di landasan pribadi Xavier di bandara LAX (Los Angeles International Airport). Karena perjalanan yang memakan waktu selama 18 jam 50 menit membuat Chloe tertidur.


Xavier mengendong sang istri dengan hati-hati dan membawanya keluar. Saat keluar dari jet pribadinya Xavier mengedarkan pandangannya melihat pengawalan untuknya yang sangat banyak.


"Apa yang terjadi kenapa pengawalannya bertambah" gumam Xavier dengan pelan.


Xavier lalu memberi isyarat lewat matanya kepada Thomas untuk mencari tahu apa yang terjadi. Semua anak buahnya menunduk memberi hormat kepada bos mereka dan sang nyonya.


Sebelumnya Thomas sudah menyuruh mereka untuk tidak bersuara takut membangunkan Chloe yang kelelahan. Xavier lalu masuk ke dalam limousine miliknya bersama dengan Thomas.


~ Mansion Xavier ~


Tiba di mansion mewah dan megah milik Xavier ia segera keluar sambil mengendong Chloe yang masih tertidur.


Mungkin karena perjalanan yang lama dan juga perut Chloe yang sudah membuncit karena kehamilannya berumur 6 bulan lebih membuatnya merasa lelah dengan cepat.


Xavier naik ke lantai 2 kamarnya bersama dengan pak Max yang membawa koper-koper miliknya. Sampai di dalam kamar Xavier menidurkan sang istri dengan pelan.


"Keluar" ucap Xavier dengan suara dingin dan datar.


"Baik tuan" ucap pak Max.


Xavier lalu membuka pakaian Chloe dan mengantinya dengan piyama tipis agar sang istri bisa nyaman. Karena cape Chloe tak sadar saat Xavier memakaikan baju tidur untuknya.


"Good night baby" ucap Xavier sambil mencium b***r dan perut Chloe.


Xavier lalu membersihkan tubuhnya dan keluar menuju ruang kerja menemui Thomas dan Kevin. Saat masuk ke dalam Thomas, Kevin, Mike, dan Sam berdiri dengan wajah gugup.


"Katakan" ucap Xavier dengan aura membunuh.


Ia tahu jika saat ini pasti ada hal yang tidak beres yang sedang terjadi. Saat tiba tadi ia juga tahu pengawalan yang begitu ketat di bandara dan juga di mansion yang bertambah 2x lipat.


"Ada informasi dari Albert tentang tante dari nyonya bos" ucap Thomas.


Xavier mengangkat alisnya sebelah meminta penjelasan mengenai informasi yang baru saja Thomas katakan. Thomas lalu memberikan iPad kepada Xavier tentang informasi dari Albert.


"Berengsek beraninya mereka ingin mencelakai istriku!" bentak Xavier dengan suara tinggi.


iPad yang tadi di pegangnya sudah terbelah menjadi dua bagian. Di dalam ruangan Xavier dipenuhi dengan aura sang bos yang saat ini sangat emosi dan siap membunuh musuhnya.


"Suruh anak buah kita untuk berjaga 24 jam di mansion" ucap Xavier dengan suara tinggi.


"Baik bos" ucap ke empatnya dengan serentak.


"Apa wanita tua itu berhasil mengirimkan foto istriku" ucap Xavier dengan suara dingin.


"Iya bos tapi mereka tidak tahu jika nyonya adalah istri dari bos" ucap Thomas dengan gugup.


"Sialan akan ku habisi wanita itu" ucap Xavier dengan emosi.


Melihat sang bos yang emosi mereka semua hanya diam saja. Semua barang di dalam ruang kerja Xavier sudah hancur tidak berbentuk lagi.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Kevin kamu temani istriku selama di mansion sampai kamu pulih" ucap Xavier.


"Baik bos" ucap Kevin dengan gugup.


"Thomas awasi nenek tua itu jangan sampai mereka bekerja sama dengan keluarga Nidas dan juga mulai saat ini perketat semua penjagaan di markas, perusahaan terlebih untuk istriku" ucap Xavier dengan suara tinggi.


"Baik bos" ucap Thomas.


"Mike kamu tahu apa yang harus kamu lakukan" ucap Xavier sambil tersenyum penuh arti.


"Yes bos aku akan segera ke sana" ucap Mike dengan wajah dingin.


Xavier tersenyum sinis saat memikirkan ide di otaknya, entah apa yang ia pikirkan hanya dia dan Tuhan saja yang tahu.


Aku akan membunuh kalian semua jika berani menganggu milikku lagi, batin Xavier dengan tatapan membunuh.


Sebelum Mike pergi ia menyuruh mereka semua terus waspada dan segera membereskan jika ada sesuatu yang mencurigakan. Xavier lalu pergi keluar menuju kamarnya karena ia tak mau istrinya sendiri saja di dalam kamar.


Saat Xavier keluar Mike segera berangkat menuju tempat yang hanya ia dan Xavier yang tahu. Sam lalu segera pergi kembali ke markas untuk menjaga dan mengawasi markas.


"Apa yang akan dilakukan keluarga sialan itu" ucap Kevin dengan emosi.


"Sepertinya dendam kedua keluarga akan segera terjadi" ucap Thomas.


"Ya dan aku sangat membenci mereka semua saat mendengar cerita saudara kita Albert" ucap Kevin dengan sedih.


"Aku tidak bersaudara denganmu bocah" ucap Thomas dengan kesal.


"Ckk!! Dasar pria tua awas saja jika aku pergi jangan pernah menangisi kepergianku" ucap Kevin dengan wajah cemberut.


"Memangnya kamu mau kemana mau berubah lagi menjadi transformer" ucap Thomas sambil cekikan.


"Stop as***le jangan pernah bicara hal itu lagi" ucap Kevin dengan suara tinggi.


"Aku pengen lihat transformer dengan pose ala princess" ucap Thomas sambil tertawa kencang.


"Sialan" ucap Kevin sambil melempar bantal sofa ke arah Thomas.


Thomas hanya tertawa saja membuat Kevin semakin kesal. Karena kesal ia lalu pergi meninggalkan Thomas dengan perasaan kesal dan marah.


Berbeda dengan Thomas di dalam kamar Xavier mengelus kepala sang istri dengan lembut. Ia lalu mengangkat hpnya dan menghubungi Albert.


"Halo bos"


^^^"Kamu awasi wanita tua itu" ucap Xavier dengan suara dingin.^^^


"Baik bos"


^^^"Jika ada pergerakan baru dan mencurigakan segera kamu beri dia racun itu"^^^


"Apa kita tidak melenyapkan saja dia bos"


^^^"Jangan biar bagaimanapun itu hak istriku karena dia tante dari istriku"^^^


"Tapi dia bukan tante kandung nyonya bos"


^^^"Semua keputusan ada di tangan istriku"^^^


"Baik bos"


^^^"Segera kamu pulang karena aku merasa keluarga berengsek itu akan segera mencari tahu informasi istriku" ucap Xavier dengan suara emosi.^^^


"Baik bos"


Xavier lalu mematikan panggilannya sepihak dan membaringkan tubuhnya di samping sang istri. Chloe berbalik mencari posisi yang enak dan ia lalu memeluk Xavier dan mengendus bau tubuh sang suami.


Xavier tersenyum melihat tingkah sang istri yang seperti anak anjing. Ia memeluk Chloe dan ikut tertidur dalam pelukan hangat sang istri.


~ Jakarta, Indonesia ~


Setelah menerima panggilan dari sang bos, Albert segera memerintahkan anak buahnya untuk mengawasi mpok Risma. Albert lalu menyelesaikan berkas-berkas yang akan ditinggalkannya di perusahaan Shine.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Tak lama Manda mengabari jika Kenzo sudah berada di depan pintu ruangannya lewat interkom.


"Suruh dia masuk" ucap Albert dengan datar.


"Baik tuan" ucap Manda.


Tak lama pintunya diketok dan masuklah Kenzo dengan wajah girang melihat Albert. Kenzo adalah anak didikan Albert saat masih berada di markas dan juga sebagai adik angkatnya.


"Hai brother" ucap Kenzo dengan suara riang.


"Heemmm"


"Come on brother jangan hanya datar dan dingin saja mukamu itu nanti kamu tidak ada pacar loh" ucap Kenzo sambil tertawa.


"Sepertinya kamu sudah bosan menghirup udara ya Kenzo" ucap Albert dengan suara dingin dan tatapan tajam.


"Hehehe! Sorry brother just kidding" (maaf kakak aku hanya bercanda) ucap Kenzo sambil tertawa.


Hanya Kenzo dan Kevin yang berani bercanda dengan Albert. Kenzo sendiri adalah anak yatim piatu yang ditolong oleh Albert saat ia dipukul dan mulai saat itu Kenzo menganggap Albert sebagai kakaknya.


"Bagaimana perusahaan" ucap Albert.


"Semuanya baik dan saat ini perusahaan milik nyonya sudah stabil"


"Heemmmm"


Albert lalu memikirkan tentang Mira jika ia kembali ke Amerika otomatis tidak ada yang mengawasi sang kekasih. Tiba-tiba ia tersenyum penuh arti setelah mendapat ide.


"Brother kamu tidak gilakan karena pekerjaan" ucap Kenzo dengan wajah khawatir.


"What do you mean" (apa maksud kamu) ucap Albert dengan bingung.


"Soalnya kamu tadi senyum-senyum sendiri makanya aku pikir kamu sudah gila"


"Berengsek" ucap Albert sambil melempar bolpoin ke arah Kenzo.


Pluk........


"Dasar kutub es sialan" gumam Kenzo dengan pelan.


"Aku dengar berengsek" ucap Albert dengan tatapan tajam.


Kenzo hanya cengesan memamerkan gigi putihnya saja. Melihat hal tersebut Albert hanya menggelengkan kepala tidak mau perduli dengan Kenzo.


"Kamu awasi seseorang dia akan dipindahkan ke perusahaanmu nanti"


"Siapa?" tanya Kenzo dengan penasaran.


"Kamu akan tahu nanti" ucap Albert dengan tatapan dingin.


"Okelah kalau begitu aku kembali ke perusahaan"


"Heemmm"


"Kenzo kamu jaga orang itu jangan biarkan ada seorangpun yang dekat dengannya" ucap Albert dengan tatapan tajam.


"Oke brother"


Meski tak tahu siapa yang harus diawasinya Kenzo hanya menjawab iya saja. Biar nanti juga dia akan tahu siapa yang akan dia awasi.


~ RH Company ~


Saat ini Riko sedang membahas proyek perusahaannya dengan Rio. Tak lama pintu ruangannya di buka dengan kasar dan masuklah anaknya dengan wajah dingin.


Baru saja ia ingin memarahi siapa yang berani masuk ke ruangannya dengan lancang tapi tidak jadi. Riko lalu menyuruh Rio untuk keluar meninggalkan mereka berdua saja.


"Tumben kamu kesini son" ucap Riko dengan wajah bingung.


"Malas di perusahaan pa" ucap Sean dengan santai.


"Heeemmm"


Riko lalu melihat anaknya dengan tatapan sedih. Ia tahu saat ini anaknya pasti sedang sedih dan butuh seseorang untuk mendengar ceritanya.


"Jadi apa yang terjadi" ucap Riko to the point.


Sean menatap sang papa dengan wajah sedih dan ia tahu jika papanya pasti tahu ia sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja. Sean lalu menutup mukanya dengan kedua tangan.


"Dia sudah pergi pa" ucap Sean dengan suara bergetar.


Riko bangun dan segera menuju tempat sang anak. Ia menepuk pundak Sean dengan pelan tahu siapa yang Sean maksud.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Relakan dia son dia sudah bahagia dengan pilihannya"


"Sean udah coba pa tapi tetap ngak bisa" ucap Sean dengan suara lemah.


"Kamu sudah melihat sendiri bukti ia sudah bahagia dengan pilihannya dan jika kamu mencintainya relakan dia dengan pilihannya sendiri, karena saat kamu mencintai orang itu kamu akan melakukan apapun untuk kebahagiannya meski dirimu terluka son" ucap Riko dengan bijak.


Sean mengangkat kepalanya dan menatap wajah sang papa dengan sedih. Ia memeluk sang papa menumpahkan semua perasaannya lewat tangisan, melihat anaknya yang seperti ini membuat Riko menjadi sedih.


Sean yang biasanya kuat dan tangguh hari ini berubah menjadi Sean anaknya yang rapuh. Maya yang datang mengantar makan siang untuk sang suami bersama sang cucu melihat keduanya dengan perasaan sedih.


Puas mengeluarkan semua perasaannya Sean lalu melepaskan pelukannya. Ia lalu duduk bersandar di sofa memikirkan nasibnya ke depan, tak lama pintu terbuka dan masuklah sosok yang sangat dicintai oleh keduanya.


"Ibu, Ares" ucap Sean dengan wajah senang.


"Sayang kamu sudah datang" ucap Riko dengan lembut.


"Iya mas aku udah di depan kamu ya pasti udah datang dong" ucap Maya dengan kesal.


Riko hanya tertawa memamerkan giginya, tak lama Ares mulai bercoletah dengan bahasa bayinya membuat Sean segera mengambilnya dari gendongan sang ibu.


"Anak papa makin gendut aja" ucap Sean sambil mencium Ares.


Ares yang sudah berumur 6 bulan lebih tertawa senang saat berada di gendongan sang papa. Saat Riko ingin mengambil sang cucu Ares seketika menangis.


"Pa Ares ngak mau sama papa tau" ucap Sean dengan kesal.


"Cucu kakek kenapa ngak mau sama kakek sih" ucap Riko sengaja membuat wajah sedih.


"Kakeknya jelek sih" ucap Sean dengan santai.


"Dasar anak kurang ajar kamu Sean" ucap Riko dengan emosi.


Bukannya merasa bersalah Sean malah tersenyum penuh arti melihat tampang kesal sang papa. Maya hanya menggelengkan kepalanya melihat keduanya yang sudah mulai ribut.


"Udah deh kalian mau makan siang ngak sih" ucap Maya dengan kesal.


"Aku mau sayang" ucap Riko dengan suara lembut.


"Aku makan di luar aja bu sekalian pengen jalan-jalan sama Ares" ucap Sean.


"Tapi siapa yang jagain Ares nanti nak" ucap Maya.


"Ada pengasuhnya bu nanti Sean minta mereka"


"Ya sudah kamu hati-hati ya nak"


"Iya bu bye bu"


"Bye sayang"


Sean mencium pipi sang ibu dan berlalu pergi dari ruangan sang papa tanpa pamit. Melihat hal tersebut Riko menjadi emosi dan kesal.


"Udah dong mas kesalnya anak kamu sendiri juga" ucap Maya membujuk sang suami yang mulai kesal.


"Tapi kamu itu milik aku sayang" ucap Riko dengan kesal.


"Emang yang bilang bukan milik kamu siapa dong mas" ucap Maya sambil cengesan.


"Ckk!!"


"Aku itu milik suami aku yang kuat di ranjang dan tampan" bisik Maya di telinga Riko.


Seketika Riko tersenyum penuh arti dan mencium kening istrinya dengan lembut. Keduanya lalu menghabiskan waktu di ruangan sang suami hingga pulang kantor.


~ Bandung, Jawa Barat ~


Albert tiba di Bandung tepat pukul 16:30, besok ia akan segera berangkat ke California oleh karena itu ia bermaksud untuk mengunjungi sang kekasih terlebih dahulu.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Albert tiba di perusahaan tempat Mira bekerja dan segera masuk ke dalam setelah di sambut oleh direktur di perusahaan itu. Ia lalu bertanya di mana ruangan sang kekasih.


Sang direktur yang tahu maksud kedatangan Albert sebagai tangan kanan klien penting mereka, segera mengarahkan Albert menuju lantai 3 ruangan bagian departemen keuangan.


Sampai disana Albert disuguhi pemandangan yang membuat dia emosi. Aura membunuh seketika menyeruak di sana saat melihat Mira di peluk seseorang.


Mira yang berusaha melepaskan pelukan Bagas merasa ada tatapan tajam ke arahnya. Ia kaget bukan main melihat wajah Albert yang sudah menghitam dan siap membunuh saat itu juga.


"Albert" ucap Mira dengan gugup.


Bagas yang mendengar ucapan Mira menyebut nama orang lain segera melepaskan pelukannya. Ia melihat arah tatapan Mira dan melihat seseorang dengan aura mengintimidasi menatap mereka dengan tajam.


Albert segera berbalik kembali menuju ke arah lift. Mira mendorong Bagas dan berlari mengejar Albert tapi ia terlambat karena pintu lift sudah tertutup.


Mira lalu berlari menuju arah tangga dan berlari menuju ke bawah dengan cepat. Sampai di lobby ia melihat Albert yang sudah masuk ke dalam mobil.


"Albert tunggu aku bisa jelaskan semuanya Albert" teriak Mira dengan kencang.


Albert yang emosi tidak menggubris teriakan Mira karena hatinya sangat panas dan sakit hati. Baru kali ini ia merasakan yang namanya cinta tapi langsung dipatahkan begitu saja.


Mira mengejar mobil Albert sambil menangis memanggil nama sang kekasih tapi tidak digubris sedikit pun.


Brugh..........


Mira terjatuh di aspal sambil berteriak memanggil nama Albert. Bagas yang melihat hal tersebut hatinya sakit karena ternyata Mira sudah memiliki orang lain di hatinya. Ia ingin membantu Mira berdiri tapi ditepis tangannya dengan kasar.


"Puas loe udah hancurin hubungan gue! Hah!" bentak Mira dengan emosi.


"Mir gue ngak bermaksud" ucap Bagas yang langsung dipotong sama Mira.


"Gue benci sama loe gue benci loe, apa salah gue ke loe! Hah" teriak Mira dengan emosi.


Bagas diam saja karena memang ini salahnya yang memaksa memeluk Mira saat ditolak Mira tadi. Mira berlalu pergi dari hadapan Bagas dengan perasaan sakit hati.


Mira mengambil hpnya menghubungi Albert tapi tidak dijawab bahkan nomornya sudah tidak aktif. Mira segera mengambil tasnya dan pulang karena ingin mengejar Albert.


Di dalam mobil Albert hanya diam dengan rahang mengeras. Ia segera menyuruh supir untuk menuju ke bandara agar ia bisa kembali ke Jakarta dan langsung pergi ke California malam ini juga.


Di waktu yang sama tapi berbeda negara lebih tepatnya di Italia. Seorang pria paruh baya dan kedua anaknya sedang duduk membaca informasi mengenai Chloe.


"Akhirnya kita bisa menemukan anak berengsek itu" ucap Juan.


"Apa rencana kita selajutnya daddy" ucap Johan.


"Wajahnya mirip dengan saudara perempuan kalian" ucap Robert dengan perasaan sedih.


"Daddy jangan lupa dia darah daging dari si berengsek miskin itu" ucap Juan dengan emosi.


"Tutup mulutmu Juan biar bagaimana pun dia keponakan kamu dan satu darah denganmu!" bentak Robert.


Juan yang tak suka daddynya masih merasa bersalah akan kehilangan saudara perempuan mereka segera pergi. Ia sampai kapanpun tak akan pernah mengakui jika anak dari Sintia adalah keponakannya.


...❄❄❄❄❄...


To be continue...............


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀